• UGM
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Energi
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang PSE
    • Pengantar
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Kegiatan
    • Kerjasama
    • Personalia
  • Program Kerja
  • Jasa
    • Jasa Survei Geofisika untuk Eksplorasi Air Tanah
    • Jasa Survei Geofisika untuk Geoteknik
    • Jasa Audit Energi
  • PENELITIAN
  • Pelatihan
  • Kontak
  • Beranda
  • Pos oleh
Pos oleh :

pse

Seru dan Insightful! PSE UGM Lakukan Site Visit Audit Energi di WK Rokan

News Saturday, 25 April 2026

Contributor: Ardika Dhafka Alhaqie

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta, PSE UGM — Pusat Studi Energi UGM (PSE UGM) bersama Pertamina Hulu Rokan (PHR) baru saja menyelesaikan kegiatan Site Visit Audit Energi yang berlangsung pada 20–24 April 2026 di Wilayah Kerja Rokan, Provinsi Riau, meliputi Duri, Minas, dan Rumbai.

Dalam kegiatan ini, tim PSE UGM turun langsung ke lapangan untuk melihat dan memverifikasi berbagai peralatan yang termasuk dalam kategori Significant Energy Usage (SEU). Mulai dari water injection pump, production wells, gas turbine, hingga steam station, semuanya ditinjau secara langsung untuk memastikan kesesuaian antara hasil audit dengan kondisi nyata di lapangan.

Bukan sekadar kunjungan biasa, site visit ini jadi momen penting untuk memperdalam pemahaman teknis sekaligus melihat praktik pengelolaan energi secara langsung di sektor hulu migas. Tim juga mendapatkan banyak insight menarik, mulai dari best practice hingga berbagai temuan yang bisa menjadi bahan evaluasi dan pengembangan ke depan.

Kabar baiknya, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti. Koordinasi yang solid antara tim auditor PSE UGM dan pihak PHR menjadi kunci suksesnya kegiatan ini.

Tak hanya soal teknis, kegiatan ini juga mempererat hubungan kerja sama antara auditor dan auditee. Harapannya, hasil dari site visit ini dapat mendukung upaya peningkatan efisiensi energi yang lebih optimal dan berkelanjutan di Wilayah Kerja Rokan.

YUK Kepoin soal Terbuka dan Tutupnya Selat Hormuz!

News Friday, 24 April 2026

 

Selat Hormuz atau kerap dikenal sebagai Strait of Hormuz merupakan salah satu selat yang ada di Iran dan bisa dikatakan sebagai pembuluh nadi peredaran minyak dunia. Penobatan ini tidak lain dikarenakan posisinya sebagai selat yang dilalui oleh 20% pengangkut minyak dan gas alam.

 

Akhir-akhir ini dibuka dan ditutupnya selat hormuz masih bisa dikatakan belum cukup stabil, hal ini masih didasarkan pada ketegangan politik antara Amerika-Israel dan Iran. Selat Hormuz pertama kali di tutup pada awal maret tepatnya pada 02 Maret 2026. Setelah ketegangan politik mereda, selat sebesar 55 KM ini sempat dibuka pada 17 April walau pada akhirnya satu hari kemudian (18 April 2026) selat ini kembali ditutup dikarenakan meningkatnya ketegangan politik. Akhirnya, tepatnya 2 hari kemudian, selat ini

 

Keuntungan Pembukaan Kembali Selat Hormuz Bagi Indonesia

 

Pembukaan kembali Selat Hormuz memberikan beberapa peluang dampak positif yang menguntungkan bagi indonesia salah satunya adalah penurunan tekanan harga minyak bumi. Dengan terbukanya selat ini, maka tekanan harga minyak bumi global akan cenderung menurun sehingga hal ini dapat membantu potensi pembengkakan subsidi energi dalam APBN.

 

Selain itu kelancaran pasokan energi indonesia juga dapat lebih terjamin. Beberapa waktu lalu pernah diisukan bahwa bahan bakar minyak di indonesia hanya cukup bertahan sampai 20 hari saja. Pada dasarnya,  Hal ini terjadi dikarenakan Indonesia juga mengandalkan kegiatan impor kepada negara-negara timur tengah dalam hal minyak mentah. Maka dari itu, dibukanya Selat Hormuz dapat meredakan kelancaran pasokan energi sehingga dapat berjalan seperti semula kembali.

 

Ketiga merupakan stabilitas harga logistik bahan bakar. Selat hormuz merupakan jalur logistik bagi 20% pengangkut minyak dunia. Ditutupnya selat ini mengakibatkan kapal-kapal tanker pengangkut minyak tertahan yang dapat menyebabkan pembengkakan biaya logistik.  Dengan dibukanya selat ini, biaya logistik tidak membengkak dan harga bahan bakar pun akan tetap stabil.

 

Terakhir, keamanan kapal logistik. Seiring dengan penutupan selat hormuz, Iran menutup semua akses melintas dan mengancam akan meledakkan kapal tanker pengangkut minyak yang melintas tanpa adanya izin. Dengan dibukanya selat ini, kapal tanker pun bebas melewati selat ini walau masih dalam pengawasan militer Iran.

 

Sources:

Butler, G., & Mann, T. (2026). Apa yang terjadi jika Iran menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur minyak global?.

https://www.bbc.com/indonesia/articles/c62drdgdn44o

CNN Indonesia. (2026, April 20). Iran buka lagi Selat Hormuz tapi ancam tutup jika blokade AS lanjut.

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260420204445-120-1350153/iran-buka-lagi-selat-hormuz-tapi-ancam-tutup-jika-blokade-as-lanjut

 

Respati, A.,  & Djumena, E. (2026, April 18). Dampak pembukaan Selat Hormuz bagi ekonomi Indonesia.

https://money.kompas.com/read/2026/04/18/170700226/dampak-pembukaan-selat-hormuz-bagi-ekonomi-indonesia

 

 

China: Pemenang Papan Atas di Tengah Krisis Energi Selat Hormuz

News Monday, 20 April 2026

Contributor: Naga Pamungkas

Editor: Naga Pamungkas

Selat Hormuz merupakan salah satu Selat yang  menjadi pembuluh nadi bagi distribusi dalam bidang perenergian, mengingat bahwa 20% proses distribusi  minyak dan gas alam harus melintasi selat selebar 50 km ini. Dengan ditutupnya selat ini akibat konflik Amerika-Israel dengan Iran, maka terjadi lah krisis energi yang juga berdampak kepada negara lain yang tidak terlibat dalam konflik ini.

Dalam Keadaan ini China menjadi salah satu negara yang paling unggul dan siap menghadapi keadaan ini. Disamping kepemilikan akses untuk melintas Selat Hormuz, China juga memiliki posisi yang terbilang strategis dalam dunia keenergian, berikut merupakan beberapa alasannya:

 

  1. Dominasi China dalam Hal Manufaktur Energi Bersih

Dalam hal Manufaktur energi bersih, negeri tirai bambu ini  bisa dikatakan menjadi salah satu negara papan atas yang sangat mendorong sektor ini. Data menunjukan bahwa negara china sendiri kurang lebih mengontrol sekitar 80% rantai pasokan tenaga surya dunia pada 2024 (Parmak, 2025). Disamping itu China juga menjadi negara terbesar dalam hal kapasitas tenaga surya dengan besaran 392 GW (H M Energi, 2023). Hal ini menandakan bahwa posisi china saat ini sangat strategis dalam hal energi yang mana dengan kuatnya kapasitas panel surya ini dapat menyokong China dari fenomena krisis energi.

 

  1. Terdepan dalam Kendaraan Bertenaga Listrik (EV)

Mobil EV atau electronic vehicle merupakan salah satu kendaraan yang menjadi trends masa ini ditandai dengan kehadiranya yang semakin hari makin luas di dunia. Saat ini China bisa dikatakan menjadi salah satu negara yang mengembangkan produk ini dengan ditandainya kehadiran-kehadiran produsen EV asal negara panda ini seperti Wuling, BYD, Chery, Geely, GAC AION, dan sebagainya. Disamping itu laporan International Energy Agency terkait Global EV Outlook 2025 menyatakan bahwa China memproduksi lebih dari 70% mobil listrik di dunia/global.

Pada dasarnya penutupan selat hormuz sangat menimbulkan dampak pada kenaikan harga minyak dunia yang tak lain merupakan salah satu bahan baku bahan bakar kendaraan. Dengan statusnya sebagai produsen 70% EV di dunia, China dapat bergantung pada produk mobil listriknya sebagai alat transportasi semisal mereka mengalami krisis terhadap minyak.

 

Referensi

 

Dundar Law. (2025). China’s global solar panel and battery domination. https://www.dundarlaw.co.uk/chinas-global-solar-panel-and-battery-domination

 

International Energy Agency. (2025). Global EV outlook 2025. https://www.iea.org/reports/global-ev-outlook-2025/executive-summary

Butler, G., & Mann, T. (2026). Iran: Apa Yang terjadi jika Iran menutup selat hormuz yang menjadi jalur minyak global?. BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/articles/c62drdgdn44o

Dari Limbah Sawit ke Energi: CPO Off Grade Tunjukkan Potensi sebagai Bahan Bakar Alternatif

News Tuesday, 3 February 2026

Contributor: Fawwaz Aqilah Nurmansyah

Editor:  Naga Pamungkas

Pemanfaatan CPO off grade sebagai bahan bakar alternatif mulai menunjukkan peluang nyata di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional. Bahan bakar ini berasal dari minyak sawit berkualitas rendah yang selama ini kurang dimanfaatkan, sehingga ketersediaannya relatif melimpah dan tidak bersaing langsung dengan kebutuhan pangan. Dalam riset terbaru, CPO off grade diuji melalui pengoperasian mesin pada kondisi terkontrol untuk mengevaluasi karakteristik pembakaran, performa, serta dampaknya terhadap emisi dan keausan komponen.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa dibandingkan solar komersial, penggunaan CPO off grade masih menghasilkan performa mesin yang lebih rendah, emisi gas buang yang lebih tinggi, serta tingkat keausan komponen yang lebih besar. Temuan ini mengindikasikan bahwa CPO off grade belum dapat menggantikan solar secara langsung tanpa perlakuan lanjutan. Namun demikian, hasil riset juga memperlihatkan bahwa bahan bakar ini dapat digunakan dan beroperasi secara berkelanjutan dalam pengujian jangka panjang.

Meski masih memiliki keterbatasan, CPO off grade berpotensi dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif (alternative energy) melalui pengondisian bahan bakar dan pengembangan teknologi lanjutan. Keunggulannya terletak pada ketersediaan yang melimpah, sifatnya yang terbarukan, serta peluang untuk mengurangi limbah industri sawit yang dapat berpotensi merusak lingkungan. Dengan pengembangan lebih lanjut, CPO off grade berpeluang berkontribusi dalam upaya diversifikasi energi dan penguatan ketahanan energi nasional.

Tolong buatkan saya caption untuk instagram @pse.ugm tentang artikel di atas yang rencananya akan di buat ke dalam feed instagram. Tolong untuk caption dibuat dengan bahasa seasik mungkin, semirip mungkin dengan konten konten instagram PSE UGM baru baru ini dan mencakupi inti dari artikel di atas

 

Value Chain Hilirisasi Nikel dan Tantangan Pemanfaatan di Dalam Negeri

News Saturday, 31 January 2026

 

Nikel merupakan salah satu logam non-ferrous strategis yang memiliki peran penting dalam industri global, terutama karena ketahanannya terhadap korosi serta sifat mekanik dan kimia yang unggul. Indonesia menempati posisi kunci dalam rantai pasok global nikel dengan total cadangan mencapai mencapai 55 juta ton atau sekitar 42,31% dari total cadangan global yang diperkirakan mencapai 130 juta ton (USGS, 2025), menjadikannya negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia.

Dalam rantai nilai hilirisasi, nikel Indonesia masih banyak diperdagangkan dalam berbagai bentuk, mulai dari nickel pig iron, ferronickel, nickel sulphate, precursor battery, hingga battery pack (Walaupun sebagaian ada yang sudah tidak diperdagangkan bebas). Data menunjukkan bahwa China menjadi aktor dominan dalam rantai pasok ini. China merupakan importir terbesar bahan baku nickel ore dari Indonesia, sekaligus masuk dalam lima besar negara pengimpor produk nickel sulphate dan precursor battery. Di sisi lain, China juga tercatat sebagai eksportir terbesar produk battery pack ke pasar global.

Sementara itu, produk antara seperti nickel sulphate dan precursor battery masih banyak diekspor ke negara-negara seperti Taipei, Korea Selatan, Belgia (Untuk Nickel Sulphate) dan Amerika Serikat,  Britania Raya, Singapura (precursor battery), menandakan bahwa nilai tambah di dalam negeri belum sepenuhnya optimal. Padahal, Indonesia telah menjadi salah satu produsen utama stainless steel dunia dan memiliki potensi besar untuk masuk lebih jauh ke industri baterai kendaraan listrik.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan hilirisasi dan pemanfaatan nikel di dalam negeri menjadi kunci strategis untuk meningkatkan nilai tambah, mengurangi ketergantungan impor produk hilir, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok baterai dan kendaraan listrik global.

 

Referensi Tambahan:

BKPM, 2023, Peta Jalan (Roadmap) Hilirisasi Investasi Strategis

 

 

Peneliti PSE UGM Ungkap Potensi Biochar sebagai Solusi Strategis Penyerapan CO₂

News Friday, 30 January 2026

Contributor: Hanifrahmawan Sudibyo

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta, PSE UGM- Upaya mitigasi perubahan iklim terus mendorong pengembangan teknologi penangkapan karbon yang efektif dan berkelanjutan. Peneliti Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada bersama mitra nasional dan internasional berhasil membuktikan potensi biochar sebagai material unggulan untuk CO₂ sequestration dari atmosfer dan tanah melalui riset yang dipublikasikan dalam Journal of Analytical and Applied Pyrolysis

Penelitian ini melibatkan kolaborasi lintas institusi, yakni UGM, University of Nottingham, BRIN, dan IPB, dengan fokus utama pada studi permodelan kinetika adsorpsi CO₂ pada biochar hasil pirolisis limbah sludge industri pulp dan kertas (PPMS). Hasil riset menunjukkan adanya sinergi strategis antara suhu pirolisis dan penggunaan katalis mineral, khususnya Fe-doped K-feldspar, yang mampu merekayasa struktur biochar agar memiliki kapasitas serap karbon dan stabilitas yang unggul.

Secara mekanistik, keberadaan katalis berbasis besi mendorong proses deoksigenasi dan aromatisasi, sehingga terbentuk matriks karbon sp² yang lebih stabil dan efektif dalam mengikat molekul CO₂. Variasi suhu pirolisis juga terbukti berperan penting dalam menggeser mekanisme adsorpsi dari kemisorpsi menuju fisisorpsi yang lebih optimal dan efisien. Kondisi terbaik dicapai pada suhu 400°C dengan konsentrasi katalis 2%, yang menghasilkan keseimbangan antara hasil produksi biochar, kapasitas adsorpsi, dan daya tahan material.

Temuan lainnya menunjukkan bahwa biochar yang dihasilkan memiliki stabilitas karbon jangka panjang dengan estimasi umur simpan hingga jutaan tahun, sekaligus mampu meningkatkan produk energi turunan seperti biocrude dan syngas kaya hidrogen dan metana. Dengan kapasitas penangkapan CO₂ mencapai 108 mg g⁻¹, inovasi ini membuka peluang integrasi teknologi biochar dalam kerangka ekonomi sirkular dan transisi energi berkelanjutan.

Penelitian ini didukung oleh pendanaan e-ASIA JRP dan Hibah PSE UGM, serta menjadi kontribusi strategis PSE UGM dalam pengembangan material hijau untuk mendukung target penurunan emisi karbon nasional dan global.

Energy Dictionary #5: Mineral Kritis dan Mineral Strategis dalam Kerangka Kebijakan Minerba Nasional

News Wednesday, 24 December 2025

Contributor: Ekrar Winata

Editor: Naga Pamungkas

Peningkatan kebutuhan mineral sebagai penopang transisi energi, industrialisasi, dan ketahanan nasional mendorong pemerintah Indonesia memperkuat kerangka kebijakan terkait mineral kritis dan mineral strategis. Melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 296 Tahun 2023 tentang Mineral Kritis dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 69 Tahun 2024 tentang Mineral Strategis, pemerintah menegaskan posisi mineral sebagai elemen vital dalam pembangunan ekonomi dan keamanan nasional.

Mineral kritis didefinisikan sebagai mineral yang memiliki kegunaan penting bagi perekonomian nasional dan pertahanan keamanan negara, berisiko tinggi terhadap gangguan pasokan, serta tidak memiliki pengganti yang layak. Penentuannya didasarkan pada empat kriteria utama, antara lain perannya sebagai bahan baku industri strategis nasional, nilai manfaat ekonomi dan pertahanan, risiko pasokan, serta keterbatasan substitusi. Definisi ini menempatkan mineral kritis sebagai komoditas yang memerlukan pengelolaan khusus dan berkelanjutan.

Sementara itu, mineral strategis memiliki cakupan yang lebih luas dalam konteks hilirisasi dan penguatan daya saing industri nasional. Mineral strategis mencakup mineral yang menjadi bahan baku industri strategis seperti industri kendaraan listrik, energi surya, farmasi, elektronika, dan pertahanan; mineral dengan potensi dominasi pasar global; serta mineral yang berkontribusi signifikan terhadap penerimaan negara dan cadangan devisa. Penggunaan masif mineral strategis dalam industri bernilai tambah tinggi menjadi landasan utama penetapannya.

Pengaturan tata kelola mineral kritis dan mineral strategis diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2025 tentang Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Pasal 157 ayat (5) memberikan mandat bagi pemerintah untuk menetapkan pengaturan khusus guna menjamin pasokan bahan baku bagi industri strategis dalam negeri serta mendukung optimalisasi hilirisasi mineral. Lebih lanjut, Pasal 188G menegaskan penarikan kewenangan perizinan usaha pertambangan mineral kritis dan strategis dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat, sekaligus memberikan dasar hukum bagi Menteri ESDM untuk menetapkan komoditas yang tergolong kritis dan strategis.

Bagi Pusat Studi Energi UGM, perkembangan kebijakan ini menjadi momentum penting untuk mendorong kajian lintas disiplin mengenai tata kelola sumber daya mineral, ketahanan pasokan, serta implikasinya terhadap percepatan transisi energi menuju clean energy dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

 

TURUT BANGGA! Pakar Pusat Studi Energi Turut Penuhi Panggilan DPR RI Indonesia Terkait Audiensi RUU Kelistrikan dan RUU EBET

News Thursday, 4 December 2025

Jakarta, PSE UGM-  Dalam rangka memenuhi panggilan DPR RI terkait audiensi RUU Kelistrikan dan RUU EBET Pakar PSE UGM yang diwakili oleh Prof. IR. Tumiran dan Prof Mailinda Eka Yuniza turut hadir memenuhi panggilan anggota dewan pada tanggal 01 Desember 2025. Panggilan ini dimaksudkan untuk memberikan masukan-masukan terkait RUU Kelistrikan dan RUU EBET yang sudah terimplementasikan saat ini. Selain PSE UGM, juga terdapat beberapa stakeholder lain yang turut serta memberi masukan dalam audiensi ini seperti Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Generasi Energi Bersih Indonesia, dan Indonesia Parliamentary Center (`IPC). Diharapkan bahwa  audiensi ini dapat memberikan perkembangan positif terhadap RUU Kelistrikan dan RUU EBET di Indonesia kedepanya serta menyokong kualitas electricity di Indonesia.

Kerja Sama Siap Dimulai: Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Organisasi Riset Kebumian dan Maritim BRIN Bersama PSE UGM Sudah Berhasil Dilakukan

News Thursday, 27 November 2025

Contributor: Ekrar Winata

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta, PSE UGM- Tepatnya pada 27 November 2025 gong kerja sama telah berbunyi di Fakultas Pertanian UGM yang mana menandakan kerjasama antara Organisasi Riset Kebumian dan Maritim BRIN bersama PSE UGM telah berhasil dilakukan. Penandatanganan ini berlangsung dengan lancar dengan Prof Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU. Semoga kerjasama ini dapat memberikan manfaat serta meningkatkan kualitas education dan research di Indonesia.

Kepala Pusat Studi Energi Berikan Terobosan Pemikiran Dalam Diskusi Kebijakan Energi Nasional Yang Diselenggarakan Oleh PT PGN

News Wednesday, 26 November 2025

Contributor: Akmal Irfan Majid

Editor: Naga Pamungkas

 

Jakarta, PSE UGM- Kepala Pusat Studi Energi (Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU) berkesempatan untuk memberikan terobosan pemikiran dalam Diskusi Kebijakan Energi Nasional yang diselenggarakan oleh Pertamina Gas Negara (PGN). Diharapkan diskusi yang berlangsung di Jakarta 25 November 2025 ini dapat memberikan kontribusi kebijakan terkait clean and green energy.

123…5

Pusat Studi Energi
Sekip Blok K1.A Kampus Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta - Indonesia
Tel/Fax: +62-0274-549429 | e-mail : pse@ugm.ac.id

Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Energi

Universitas Gadjah Mada

Sekip Blok K1-A Yogyakarta 55281

pse@ugm.ac.id
 +62 (274) 549429
 +62 (274) 549429

© Pusat Studi Energi - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY