• UGM
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Energi
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang PSE
    • Pengantar
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Kegiatan
    • Kerjasama
    • Personalia
  • Program Kerja
  • Jasa
    • Jasa Survei Geofisika untuk Eksplorasi Air Tanah
    • Jasa Survei Geofisika untuk Geoteknik
    • Jasa Audit Energi
  • PENELITIAN
  • Pelatihan
  • Kontak
  • Beranda
  • News
  • page. 2
Arsip:

News

POLICY BRIEF : Bridging the Gender Gaps in Indonesia’s Energy Transition

News Sunday, 19 April 2026

Policy Brief ini menilai dimensi gender dalam transisi energi Indonesia, memberikan wawasan dan rekomendasi untuk memastikan bahwa proses transisi tidak hanya mendorong tercapainya target iklim dan energi Indonesia, tetapi juga secara aktif mengintegrasikan perspektif gender ke dalam transisi tersebut.

Transisi energi yang inklusif dapat meningkatkan partisipasi angkatan kerja, mengatasi kekurangan tenaga terampil di sektor energi bersih, serta meningkatkan produktivitas. Sementara itu, kebijakan dan inisiatif energi yang responsif terhadap gender dapat membantu mengatasi ketidaksetaraan struktural.

Fokus Dokumen  ini terdiri dari tiga bagian utama. Pertama, kami menyajikan analisis terhadap lanskap kebijakan dan regulasi terkait transisi energi dan kesetaraan gender, serta titik-titik persinggungannya. Selanjutnya, kami mengkaji keterlibatan perempuan dalam transisi energi, khususnya di bidang pendidikan, ketenagakerjaan, dan kepemimpinan. Terakhir, kami menyajikan analisis singkat mengenai pengalaman perempuan dalam mengelola sistem energi tingkat rumah tangga dan komunitas di pedesaan Indonesia, serta kapasitas mereka untuk berpartisipasi dan memperoleh manfaat dari inisiatif energi terbarukan.

Dokumen ini disusun berdasarkan tinjauan pustaka (desk review), serta wawancara langsung, survei, diskusi kelompok terarah (focus group discussions), dan kunjungan lapangan yang dilakukan antara tahun 2023 dan 2024.

Policy brief ini disusun berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Pusat Studi Energi (PSE), Universitas Gadjah Mada didukung oleh proyek bantuan teknis Asian Development Bank (ADB) TA10089-REG “Integrating Gender and Social Inclusion Dimensions in Climate Change Interventions in Southeast Asia”.

Dokumen dapat diunduh disini.

FGD Strategis BPH Migas–UGM Bahas Skema Tarif 0% untuk Gas Bumi Tertentu

News Friday, 17 April 2026

Bumi Tertentu

Contributor: Ardika Dhafka Alhaqie

Editor: Naga Pamungkas

Dalam upaya memperkuat kebijakan sektor energi nasional, Komite BPH Migas bersama Tim Kajian PSE UGM menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kajian Penyusunan Rancangan Peraturan BPH Migas Tentang Jenis Kegiatan, Besaran, Persyaratan, dan Tata Cara Pengenaan Tarif Atas Iuran Sampai Dengan 0% untuk Penyaluran Gas Bumi Tertentu”. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 April 2026.

FGD dilaksanakan secara hybrid, dengan sesi daring melalui Zoom pada 13–14 April 2026, serta dilanjutkan secara luring pada 15–17 April 2026 di The Manohara Hotel Yogyakarta. Kegiatan ini mempertemukan para pemangku kepentingan utama, khususnya Komite BPH Migas dan tim akademisi dari PSE UGM, dalam forum diskusi yang konstruktif dan mendalam.

Tujuan utama dari FGD ini adalah untuk menggali informasi secara komprehensif terkait kajian Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Pembahasan difokuskan pada penyusunan rancangan regulasi yang mencakup jenis kegiatan, besaran tarif, persyaratan, serta tata cara pengenaan iuran yang berpotensi mencapai hingga 0% untuk penyaluran gas bumi tertentu.

Melalui diskusi intensif yang berlangsung selama kegiatan, para peserta diharapkan mampu memberikan masukan berbasis data dan analisis yang kuat. Hal ini penting guna memastikan bahwa kebijakan yang dirumuskan nantinya tidak hanya mendukung efisiensi distribusi gas bumi, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing industri nasional serta mendorong pemanfaatan energi yang lebih optimal.

Hasil dari FGD ini diharapkan dapat menjadi landasan yang solid dalam penyusunan kajian Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kebijakan energi yang berkelanjutan dan berkeadilan di Indonesia.

 

Penandatanganan MOU Kerjasama antara PT TPP dengan UGM

News Monday, 13 April 2026

Kontributor: Budiyati Kuswandari

Editor:Naga Pamungkas

 

Yogyakarta, PSE UGM- Tepatnya pada 13 November 2026, UGM mengadakan perjanjian kerjasama bersama PT Tanamal Phinisi Properti, sebuah perusahaan properti dari Makasar. Penandatanganan MOU kerjasama ini diinisiasi oleh Pusat Studi Energi UGM dan diselenggarakan di Gedung Rektorat Universitas Gadjah Mada. Kerja sama yang dibuat antara lain bergerak dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia. Diharapkan bahwa kerjasama ini akan memberikan dampak yang lebih positif kepada masyarakat dan bangsa.

Syawalan Keluarga Besar PSE UGM

News Thursday, 2 April 2026

 

Contributor: Fawwaz Aqilah N

Editor: Naga Pamungkas

 

Yogyakarta, PSE UGM-  Tepatnya di momentum awal PSE UGM mulai beroperasi kembali setelah lebaran, Plh Kepala Pusat Studi Energi UGM adakan syawalan yang dihadiri oleh segenap civitas Pusat Studi Energi UGM termasuk jajaran tenaga ahli yang selama ini telah memberikan kontribusi nyata terhadap Pusat Studi Energi UGM dan juga Indonesia. Syawalan kali ini dilakukan di Kantor PSE UGM Sekip pada 1 April 2026 dengan tujuan mempererat jaringan silaturahmi antara keluarga besar PSE UGM. Acara dimulai dengan Pembukaan oleh Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D, IPU, dilanjut dengan Sambutan oleh care taker Pusat Studi Energi UGM Prof. Ir. Selo Sulistyo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D.,  IPU., ASEAN Eng., Pemberian wejangan oleh sesepuh PSE UGM, dan Makan-makan bersama. MC sekaligus pembawa acara syawalan kali ini, Fawwaz Aqilah S.T., mengatakan bahwa acara ini terbilang sangat sukses “ Alhamdulilah acara syawalan ini lancar dan mengesankan menurut saya”. Diharapkan acara-acara kedepan akan dapat berjalan dengan lancar seperti syawalan ini.

Energypedia: Sekarang Mari Kita Lihat Potensi Gelombang Laut Indonesia

NewsRenewable Energy Monday, 9 March 2026

Contributor: Ekrar Wianata

Editor: Naga Pamungkas

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi energi laut yang sangat besar, salah satunya berasal dari gelombang laut. Karakteristik perairan Indonesia yang beragam menciptakan peluang pengembangan energi terbarukan berbasis gelombang, terutama di wilayah yang langsung berhadapan dengan samudra lepas.

Wilayah selatan Jawa, Bali, dan kawasan Nusa Tenggara serta bagian barat Sumatra yang menghadap langsung ke Samudra Hindia dikenal memiliki intensitas gelombang tinggi dan relatif stabil sepanjang tahun. Kondisi ini menjadikan kawasan tersebut sebagai lokasi strategis untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga gelombang laut.

Secara teknis, potensi energi gelombang di Barat Sumatera dan pesisir selatan Jawa dapat mencapai hingga 25 kW per meter (kW/m). Angka ini menunjukkan kapasitas energi yang cukup besar dan menjanjikan untuk dikonversi menjadi listrik. Sementara itu, wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur memiliki potensi hingga 20 kW/m. Di kawasan timur Indonesia, seperti Tenggara Maluku dan pesisir Papua Selatan, potensi gelombang laut diperkirakan mencapai 10 kW/m.

Besarnya potensi ini membuka peluang bagi pengembangan teknologi konversi energi gelombang sebagai bagian dari bauran energi nasional. Dengan dukungan riset, inovasi teknologi, dan kebijakan yang tepat, energi gelombang laut dapat menjadi solusi energi bersih yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan energi di wilayah pesisir Indonesia.

 

Energypedia: Oscillating Water Column? Apa Itu?

News Monday, 9 March 2026

 

Contributor: Ekrar Wianata

Editor: Naga Pamungkas

Dalam upaya memanfaatkan potensi energi gelombang laut, salah satu teknologi yang banyak dikembangkan adalah Oscillating Water Column (OWC). Teknologi ini bekerja berdasarkan prinsip kolom air yang berosilasi atau bergerak naik-turun akibat dorongan gelombang laut.

Secara sederhana, mekanisme OWC dimulai ketika gelombang laut masuk ke dalam sebuah ruang atau chamber yang sebagian strukturnya terendam air. Ketika gelombang datang, permukaan air di dalam chamber akan naik, lalu turun kembali saat gelombang surut. Pergerakan naik-turun ini menyebabkan udara di bagian atas ruang terdorong keluar dan kemudian terhisap kembali secara bergantian.

Aliran udara dua arah tersebut dimanfaatkan untuk memutar turbin, umumnya menggunakan turbin Wells yang dirancang agar tetap berputar meskipun arah aliran udaranya berubah. Putaran turbin kemudian menggerakkan generator untuk menghasilkan energi listrik. Dengan mekanisme ini, energi kinetik gelombang laut dapat dikonversi menjadi listrik tanpa perlu sistem yang terlalu kompleks.

Salah satu keunggulan utama OWC adalah strukturnya yang relatif sederhana. Teknologi ini dapat dibangun di kawasan pesisir (shoreline) maupun di struktur pemecah gelombang atau breakwater pelabuhan. Selain itu, OWC memiliki minim komponen bergerak di dalam air sehingga risiko korosi dan gangguan terhadap ekosistem laut dapat ditekan. Dibandingkan teknologi terapung di laut dalam, sistem ini juga cenderung lebih mudah dalam hal perawatan.

Dengan karakteristik tersebut, OWC menjadi salah satu opsi menarik dalam pengembangan energi laut berkelanjutan di Indonesia.

Yuk! Kepoin Hal–Hal kecil yang Dapat Memperkaya Pahala Kita di Ramadhan Ini

News Friday, 20 February 2026

Contributor: Naga Pamungkas

Editor: Naga Pamungkas209

 

Halo sobat energi, hari ini tak lain dan tak bukan kita sudah menginjakan kaki kita di bulan ramadhan, bulan penuh berkah dimana semua pahala hasil perbuatan baik kita akan dilipatgandakan. Hal ini juga di dukung dengan Hadits Riwayat Muslim No 1151 dengan bunyi “Setiap amalan kebaikan anak Adam akan dilipatgandakan menjadi 10 hingga 700 kali dari kebaikan yang semisal. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya), “Kecuali puasa, amalan tersebut untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya karena dia telah meninggalkan syahwat dan makanannya demi Aku”.  Nah dalam Rangka menyambut Ramadhan, Kali ini Energy Man akan membahas terkait beberapa kebaikan-kebaikan kecil dan praktis yang dapat berdampak baik bagi Lingkungan kita sekitar.

1. Terapkan prinsip hemat di bulan Ramadhan

Bulan ramadhan pada dasanya merupakan bulan yang sangat berkah terutama dengan hadirnya puasa di bulan suci ini. Disamping itu, pada momen ini, banyak orang yang cenderung mengkonsumsi/memasak makanan secara masif dan berlebihan yang merupakan hal yang kurang disukai oleh Allah S.W.T. Hal ini didukung dengan QS. Al- Isra: 26 yang berbunyi“…Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.”  Selain itu dengan tidak memasak secara masif, kita dapat menghemat energi pengeluaran harian bahkan bulanan.

 2. Kurangi penggunaan gadget.

Mengurangi penggunaan gadget, kita dapat lebih berfokus untuk melakukan ibadah seperti sholat, berdzikir, dan sebagainya. Disamping itu kita juga bisa mengurangi pengeluaran energi kita, sehingga energi serta listrik di Indonesia dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.

3. Mengurangi Penggunaan Mobil dan Motor

Di bulan Ramadhan tentu kita akan banyak bermobilitas terutama dalam hal melaksanakan ibadah di masjid. Maka dari itu, berjalan kaki merupakan solusi yang tepat untuk bermobilitas di bulan ramadhan ini, terutama saat bertransportasi ke masjid. Dengan berjalan kaki kita dapat mengurangi emisi/polusi udara sehingga kualitas udara dapat lebih baik. Selain itu, dengan berjalan kaki  ke masjid,  kita dapat juga menghapus dosa kita dikarenakan setiap langkah menuju masjid merupakan penghapusan dosa “Setiap langkah menuju masjid akan mengangkat satu derajat dan menghapus satu kesalahan (dosa).” (HR. Muslim no. 663).

PSE UGM Adakan Klarifikasi dan Finalisasi Data Pekerjaan Jasa Penyusunan Kajian Potensi Pembangunan PLTS

News Friday, 13 February 2026

Contributor: Ekrar Winata

Editor: Naga Pamungkas

 

Yogyakarta, PSE UGM- Tepatnya di tanggal 13 Februari 2026 PSE UGM (Pusat Studi Energi UGM) menggelar FGD (Focus Group Discussion) dengan PLN Unit Pembangktit dan PLN Nusantara Power yang bertujuan untuk melakukan konfirmasi data terkait kajian “Jasa Penyusunan Kajian Potensi Pembangunan PLTS”. FGD ini diselenggarakan pukul 08.00 sampai dengan 16.30 yang diawali dengan pembukaan oleh PLN NP dsn PSE UGM, pemaparan awal dari Tim PSE UGM, Penjelasan mekanisme klarifikasi dan finalisasi data hingga dilaksanakannya acara utama yang merupakan Focus Group Discussion.

 

Pada sesi pembukaan, Ibu Lusiana Ester selaku VP Corporate Finance PLN Nusantara Power (PLN NP) menegaskan bahwa sebagai pioner kelistrikan Indonesia, PLN harus selalu berinovatif dalam bidang kelistrikan “ Saat ini kondisi PLTS di Indonesia didominasi oleh swasta dengan rincian 70 % PLTS diinisiasi oleh swasta dan 30% oleh PLN. Maka dari itu, PLN selaku penopang kelistrikan di Indonesia harus selalu melakukan inovasi agar inisiatif inisiatif kelistrikan di Indonesia dapat terlaksana”. Diharapkan bahwa acara FGD ini dapat memberikan kontribusi terhadap clean energy  dan juga mencapai tujuan kajian ini yang tak lain merupakan meningkatkan efisiensi biaya, melakukan optimalisasi dan kontribusi dalam efisiensi dan penurunan BPP, optimalisasi asset, dan perbaikan efisiensi dan keandalan pembangkit serta mendukung kontribusi perseroan di sistem kelistrikan PLN.

Energypedia: Serbuk Besi Bisa Digunakan Untuk Clean Energy? Yuk Kepoin Lebih Dalam Riset Tenaga Ahli PSE UGM

News Tuesday, 10 February 2026

Contributor: Willie Prasidha

Editor: Naga Pamungkas

Serbuk besi kini mulai dilirik sebagai alternatif energi bersih yang menjanjikan pengganti bahan bakar fosil. Berbeda dengan batu bara atau minyak, ketika serbuk besi dibakar, ia menghasilkan panas tanpa melepaskan emisi COx yang merusak lingkungan. Menariknya lagi, setelah dibakar, residunya bisa “didaur ulang” melalui proses reduksi sehingga bisa digunakan kembali. Artinya, serbuk besi bukan bahan bakar sekali pakai, melainkan bagian dari siklus energi yang berulang.

Keunggulan lainnya adalah ketersediaannya yang melimpah di alam, relatif aman untuk disimpan dan ditransportasikan, serta kompatibel dengan infrastruktur industri yang sudah ada. Inilah yang membuat serbuk besi berpotensi digunakan dalam skala besar, baik untuk kebutuhan panas industri maupun sistem energi masa depan.

Untuk mendorong penerapannya di dunia nyata, penelitian ini menguji bagaimana serbuk besi terbakar dalam konfigurasi pembakar semi-praktis, mendekati kondisi operasional sesungguhnya. Salah satu temuan pentingnya adalah cara menjaga agar pembakaran tetap stabil tanpa perlu suplai panas dari luar. Dengan kata lain, setelah menyala, pembakaran bisa berlangsung secara mandiri (self-sustained). Ini menjadi langkah penting menuju sistem energi yang efisien dan aplikatif.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa serbuk besi dapat melewati siklus pembakaran dan reduksi berulang kali tanpa penurunan performa. Artinya, material ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga stabil secara performa dan ekonomis untuk penggunaan jangka panjang.

Dengan emisi yang sangat rendah dan kepadatan energi yang tinggi, serbuk besi menawarkan peluang besar sebagai “penyimpan dan pembawa energi” yang dapat didaur ulang. Jika terus dikembangkan, teknologi ini bisa menjadi bagian penting dari masa depan energi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan tahan terhadap krisis.

 

Nb: Researcher : Dr. Ir. Willie Prasidha, S.T., M.Eng.

Dari Limbah Sawit ke Energi: CPO Off Grade Tunjukkan Potensi sebagai Bahan Bakar Alternatif

News Tuesday, 3 February 2026

Contributor: Fawwaz Aqilah Nurmansyah

Editor:  Naga Pamungkas

Pemanfaatan CPO off grade sebagai bahan bakar alternatif mulai menunjukkan peluang nyata di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional. Bahan bakar ini berasal dari minyak sawit berkualitas rendah yang selama ini kurang dimanfaatkan, sehingga ketersediaannya relatif melimpah dan tidak bersaing langsung dengan kebutuhan pangan. Dalam riset terbaru, CPO off grade diuji melalui pengoperasian mesin pada kondisi terkontrol untuk mengevaluasi karakteristik pembakaran, performa, serta dampaknya terhadap emisi dan keausan komponen.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa dibandingkan solar komersial, penggunaan CPO off grade masih menghasilkan performa mesin yang lebih rendah, emisi gas buang yang lebih tinggi, serta tingkat keausan komponen yang lebih besar. Temuan ini mengindikasikan bahwa CPO off grade belum dapat menggantikan solar secara langsung tanpa perlakuan lanjutan. Namun demikian, hasil riset juga memperlihatkan bahwa bahan bakar ini dapat digunakan dan beroperasi secara berkelanjutan dalam pengujian jangka panjang.

Meski masih memiliki keterbatasan, CPO off grade berpotensi dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif (alternative energy) melalui pengondisian bahan bakar dan pengembangan teknologi lanjutan. Keunggulannya terletak pada ketersediaan yang melimpah, sifatnya yang terbarukan, serta peluang untuk mengurangi limbah industri sawit yang dapat berpotensi merusak lingkungan. Dengan pengembangan lebih lanjut, CPO off grade berpeluang berkontribusi dalam upaya diversifikasi energi dan penguatan ketahanan energi nasional.

Tolong buatkan saya caption untuk instagram @pse.ugm tentang artikel di atas yang rencananya akan di buat ke dalam feed instagram. Tolong untuk caption dibuat dengan bahasa seasik mungkin, semirip mungkin dengan konten konten instagram PSE UGM baru baru ini dan mencakupi inti dari artikel di atas

 

1234…21

Pusat Studi Energi
Sekip Blok K1.A Kampus Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta - Indonesia
Tel/Fax: +62-0274-549429 | e-mail : pse@ugm.ac.id

Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Energi

Universitas Gadjah Mada

Sekip Blok K1-A Yogyakarta 55281

pse@ugm.ac.id
 +62 (274) 549429
 +62 (274) 549429

© Pusat Studi Energi - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY