• UGM
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Energi
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang PSE
    • Pengantar
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Kegiatan
    • Kerjasama
    • Personalia
  • Program Kerja
  • Jasa
    • Jasa Survei Geofisika untuk Eksplorasi Air Tanah
    • Jasa Survei Geofisika untuk Geoteknik
    • Jasa Audit Energi
  • PENELITIAN
  • Pelatihan
  • Kontak
  • Beranda
  • News
  • Peran Perempuan dalam Transisi Energi Menguat pada Momentum Hari Kartini dan Hari Bumi

Peran Perempuan dalam Transisi Energi Menguat pada Momentum Hari Kartini dan Hari Bumi

  • News
  • 21 April 2026, 10.55
  • Oleh: admin
  • 0

Contributor: Naga Pamungkas

Editor: Naga Pamungkas

Peringatan Hari Kartini dan Hari Bumi pada bulan April menjadi momentum penting untuk menyoroti kontribusi perempuan dalam mendorong transisi energi berkelanjutan di Indonesia. Di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan akan energi bersih, peran perempuan dinilai semakin strategis, tidak hanya dalam aspek sosial, tetapi juga pada ranah teknologi, kebijakan, dan pemberdayaan masyarakat.

Semangat emansipasi yang diwariskan oleh Raden Ajeng Kartini kini tercermin dalam keterlibatan perempuan di sektor energi baru dan terbarukan (EBT). Keterlibatan ini mencakup berbagai lini, mulai dari pengembangan energi berbasis komunitas hingga inovasi teknologi tingkat lanjut.

Salah satu tokoh yang dikenal luas dalam pemberdayaan energi di tingkat akar rumput adalah Tri Mumpuni. Melalui pendekatan berbasis komunitas, ia mendorong pemanfaatan energi mikrohidro di desa-desa terpencil. Model ini tidak hanya menghadirkan akses listrik, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat lokal. Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang menekankan aspek inklusivitas dan keberlanjutan lingkungan.

Di tingkat perkotaan, peran perempuan dalam transisi energi juga terlihat melalui kepemimpinan Tri Rismaharini. Berbagai inisiatif yang mendorong pengelolaan lingkungan dan efisiensi energi di kota menjadi bagian dari upaya menekan dampak emisi, mengingat kawasan perkotaan merupakan salah satu kontributor utama emisi karbon.

Sementara itu, dari sisi inovasi teknologi, Eniya Listiani Dewi menjadi salah satu figur penting dalam pengembangan energi hidrogen di Indonesia. Energi hidrogen dipandang sebagai salah satu solusi potensial dalam upaya dekarbonisasi, khususnya untuk sektor industri dan transportasi. Kontribusi dalam riset dan pengembangan teknologi ini menunjukkan pentingnya peran perempuan dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan di bidang energi bersih.

Selain itu, keterlibatan generasi muda turut memperkuat upaya transisi energi. Sosok seperti Chintya Handriani Wijaya mencerminkan meningkatnya peran anak muda dalam mengedukasi masyarakat serta mendorong kesadaran akan pentingnya energi berkelanjutan. Peran ini menjadi krusial dalam membangun perubahan perilaku yang mendukung transisi energi jangka panjang.

Kombinasi antara inovasi teknologi, kebijakan publik, serta pemberdayaan masyarakat menunjukkan bahwa transisi energi tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan aktif perempuan sebagai agen perubahan.

Momentum Hari Kartini dan Hari Bumi sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan mendorong keadilan sosial merupakan dua hal yang saling berkaitan. Dalam konteks ini, perempuan tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai aktor utama dalam menciptakan sistem energi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dengan semakin meningkatnya tantangan global di sektor energi dan lingkungan, penguatan peran perempuan diharapkan dapat terus didorong melalui kebijakan yang inklusif, akses pendidikan, serta dukungan terhadap inovasi. Hal ini menjadi langkah penting dalam memastikan tercapainya masa depan energi yang bersih, adil, dan berkelanjutan.

Sources

International Energy Agency. (2023). Renewables 2023: Analysis and forecast to 2028. https://www.iea.org/reports/renewables-2023

International Renewable Energy Agency. (2022). Renewable energy and jobs: Annual review 2022. https://www.irena.org/publications/2022/Sep/Renewable-Energy-and-Jobs-Annual-Review-2022

REN21. (2023). Renewables 2023 global status report. https://www.ren21.net/reports/global-status-report/

United Nations Development Programme. (2021). Gender and energy. https://www.undp.org

World Bank. (2022). Tracking SDG7: The energy progress report. https://www.worldbank.org

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. (2023). Handbook of energy and economic statistics of Indonesia. https://www.esdm.go.id

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2022). Status lingkungan hidup Indonesia. https://www.menlhk.go.id

Tri Mumpuni. (2016). People-centered approach to renewable energy development in Indonesia. IBEKA.

Eniya Listiani Dewi. (2020). Hydrogen energy development in Indonesia: Opportunities and challenges. BRIN.

Pusat Studi Energi
Sekip Blok K1.A Kampus Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta - Indonesia
Tel/Fax: +62-0274-549429 | e-mail : pse@ugm.ac.id

Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Energi

Universitas Gadjah Mada

Sekip Blok K1-A Yogyakarta 55281

pse@ugm.ac.id
 +62 (274) 549429
 +62 (274) 549429

© Pusat Studi Energi - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY