• UGM
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Energi
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang PSE
    • Pengantar
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Kegiatan
    • Kerjasama
    • Personalia
  • Program Kerja
  • Jasa
    • Jasa Survei Geofisika untuk Eksplorasi Air Tanah
    • Jasa Survei Geofisika untuk Geoteknik
    • Jasa Audit Energi
  • PENELITIAN
  • Pelatihan
  • Kontak
  • Beranda
  • News
Arsip:

News

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Pasokan Dialihkan untuk Kebutuhan Domestik

News Wednesday, 28 October 2026

Contributor   : Naga Pamungkas

Editor             : Naga Pamungkas

Yogyakarta — Pemerintah Indonesia mulai mengurangi ekspor gas bumi ke Singapura pada 24 Oktober 2026. Kebijakan ini dilakukan dengan mengalihkan sebagian pasokan gas dari Natuna dan Sumatera untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, khususnya sektor ketenagalistrikan. Di sisi lain, Singapura menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, mulai dari diversifikasi sumber pasokan gas hingga peningkatan kesiapan fasilitas impor gas alam cair atau liquefied natural gas(LNG).

Alasan Indonesia Mengurangi Ekspor Gas ke Singapura

Berdasarkan pemberitaan Dunia Energi (2026), Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa pengurangan ekspor gas dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan gas bumi bagi kebutuhan listrik domestik. Pemerintah mengalihkan pasokan gas dari Natuna ke PT PLN Batam sebesar 15 juta kaki kubik standar per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd). Selain itu, pasokan gas dari Sumatera ke Singapura dikurangi sebesar 16 MMscfd.

Pengalihan tersebut ditujukan untuk memperkuat ketersediaan energi bagi kebutuhan dalam negeri. Gas dari Natuna disalurkan melalui pipa West Natuna Transportation System (WNTS), Pulau Pemping, hingga Batam. Sementara itu, pasokan gas dari Sumatera yang sebelumnya dikirim melalui pipa Transgasindo (TGI) akan dialihkan untuk mendukung kebutuhan kelistrikan di Batam, Bintan, dan Sumatera.

Kebijakan ini juga sejalan dengan Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang menegaskan prioritas pemanfaatan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pemerintah juga tengah mendorong pemanfaatan gas sebagai bahan baku industri, termasuk pengembangan industri hilirisasi petrokimia. Dengan demikian, pengurangan ekspor diharapkan dapat membantu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas nasional untuk mendukung ketahanan energi dan aktivitas ekonomi domestik.

Langkah yang Dilakukan Singapura Setelah Indonesia Memangkas Ekspor Gas

Menanggapi pengurangan pasokan gas dari Indonesia, pemerintah Singapura menyiapkan beberapa strategi untuk menjaga keamanan dan keandalan pasokan energi. Menteri Energi, Perdagangan, dan Industri Singapura, Tan See Leng, menyampaikan bahwa negaranya akan mendiversifikasi sumber impor gas dari berbagai negara, mempertahankan kesiapan fasilitas LNG, serta memastikan Singapore GasCo siap meningkatkan impor LNG apabila diperlukan (Hidayat, 2026).

Selain itu, Singapura mewajibkan perusahaan pembangkit listrik untuk mempertahankan cadangan bahan bakar diesel yang memadai sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan pasokan gas yang lebih besar. Dalam jangka menengah, pemerintah Singapura juga sedang membangun terminal LNG kedua dan berupaya mendiversifikasi bauran energi untuk memperkuat ketahanan pasokan.

Pemerintah Singapura menyatakan bahwa pengurangan pasokan gas dari Indonesia tidak serta-merta menimbulkan krisis energi. Tan See Leng menjelaskan bahwa pengurangan pasokan yang dilaporkan pemerintah Singapura sebesar 17 miliar British thermal units per hari (BBTUD) selama 18 hari mencakup kurang dari 2% kebutuhan gas harian sektor ketenagalistrikan negara tersebut. Singapura juga menyatakan memiliki pasokan pengganti yang memadai dari sumber lain, termasuk LNG (Ministry of Energy, Trade and Industry Singapore, 2026).

Di samping langkah teknis tersebut, Singapura juga menyoroti aspek kontrak komersial dalam perdagangan gas dengan Indonesia. Pemerintah Singapura menyatakan bahwa importir gasnya, Gas Supply Pte Ltd (GSPL), akan berkomunikasi dengan pemasok Indonesia untuk memastikan pemenuhan ketentuan kontrak dan menilai kemungkinan langkah komersial yang dapat ditempuh apabila ditemukan pelanggaran.

Implikasi bagi Ketahanan Energi Indonesia

Pengurangan ekspor gas ke Singapura menunjukkan pentingnya menyeimbangkan komitmen perdagangan energi dengan kebutuhan pasokan domestik. Pengalihan gas untuk pembangkit listrik berpotensi memperkuat keandalan pasokan energi di wilayah yang membutuhkan, sementara kebijakan pemanfaatan gas untuk industri dapat mendukung peningkatan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

Namun, pelaksanaan kebijakan tersebut tetap perlu memperhatikan kesiapan infrastruktur distribusi, kebutuhan konsumen domestik, serta ketentuan kontrak perdagangan yang berlaku. Perencanaan yang matang diperlukan agar optimalisasi gas untuk kebutuhan dalam negeri dapat berjalan seiring dengan kepastian usaha dan keberlanjutan kerja sama energi regional.

Ke depan, pemanfaatan gas bumi secara strategis menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga ketahanan energi nasional. Penguatan infrastruktur, pengelolaan pasokan, dan koordinasi antarpemangku kepentingan diperlukan agar gas bumi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kebutuhan listrik dan pertumbuhan industri Indonesia.

Referensi

 

Hidayat, A. (2026, 26 Oktober). Langkah Singapura usai RI pangkas ekspor gas. detikFinance. https://finance.detik.com/energi/d-8723969/langkah-singapura-usai-ri-pangkas-ekspor-gas

Indrawan, R. (2026, 24 Oktober). Indonesia resmi pangkas ekspor gas ke Singapura. https://www.dunia-energi.com/indonesia-resmi-pangkas-ekspor-gas-ke-singapura/

Ministry of Energy, Trade and Industry Singapore. (2026, 25 Oktober). Remarks by Minister Tan See Leng at the media doorstop on Indonesia gas exports. https://www.meti.gov.sg/newsroom/remarks-by-minister-tan-see-leng-at-the-media-doorstop-on-indonesia-gas-exports/

 

Program Listrik Desa 2025–2029, Upaya Pemerintah Perluas Akses Energi hingga Pelosok Negeri

News Tuesday, 27 October 2026

Contributor : Naga Pamungkas
Editor : Naga Pamungkas
Yogyakarta – Dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional, perluasan akses listrik menjadi salah satu langkah penting untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI bersama PT PLN (Persero) menjalankan Program Listrik Desa (Lisdes) 2025–2029 untuk memperluas akses listrik, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Mengacu pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, program ini menargetkan elektrifikasi di 5.758 desa serta penyambungan listrik bagi 1,2 juta rumah tangga. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas jangkauan layanan kelistrikan dan memastikan masyarakat di wilayah pelosok memperoleh akses energi yang memadai.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyampaikan bahwa Program Listrik Desa merupakan wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat di wilayah terpencil. Menurutnya, akses listrik tidak hanya memberikan penerangan, tetapi juga membuka peluang bagi peningkatan kualitas pendidikan, produktivitas ekonomi, dan pelayanan kesehatan.
Pada akhir 2024, rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,83%. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 100% pada 2029–2030. Melalui Program Listrik Desa, pemerintah berupaya menjangkau masyarakat yang belum menikmati layanan listrik sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.
Pemerataan akses listrik menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh tersedianya infrastruktur kelistrikan, tetapi juga oleh keberlanjutan layanan, keandalan pasokan, dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Dalam momentum Hari Listrik Nasional, Program Listrik Desa menjadi pengingat bahwa akses energi yang merata merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan Indonesia yang lebih inklusif.

 

PSE UGM Berduka atas Berpulangnya Dr. Ir. Akmal Irfan Majid, S.T., M.Eng.

News Monday, 26 October 2026

(Dr.Ir Akmal Irfan Majid bersama Prof. Deendarlianto)

Contributor              : Naga Pamungkas

Editor                        : Naga Pamungkas

Yogyakarta, 13 Oktober 2026 — Keluarga besar Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Dr. Ir. Akmal Irfan Majid, S.T., M.Eng., pada Jumat, 9 Oktober 2026. Almarhum merupakan pengajar di Departemen Teknik Mesin dan Industri UGM yang merangkap sebagai Sekretaris Program Studi Teknik Mesin UGM serta tenaga ahli PSE UGM yang telah berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan bidang energi.

Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok akademisi yang mendedikasikan keilmuan dan pengabdiannya bagi dunia pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi. Perjalanan pendidikannya ditempuh di Departemen Teknik Mesin dan Industri Universitas Gadjah Mada untuk jenjang sarjana (S1) dan magister (S2), kemudian dilanjutkan pada jenjang doktoral (S3) di Technische Universiteit Eindhoven, Belanda.

Salah satu bagian penting dalam perjalanan almarhum adalah keterlibatannya dalam pengembangan Bimasakti Racing Team. Almarhum pernah dipercaya menjadi kapten pertama tim tersebut. Pengalaman ini mencerminkan kontribusinya dalam pengembangan teknologi, kerja sama tim, dan inovasi di lingkungan mahasiswa UGM.

(Dr.Ir. Akmal Irfan Majid saat menjadi Kapten Pertama Bimasakti Racing Team)

Dalam perjalanan akademiknya, almarhum juga memiliki hubungan keilmuan dengan Prof. Deendarlianto yang menjadi pembimbing skripsi dan tesisnya. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan intelektual yang membentuk kiprah almarhum sebagai akademisi dan peneliti.

(Dr.Ir. Akmal Irfan Majid sebagai delegasi UGM dalam Thirth International Conference on Multiphase Flow 2016)

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, mahasiswa, serta seluruh pihak yang pernah bekerja dan menimba ilmu bersama beliau. Namun, pengetahuan dan keilmuan yang telah dibagikan akan senantiasa menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

(Dr.Ir.Akmal Irfan Majid bersama Ardyanto Fitrady, Ph.D dalam Global Hydrogen Ecosystem Summit &Exhibition 2025)

Keluarga besar PSE UGM menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan.

Selamat jalan, Dr. Ir. Akmal Irfan Majid, S.T., M.Eng. Dedikasi dan jejak pengabdianmu akan senantiasa kami kenang.

PSE UGM Ajak Masyarakat Hemat Energi dalam Peringatan Hari Energi Dunia 2026

News Thursday, 22 October 2026

Contributor                  : Naga Pamungkas

Editor                            : Naga Pamungkas

Yogyakarta, 22 Oktober 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Energi Dunia, Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan menerapkan kebiasaan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan ini menjadi pengingat bahwa efisiensi energi dapat dimulai dari langkah sederhana di rumah, tempat kerja, maupun lingkungan sekitar.

Naga Pamungkas, S.I.Kom., selaku peneliti bidang Sosial dan Public Relations PSE UGM, membagikan sejumlah tips praktis untuk menghemat energi. Langkah tersebut meliputi mematikan perangkat elektronik dan lampu saat tidak digunakan, mengganti lampu konvensional dengan lampu LED, serta memilih moda transportasi yang lebih efisien energi dan ramah lingkungan, seperti bersepeda untuk perjalanan jarak dekat.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk memantau konsumsi energi secara rutin agar penggunaannya dapat dievaluasi secara mandiri. Pemilihan peralatan elektronik dengan label hemat energi juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi penggunaan listrik di rumah tangga.

Melalui peringatan Hari Energi Dunia, PSE UGM berharap masyarakat semakin memahami pentingnya penggunaan energi secara bijak dan bertanggung jawab. Kebiasaan hemat energi yang diterapkan secara konsisten dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendukung efisiensi energi dan mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Referensi

International Energy Agency. (n.d.). Savingenergy. https://www.iea.org/topics/saving-energy

Hari Santri Nasional 2026: PSE UGM Soroti Peran Pesantren dalam Mendukung Transisi Energi

News Thursday, 22 October 2026

Contributor        : Naga Pamungkas

Editor                  : Naga Pamungkas

Yogyakarta, 22 Oktober 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) mengajak masyarakat untuk melihat potensi pesantren dalam mendukung transisi energi melalui pemanfaatan energi terbarukan dan penerapan efisiensi energi di lingkungan pendidikan keagamaan.

Salah satu contoh penerapan energi terbarukan dapat ditemukan di Pondok Pesantren Wali Barokah, Kediri, Jawa Timur. Pesantren ini memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang terdiri atas 636 modul panel surya. Pemanfaatan PLTS tersebut dilaporkan mampu menghemat biaya listrik hingga sekitar Rp60 juta per bulan, sehingga mendukung efisiensi biaya operasional pesantren (Widhana, 2025).

Selain itu, Pondok Pesantren Muhammadiyah Kudus turut menunjukkan potensi pemanfaatan energi bersih melalui penggunaan panel surya dan biogas. Penerapan kedua sumber energi tersebut menjadi salah satu contoh upaya pesantren dalam mendukung kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional (Aanardianto, 2026).

Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa pesantren memiliki potensi untuk berkontribusi dalam pengembangan energi berkelanjutan. Selain melalui pemanfaatan teknologi energi terbarukan, kontribusi juga dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menghemat penggunaan listrik, mematikan peralatan elektronik ketika tidak digunakan, serta meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya energi bersih.

Melalui momentum Hari Santri Nasional, PSE UGM berharap semangat belajar dan pengabdian para santri dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, pesantren dapat menjadi salah satu bagian dari gerakan bersama menuju sistem energi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia.

Referensi

Aanardianto. (2026, March 18). Pesantren didorong jadi pelopor transisi energi berkeadilan berbasis nilai agama. Muhammadiyah. https://muhammadiyah.or.id/2026/03/pesantren-didorong-jadi-pelopor-transisi-energi-berkeadilan-berbasis-nilai-agama/

Widhana, D. H. (2025, April 29). Tirakat energi fosil pesantren hijau. detikX. https://news.detik.com/x/detail/spotlight/20250429/Tirakat-Energi-Fosil-Pesantren-Hijau/

Karhutla Masih Mengancam: Tengok Kondisi Kalimantan yang Secara Masif Terlanda

Climate ChangeNews Wednesday, 14 October 2026

Kontributor      : –

Editor                 : Naga Pamungkas

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius bagi wilayah Kalimantan. Berdasarkan informasi per 17 Oktober 2026, jumlah titik api di Kalimantan Tengah meningkat tajam menjadi 92 titik, dari sebelumnya 19 titik. Sementara itu, Kalimantan Barat mencatat penurunan dari 24 menjadi 22 titik api, sedangkan Kalimantan Selatan mengalami peningkatan dari nol menjadi dua titik api.

Dampak karhutla tidak hanya dirasakan oleh masyarakat, tetapi juga mengancam kelestarian satwa endemik Kalimantan, seperti orangutan, bekantan, kucing merah, dan macan dahan Kalimantan. Kebakaran hutan dapat merusak habitat alami satwa tersebut serta mengganggu keseimbangan ekosistem.

Ryan, seorang warga yang berdomisili di Pontianak, Kalimantan Barat, mengungkapkan bahwa kondisi di wilayahnya kini berangsur membaik setelah hujan turun. Curah hujan membantu mengurangi tingkat kekeringan dan memperbaiki kondisi lingkungan. Namun, beberapa waktu sebelumnya, polusi udara akibat karhutla sempat dirasakan sangat parah.

Ryan menceritakan bahwa bau asap menyerupai sampah terbakar sudah tercium sejak dirinya bangun tidur. Bahkan, langit sempat berubah menjadi oranye pekat akibat kabut asap. Pengalaman tersebut menggambarkan bagaimana karhutla dapat memengaruhi kualitas udara dan kenyamanan masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pencegahan kebakaran, pemantauan titik api, perlindungan habitat satwa, serta peningkatan kesadaran masyarakat. Upaya bersama diperlukan untuk mengurangi risiko karhutla dan melindungi kesehatan masyarakat maupun kelestarian lingkungan di Kalimantan.

 

Sumber:

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2026, September 5). Perkembangan situasi dan penanganan karhutla di sejumlah wilayah Indonesia 5 September 2026. https://www.bnpb.go.id/berita/perkembangan-situasi-dan-penanganan-karhutla-di-sejumlah-wilayah-indonesia-5-september-2026

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. (2026, October 18). Hotspot turun 84 titik, operasi karhutla tetap diperkuat. https://www.kehutanan.go.id/news/hotspot-turun-84-titik-operasi-karhutla-tetap-diperkuat

Survey Lagi? Tim PSE UGM Laksanakan Survei Jaringan Distribusi Gas di Kota Bekasi

News Saturday, 10 October 2026

Bekasi, 4–9 Oktober 2026 — Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) melaksanakan survei lapangan di Kota Bekasi, Jawa Barat, pada 4–9 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan memperoleh data primer untuk mendukung kajian Pra Studi Kelayakan Pengembangan Infrastruktur Pipa Gas Bumi pada Wilayah Jaringan Distribusi Kota Bekasi, Jawa Barat.

Survei ini dilaksanakan oleh tim PSE UGM yang terdiri atas Esti Antasari, S.Ant., M.A.; Pasca Giffari Jusuf, S.T., M.Eng.; William Alexander, S.H.; Arika Hutri Artanti, S.Tr.E.; dan Hafizah Azzalia Mualidatinnisa, S.I.Kom.

Melalui kegiatan ini, data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi landasan dalam penyusunan kajian pra-studi kelayakan pengembangan infrastruktur pipa gas bumi di Kota Bekasi. Hasil kajian tersebut diharapkan turut mendukung perencanaan pengembangan jaringan distribusi gas bumi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah setempat.

Survey Lagi: Tim PSE UGM Laksanakan Survey di Provinsi Sumatera Utara Terkait Jaringan Distribusi Gas

News Wednesday, 7 October 2026

Kontributor      : Naga Pamungkas

Editor                 : Naga Pamungkas

Sumatera Utara, 3 Oktober 2026 — Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) kembali melaksanakan kegiatan survei lapangan di Provinsi Sumatera Utara pada 27 September–3 Oktober 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Batu Bara sebagai bagian dari pengumpulan data primer untuk mendukung kajian Pra Studi Kelayakan Pengembangan Infrastruktur Pipa Gas Bumi pada Wilayah Jaringan Distribusi Kabupaten Simalungun dan Batu Bara, Sumatera Utara.

Di Kabupaten Simalungun, kegiatan survei dilakukan oleh Hanif Abdul Halim, S.H., LL.M., Naga Pamungkas, S.I.Kom., Abelio Cakra A., S.Tr.M., Ardika Dhafka Alhaqie, S.T., M.Eng., dan Geika Pramana Surya, S.T., M.Eng. Sementara itu, tim yang melaksanakan survei di Kabupaten Batu Bara terdiri atas Achmad Masyhadul Alimin, S.E., M.Acc., Putri Widhyastiti Prasetyo, S.H., Dafiq Ruliyono, S.T., Afifah Rizkyka Nur Azhari, S.Tr.M., dan Ilham Andriyanto, S.Ant.

 

Survei lapangan ini bertujuan untuk memperoleh data primer dan informasi faktual mengenai kondisi wilayah, kebutuhan, serta berbagai aspek yang berkaitan dengan rencana pengembangan jaringan distribusi gas bumi di kedua kabupaten. Data yang diperoleh akan menjadi salah satu bahan penting dalam penyusunan kajian pra studi kelayakan, sehingga analisis pengembangan infrastruktur pipa gas bumi dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Melalui kegiatan tersebut, PSE UGM terus berkontribusi dalam mendukung pengembangan infrastruktur energi dan jaringan distribusi gas bumi di Indonesia. Hasil survei di Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Batu Bara diharapkan dapat memberikan dasar yang kuat bagi proses kajian dan pengambilan keputusan terkait pengembangan jaringan distribusi gas bumi di Provinsi Sumatera Utara.

Bukan Sulap, Bukan Sihir: Prof. Sarjiya Turut Membuka ICT-PEP 2026

News Friday, 25 September 2026

Contributor       : Prof. Sarjiya

Editor                 : Naga Pamungkas

Tangerang, 22 September 2026 — Kepala Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM), Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU, turut membuka rangkaian kegiatan International Conference on Technology, Policy, and Energy Planning (ICT-PEP) 2026 yang diselenggarakan oleh PT PLN (Persero) pada 22–24 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang.

ICT-PEP 2026 menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk berbagi gagasan serta hasil penelitian mengenai berbagai aspek teknologi dan kebijakan energi. Forum ini juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dalam merespons dinamika serta tantangan sektor energi.

Kehadiran Prof. Sarjiya dalam pembukaan kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi PSE UGM dalam mendorong pengembangan pengetahuan dan kolaborasi lintas sektor di bidang energi. Melalui forum seperti ICT-PEP 2026, berbagai perspektif keilmuan diharapkan dapat memperkaya diskusi mengenai pengembangan sistem energi yang adaptif dan berkelanjutan.

Kepala PSE UGM Sampaikan Pandangan Akademik tentang Penguatan Ekosistem EBT dalam FGD Lemhannas RI

News Wednesday, 23 September 2026

Contributor         : Prof. Sarjiya

Editor                  : Naga Pamungkas

Jakarta, 15 September 2026 — Kepala Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM), Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, turut memberikan pandangan akademik dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) dengan tema “Penguatan Ekosistem Energi Baru dan Terbarukan Guna Mewujudkan Kemandirian Energi dalam Rangka Memperkokoh Ketahanan Nasional.” Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Auditorium Gadjah Mada, Gedung Pancagatra Lantai III, Lemhannas RI, Jakarta Pusat, pada 15 September 2026.

FGD ini menjadi forum untuk membahas berbagai aspek strategis dalam penguatan ekosistem energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia. Pembahasan diarahkan untuk memvalidasi berbagai klaim teknis berdasarkan bukti yang tersedia, sekaligus mengidentifikasi tantangan utama yang perlu mendapatkan perhatian dalam mempercepat integrasi EBT ke dalam sistem energi nasional.

Selain itu, FGD bertujuan untuk menentukan satu hingga tiga bottleneck teknis yang paling menentukan dalam percepatan integrasi EBT. Forum juga membahas pembedaan antara persoalan teknis dan aspek tata kelola (governance), mengidentifikasi berbagai risiko serta trade-off yang mungkin muncul, dan merumuskan intervensi yang memiliki daya ungkit tinggi terhadap pengembangan EBT di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Sarjiya hadir sebagai narasumber dan memberikan perspektif akademik mengenai teknologi dan sistem energi, khususnya terkait kesiapan Indonesia dalam mengintegrasikan sumber energi baru dan terbarukan ke dalam sistem ketenagalistrikan nasional.

Dalam paparannya yang berjudul “Integrasi EBT Indonesia (Potensi dan Tantangan)”, Prof. Sarjiya membahas sejumlah aspek penting yang menjadi faktor penentu keberhasilan integrasi EBT. Pembahasan mencakup potensi dan tantangan pengembangan EBT, kesiapan jaringan listrik, fleksibilitas sistem energi, serta prioritas intervensi yang diperlukan untuk mendukung peningkatan integrasi EBT.

Keterlibatan PSE UGM dalam FGD ini mencerminkan peran perguruan tinggi dan lembaga kajian energi dalam menyediakan perspektif berbasis akademik bagi pengembangan kebijakan dan strategi energi nasional. Melalui pendekatan multidisiplin dan berbasis bukti, masukan akademik diharapkan dapat mendukung identifikasi tantangan serta perumusan intervensi yang relevan dalam memperkuat ekosistem EBT Indonesia.

Penguatan ekosistem EBT tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas pembangkit, tetapi juga membutuhkan kesiapan sistem ketenagalistrikan, teknologi, infrastruktur, tata kelola, serta koordinasi antarpemangku kepentingan. Sinergi berbagai aspek tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mendorong pemanfaatan EBT sekaligus memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.

123…26

Pusat Studi Energi
Sekip Blok K1.A Kampus Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta - Indonesia
Tel/Fax: +62-0274-549429 | e-mail : pse@ugm.ac.id

Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Energi

Universitas Gadjah Mada

Sekip Blok K1-A Yogyakarta 55281

pse@ugm.ac.id
 +62 (274) 549429
 +62 (274) 549429

© Pusat Studi Energi - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY