• UGM
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Energi
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang PSE
    • Pengantar
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Kegiatan
    • Kerjasama
    • Personalia
  • Program Kerja
  • Jasa
    • Jasa Survei Geofisika untuk Eksplorasi Air Tanah
    • Jasa Survei Geofisika untuk Geoteknik
    • Jasa Audit Energi
  • PENELITIAN
  • Pelatihan
  • Kontak
  • Beranda
  • News
Arsip:

News

PSE UGM Turut Berkontribusi dalam Value Session Pertamina Hulu Rokan Melalui Kegiatan Pelestarian Lingkungan di Wisdom Park

News Thursday, 18 June 2026

Contributor: Irma Fitriani

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta, 18 Juni 2026 – Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada turut berkontribusi dalam kegiatan Value Session Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang diselenggarakan di kawasan Wisdom Park UGM pada Kamis (18/6). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara akademisi dan industri dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan hidup serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan.

 

Acara berlangsung dengan lancar dan diawali dengan sesi pembukaan yang dipandu oleh Ardika Dhafka Alhaqie selaku pembawa acara. Dalam sambutannya, para peserta diajak untuk memahami pentingnya sinergi berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari komitmen bersama menuju pembangunan yang berkelanjutan.

 

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah penebaran ikan di aliran sungai Wisdom Park UGM. Kegiatan tersebut menjadi simbol kepedulian terhadap kelestarian ekosistem perairan sekaligus upaya mendukung keberlangsungan habitat alami di lingkungan kampus.

 

Penebaran ikan dilakukan secara bersama-sama oleh perwakilan dari PSE UGM, Pertamina Hulu Rokan (PHR), dan SKK Migas. Dari PSE UGM hadir Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU, Prof. Adi Joko Guritno, dan Dr. Irine Handika. Sementara dari PHR turut berpartisipasi Pandji Galih Anorga, Ferry Waskita, Andriani Astuti, Kasman, dan Budi Harsana. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Adhi Baskoro sebagai perwakilan dari SKK Migas.

 

Setelah kegiatan penebaran ikan, rangkaian acara dilanjutkan dengan campus tour di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai fasilitas kampus serta berbagai inisiatif keberlanjutan yang telah dikembangkan UGM dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pengembangan energi berkelanjutan.

 

Kegiatan kemudian ditutup dengan makan siang bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Momentum tersebut menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara PSE UGM, Pertamina Hulu Rokan, dan SKK Migas sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang.

 

Partisipasi PSE UGM dalam Value Session Pertamina Hulu Rokan ini mencerminkan komitmen institusi dalam mendukung berbagai program pelestarian lingkungan hidup. Melalui kolaborasi antara dunia akademik, industri, dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan dapat tercipta dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.

WALHI Desak Pemerintah Lakukan Transisi Energi, Begini Tanggapan Pakar PSE

News Thursday, 18 June 2026

Contributor: R. Derajad Sulistyo Widhyharto

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mendesak pemerintah untuk segera menjalankan transisi energi yang berkeadilan di Indonesia. Dalam pernyataannya, WALHI menilai transisi energi tidak boleh hanya berfokus pada pengurangan emisi dan pengembangan teknologi energi bersih, tetapi juga harus memastikan perlindungan hak masyarakat, pemerataan manfaat, serta keterlibatan kelompok rentan dalam proses pembangunan. Organisasi lingkungan tersebut menegaskan bahwa percepatan transisi energi perlu dilakukan secara inklusif agar tidak melahirkan ketimpangan baru di tengah upaya mencapai target dekarbonisasi nasional.

Menanggapi hal tersebut, Peneliti Sosial Universitas Gadjah Mada sekaligus pakar dari Pusat Studi Energi (PSE) UGM, R. Derajad Sulistyo Widhyharto, S.Sos., M.Si., menilai bahwa desakan WALHI merupakan pengingat penting bagi pemerintah untuk segera mengubah wacana transisi energi menjadi langkah-langkah konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurut Derajad, konsep transisi energi berkeadilan sebenarnya telah lama menjadi bagian dari diskusi kebijakan energi nasional. Namun, implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam aspek sosial dan pemberdayaan masyarakat.

“Transisi energi berkeadilan harus segera dieksekusi melalui tindakan nyata. Selama ini kita masih banyak berbicara mengenai target kapasitas pembangkit, pengurangan emisi, atau investasi teknologi. Padahal, keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat dapat terlibat dan memperoleh manfaat dari proses tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini pembangunan energi terbarukan di Indonesia masih cenderung terjebak pada pendekatan teknokratis. Berbagai program lebih banyak menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur dan pencapaian target energi bersih, sementara aspek non-teknis seperti penguatan kapasitas masyarakat, penerimaan sosial, dan pembangunan kelembagaan lokal belum berjalan secara beriringan.

Menurutnya, masyarakat lokal sering kali hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, bukan sebagai aktor utama dalam pengembangan dan pengelolaan energi terbarukan. Akibatnya, banyak proyek yang mengalami kesulitan ketika memasuki tahap operasional dan pemeliharaan.

“Kita masih melihat minimnya pelibatan masyarakat sejak tahap perencanaan. Padahal masyarakat lokal adalah pihak yang paling memahami kondisi sosial, ekonomi, dan budaya wilayahnya. Ketika mereka tidak dilibatkan secara bermakna, rasa memiliki terhadap proyek menjadi rendah dan keberlanjutan proyek menjadi rentan,” jelasnya.

Derajad menilai bahwa lemahnya pelibatan masyarakat menjadi salah satu pelajaran penting dari banyaknya proyek energi terbarukan yang tidak berjalan sesuai harapan. Ia merujuk pada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengidentifikasi 142 proyek energi terbarukan senilai sekitar Rp1,17 triliun yang mengalami berbagai permasalahan dan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan proyek energi tidak dapat hanya diukur dari keberhasilan pembangunan fisik semata.

“Banyak proyek dibangun dengan pendekatan yang berorientasi pada penyediaan infrastruktur. Namun ketika proyek selesai dibangun, tidak selalu tersedia kapasitas lokal yang memadai untuk mengelola dan memeliharanya. Di sinilah aspek sosial sering kali terabaikan,” katanya.

Lebih lanjut, Derajad menekankan bahwa transfer pengetahuan dan transfer teknologi kepada masyarakat harus menjadi bagian integral dari agenda transisi energi nasional. Menurutnya, pembangunan energi terbarukan perlu disertai upaya sistematis untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengoperasikan, merawat, dan mengembangkan teknologi yang digunakan.

“Transfer pengetahuan dan teknologi merupakan salah satu kunci utama keberhasilan transisi energi berkeadilan. Masyarakat tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga harus menjadi subjek yang memahami dan mampu mengelola teknologi tersebut secara mandiri,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis masyarakat akan menciptakan rasa kepemilikan yang lebih kuat terhadap proyek energi terbarukan. Dengan demikian, manfaat ekonomi, sosial, maupun lingkungan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat setempat.

Sebagai penutup, Derajad menegaskan bahwa transisi energi Indonesia tidak boleh hanya dipandang sebagai agenda perubahan teknologi, melainkan juga sebagai proses transformasi sosial. Oleh karena itu, pembangunan energi terbarukan harus berjalan seiring dengan penguatan kapasitas masyarakat agar cita-cita transisi energi berkeadilan dapat benar-benar terwujud.

“Pada akhirnya, keberhasilan transisi energi bukan hanya soal berapa banyak pembangkit yang dibangun atau berapa besar emisi yang berhasil dikurangi. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika masyarakat menjadi bagian dari perubahan tersebut dan mampu menikmati manfaatnya secara adil dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Referensi

 

Yurika. (2026, June 1). WALHI desak pemerintah jalankan transisi energi berkeadilan. Dunia Energi. https://www.dunia-energi.com/walhi-desak-pemerintah-jalankan-transisi-energi-berkeadilan/

 

Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU Tampil sebagai Pembicara pada Global Sustainable Development Congress 2026

News Monday, 15 June 2026

 

Contributor: Prof. Sarjiya

Editor: Naga Pamungkas

 

Yogyakarta, Juni 2026 – Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan kontribusinya di panggung internasional melalui partisipasi salah satu akademisi terkemukanya, Sarjiya, yang akan menjadi pembicara dalam Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026. Kongres internasional bergengsi ini akan diselenggarakan pada 22–25 Juni 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Jakarta, dan akan mempertemukan para pemimpin dunia, akademisi, peneliti, pelaku industri, serta pembuat kebijakan untuk membahas berbagai solusi menuju pembangunan berkelanjutan.

 

Kehadiran Prof. Sarjiya sebagai salah satu pembicara merupakan bentuk pengakuan internasional atas dedikasi dan kontribusi beliau dalam bidang sistem tenaga listrik, energi berkelanjutan, serta pengembangan kebijakan energi. Dengan pengalaman panjang sebagai akademisi, peneliti, dan pakar ketenagalistrikan, Prof. Sarjiya telah berkontribusi dalam berbagai riset dan inisiatif strategis yang mendukung transformasi sektor energi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

 

Global Sustainable Development Congress 2026 merupakan forum internasional yang diselenggarakan oleh Times Higher Education (THE) dan dirancang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari sektor pendidikan tinggi, pemerintahan, industri, dan masyarakat sipil dalam upaya mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kongres ini diproyeksikan menghadirkan ribuan peserta dari lebih dari 100 negara dan menjadi salah satu forum global paling berpengaruh dalam bidang keberlanjutan.

 

Sebagai pembicara dalam forum tersebut, Prof. Sarjiya akan berbagi wawasan mengenai tantangan dan peluang transisi energi, serta peran inovasi dan kolaborasi dalam mendukung pembangunan rendah karbon. Perspektif yang beliau hadirkan diharapkan dapat memperkaya diskusi internasional mengenai strategi mewujudkan sistem energi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Partisipasi Prof. Sarjiya juga mencerminkan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendorong kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai tantangan global melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran akademisi UGM dalam forum internasional seperti GSDC 2026 menunjukkan bahwa karya dan pemikiran yang lahir dari Indonesia mampu memberikan dampak serta inspirasi bagi komunitas global.

 

Melalui keikutsertaan Prof. Sarjiya dalam Global Sustainable Development Congress 2026, diharapkan semakin terbuka peluang kolaborasi internasional antara akademisi, industri, dan pemerintah dalam mengembangkan solusi inovatif untuk mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dunia.

 

Mari ikuti rangkaian Global Sustainable Development Congress 2026 pada 22–25 Juni 2026 dan dapatkan kesempatan untuk mendengarkan pemikiran serta pengalaman dari para pemimpin global, termasuk Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.

PSE UGM Mengucapkan Selamat kepada Prof. Tumiran atas Terpilihnya sebagai Ketua Majelis Wali Amanat UGM Periode 2026–2031

News Friday, 12 June 2026

Contributor: Prof. Sarjiya

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta, Juni 2026 – Keluarga besar Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada mengucapkan selamat dan sukses kepada Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., IPU., anggota Advisory Board PSE UGM, atas terpilihnya sebagai Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Gadjah Mada periode 2026–2031.

Terpilihnya Prof. Tumiran sebagai Ketua MWA UGM merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan atas dedikasi, integritas, dan kontribusi beliau dalam pengembangan pendidikan tinggi, ilmu pengetahuan, serta kemajuan Universitas Gadjah Mada. Sosok Prof. Tumiran dikenal luas sebagai akademisi dan pakar di bidang ketenagalistrikan yang telah berkiprah aktif dalam berbagai forum strategis nasional maupun internasional.

