• UGM
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Energi
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang PSE
    • Pengantar
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Kegiatan
    • Kerjasama
    • Personalia
  • Program Kerja
  • Jasa
    • Jasa Survei Geofisika untuk Eksplorasi Air Tanah
    • Jasa Survei Geofisika untuk Geoteknik
    • Jasa Audit Energi
  • PENELITIAN
  • Pelatihan
  • Kontak
  • Beranda
  • News
Arsip:

News

Program Listrik Desa 2025–2029, Upaya Pemerintah Perluas Akses Energi hingga Pelosok Negeri

News Tuesday, 27 October 2026

Contributor : Naga Pamungkas
Editor : Naga Pamungkas
Yogyakarta – Dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional, perluasan akses listrik menjadi salah satu langkah penting untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI bersama PT PLN (Persero) menjalankan Program Listrik Desa (Lisdes) 2025–2029 untuk memperluas akses listrik, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Mengacu pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, program ini menargetkan elektrifikasi di 5.758 desa serta penyambungan listrik bagi 1,2 juta rumah tangga. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas jangkauan layanan kelistrikan dan memastikan masyarakat di wilayah pelosok memperoleh akses energi yang memadai.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyampaikan bahwa Program Listrik Desa merupakan wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat di wilayah terpencil. Menurutnya, akses listrik tidak hanya memberikan penerangan, tetapi juga membuka peluang bagi peningkatan kualitas pendidikan, produktivitas ekonomi, dan pelayanan kesehatan.
Pada akhir 2024, rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,83%. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 100% pada 2029–2030. Melalui Program Listrik Desa, pemerintah berupaya menjangkau masyarakat yang belum menikmati layanan listrik sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.
Pemerataan akses listrik menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh tersedianya infrastruktur kelistrikan, tetapi juga oleh keberlanjutan layanan, keandalan pasokan, dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Dalam momentum Hari Listrik Nasional, Program Listrik Desa menjadi pengingat bahwa akses energi yang merata merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan Indonesia yang lebih inklusif.

 

PSE UGM Berduka atas Berpulangnya Dr. Ir. Akmal Irfan Majid, S.T., M.Eng.

News Monday, 26 October 2026

(Dr.Ir Akmal Irfan Majid bersama Prof. Deendarlianto)

Contributor              : Naga Pamungkas

Editor                        : Naga Pamungkas

Yogyakarta, 13 Oktober 2026 — Keluarga besar Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Dr. Ir. Akmal Irfan Majid, S.T., M.Eng., pada Jumat, 9 Oktober 2026. Almarhum merupakan pengajar di Departemen Teknik Mesin dan Industri UGM yang merangkap sebagai Sekretaris Program Studi Teknik Mesin UGM serta tenaga ahli PSE UGM yang telah berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan bidang energi.

Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok akademisi yang mendedikasikan keilmuan dan pengabdiannya bagi dunia pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi. Perjalanan pendidikannya ditempuh di Departemen Teknik Mesin dan Industri Universitas Gadjah Mada untuk jenjang sarjana (S1) dan magister (S2), kemudian dilanjutkan pada jenjang doktoral (S3) di Technische Universiteit Eindhoven, Belanda.

Salah satu bagian penting dalam perjalanan almarhum adalah keterlibatannya dalam pengembangan Bimasakti Racing Team. Almarhum pernah dipercaya menjadi kapten pertama tim tersebut. Pengalaman ini mencerminkan kontribusinya dalam pengembangan teknologi, kerja sama tim, dan inovasi di lingkungan mahasiswa UGM.

(Dr.Ir. Akmal Irfan Majid saat menjadi Kapten Pertama Bimasakti Racing Team)

Dalam perjalanan akademiknya, almarhum juga memiliki hubungan keilmuan dengan Prof. Deendarlianto yang menjadi pembimbing skripsi dan tesisnya. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan intelektual yang membentuk kiprah almarhum sebagai akademisi dan peneliti.

(Dr.Ir. Akmal Irfan Majid sebagai delegasi UGM dalam Thirth International Conference on Multiphase Flow 2016)

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, mahasiswa, serta seluruh pihak yang pernah bekerja dan menimba ilmu bersama beliau. Namun, pengetahuan dan keilmuan yang telah dibagikan akan senantiasa menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

(Dr.Ir.Akmal Irfan Majid bersama Ardyanto Fitrady, Ph.D dalam Global Hydrogen Ecosystem Summit &Exhibition 2025)

Keluarga besar PSE UGM menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan.

Selamat jalan, Dr. Ir. Akmal Irfan Majid, S.T., M.Eng. Dedikasi dan jejak pengabdianmu akan senantiasa kami kenang.

PSE UGM Ajak Masyarakat Hemat Energi dalam Peringatan Hari Energi Dunia 2026

News Thursday, 22 October 2026

Contributor                  : Naga Pamungkas

Editor                            : Naga Pamungkas

Yogyakarta, 22 Oktober 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Energi Dunia, Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan menerapkan kebiasaan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan ini menjadi pengingat bahwa efisiensi energi dapat dimulai dari langkah sederhana di rumah, tempat kerja, maupun lingkungan sekitar.

Naga Pamungkas, S.I.Kom., selaku peneliti bidang Sosial dan Public Relations PSE UGM, membagikan sejumlah tips praktis untuk menghemat energi. Langkah tersebut meliputi mematikan perangkat elektronik dan lampu saat tidak digunakan, mengganti lampu konvensional dengan lampu LED, serta memilih moda transportasi yang lebih efisien energi dan ramah lingkungan, seperti bersepeda untuk perjalanan jarak dekat.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk memantau konsumsi energi secara rutin agar penggunaannya dapat dievaluasi secara mandiri. Pemilihan peralatan elektronik dengan label hemat energi juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi penggunaan listrik di rumah tangga.

Melalui peringatan Hari Energi Dunia, PSE UGM berharap masyarakat semakin memahami pentingnya penggunaan energi secara bijak dan bertanggung jawab. Kebiasaan hemat energi yang diterapkan secara konsisten dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendukung efisiensi energi dan mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Referensi

International Energy Agency. (n.d.). Savingenergy. https://www.iea.org/topics/saving-energy

Hari Santri Nasional 2026: PSE UGM Soroti Peran Pesantren dalam Mendukung Transisi Energi

News Thursday, 22 October 2026

Contributor        : Naga Pamungkas

Editor                  : Naga Pamungkas

Yogyakarta, 22 Oktober 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) mengajak masyarakat untuk melihat potensi pesantren dalam mendukung transisi energi melalui pemanfaatan energi terbarukan dan penerapan efisiensi energi di lingkungan pendidikan keagamaan.

Salah satu contoh penerapan energi terbarukan dapat ditemukan di Pondok Pesantren Wali Barokah, Kediri, Jawa Timur. Pesantren ini memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang terdiri atas 636 modul panel surya. Pemanfaatan PLTS tersebut dilaporkan mampu menghemat biaya listrik hingga sekitar Rp60 juta per bulan, sehingga mendukung efisiensi biaya operasional pesantren (Widhana, 2025).

Selain itu, Pondok Pesantren Muhammadiyah Kudus turut menunjukkan potensi pemanfaatan energi bersih melalui penggunaan panel surya dan biogas. Penerapan kedua sumber energi tersebut menjadi salah satu contoh upaya pesantren dalam mendukung kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional (Aanardianto, 2026).

Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa pesantren memiliki potensi untuk berkontribusi dalam pengembangan energi berkelanjutan. Selain melalui pemanfaatan teknologi energi terbarukan, kontribusi juga dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menghemat penggunaan listrik, mematikan peralatan elektronik ketika tidak digunakan, serta meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya energi bersih.

Melalui momentum Hari Santri Nasional, PSE UGM berharap semangat belajar dan pengabdian para santri dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, pesantren dapat menjadi salah satu bagian dari gerakan bersama menuju sistem energi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia.

Referensi

Aanardianto. (2026, March 18). Pesantren didorong jadi pelopor transisi energi berkeadilan berbasis nilai agama. Muhammadiyah. https://muhammadiyah.or.id/2026/03/pesantren-didorong-jadi-pelopor-transisi-energi-berkeadilan-berbasis-nilai-agama/

Widhana, D. H. (2025, April 29). Tirakat energi fosil pesantren hijau. detikX. https://news.detik.com/x/detail/spotlight/20250429/Tirakat-Energi-Fosil-Pesantren-Hijau/

Karhutla Masih Mengancam: Tengok Kondisi Kalimantan yang Secara Masif Terlanda

Climate ChangeNews Wednesday, 14 October 2026

Kontributor      : –

Editor                 : Naga Pamungkas

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius bagi wilayah Kalimantan. Berdasarkan informasi per 17 Oktober 2026, jumlah titik api di Kalimantan Tengah meningkat tajam menjadi 92 titik, dari sebelumnya 19 titik. Sementara itu, Kalimantan Barat mencatat penurunan dari 24 menjadi 22 titik api, sedangkan Kalimantan Selatan mengalami peningkatan dari nol menjadi dua titik api.

Dampak karhutla tidak hanya dirasakan oleh masyarakat, tetapi juga mengancam kelestarian satwa endemik Kalimantan, seperti orangutan, bekantan, kucing merah, dan macan dahan Kalimantan. Kebakaran hutan dapat merusak habitat alami satwa tersebut serta mengganggu keseimbangan ekosistem.

Ryan, seorang warga yang berdomisili di Pontianak, Kalimantan Barat, mengungkapkan bahwa kondisi di wilayahnya kini berangsur membaik setelah hujan turun. Curah hujan membantu mengurangi tingkat kekeringan dan memperbaiki kondisi lingkungan. Namun, beberapa waktu sebelumnya, polusi udara akibat karhutla sempat dirasakan sangat parah.

Ryan menceritakan bahwa bau asap menyerupai sampah terbakar sudah tercium sejak dirinya bangun tidur. Bahkan, langit sempat berubah menjadi oranye pekat akibat kabut asap. Pengalaman tersebut menggambarkan bagaimana karhutla dapat memengaruhi kualitas udara dan kenyamanan masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pencegahan kebakaran, pemantauan titik api, perlindungan habitat satwa, serta peningkatan kesadaran masyarakat. Upaya bersama diperlukan untuk mengurangi risiko karhutla dan melindungi kesehatan masyarakat maupun kelestarian lingkungan di Kalimantan.

 

Sumber:

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2026, September 5). Perkembangan situasi dan penanganan karhutla di sejumlah wilayah Indonesia 5 September 2026. https://www.bnpb.go.id/berita/perkembangan-situasi-dan-penanganan-karhutla-di-sejumlah-wilayah-indonesia-5-september-2026

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. (2026, October 18). Hotspot turun 84 titik, operasi karhutla tetap diperkuat. https://www.kehutanan.go.id/news/hotspot-turun-84-titik-operasi-karhutla-tetap-diperkuat

Survey Lagi? Tim PSE UGM Laksanakan Survei Jaringan Distribusi Gas di Kota Bekasi

News Saturday, 10 October 2026

Bekasi, 4–9 Oktober 2026 — Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) melaksanakan survei lapangan di Kota Bekasi, Jawa Barat, pada 4–9 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan memperoleh data primer untuk mendukung kajian Pra Studi Kelayakan Pengembangan Infrastruktur Pipa Gas Bumi pada Wilayah Jaringan Distribusi Kota Bekasi, Jawa Barat.

Survei ini dilaksanakan oleh tim PSE UGM yang terdiri atas Esti Antasari, S.Ant., M.A.; Pasca Giffari Jusuf, S.T., M.Eng.; William Alexander, S.H.; Arika Hutri Artanti, S.Tr.E.; dan Hafizah Azzalia Mualidatinnisa, S.I.Kom.

Melalui kegiatan ini, data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi landasan dalam penyusunan kajian pra-studi kelayakan pengembangan infrastruktur pipa gas bumi di Kota Bekasi. Hasil kajian tersebut diharapkan turut mendukung perencanaan pengembangan jaringan distribusi gas bumi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah setempat.

Survey Lagi: Tim PSE UGM Laksanakan Survey di Provinsi Sumatera Utara Terkait Jaringan Distribusi Gas

News Wednesday, 7 October 2026

Kontributor      : Naga Pamungkas

Editor                 : Naga Pamungkas

Sumatera Utara, 3 Oktober 2026 — Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) kembali melaksanakan kegiatan survei lapangan di Provinsi Sumatera Utara pada 27 September–3 Oktober 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Batu Bara sebagai bagian dari pengumpulan data primer untuk mendukung kajian Pra Studi Kelayakan Pengembangan Infrastruktur Pipa Gas Bumi pada Wilayah Jaringan Distribusi Kabupaten Simalungun dan Batu Bara, Sumatera Utara.

Di Kabupaten Simalungun, kegiatan survei dilakukan oleh Hanif Abdul Halim, S.H., LL.M., Naga Pamungkas, S.I.Kom., Abelio Cakra A., S.Tr.M., Ardika Dhafka Alhaqie, S.T., M.Eng., dan Geika Pramana Surya, S.T., M.Eng. Sementara itu, tim yang melaksanakan survei di Kabupaten Batu Bara terdiri atas Achmad Masyhadul Alimin, S.E., M.Acc., Putri Widhyastiti Prasetyo, S.H., Dafiq Ruliyono, S.T., Afifah Rizkyka Nur Azhari, S.Tr.M., dan Ilham Andriyanto, S.Ant.

 

Survei lapangan ini bertujuan untuk memperoleh data primer dan informasi faktual mengenai kondisi wilayah, kebutuhan, serta berbagai aspek yang berkaitan dengan rencana pengembangan jaringan distribusi gas bumi di kedua kabupaten. Data yang diperoleh akan menjadi salah satu bahan penting dalam penyusunan kajian pra studi kelayakan, sehingga analisis pengembangan infrastruktur pipa gas bumi dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Melalui kegiatan tersebut, PSE UGM terus berkontribusi dalam mendukung pengembangan infrastruktur energi dan jaringan distribusi gas bumi di Indonesia. Hasil survei di Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Batu Bara diharapkan dapat memberikan dasar yang kuat bagi proses kajian dan pengambilan keputusan terkait pengembangan jaringan distribusi gas bumi di Provinsi Sumatera Utara.

Bukan Sulap, Bukan Sihir: Prof. Sarjiya Turut Membuka ICT-PEP 2026

News Friday, 25 September 2026

Contributor       : Prof. Sarjiya

Editor                 : Naga Pamungkas

Tangerang, 22 September 2026 — Kepala Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM), Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU, turut membuka rangkaian kegiatan International Conference on Technology, Policy, and Energy Planning (ICT-PEP) 2026 yang diselenggarakan oleh PT PLN (Persero) pada 22–24 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang.

ICT-PEP 2026 menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk berbagi gagasan serta hasil penelitian mengenai berbagai aspek teknologi dan kebijakan energi. Forum ini juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dalam merespons dinamika serta tantangan sektor energi.

Kehadiran Prof. Sarjiya dalam pembukaan kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi PSE UGM dalam mendorong pengembangan pengetahuan dan kolaborasi lintas sektor di bidang energi. Melalui forum seperti ICT-PEP 2026, berbagai perspektif keilmuan diharapkan dapat memperkaya diskusi mengenai pengembangan sistem energi yang adaptif dan berkelanjutan.

Kepala PSE UGM Sampaikan Pandangan Akademik tentang Penguatan Ekosistem EBT dalam FGD Lemhannas RI

News Wednesday, 23 September 2026

Contributor         : Prof. Sarjiya

Editor                  : Naga Pamungkas

Jakarta, 15 September 2026 — Kepala Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM), Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, turut memberikan pandangan akademik dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) dengan tema “Penguatan Ekosistem Energi Baru dan Terbarukan Guna Mewujudkan Kemandirian Energi dalam Rangka Memperkokoh Ketahanan Nasional.” Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Auditorium Gadjah Mada, Gedung Pancagatra Lantai III, Lemhannas RI, Jakarta Pusat, pada 15 September 2026.

FGD ini menjadi forum untuk membahas berbagai aspek strategis dalam penguatan ekosistem energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia. Pembahasan diarahkan untuk memvalidasi berbagai klaim teknis berdasarkan bukti yang tersedia, sekaligus mengidentifikasi tantangan utama yang perlu mendapatkan perhatian dalam mempercepat integrasi EBT ke dalam sistem energi nasional.

Selain itu, FGD bertujuan untuk menentukan satu hingga tiga bottleneck teknis yang paling menentukan dalam percepatan integrasi EBT. Forum juga membahas pembedaan antara persoalan teknis dan aspek tata kelola (governance), mengidentifikasi berbagai risiko serta trade-off yang mungkin muncul, dan merumuskan intervensi yang memiliki daya ungkit tinggi terhadap pengembangan EBT di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Sarjiya hadir sebagai narasumber dan memberikan perspektif akademik mengenai teknologi dan sistem energi, khususnya terkait kesiapan Indonesia dalam mengintegrasikan sumber energi baru dan terbarukan ke dalam sistem ketenagalistrikan nasional.

Dalam paparannya yang berjudul “Integrasi EBT Indonesia (Potensi dan Tantangan)”, Prof. Sarjiya membahas sejumlah aspek penting yang menjadi faktor penentu keberhasilan integrasi EBT. Pembahasan mencakup potensi dan tantangan pengembangan EBT, kesiapan jaringan listrik, fleksibilitas sistem energi, serta prioritas intervensi yang diperlukan untuk mendukung peningkatan integrasi EBT.

Keterlibatan PSE UGM dalam FGD ini mencerminkan peran perguruan tinggi dan lembaga kajian energi dalam menyediakan perspektif berbasis akademik bagi pengembangan kebijakan dan strategi energi nasional. Melalui pendekatan multidisiplin dan berbasis bukti, masukan akademik diharapkan dapat mendukung identifikasi tantangan serta perumusan intervensi yang relevan dalam memperkuat ekosistem EBT Indonesia.

Penguatan ekosistem EBT tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas pembangkit, tetapi juga membutuhkan kesiapan sistem ketenagalistrikan, teknologi, infrastruktur, tata kelola, serta koordinasi antarpemangku kepentingan. Sinergi berbagai aspek tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mendorong pemanfaatan EBT sekaligus memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.

Srawung Energy 2 (Sesrawungan, Energy, Sesarengan): Perkuat Kolaborasi dan Keilmuan Keluarga PSE UGM

News Tuesday, 22 September 2026

Contributor       : Naga Pamungkas

Editore               : Naga Pamungkas

Yogyakarta, 21 September 2026 — Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) kembali menyelenggarakan Srawung Energy 2 dengan mengusung semangat “Sesrawungan, Energy, Sesarengan”. Kegiatan yang berlangsung di Kantor PSE UGM ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendorong pertukaran gagasan dan pengetahuan di antara keluarga besar PSE UGM.

Srawung Energy 2 dirancang sebagai forum diskusi keilmuan yang mempertemukan para peneliti, akademisi, dan anggota PSE UGM dalam suasana yang lebih informal dan terbuka. Selain menjadi wadah untuk mendiskusikan perkembangan berbagai kajian energi, kegiatan ini juga diisi dengan agenda makan bersama sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan dan memperkuat rasa kekeluargaan antara nggota PSE UGM.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah presentasi hasil dan perkembangan riset dari sembilan penerima PSE UGM Research Grant. Kesembilan riset tersebut menunjukkan beragam pendekatan dan topik dalam bidang energi, mulai  hingga teknologi pemantauan lingkungan.

Sembilan Riset PSE UGM Research Grant

Dalam sesi presentasi, para penerima Research Grant memaparkan penelitian yang tengah dikembangkan, yaitu:

  1. Model Transisi Energi Wilayah Kepulauan: Rintisan Pengembangan Komunitas Epistemik di Kepulauan Banda, Maluku
    Presenter: Ahmad Rahma Wardhana, S.T., M.Sc.
  2. Integration of Archimedes Wind Turbine for Battery Charging and Energy Backup in Mobile Agricultural Tractors
    Presenter: Ir. Muhammad Akhsin Muflikhun, S.T., MSME., Ph.D.
  3. Stretchable Strain Sensor Based on Waste Solar Cell Nano-Composite for Flexible Solar Panels
    Presenter: Ir. Muhammad Akhsin Muflikhun, S.T., MSME., Ph.D.
  4. Optimization of Inlet Configurations to Mitigate Temperature Rise During Hydrogen Refueling in Type IV Storage Tanks
    Presenter: Dr. Ir. Hifni Mukhtar Ariyadi, S.T., M.Sc., IPM.
  5. Study on the Effect of Electrostriction on Dielectric Elastomer Generators in Oscillating Water Column Systems
    Presenter: Ir. Ardi Wiranata, S.T., M.Eng., Ph.D.
  6. Investigasi Mekanistik Pirolisis Pulp and Paper Mill Sludge: Peran Kondisi Proses dan Katalisis Feldspar terhadap Distribusi Produk dan Stabilitas Karbon Biochar
    Presenter: Hanifrahmawan Sudibyo, Ph.D.
  7. Hydrogen on Demand (H2OD): Development of On-Site Clean Hydrogen and Energy via Waste Aluminum-Water Reaction with Multidisciplinary Approach
    Presenter: Dr. Ir. Akmal Irfan Majid, S.T., M.Eng.
  8. Hydrogen on Demand (H2OD): Development of On-Site Clean Hydrogen and Energy via Waste Aluminum-Water Reaction with Multidisciplinary Approach
    Presenter: Prof. Dr. Mailinda Eka Yuniza, S.H., LL.M.
  9. Pengembangan Fotobioreaktor Mikroalga dengan Sistem Pemantauan ESP32 dan Berbasis Model Estimasi Penyerapan CO₂ melalui Turbiditas Sel
    Presenter: Dr. Eng. Thoriq Teja Samudra, M.Sc.

Beragam topik yang dipresentasikan memperlihatkan karakter multidisiplin riset energi di PSE UGM. Pembahasan tidak hanya mencakup pengembangan teknologi energi, tetapi juga menyentuh aspek sosial, lingkungan, material, sistem energi, hingga pendekatan yang mendukung pemanfaatan energi bersih.

Lebih dari sekadar forum presentasi penelitian, Srawung Energy 2 menjadi ruang untuk saling bertukar perspektif, memperoleh masukan terhadap penelitian yang sedang berjalan, serta membuka peluang kolaborasi antarpenggiat riset di lingkungan PSE UGM. Interaksi yang berlangsung secara informal diharapkan dapat menciptakan suasana akademik yang lebih inklusif dan mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru.

Melalui semangat “Sesrawungan, Energy, Sesarengan”, Srawung Energy 2 menegaskan pentingnya kebersamaan dalam membangun ekosistem riset energi. Kolaborasi dan interaksi antarpersonel menjadi bagian penting dalam memperkuat kontribusi PSE UGM terhadap pengembangan pengetahuan dan solusi energi yang berkelanjutan di Indonesia.

123…26

Pusat Studi Energi
Sekip Blok K1.A Kampus Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta - Indonesia
Tel/Fax: +62-0274-549429 | e-mail : pse@ugm.ac.id

Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Energi

Universitas Gadjah Mada

Sekip Blok K1-A Yogyakarta 55281

pse@ugm.ac.id
 +62 (274) 549429
 +62 (274) 549429

© Pusat Studi Energi - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY