• UGM
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Energi
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang PSE
    • Pengantar
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Kegiatan
    • Kerjasama
    • Personalia
  • Program Kerja
  • Jasa
    • Jasa Survei Geofisika untuk Eksplorasi Air Tanah
    • Jasa Survei Geofisika untuk Geoteknik
    • Jasa Audit Energi
  • PENELITIAN
  • Pelatihan
  • Kontak
  • Beranda
  • News
  • WOW, Pemerintah RI dan Swiss Rencanakan Pengembangan SDM PLTS di Indonesia!

WOW, Pemerintah RI dan Swiss Rencanakan Pengembangan SDM PLTS di Indonesia!

  • News
  • 9 July 2026, 09.44
  • Oleh: irawanekop
  • 0

Contributor: Irawan Eko Prabowo

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta – Ambisi pemerintah untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) sebagai bagian dari program swasembada energi tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi dan investasi. Lebih dari itu, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten menjadi faktor kunci dalam menjamin keberhasilan implementasi dan keberlanjutan proyek-proyek energi surya di Indonesia.

Menurut Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) Edi Wibowo, masyarakat lokal perlu dilibatkan sejak tahap awal pembangunan proyek. Mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga perlu memperoleh pelatihan dan sertifikasi agar mampu mengoperasikan serta memelihara sistem PLTS secara mandiri.

Pentingnya penguatan kompetensi SDM tidak terlepas dari pengalaman berbagai proyek energi di Indonesia. Sejumlah infrastruktur energi yang telah dibangun sebelumnya tidak dapat dimanfaatkan secara optimal karena terbatasnya kemampuan masyarakat dalam melakukan operasi dan pemeliharaan (operation and maintenance). Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan proyek energi tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kesiapan tenaga kerja yang mengelolanya.

Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Panel Surya Pusat Studi Energi (PSE) UGM, Irawan Eko Prabowo, S.T., M.Eng., menilai bahwa pengembangan SDM merupakan salah satu fondasi utama dalam mendukung target pembangunan PLTS 100 GW di Indonesia.

Menurut Irawan, Indonesia telah memiliki sejumlah institusi pendidikan dan pelatihan yang berfokus pada teknologi energi surya. Namun, secara jumlah, tenaga ahli yang memiliki kompetensi di bidang PLTS masih sangat terbatas.

“Saat ini pusat-pusat pendidikan dan pelatihan tenaga surya masih terbatas, sehingga jumlah SDM yang benar-benar kompeten juga belum banyak. Tantangan ini semakin terasa di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), yang justru memiliki potensi besar untuk memanfaatkan PLTS sebagai sumber energi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pemerataan kompetensi menjadi tantangan tersendiri karena kebutuhan tenaga kerja di sektor energi surya diperkirakan akan terus meningkat seiring bertambahnya proyek PLTS di berbagai daerah.

Untuk mempercepat peningkatan kualitas dan kuantitas SDM, Irawan menilai diperlukan dukungan yang lebih kuat dari berbagai pihak, khususnya pemerintah.

Menurutnya, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memperbanyak pusat pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi tenaga kerja di bidang energi surya agar akses masyarakat terhadap pendidikan vokasi semakin luas.

Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan dukungan pendanaan bagi riset dan pengembangan teknologi energi surya, khususnya di bidang sel surya (solar cell). Penguatan ekosistem riset diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi yang dapat mempercepat pengembangan industri PLTS nasional.

Tidak kalah penting, hilirisasi hasil penelitian juga perlu terus diperkuat agar inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat diimplementasikan oleh industri. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan teknologi energi surya secara mandiri.

Irawan juga menekankan pentingnya penciptaan lebih banyak green jobs di sektor energi surya. Menurutnya, meningkatnya peluang kerja akan mendorong semakin banyak generasi muda untuk menekuni bidang energi baru terbarukan sekaligus memperkuat ekosistem industri PLTS nasional.

“Jika pusat pelatihan diperbanyak, dukungan riset ditingkatkan, hilirisasi inovasi berjalan lebih baik, dan lapangan kerja hijau terus bertambah, maka akselerasi pengembangan SDM PLTS di Indonesia akan lebih cepat terwujud,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah Indonesia, Pemerintah Swiss, perguruan tinggi, serta sektor industri, pengembangan kapasitas SDM diharapkan mampu menjadi fondasi utama dalam mewujudkan target pembangunan PLTS 100 GW. Dengan dukungan tenaga kerja yang kompeten, Indonesia tidak hanya akan memiliki infrastruktur energi surya yang memadai, tetapi juga sistem pemanfaatan energi yang berkelanjutan, andal, dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Sumber Tambahan:

 

Yurika. (2026, July 5). RI-Swiss perkuat SDM PLTS. Dunia Energi. https://www.dunia-energi.com/ri-swiss-perkuat-sdm-plts/

 

Pusat Studi Energi
Sekip Blok K1.A Kampus Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta - Indonesia
Tel/Fax: +62-0274-549429 | e-mail : pse@ugm.ac.id

Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Energi

Universitas Gadjah Mada

Sekip Blok K1-A Yogyakarta 55281

pse@ugm.ac.id
 +62 (274) 549429
 +62 (274) 549429

© Pusat Studi Energi - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY