Contributor : Naga Pamungkas
Editor : Naga Pamungkas
Yogyakarta, 19 Agustus 2026 — Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) bersama Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) terkait pengembangan Waste-to-Energy (WtE) di kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Rabu (19/8). Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Tentrem, Yogyakarta, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah daerah serta organisasi perangkat daerah.
FGD ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperoleh informasi dan data primer yang diperlukan dalam mendukung kajian pengembangan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan TPST Piyungan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan memperoleh klarifikasi mengenai kebijakan yang berlaku serta menghimpun masukan dari pemerintah daerah terkait berbagai aspek yang berpengaruh terhadap pengembangan proyek.
Dalam pelaksanaannya, diskusi secara khusus membahas sejumlah aspek strategis, meliputi aspek sosial, ekonomi, legal, dan teknis. Berbagai aspek tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pengembangan proyek PSEL dapat berjalan secara komprehensif serta selaras dengan kondisi dan kebutuhan daerah.
Kegiatan FGD dihadiri oleh perwakilan pemerintah dan dinas di tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, serta Kota Yogyakarta. Selain itu, turut hadir perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Sekretariat Bersama Kartamantul.
Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi eksisting, kebutuhan, tantangan, serta peluang pengembangan proyek PSEL di TPST Piyungan. Masukan dari pemerintah daerah juga menjadi salah satu elemen penting dalam mengidentifikasi faktor pendukung maupun potensi kendala yang perlu diperhatikan dalam tahapan pengembangan proyek.
Melalui forum ini, PSE UGM dan PNRE berupaya membangun ruang dialog yang konstruktif dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait. Hasil diskusi diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam proses kajian serta mendukung perumusan strategi pengembangan Waste-to-Energy yang sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan pengelolaan sampah di kawasan TPST Piyungan.