Sebagai anggota Advisory Board PSE UGM, Prof. Tumiran selama ini turut memberikan arahan dan masukan strategis dalam pengembangan kelembagaan, riset, serta kontribusi PSE UGM terhadap isu-isu energi nasional. Pengalaman dan wawasan beliau menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat peran PSE UGM sebagai pusat kajian energi yang berorientasi pada solusi dan keberlanjutan.

Majelis Wali Amanat merupakan organ tata kelola strategis di Universitas Gadjah Mada yang memiliki peran penting dalam menetapkan arah kebijakan umum universitas, menjaga nilai-nilai luhur institusi, serta memastikan keberlanjutan pengembangan UGM sebagai perguruan tinggi nasional berkelas dunia. Kepemimpinan Prof. Tumiran diharapkan dapat semakin memperkuat peran MWA dalam mendukung visi UGM sebagai universitas pelopor yang unggul dan berdampak bagi masyarakat.

Keluarga besar PSE UGM menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pengabdian dan kontribusi Prof. Tumiran bagi dunia akademik dan sektor energi Indonesia. Semoga amanah yang diemban sebagai Ketua MWA UGM periode 2026–2031 dapat dijalankan dengan baik serta membawa kemajuan bagi Universitas Gadjah Mada dan bangsa Indonesia.

Sekali lagi, selamat dan sukses kepada Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., IPU. atas terpilihnya sebagai Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Gadjah Mada periode 2026–2031.

 

PSE UGM Terima Visitasi MAN 2 Kota Pekanbaru, Kenalkan Dunia Riset dan Energi kepada Siswa

News Friday, 12 June 2026

Contributor: Ekrar Winata & Irawan Eko Prabowo

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta, 12 Juni 2026 – Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan edukatif dari siswa dan siswi MAN 2 Kota Pekanbaru di Kantor PSE UGM, Sekip, pada Kamis (12/6). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dunia akademik, riset, dan energi kepada para peserta sekaligus memberikan motivasi dalam merencanakan masa depan pendidikan dan karier mereka.

Kegiatan diawali dengan sambutan dan pembukaan yang disampaikan oleh Ekrar Winata. Dalam sesi tersebut, beliau memperkenalkan berbagai aspek dunia riset kepada para peserta, mulai dari pentingnya penelitian dalam pengembangan ilmu pengetahuan hingga peluang yang dapat diraih melalui pendidikan dan kerja keras.

Ekrar juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus bersemangat dalam belajar dan berani mengejar cita-cita. Menurutnya, kesungguhan dan konsistensi dalam menempuh pendidikan akan membuka berbagai kesempatan di masa depan.

“Melalui usaha yang sungguh-sungguh dan kemauan untuk terus belajar, banyak peluang yang dapat diraih. Dunia akademik dan riset menawarkan ruang yang luas bagi generasi muda untuk berkembang dan memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi motivasi dan pengenalan energi surya yang disampaikan oleh Irawan. Dalam pemaparannya, Irawan mengajak para siswa untuk mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan, khususnya di bidang energi dan teknologi.

Ia menegaskan bahwa generasi muda saat ini merupakan penggerak masa depan yang memiliki peran penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, semangat belajar dan pengembangan diri menjadi bekal utama yang harus dimiliki sejak dini.

Selain memberikan motivasi, Irawan juga menjelaskan secara sederhana mengenai prinsip kerja panel surya sebagai teknologi yang mampu mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Para peserta diperkenalkan pada berbagai manfaat energi surya sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dan semakin banyak dimanfaatkan di berbagai sektor.

Untuk memberikan gambaran yang lebih nyata, Irawan turut memaparkan beberapa contoh implementasi panel surya yang telah diterapkan di lingkungan Universitas Gadjah Mada, di antaranya instalasi panel surya di Asrama Kinanti serta sistem panel surya yang digunakan di Kantor PSE UGM. Melalui contoh-contoh tersebut, para siswa dapat memahami bagaimana teknologi energi terbarukan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan visitasi berlangsung dengan interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui kunjungan ini, PSE UGM berharap para siswa MAN 2 Kota Pekanbaru memperoleh wawasan baru mengenai dunia akademik, penelitian, dan energi terbarukan, serta semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan dan berkontribusi dalam pembangunan energi berkelanjutan di masa depan.

Prof. Sarjiya Kembali Pimpin Pusat Studi Energi UGM Periode 2026–2029

News Thursday, 11 June 2026

Yogyakarta, 11 Juni 2026 – Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU., kembali dipercaya untuk memimpin Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada sebagai Kepala Pusat Studi Energi UGM untuk periode 2026–2029. Amanah ini melanjutkan kepemimpinan beliau pada periode sebelumnya, yakni 2022–2025, yang ditandai dengan berbagai capaian strategis dalam pengembangan riset, kajian kebijakan, serta kolaborasi nasional dan internasional di bidang energi.

Kepercayaan yang kembali diberikan kepada Prof. Sarjiya mencerminkan komitmen dan kontribusinya dalam memperkuat peran PSE UGM sebagai pusat unggulan (center of excellence) di bidang energi. Di bawah kepemimpinannya, PSE UGM aktif menghasilkan berbagai kajian strategis terkait transisi energi, pengembangan energi baru dan terbarukan, dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan, hingga penguatan ketahanan energi nasional.

Sebagai akademisi dan pakar sistem tenaga listrik, Prof. Sarjiya dikenal luas melalui berbagai kontribusi ilmiah dan keterlibatannya dalam forum-forum nasional maupun internasional yang membahas isu energi berkelanjutan. Beliau juga merupakan Guru Besar dalam bidang Operasi dan Perencanaan Sistem Tenaga di Universitas Gadjah Mada.

Selama periode kepemimpinan sebelumnya, PSE UGM semakin aktif dalam membangun jejaring kolaborasi dengan pemerintah, industri, lembaga penelitian, dan mitra internasional guna mendukung percepatan transisi energi di Indonesia. Berbagai kegiatan diskusi kebijakan, seminar, penelitian kolaboratif, hingga penyusunan rekomendasi strategis bagi pemangku kepentingan telah menjadi bagian penting dari kontribusi PSE UGM terhadap pembangunan sektor energi nasional.

Menyongsong periode 2026–2029, PSE UGM berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai pusat kajian multidisiplin yang menghasilkan solusi berbasis riset bagi tantangan energi masa depan. Fokus pengembangan akan diarahkan pada penguatan inovasi teknologi energi, percepatan implementasi energi baru dan terbarukan, pengembangan ekosistem hidrogen, dekarbonisasi sektor energi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mendukung tercapainya target transisi energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Seluruh sivitas Pusat Studi Energi UGM mengucapkan selamat kepada Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU. atas terpilihnya kembali sebagai Kepala Pusat Studi Energi UGM periode 2026–2029. Diharapkan kepemimpinan beliau dapat terus membawa PSE UGM menjadi institusi yang berkontribusi nyata dalam mewujudkan sistem energi Indonesia yang andal, berkelanjutan, dan berkeadilan.

 

Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Apa Dampaknya bagi Sektor Energi Indonesia?

News Tuesday, 2 June 2026

Contributor: Ardika Dhafka Alhaqie

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta – Dalam beberapa tahun terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Berdasarkan data nilai tukar rupiah per dolar AS, kurs rupiah tercatat berada pada angka Rp14.418 per USD pada April 2022, kemudian melemah menjadi Rp14.751 per USD pada April 2023. Tren tersebut berlanjut pada April 2024 dengan nilai tukar mencapai Rp16.249 per USD, meningkat menjadi Rp16.787 per USD pada April 2025, dan kembali melemah hingga menyentuh Rp17.324 per USD pada April 2026 (Kementrian Perdagangan Republik Indonesia, 2026).

Kondisi ini menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai dampaknya terhadap berbagai sektor strategis nasional, salah satunya sektor energi yang selama ini masih memiliki ketergantungan cukup tinggi terhadap impor komoditas energi.

Menanggapi fenomena tersebut, Asisten Peneliti Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM), Ardika Dhafka Alhaqie, S.T., menjelaskan bahwa guncangan pada nilai tukar rupiah memberikan transmisi dampak yang cukup substansial terhadap sektor energi Indonesia.

“Sebagai negara net importer produk energi, Indonesia sangat rentan terhadap risiko kenaikan kurs dolar yang bersifat dinamis (time-varying). Dampak guncangan harga sering kali jauh lebih berat dirasakan oleh negara pengimpor dibandingkan negara produsen,” jelas Ardika.

Menurutnya, kerentanan tersebut dapat terlihat dari tingginya kebutuhan impor energi Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa volume impor hasil minyak Indonesia pada tahun 2025 mencapai 25,92 miliar USD. Ketergantungan terhadap impor ini membuat biaya pengadaan energi menjadi semakin mahal ketika nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS.

Lebih lanjut, Ardika menjelaskan bahwa pelemahan rupiah berpotensi memicu lonjakan harga produk energi, terutama minyak mentah dan berbagai produk kilang yang menjadi bahan baku penting dalam sistem energi nasional.

“Tekanan nilai tukar akan meningkatkan biaya impor energi. Pada akhirnya, kondisi ini dapat memperbesar beban kompensasi dan subsidi energi yang harus ditanggung pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” ujarnya.

Apabila tekanan biaya tersebut terus berlanjut, maka terdapat potensi kenaikan harga energi di tingkat konsumen apabila pemerintah memutuskan untuk mengurangi subsidi atau menyesuaikan harga energi domestik.

Meski demikian, Ardika menilai bahwa pelemahan rupiah tidak selalu memberikan dampak negatif. Dari sisi penyediaan energi, kondisi ini justru dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat pengembangan sektor energi dalam negeri.

“Kenaikan harga dolar dapat menjadi dorongan bagi pemerintah dan pelaku industri untuk mengakselerasi kegiatan eksplorasi, produksi, pembangunan infrastruktur energi, hingga distribusi energi domestik agar ketergantungan terhadap impor semakin berkurang,” ungkapnya.

Menurut Ardika, langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi nasional. Dengan memperkuat kapasitas produksi energi dalam negeri, Indonesia dapat meningkatkan ketahanan energinya sekaligus mengurangi risiko yang berasal dari fluktuasi nilai tukar dan gejolak pasar global.

Ke depan, penguatan sektor energi domestik melalui diversifikasi sumber energi, peningkatan produksi nasional, serta percepatan pemanfaatan energi baru dan terbarukan menjadi salah satu strategi penting untuk mengurangi dampak negatif pelemahan rupiah terhadap sektor energi Indonesia.

Referensi

Badan Pusat Statistik. (2024).

Ivanovski, K., & Hailemariam, A. (2022). Time-varying Geopolitical Risk and Oil Prices.

International Review of Economics & Finance, 77, 206–221.

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (2026). Nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah. Satu Data Perdagangan. https://satudata.kemendag.go.id/data-informasi/perdagangan-dalam-negeri/nilai-tukar

 

 

PSE UGM Adakan Edukasi Mahasiswa KKN untuk Program Pembangunan Penerangan Jalan Umum Berbasis Energi Terbarukan

News Tuesday, 26 May 2026

Contributor: Irawan Eko Prabowo

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta, PSE UGM — Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) menyelenggarakan kegiatan edukasi bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) terkait program pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) berbasis energi terbarukan pada 26 Mei 2026 di Kantor PSE UGM.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa KKN Menoreh Mandeh yang akan melaksanakan pengabdian masyarakat di Kecamatan Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Edukasi ini bertujuan untuk mempersiapkan tim KKN agar program yang dirancang dapat terlaksana secara matang, terencana, dan terealisasi dengan baik di lapangan.

Materi edukasi disampaikan oleh Irawan Eko Prabowo, S.T., M.Eng. yang memberikan berbagai arahan teknis maupun strategis terkait implementasi program PJU berbasis energi terbarukan.

Dalam pemaparannya, Irawan menegaskan pentingnya perencanaan yang matang dalam pelaksanaan program KKN, terutama untuk program yang berkaitan dengan infrastruktur dan energi. Ia juga memberikan rekomendasi mengenai pemilihan material terbaik yang dapat digunakan untuk mendukung keberlanjutan dan efektivitas program penerangan jalan umum.

Selain aspek teknis, edukasi ini juga membahas pentingnya transisi energi dan perlunya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai energi terbarukan. Irawan menekankan bahwa edukasi mengenai transisi energi menjadi hal yang sangat penting, khususnya bagi masyarakat di wilayah Sumatera, agar lebih siap menghadapi potensi gangguan kelistrikan seperti black out di masa mendatang.

Ia juga mengingatkan mahasiswa mengenai pentingnya efisiensi biaya dalam pelaksanaan program KKN agar program dapat berjalan optimal dengan sumber daya yang tersedia. Sebagai bagian dari sesi edukasi, Irawan turut mendemonstrasikan cara kerja sel surya kepada peserta untuk memberikan pemahaman praktis mengenai teknologi energi terbarukan yang akan diterapkan dalam program mereka.

Koordinator Mahasiswa Klater KKN Menoreh Mandeh, Nabil Hidayatullah, menyampaikan bahwa program utama yang akan dilaksanakan di lokasi KKN adalah pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) berbasis energi terbarukan.

Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan sumber daya daerah sekaligus memanfaatkan potensi energi terbarukan yang tersedia di wilayah tersebut. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui peningkatan akses penerangan dan pemanfaatan energi yang lebih berkelanjutan.

Melalui kegiatan edukasi ini, PSE UGM kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa serta mendorong implementasi energi terbarukan melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang berdampak nyata dan berkelanjutan.

 

PSE UGM dan TPP Makasar Gelar Pemaparan Akhir Kajian Kawasan Central Bisnis di Makasar

News Sunday, 24 May 2026

Contributor      : Irma Fitriyanti

Editor               : Naga Pamungkas

Yogyakarta — Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) bersama TPP Makasar menyelenggarakan kegiatan pemaparan akhir kajian bertajuk “Studi Penilaian Suatu Kawasan Central Bisnis di Makasar” pada 23 Mei 2026 di Hotel Tentrem Yogyakarta.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari agenda pemaparan hasil laporan final kajian yang telah disusun oleh tim peneliti. Kajian tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran dan rekomendasi strategis terkait pengembangan kawasan central business district (CBD) di Makasar agar mampu berkembang secara kompetitif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Acara ini menjadi forum penting untuk mendiskusikan hasil kajian sekaligus memperkuat kolaborasi antara akademisi dan pemangku kepentingan daerah dalam mendukung perencanaan kawasan perkotaan yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi dan pembangunan wilayah.

Dalam kegiatan ini, tim dari PSE UGM turut hadir dan berkontribusi dalam proses penyusunan serta pemaparan kajian. Beberapa anggota tim yang hadir antara lain Prof. Baiquni, Dr. Agung, Dr. Agustina Merdekawati, dan Dr. Anggri, bersama tim peneliti lainnya dari PSE UGM.

Melalui kegiatan ini, PSE UGM berharap hasil kajian yang telah disusun dapat menjadi salah satu referensi strategis dalam mendukung pengembangan kawasan bisnis di Makasar, khususnya dalam menciptakan tata ruang perkotaan yang produktif, berdaya saing, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Kegiatan pemaparan akhir ini juga mencerminkan komitmen PSE UGM dalam mendukung pengembangan wilayah melalui pendekatan riset multidisiplin dan kolaboratif, sehingga hasil kajian yang dihasilkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan masyarakat luas.

 

Indonesia-Rusia Perkuat Kerja Sama Nuklir, Pemerhati Energi Nuklir Soroti Peluang Transfer Teknologi dan Penguatan SDM Nasional

NewsUncategorized Thursday, 21 May 2026

Contributor: Nur Setyo Wahyuni

Editor: Naga Pamungkas

Pemerintah Indonesia mulai memperluas penjajakan kerja sama pengembangan energi nuklir dengan Federasi Rusia sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih. Komitmen tersebut disampaikan dalam sesi Plenary Sidang Komisi Bersama (SKB) RI-Rusia yang berlangsung di Kazan, Rusia, pada Selasa (12/5) waktu setempat.

Dalam forum tersebut, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menegaskan bahwa kerja sama energi Indonesia-Rusia telah menghasilkan berbagai komitmen investasi strategis, mulai dari sektor hulu minyak dan gas bumi, kilang minyak, hingga pengembangan ketenagalistrikan berbasis energi baru dan terbarukan, termasuk rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir modular kecil atau Small Modular Reactor (SMR).

Menanggapi perkembangan tersebut, Konsultan Transisi Energi PT Castlerock Consulting sekaligus alumni Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada, Nur Setyo Wahyuni, menilai bahwa Indonesia pada dasarnya telah siap untuk memulai kerja sama pengembangan teknologi nuklir dengan Rusia, meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan untuk mencapai kemandirian penuh di sektor ini.

Menurutnya, kesiapan Indonesia dapat dilihat dari berbagai kajian yang telah dilakukan pemerintah terkait lokasi pembangunan PLTN. Saat ini, lebih dari 20 lokasi potensial PLTN telah diidentifikasi di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, dua lokasi dinilai telah melewati evaluasi penuh, yakni Tanjung Menggaris dan Tanjung Berani di Bangka Belitung.

Namun demikian, Nur Setyo Wahyuni menekankan bahwa Indonesia masih memiliki kesenjangan sumber daya manusia (SDM), khususnya untuk mendukung seluruh tahapan pengembangan SMR komersial maupun PLTN pada umumnya. Oleh karena itu, kerja sama dengan Rusia dinilai dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat capacity building nasional serta membuka peluang transfer teknologi guna menutup kesenjangan kompetensi tersebut.

“Kerja sama ini tidak hanya berbicara mengenai pembangunan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana Indonesia membangun ekosistem nuklir nasional yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa Rusia memiliki pengalaman yang relevan untuk dijadikan pembelajaran bagi Indonesia, terutama karena negara tersebut telah mengoperasikan floating SMR pertama di dunia sejak tahun 2019. Pengalaman Rusia dalam pengembangan dan pengoperasian teknologi nuklir modular dinilai dapat menjadi referensi penting bagi Indonesia dalam mengembangkan sistem energi yang lebih bersih, stabil, dan rendah emisi.

Selain membuka peluang diversifikasi energi baru terbarukan, kerja sama ini juga dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam membangun fondasi industri dan ekosistem nuklir nasional. Jika direalisasikan secara optimal, pengembangan teknologi nuklir dinilai dapat mendukung upaya Indonesia mencapai target transisi energi dan net zero emission di masa depan.

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional dan tuntutan pengurangan emisi karbon, wacana pengembangan energi nuklir kembali menjadi topik strategis yang mendapat perhatian luas. Kerja sama Indonesia-Rusia ini pun menjadi salah satu langkah awal yang dinilai dapat membuka peluang baru bagi pengembangan energi bersih di Indonesia.

Sumber Tambahan:

 

Rio Indrawan. (2026, May 15). Indonesia–Rusia sepakat intensifkan rencana kembangkan nuklir. Dunia Energi. https://www.dunia-energi.com/indonesia-rusia-sepakat-intensifkan-rencana-kembangkan-nuklir/

 

123…22

Pusat Studi Energi
Sekip Blok K1.A Kampus Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta - Indonesia
Tel/Fax: +62-0274-549429 | e-mail : pse@ugm.ac.id

Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Energi

Universitas Gadjah Mada

Sekip Blok K1-A Yogyakarta 55281

pse@ugm.ac.id
 +62 (274) 549429
 +62 (274) 549429

© Pusat Studi Energi - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY