• UGM
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Energi
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang PSE
    • Pengantar
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Kegiatan
    • Kerjasama
    • Personalia
  • Program Kerja
  • Jasa
    • Jasa Survei Geofisika untuk Eksplorasi Air Tanah
    • Jasa Survei Geofisika untuk Geoteknik
    • Jasa Audit Energi
  • PENELITIAN
  • Pelatihan
  • Kontak
  • Beranda
  • News
Arsip:

News

Seru dan Insightful! PSE UGM Lakukan Site Visit Audit Energi di WK Rokan

News Saturday, 25 April 2026

Contributor: Ardika Dhafka Alhaqie

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta, PSE UGM — Pusat Studi Energi UGM (PSE UGM) bersama Pertamina Hulu Rokan (PHR) baru saja menyelesaikan kegiatan Site Visit Audit Energi yang berlangsung pada 20–24 April 2026 di Wilayah Kerja Rokan, Provinsi Riau, meliputi Duri, Minas, dan Rumbai.

Dalam kegiatan ini, tim PSE UGM turun langsung ke lapangan untuk melihat dan memverifikasi berbagai peralatan yang termasuk dalam kategori Significant Energy Usage (SEU). Mulai dari water injection pump, production wells, gas turbine, hingga steam station, semuanya ditinjau secara langsung untuk memastikan kesesuaian antara hasil audit dengan kondisi nyata di lapangan.

Bukan sekadar kunjungan biasa, site visit ini jadi momen penting untuk memperdalam pemahaman teknis sekaligus melihat praktik pengelolaan energi secara langsung di sektor hulu migas. Tim juga mendapatkan banyak insight menarik, mulai dari best practice hingga berbagai temuan yang bisa menjadi bahan evaluasi dan pengembangan ke depan.

Kabar baiknya, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti. Koordinasi yang solid antara tim auditor PSE UGM dan pihak PHR menjadi kunci suksesnya kegiatan ini.

Tak hanya soal teknis, kegiatan ini juga mempererat hubungan kerja sama antara auditor dan auditee. Harapannya, hasil dari site visit ini dapat mendukung upaya peningkatan efisiensi energi yang lebih optimal dan berkelanjutan di Wilayah Kerja Rokan.

YUK Kepoin soal Terbuka dan Tutupnya Selat Hormuz!

News Friday, 24 April 2026

 

Selat Hormuz atau kerap dikenal sebagai Strait of Hormuz merupakan salah satu selat yang ada di Iran dan bisa dikatakan sebagai pembuluh nadi peredaran minyak dunia. Penobatan ini tidak lain dikarenakan posisinya sebagai selat yang dilalui oleh 20% pengangkut minyak dan gas alam.

 

Akhir-akhir ini dibuka dan ditutupnya selat hormuz masih bisa dikatakan belum cukup stabil, hal ini masih didasarkan pada ketegangan politik antara Amerika-Israel dan Iran. Selat Hormuz pertama kali di tutup pada awal maret tepatnya pada 02 Maret 2026. Setelah ketegangan politik mereda, selat sebesar 55 KM ini sempat dibuka pada 17 April walau pada akhirnya satu hari kemudian (18 April 2026) selat ini kembali ditutup dikarenakan meningkatnya ketegangan politik. Akhirnya, tepatnya 2 hari kemudian, selat ini

 

Keuntungan Pembukaan Kembali Selat Hormuz Bagi Indonesia

 

Pembukaan kembali Selat Hormuz memberikan beberapa peluang dampak positif yang menguntungkan bagi indonesia salah satunya adalah penurunan tekanan harga minyak bumi. Dengan terbukanya selat ini, maka tekanan harga minyak bumi global akan cenderung menurun sehingga hal ini dapat membantu potensi pembengkakan subsidi energi dalam APBN.

 

Selain itu kelancaran pasokan energi indonesia juga dapat lebih terjamin. Beberapa waktu lalu pernah diisukan bahwa bahan bakar minyak di indonesia hanya cukup bertahan sampai 20 hari saja. Pada dasarnya,  Hal ini terjadi dikarenakan Indonesia juga mengandalkan kegiatan impor kepada negara-negara timur tengah dalam hal minyak mentah. Maka dari itu, dibukanya Selat Hormuz dapat meredakan kelancaran pasokan energi sehingga dapat berjalan seperti semula kembali.

 

Ketiga merupakan stabilitas harga logistik bahan bakar. Selat hormuz merupakan jalur logistik bagi 20% pengangkut minyak dunia. Ditutupnya selat ini mengakibatkan kapal-kapal tanker pengangkut minyak tertahan yang dapat menyebabkan pembengkakan biaya logistik.  Dengan dibukanya selat ini, biaya logistik tidak membengkak dan harga bahan bakar pun akan tetap stabil.

 

Terakhir, keamanan kapal logistik. Seiring dengan penutupan selat hormuz, Iran menutup semua akses melintas dan mengancam akan meledakkan kapal tanker pengangkut minyak yang melintas tanpa adanya izin. Dengan dibukanya selat ini, kapal tanker pun bebas melewati selat ini walau masih dalam pengawasan militer Iran.

 

Sources:

Butler, G., & Mann, T. (2026). Apa yang terjadi jika Iran menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur minyak global?.

https://www.bbc.com/indonesia/articles/c62drdgdn44o

CNN Indonesia. (2026, April 20). Iran buka lagi Selat Hormuz tapi ancam tutup jika blokade AS lanjut.

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260420204445-120-1350153/iran-buka-lagi-selat-hormuz-tapi-ancam-tutup-jika-blokade-as-lanjut

 

Respati, A.,  & Djumena, E. (2026, April 18). Dampak pembukaan Selat Hormuz bagi ekonomi Indonesia.

https://money.kompas.com/read/2026/04/18/170700226/dampak-pembukaan-selat-hormuz-bagi-ekonomi-indonesia

 

 

Peran Perempuan dalam Transisi Energi Menguat pada Momentum Hari Kartini dan Hari Bumi

News Tuesday, 21 April 2026

Contributor: Naga Pamungkas

Editor: Naga Pamungkas

Peringatan Hari Kartini dan Hari Bumi pada bulan April menjadi momentum penting untuk menyoroti kontribusi perempuan dalam mendorong transisi energi berkelanjutan di Indonesia. Di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan akan energi bersih, peran perempuan dinilai semakin strategis, tidak hanya dalam aspek sosial, tetapi juga pada ranah teknologi, kebijakan, dan pemberdayaan masyarakat.

Semangat emansipasi yang diwariskan oleh Raden Ajeng Kartini kini tercermin dalam keterlibatan perempuan di sektor energi baru dan terbarukan (EBT). Keterlibatan ini mencakup berbagai lini, mulai dari pengembangan energi berbasis komunitas hingga inovasi teknologi tingkat lanjut.

Salah satu tokoh yang dikenal luas dalam pemberdayaan energi di tingkat akar rumput adalah Tri Mumpuni. Melalui pendekatan berbasis komunitas, ia mendorong pemanfaatan energi mikrohidro di desa-desa terpencil. Model ini tidak hanya menghadirkan akses listrik, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat lokal. Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang menekankan aspek inklusivitas dan keberlanjutan lingkungan.

Di tingkat perkotaan, peran perempuan dalam transisi energi juga terlihat melalui kepemimpinan Tri Rismaharini. Berbagai inisiatif yang mendorong pengelolaan lingkungan dan efisiensi energi di kota menjadi bagian dari upaya menekan dampak emisi, mengingat kawasan perkotaan merupakan salah satu kontributor utama emisi karbon.

Sementara itu, dari sisi inovasi teknologi, Eniya Listiani Dewi menjadi salah satu figur penting dalam pengembangan energi hidrogen di Indonesia. Energi hidrogen dipandang sebagai salah satu solusi potensial dalam upaya dekarbonisasi, khususnya untuk sektor industri dan transportasi. Kontribusi dalam riset dan pengembangan teknologi ini menunjukkan pentingnya peran perempuan dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan di bidang energi bersih.

Selain itu, keterlibatan generasi muda turut memperkuat upaya transisi energi. Sosok seperti Chintya Handriani Wijaya mencerminkan meningkatnya peran anak muda dalam mengedukasi masyarakat serta mendorong kesadaran akan pentingnya energi berkelanjutan. Peran ini menjadi krusial dalam membangun perubahan perilaku yang mendukung transisi energi jangka panjang.

Kombinasi antara inovasi teknologi, kebijakan publik, serta pemberdayaan masyarakat menunjukkan bahwa transisi energi tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan aktif perempuan sebagai agen perubahan.

Momentum Hari Kartini dan Hari Bumi sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan mendorong keadilan sosial merupakan dua hal yang saling berkaitan. Dalam konteks ini, perempuan tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai aktor utama dalam menciptakan sistem energi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dengan semakin meningkatnya tantangan global di sektor energi dan lingkungan, penguatan peran perempuan diharapkan dapat terus didorong melalui kebijakan yang inklusif, akses pendidikan, serta dukungan terhadap inovasi. Hal ini menjadi langkah penting dalam memastikan tercapainya masa depan energi yang bersih, adil, dan berkelanjutan.

Sources

International Energy Agency. (2023). Renewables 2023: Analysis and forecast to 2028. https://www.iea.org/reports/renewables-2023

International Renewable Energy Agency. (2022). Renewable energy and jobs: Annual review 2022. https://www.irena.org/publications/2022/Sep/Renewable-Energy-and-Jobs-Annual-Review-2022

REN21. (2023). Renewables 2023 global status report. https://www.ren21.net/reports/global-status-report/

United Nations Development Programme. (2021). Gender and energy. https://www.undp.org

World Bank. (2022). Tracking SDG7: The energy progress report. https://www.worldbank.org

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. (2023). Handbook of energy and economic statistics of Indonesia. https://www.esdm.go.id

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2022). Status lingkungan hidup Indonesia. https://www.menlhk.go.id

Tri Mumpuni. (2016). People-centered approach to renewable energy development in Indonesia. IBEKA.

Eniya Listiani Dewi. (2020). Hydrogen energy development in Indonesia: Opportunities and challenges. BRIN.

China: Pemenang Papan Atas di Tengah Krisis Energi Selat Hormuz

News Monday, 20 April 2026

Contributor: Naga Pamungkas

Editor: Naga Pamungkas

Selat Hormuz merupakan salah satu Selat yang  menjadi pembuluh nadi bagi distribusi dalam bidang perenergian, mengingat bahwa 20% proses distribusi  minyak dan gas alam harus melintasi selat selebar 50 km ini. Dengan ditutupnya selat ini akibat konflik Amerika-Israel dengan Iran, maka terjadi lah krisis energi yang juga berdampak kepada negara lain yang tidak terlibat dalam konflik ini.

Dalam Keadaan ini China menjadi salah satu negara yang paling unggul dan siap menghadapi keadaan ini. Disamping kepemilikan akses untuk melintas Selat Hormuz, China juga memiliki posisi yang terbilang strategis dalam dunia keenergian, berikut merupakan beberapa alasannya:

 

  1. Dominasi China dalam Hal Manufaktur Energi Bersih

Dalam hal Manufaktur energi bersih, negeri tirai bambu ini  bisa dikatakan menjadi salah satu negara papan atas yang sangat mendorong sektor ini. Data menunjukan bahwa negara china sendiri kurang lebih mengontrol sekitar 80% rantai pasokan tenaga surya dunia pada 2024 (Parmak, 2025). Disamping itu China juga menjadi negara terbesar dalam hal kapasitas tenaga surya dengan besaran 392 GW (H M Energi, 2023). Hal ini menandakan bahwa posisi china saat ini sangat strategis dalam hal energi yang mana dengan kuatnya kapasitas panel surya ini dapat menyokong China dari fenomena krisis energi.

 

  1. Terdepan dalam Kendaraan Bertenaga Listrik (EV)

Mobil EV atau electronic vehicle merupakan salah satu kendaraan yang menjadi trends masa ini ditandai dengan kehadiranya yang semakin hari makin luas di dunia. Saat ini China bisa dikatakan menjadi salah satu negara yang mengembangkan produk ini dengan ditandainya kehadiran-kehadiran produsen EV asal negara panda ini seperti Wuling, BYD, Chery, Geely, GAC AION, dan sebagainya. Disamping itu laporan International Energy Agency terkait Global EV Outlook 2025 menyatakan bahwa China memproduksi lebih dari 70% mobil listrik di dunia/global.

Pada dasarnya penutupan selat hormuz sangat menimbulkan dampak pada kenaikan harga minyak dunia yang tak lain merupakan salah satu bahan baku bahan bakar kendaraan. Dengan statusnya sebagai produsen 70% EV di dunia, China dapat bergantung pada produk mobil listriknya sebagai alat transportasi semisal mereka mengalami krisis terhadap minyak.

 

Referensi

 

Dundar Law. (2025). China’s global solar panel and battery domination. https://www.dundarlaw.co.uk/chinas-global-solar-panel-and-battery-domination

 

International Energy Agency. (2025). Global EV outlook 2025. https://www.iea.org/reports/global-ev-outlook-2025/executive-summary

Butler, G., & Mann, T. (2026). Iran: Apa Yang terjadi jika Iran menutup selat hormuz yang menjadi jalur minyak global?. BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/articles/c62drdgdn44o

POLICY BRIEF : Bridging the Gender Gaps in Indonesia’s Energy Transition

News Sunday, 19 April 2026

Policy Brief ini menilai dimensi gender dalam transisi energi Indonesia, memberikan wawasan dan rekomendasi untuk memastikan bahwa proses transisi tidak hanya mendorong tercapainya target iklim dan energi Indonesia, tetapi juga secara aktif mengintegrasikan perspektif gender ke dalam transisi tersebut.

Transisi energi yang inklusif dapat meningkatkan partisipasi angkatan kerja, mengatasi kekurangan tenaga terampil di sektor energi bersih, serta meningkatkan produktivitas. Sementara itu, kebijakan dan inisiatif energi yang responsif terhadap gender dapat membantu mengatasi ketidaksetaraan struktural.

Fokus Dokumen  ini terdiri dari tiga bagian utama. Pertama, kami menyajikan analisis terhadap lanskap kebijakan dan regulasi terkait transisi energi dan kesetaraan gender, serta titik-titik persinggungannya. Selanjutnya, kami mengkaji keterlibatan perempuan dalam transisi energi, khususnya di bidang pendidikan, ketenagakerjaan, dan kepemimpinan. Terakhir, kami menyajikan analisis singkat mengenai pengalaman perempuan dalam mengelola sistem energi tingkat rumah tangga dan komunitas di pedesaan Indonesia, serta kapasitas mereka untuk berpartisipasi dan memperoleh manfaat dari inisiatif energi terbarukan.

Dokumen ini disusun berdasarkan tinjauan pustaka (desk review), serta wawancara langsung, survei, diskusi kelompok terarah (focus group discussions), dan kunjungan lapangan yang dilakukan antara tahun 2023 dan 2024.

Policy brief ini disusun berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Pusat Studi Energi (PSE), Universitas Gadjah Mada didukung oleh proyek bantuan teknis Asian Development Bank (ADB) TA10089-REG “Integrating Gender and Social Inclusion Dimensions in Climate Change Interventions in Southeast Asia”.

Dokumen dapat diunduh disini.

FGD Strategis BPH Migas–UGM Bahas Skema Tarif 0% untuk Gas Bumi Tertentu

News Friday, 17 April 2026

Bumi Tertentu

Contributor: Ardika Dhafka Alhaqie

Editor: Naga Pamungkas

Dalam upaya memperkuat kebijakan sektor energi nasional, Komite BPH Migas bersama Tim Kajian PSE UGM menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kajian Penyusunan Rancangan Peraturan BPH Migas Tentang Jenis Kegiatan, Besaran, Persyaratan, dan Tata Cara Pengenaan Tarif Atas Iuran Sampai Dengan 0% untuk Penyaluran Gas Bumi Tertentu”. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 April 2026.

FGD dilaksanakan secara hybrid, dengan sesi daring melalui Zoom pada 13–14 April 2026, serta dilanjutkan secara luring pada 15–17 April 2026 di The Manohara Hotel Yogyakarta. Kegiatan ini mempertemukan para pemangku kepentingan utama, khususnya Komite BPH Migas dan tim akademisi dari PSE UGM, dalam forum diskusi yang konstruktif dan mendalam.

Tujuan utama dari FGD ini adalah untuk menggali informasi secara komprehensif terkait kajian Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Pembahasan difokuskan pada penyusunan rancangan regulasi yang mencakup jenis kegiatan, besaran tarif, persyaratan, serta tata cara pengenaan iuran yang berpotensi mencapai hingga 0% untuk penyaluran gas bumi tertentu.

Melalui diskusi intensif yang berlangsung selama kegiatan, para peserta diharapkan mampu memberikan masukan berbasis data dan analisis yang kuat. Hal ini penting guna memastikan bahwa kebijakan yang dirumuskan nantinya tidak hanya mendukung efisiensi distribusi gas bumi, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing industri nasional serta mendorong pemanfaatan energi yang lebih optimal.

Hasil dari FGD ini diharapkan dapat menjadi landasan yang solid dalam penyusunan kajian Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kebijakan energi yang berkelanjutan dan berkeadilan di Indonesia.

 

Penandatanganan MOU Kerjasama antara PT TPP dengan UGM

News Monday, 13 April 2026

Kontributor: Budiyati Kuswandari

Editor:Naga Pamungkas

 

Yogyakarta, PSE UGM- Tepatnya pada 13 November 2026, UGM mengadakan perjanjian kerjasama bersama PT Tanamal Phinisi Properti, sebuah perusahaan properti dari Makasar. Penandatanganan MOU kerjasama ini diinisiasi oleh Pusat Studi Energi UGM dan diselenggarakan di Gedung Rektorat Universitas Gadjah Mada. Kerja sama yang dibuat antara lain bergerak dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia. Diharapkan bahwa kerjasama ini akan memberikan dampak yang lebih positif kepada masyarakat dan bangsa.

Syawalan Keluarga Besar PSE UGM

News Thursday, 2 April 2026

 

Contributor: Fawwaz Aqilah N

Editor: Naga Pamungkas

 

Yogyakarta, PSE UGM-  Tepatnya di momentum awal PSE UGM mulai beroperasi kembali setelah lebaran, Plh Kepala Pusat Studi Energi UGM adakan syawalan yang dihadiri oleh segenap civitas Pusat Studi Energi UGM termasuk jajaran tenaga ahli yang selama ini telah memberikan kontribusi nyata terhadap Pusat Studi Energi UGM dan juga Indonesia. Syawalan kali ini dilakukan di Kantor PSE UGM Sekip pada 1 April 2026 dengan tujuan mempererat jaringan silaturahmi antara keluarga besar PSE UGM. Acara dimulai dengan Pembukaan oleh Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D, IPU, dilanjut dengan Sambutan oleh care taker Pusat Studi Energi UGM Prof. Ir. Selo Sulistyo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D.,  IPU., ASEAN Eng., Pemberian wejangan oleh sesepuh PSE UGM, dan Makan-makan bersama. MC sekaligus pembawa acara syawalan kali ini, Fawwaz Aqilah S.T., mengatakan bahwa acara ini terbilang sangat sukses “ Alhamdulilah acara syawalan ini lancar dan mengesankan menurut saya”. Diharapkan acara-acara kedepan akan dapat berjalan dengan lancar seperti syawalan ini.

Energypedia: Sekarang Mari Kita Lihat Potensi Gelombang Laut Indonesia

NewsRenewable Energy Monday, 9 March 2026

Contributor: Ekrar Wianata

Editor: Naga Pamungkas

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi energi laut yang sangat besar, salah satunya berasal dari gelombang laut. Karakteristik perairan Indonesia yang beragam menciptakan peluang pengembangan energi terbarukan berbasis gelombang, terutama di wilayah yang langsung berhadapan dengan samudra lepas.

Wilayah selatan Jawa, Bali, dan kawasan Nusa Tenggara serta bagian barat Sumatra yang menghadap langsung ke Samudra Hindia dikenal memiliki intensitas gelombang tinggi dan relatif stabil sepanjang tahun. Kondisi ini menjadikan kawasan tersebut sebagai lokasi strategis untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga gelombang laut.

Secara teknis, potensi energi gelombang di Barat Sumatera dan pesisir selatan Jawa dapat mencapai hingga 25 kW per meter (kW/m). Angka ini menunjukkan kapasitas energi yang cukup besar dan menjanjikan untuk dikonversi menjadi listrik. Sementara itu, wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur memiliki potensi hingga 20 kW/m. Di kawasan timur Indonesia, seperti Tenggara Maluku dan pesisir Papua Selatan, potensi gelombang laut diperkirakan mencapai 10 kW/m.

Besarnya potensi ini membuka peluang bagi pengembangan teknologi konversi energi gelombang sebagai bagian dari bauran energi nasional. Dengan dukungan riset, inovasi teknologi, dan kebijakan yang tepat, energi gelombang laut dapat menjadi solusi energi bersih yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan energi di wilayah pesisir Indonesia.

 

Energypedia: Oscillating Water Column? Apa Itu?

News Monday, 9 March 2026

 

Contributor: Ekrar Wianata

Editor: Naga Pamungkas

Dalam upaya memanfaatkan potensi energi gelombang laut, salah satu teknologi yang banyak dikembangkan adalah Oscillating Water Column (OWC). Teknologi ini bekerja berdasarkan prinsip kolom air yang berosilasi atau bergerak naik-turun akibat dorongan gelombang laut.

Secara sederhana, mekanisme OWC dimulai ketika gelombang laut masuk ke dalam sebuah ruang atau chamber yang sebagian strukturnya terendam air. Ketika gelombang datang, permukaan air di dalam chamber akan naik, lalu turun kembali saat gelombang surut. Pergerakan naik-turun ini menyebabkan udara di bagian atas ruang terdorong keluar dan kemudian terhisap kembali secara bergantian.

Aliran udara dua arah tersebut dimanfaatkan untuk memutar turbin, umumnya menggunakan turbin Wells yang dirancang agar tetap berputar meskipun arah aliran udaranya berubah. Putaran turbin kemudian menggerakkan generator untuk menghasilkan energi listrik. Dengan mekanisme ini, energi kinetik gelombang laut dapat dikonversi menjadi listrik tanpa perlu sistem yang terlalu kompleks.

Salah satu keunggulan utama OWC adalah strukturnya yang relatif sederhana. Teknologi ini dapat dibangun di kawasan pesisir (shoreline) maupun di struktur pemecah gelombang atau breakwater pelabuhan. Selain itu, OWC memiliki minim komponen bergerak di dalam air sehingga risiko korosi dan gangguan terhadap ekosistem laut dapat ditekan. Dibandingkan teknologi terapung di laut dalam, sistem ini juga cenderung lebih mudah dalam hal perawatan.

Dengan karakteristik tersebut, OWC menjadi salah satu opsi menarik dalam pengembangan energi laut berkelanjutan di Indonesia.

123…20

Pusat Studi Energi
Sekip Blok K1.A Kampus Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta - Indonesia
Tel/Fax: +62-0274-549429 | e-mail : pse@ugm.ac.id

Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Energi

Universitas Gadjah Mada

Sekip Blok K1-A Yogyakarta 55281

pse@ugm.ac.id
 +62 (274) 549429
 +62 (274) 549429

© Pusat Studi Energi - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY