• UGM
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Energi
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang PSE
    • Pengantar
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Kegiatan
    • Kerjasama
    • Personalia
  • Program Kerja
  • Jasa
    • Jasa Survei Geofisika untuk Eksplorasi Air Tanah
    • Jasa Survei Geofisika untuk Geoteknik
    • Jasa Audit Energi
  • PENELITIAN
  • Pelatihan
  • Kontak
  • Beranda
  • Pos oleh
Pos oleh :

admin

Yuk! Kepoin Hal–Hal kecil yang Dapat Memperkaya Pahala Kita di Ramadhan Ini

News Friday, 20 February 2026

Contributor: Naga Pamungkas

Editor: Naga Pamungkas209

 

Halo sobat energi, hari ini tak lain dan tak bukan kita sudah menginjakan kaki kita di bulan ramadhan, bulan penuh berkah dimana semua pahala hasil perbuatan baik kita akan dilipatgandakan. Hal ini juga di dukung dengan Hadits Riwayat Muslim No 1151 dengan bunyi “Setiap amalan kebaikan anak Adam akan dilipatgandakan menjadi 10 hingga 700 kali dari kebaikan yang semisal. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya), “Kecuali puasa, amalan tersebut untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya karena dia telah meninggalkan syahwat dan makanannya demi Aku”.  Nah dalam Rangka menyambut Ramadhan, Kali ini Energy Man akan membahas terkait beberapa kebaikan-kebaikan kecil dan praktis yang dapat berdampak baik bagi Lingkungan kita sekitar.

1. Terapkan prinsip hemat di bulan Ramadhan

Bulan ramadhan pada dasanya merupakan bulan yang sangat berkah terutama dengan hadirnya puasa di bulan suci ini. Disamping itu, pada momen ini, banyak orang yang cenderung mengkonsumsi/memasak makanan secara masif dan berlebihan yang merupakan hal yang kurang disukai oleh Allah S.W.T. Hal ini didukung dengan QS. Al- Isra: 26 yang berbunyi“…Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.”  Selain itu dengan tidak memasak secara masif, kita dapat menghemat energi pengeluaran harian bahkan bulanan.

 2. Kurangi penggunaan gadget.

Mengurangi penggunaan gadget, kita dapat lebih berfokus untuk melakukan ibadah seperti sholat, berdzikir, dan sebagainya. Disamping itu kita juga bisa mengurangi pengeluaran energi kita, sehingga energi serta listrik di Indonesia dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.

3. Mengurangi Penggunaan Mobil dan Motor

Di bulan Ramadhan tentu kita akan banyak bermobilitas terutama dalam hal melaksanakan ibadah di masjid. Maka dari itu, berjalan kaki merupakan solusi yang tepat untuk bermobilitas di bulan ramadhan ini, terutama saat bertransportasi ke masjid. Dengan berjalan kaki kita dapat mengurangi emisi/polusi udara sehingga kualitas udara dapat lebih baik. Selain itu, dengan berjalan kaki  ke masjid,  kita dapat juga menghapus dosa kita dikarenakan setiap langkah menuju masjid merupakan penghapusan dosa “Setiap langkah menuju masjid akan mengangkat satu derajat dan menghapus satu kesalahan (dosa).” (HR. Muslim no. 663).

PSE UGM Adakan Klarifikasi dan Finalisasi Data Pekerjaan Jasa Penyusunan Kajian Potensi Pembangunan PLTS

News Friday, 13 February 2026

Contributor: Ekrar Winata

Editor: Naga Pamungkas

 

Yogyakarta, PSE UGM- Tepatnya di tanggal 13 Februari 2026 PSE UGM (Pusat Studi Energi UGM) menggelar FGD (Focus Group Discussion) dengan PLN Unit Pembangktit dan PLN Nusantara Power yang bertujuan untuk melakukan konfirmasi data terkait kajian “Jasa Penyusunan Kajian Potensi Pembangunan PLTS”. FGD ini diselenggarakan pukul 08.00 sampai dengan 16.30 yang diawali dengan pembukaan oleh PLN NP dsn PSE UGM, pemaparan awal dari Tim PSE UGM, Penjelasan mekanisme klarifikasi dan finalisasi data hingga dilaksanakannya acara utama yang merupakan Focus Group Discussion.

 

Pada sesi pembukaan, Ibu Lusiana Ester selaku VP Corporate Finance PLN Nusantara Power (PLN NP) menegaskan bahwa sebagai pioner kelistrikan Indonesia, PLN harus selalu berinovatif dalam bidang kelistrikan “ Saat ini kondisi PLTS di Indonesia didominasi oleh swasta dengan rincian 70 % PLTS diinisiasi oleh swasta dan 30% oleh PLN. Maka dari itu, PLN selaku penopang kelistrikan di Indonesia harus selalu melakukan inovasi agar inisiatif inisiatif kelistrikan di Indonesia dapat terlaksana”. Diharapkan bahwa acara FGD ini dapat memberikan kontribusi terhadap clean energy  dan juga mencapai tujuan kajian ini yang tak lain merupakan meningkatkan efisiensi biaya, melakukan optimalisasi dan kontribusi dalam efisiensi dan penurunan BPP, optimalisasi asset, dan perbaikan efisiensi dan keandalan pembangkit serta mendukung kontribusi perseroan di sistem kelistrikan PLN.

Energypedia: Serbuk Besi Bisa Digunakan Untuk Clean Energy? Yuk Kepoin Lebih Dalam Riset Tenaga Ahli PSE UGM

News Tuesday, 10 February 2026

Contributor: Willie Prasidha

Editor: Naga Pamungkas

Serbuk besi kini mulai dilirik sebagai alternatif energi bersih yang menjanjikan pengganti bahan bakar fosil. Berbeda dengan batu bara atau minyak, ketika serbuk besi dibakar, ia menghasilkan panas tanpa melepaskan emisi COx yang merusak lingkungan. Menariknya lagi, setelah dibakar, residunya bisa “didaur ulang” melalui proses reduksi sehingga bisa digunakan kembali. Artinya, serbuk besi bukan bahan bakar sekali pakai, melainkan bagian dari siklus energi yang berulang.

Keunggulan lainnya adalah ketersediaannya yang melimpah di alam, relatif aman untuk disimpan dan ditransportasikan, serta kompatibel dengan infrastruktur industri yang sudah ada. Inilah yang membuat serbuk besi berpotensi digunakan dalam skala besar, baik untuk kebutuhan panas industri maupun sistem energi masa depan.

Untuk mendorong penerapannya di dunia nyata, penelitian ini menguji bagaimana serbuk besi terbakar dalam konfigurasi pembakar semi-praktis, mendekati kondisi operasional sesungguhnya. Salah satu temuan pentingnya adalah cara menjaga agar pembakaran tetap stabil tanpa perlu suplai panas dari luar. Dengan kata lain, setelah menyala, pembakaran bisa berlangsung secara mandiri (self-sustained). Ini menjadi langkah penting menuju sistem energi yang efisien dan aplikatif.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa serbuk besi dapat melewati siklus pembakaran dan reduksi berulang kali tanpa penurunan performa. Artinya, material ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga stabil secara performa dan ekonomis untuk penggunaan jangka panjang.

Dengan emisi yang sangat rendah dan kepadatan energi yang tinggi, serbuk besi menawarkan peluang besar sebagai “penyimpan dan pembawa energi” yang dapat didaur ulang. Jika terus dikembangkan, teknologi ini bisa menjadi bagian penting dari masa depan energi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan tahan terhadap krisis.

 

Nb: Researcher : Dr. Ir. Willie Prasidha, S.T., M.Eng.

Pakar PSE UGM Sumbang Kontribusi Sebagai Guest Lecture di Zheijang University China

News Friday, 24 October 2025

Contributor: Sarjiya

Editor: Naga Pamungkas

China, PSE UGM- Pusat Studi Energi UGM (PSE UGM) Pada dasarnya merupakan pusat studi yang bergerak dalam bidang green and clean energy. Sebagai bentuk bukti nyata dalam mendukung transisi menuju  green and clean energy, 3 Pakar PSE UGM turut berikan kontribusi sebagai guest lecture tentang transisi energi di Zheijang University, China pada tanggal 24 Oktober 2025. Pakar yang berbicara beserta temanya antara lain Prof. Ir.Tumiran S.T., M.Eng. (CrossDisciplinary Pathways to Net Zero: Linking Indonesia’s Energy Transition with Sustainable Technology Inovation), Prof. Ir. Sarjiya S.T., M.Eng (Optimizing Power Sector Decarbonization in Indonesia through an Integrated Policy Modeling Framework), Prof. Ir. Panut Mulyono M.Eng., D.Eng (Empowering the Future: The Role of Biomass in Sustainable Electricity Generation), Ir. Lesnanto Multa Putranto S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., SMIEEE (National Target Share of Energy Mix) . Diharapkan sumbangsih ide dan ilmu pengetahuan ini dapat berdampak nyata pada peserta dan masyarakat setempat.

Gambar 1. Prof Sarjiya memberikan kuliah

 

 

Gambar 2. Prof Panut Mulyono memberikan kuliah

 

Gambar 3. Ir. Lesnanto Multa Putranto S.T., M.Eng., Ph.D., memberikan kuliah

 

Gambar 4. Peserta kuliah dan diskusi

Kick of Meeting Kajian Transformatif Roadmap Strategis Energy Efficiency & Dekarbonisasi PT. KPI

News Wednesday, 27 August 2025

Author: Dannys Arif Kusuma

Editor: Naga Pamungkas

Kick of Meeting atau biasa dikenal dengan “KOM”, merupakan sebuah meeting perdana yang bisa dikatakan berperan sebagai “Bell” atau tanda dimulainya suatu proyek. Tepatnya pada 25-26 Agustus di Hotel Borobudur, Jakarta, Pusat Studi Energi UGM (PSE UGM) bersama dengan PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) telah mengadakan Kick of Meeting guna memulai proyek penyusunan roadmap efisiensi energi dan dekarbonisasi 2025–2030.

Diawali dengan pembahasan  konteks nasional (Paris Agreement/NZE 2060) dan target korporasi PT KPI (penurunan EII hingga 2030) sebagai landasan penyusunan roadmap, Kick of Meeting pada kali ini bertujuan untuk menyatukan pemahaman mengenai scope of work dan juga metodologi serta menyelaraskan terkait kebutuhan data dan struktur pelaporan hasil kajian. Dengan terselenggaranya Kick Off Meeting ini, kedua belah pihak baik PSE UGM maupun PT KPI telah menemukan keselarasan awal mengenai tujuan, ruang lingkup, mekanisme kerja, serta jadwal pelaksanaan terkait kajian.

Pelaksanaan kegiatan berikutnya rencananya akan berfokus pada pemenuhan kebutuhan data, analisis teknis, dan perumusan rekomendasi yang implementatif untuk mendukung efisiensi energi dan dekarbonisasi di lingkungan PT KPI. Diharapkan proses kerja sama ini dapat berlangsung baik dan lancar.

Diseminasi Hasil Kajian Governance Reform in Indonesia’s Electricity Development to Support Indonesia’s OECD Accession

News Friday, 22 August 2025

Author: Naga Pamungkas
Editor: Naga Pamungkas
Yogyakarta, PSE UGM- Sebagai salah satu tanda “gong” selesainya sebuah kajian, Pusat Studi Energi UGM (PSE UGM) mengadakan diseminasi hasil terkait kajian dengan judul Governance Reform in Indonesia’s Electricity Development to Support Indonesia’s OECD Accession. Dilaksanakan pada 9 September 2025 di Alana Hotel Yogyakarta dan Dibuka oleh Ferry Irawan (Deputi Menko) serta perwakilan pihak Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), Diseminasi ini diawali dengan pemaparan hasil Kajian oleh Perwakilan Tim peneliti seperti Dwi Novitasari S.T., M.T., Ahmad Rahma Wardhana S.T., M.S., dan Saiqa Ilham Akbar S.E., M.Sc. Setelah itu dilakukan penanggapan hasil diseminasi kajian oleh beberapa panelis seperti Prof. Ir Sarjiya S.T., M.T., Ph.D., IPU (Kepala PSE UGM), Hasrul Hanif Ph.D (Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM), dan Perwakilan Kementrian ESDM. Selanjutnya, acara ini dilanjut dengan diskusi interaktif yang melibatkan peserta diskusi dan diseminasi. Dengan adanya diskusi ini diharapkan bahwa akan terciptanya keselarasan pemikiran terkait urgensi pengelolaan kelistrikan

Lihat Artikel

News Sunday, 10 August 2025

Bandung,  PSE UGM

Dalam rangka menyokong inovasi dan riset nasional, KSTI  2025 (Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia 2025) menjadi wadah bagi para pakar energi dalam mewujudkan  ketahanan dan kedaulatan energi nasional yang diharapkan dapat berlangsung secara berjkelanjutan.  Acara yang diselenggarajkan pada 7-9 Agustus ini mencakup beberapa bahasan, yang mana antara lain;  Transisi Energi dan  Dekarbonisasi, Energi Terbarukan, Energi Nuklir dan Teknologi Baru, Penyimpanan Energi dan Grid Stabilitas, Elektrifikasi Pedesaan dan Akses Energi, serta Kebijakan Energi dan Keekonomian.

Acara ini dihadiri oleh pakar-pakar terkemuka dalam bidang energi yang mana 6 diantaranya merupakan tenaga ahli PSE UGM yang sudah berpengalaman.  Nama nama tersebut antara lain;        Prof Sarjiya (Kepala Pusat Studi Energi UGM),Prof Deendarlianto (Dosen FT UGM), Prof Alva Edy Tontowi  (Dosen FT UGM),  Dr Nugroho Dewayanto (Dosen FT UGM), Dr Alexander Agung (Dosen FT UGM), dan Dr Rachmawan Budiarto (Dosen FT UGM).

Diharapkan kedepanya sumbangsih pemikiran pakar dalam diskusi ini dapat dijadikan trobosan nyata untuk kemajuan bangsa dan negeri ini. Selain, itu alangkah baiknya apabila Hasil pengolahan pikiran pada diskusi ini dapat secara nyata mendukung dan memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

PSE Lakukan Survei Infrastruktur di PLTU Tanjung Balai Karimun

News Thursday, 24 April 2025

Author: Dannys Arif Kusuma

Editor: Naga Pamungkas

Tim Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) bersama PT PLN Indonesia Power melaksanakan survei lapangan di PLTU Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, pada 18–21 April 2025. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama penelitian yang bertujuan menilai kondisi infrastruktur penting serta mempersiapkan kajian teknis pengembangan fasilitas pendukung.

Survei difokuskan pada dua aspek utama, yakni asesmen struktur shelter dan dinding coal shed di area coal yard, serta evaluasi performa dan kondisi cooling tower eksisting. Dari hasil pengamatan awal, tim mencatat adanya indikasi korosi, retak pada struktur beton, dan kebocoran pada atap shelter. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi keandalan fasilitas sehingga diperlukan strategi perbaikan dan proteksi jangka panjang.

Sementara itu, cooling tower yang berfungsi menjaga stabilitas temperatur sistem ditemukan mengalami penurunan efektivitas pendinginan. Terdapat tanda-tanda degradasi fisik, termasuk keropos dan kebocoran pada komponen utama. Hal ini menjadi dasar penting bagi penyusunan Feasibility Study (FS) dan Detailed Engineering Design (DED) penambahan unit pendingin baru dengan memperhatikan aspek teknis, ekonomi, hingga pilihan material.

Untuk mendukung survei, tim memanfaatkan teknologi pemodelan SAP2000 serta uji visual dan non-destruktif. Dokumentasi udara menggunakan drone turut dilakukan guna menjangkau area dengan akses terbatas. Temuan lapangan ini akan menjadi pijakan bagi kajian lebih mendalam yang mencakup analisis numerik, evaluasi termal, serta perencanaan rehabilitasi infrastruktur.

Akhir kata, PSE UGM menyampaikan apresiasi kepada PLN Indonesia Power atas dukungan selama kegiatan. Laporan survei ini diharapkan menjadi dasar pengambilan keputusan strategis dalam peningkatan keandalan operasional PLTU Tanjung Balai Karimun demi mendukung pasokan listrik berkelanjutan di wilayah Kepulauan Riau. 

PSE UGM Menjadi Panelis dalam Acara Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) ke-10 dengan Kajian “Cost-Benefit Analysis: Reducing Fiscal Burdens for Geothermal Power Plants”

News Monday, 23 September 2024

IIGCE merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API). Tahun ini, IIGCE ke-10 digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan pada tanggal 18-20 September 2024. Acara ini dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Joko Widodo menyatakan bahwa Indonesia berkomitmen menjadi bagian penting langkah dunia dalam membangun ekonomi hijau dan industri hijau dalam melakukan transisi ke energi hijau. Namun, masih terdapat tantangan dari segi kerterjangkauan harga, aksesibilitas kepada masyarakat, juga teknologi. Selain itu, Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia sebagai pemilik potensi panas bumi yang terbesar, mencapai 40 persen dari potensi dunia, memiliki peluang untuk mengembangkan energi panas bumi. Namun saat ini, langkah pemanfaatan panas bumi tidak berjalan dengan cepat.

Gelaran ini adalah salah satu kegiatan panas bumi terbesar, yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, investor, BUMN, lembaga keuangan, asosiasi, akademisi, dan juga dihadiri oleh perwakilan negara sahabat. Dalam acara ini, Pusat Studi Energi UGM menjadi panelis dengan kajian “Cost-Benefit Analysis: Reducing Fiscal Burdens for Geothermal Power Plants”. Kajian ini sebagai salah satu upaya Pusat Studi Energi UGM untuk mendukung berkembangnya pembangkit panas bumi di Indonesia. Pada kajian tersebut PSE UGM menghitung net benefit dari usulan kebijakan pengurangan kewajiban keuangan PLTP. Harapannya dengan adanya pengurangan kewajiban keuangan yang dibayarkan oleh PLTP dapat meningkatkan keekonomian PLTP dan mendorong investasi yang lebih masif.

Skenario pengurangan kewajiban keuangan dilakukan menggunakan skenario penghapusan selama periode waktu tertentu, penurunan tarif, dan penghapusan selama proyek berlangsung. Studi yang dilakukan PSE menunjukkan bahwa pengurangan kewajiban keuangan PLTP (pada semua skenario yang dilakukan) menghasilkan net benefit yang positif. Artinya, kebijakan pengurangan kewajiban keuangan PLTP layak dilakukan secara ekonomi. Hasil estimasi PSE UGM juga menunjukkan bahwa pengurangan keuangan kewajiban keuangan pada PLTP dapat meningkatkan keekonomian PLTP dengan peningkatan IRR sebesar 0,41 pp hingga 1,17 pp dari skenario baseline.

Kepala PSE Menjadi Narasumber Roundtable Discussion dalam Rangka AAS-in-Asia Conference 2024

News Monday, 15 July 2024

Kepala PSE, Prof. Sarjiya menghadiri acara Roundtable Discussion dalam rangka AAS-in-Asia Conference 2024 yang dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2024 di Fakultas Ilmu Budaya UGM. Roundtable discussion ini bertemakan “Interdisciplinary thinking and approaches to energy and environmental challenges: issues, best practices, and future direction”

Acara ini memiliki beberapa kegiatan diantaranya adalah sesi panel, keynote speakers, pameran buku, special sessions dan events. Acara ini diikuti oleh peserta AAS-in-Asia 2024 dengan pembicara dari UGM maupun international scholars/researchers. Pembicara dari UGM meliputi Prof. Sarjiya sebagai Kepala Pusat Studi Energi, Prof. Djati Mardianto sebagai Kepala Pusat Studi Lingkungan Hidup, serta Dr. Sri Margana dari Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya.

Para pembicara akan membahas nilai pemikiran dan pendekatan interdisipliner serta mengusulkan cara untuk mengkaji tantangan energi dan lingkungan secara efektif untuk masa depan yang berkelanjutan dengan menggunakan perspektif dan pendekatan interdisipliner.

123…9

Pusat Studi Energi
Sekip Blok K1.A Kampus Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta - Indonesia
Tel/Fax: +62-0274-549429 | e-mail : pse@ugm.ac.id

Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Energi

Universitas Gadjah Mada

Sekip Blok K1-A Yogyakarta 55281

pse@ugm.ac.id
 +62 (274) 549429
 +62 (274) 549429

© Pusat Studi Energi - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY