• UGM
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Energi
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang PSE
    • Pengantar
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Kegiatan
    • Kerjasama
    • Personalia
  • Program Kerja
  • Jasa
    • Jasa Survei Geofisika untuk Eksplorasi Air Tanah
    • Jasa Survei Geofisika untuk Geoteknik
    • Jasa Audit Energi
  • PENELITIAN
  • Pelatihan
  • Kontak
  • Beranda
  • Pos oleh
Pos oleh :

irawanekop

PSE UGM dan PT Berau Coal Energy Tbk Gelar CBM & UCG Readiness Workshop untuk Perkuat Kesiapan Pengembangan Proyek Energi Bawah Permukaan

News Monday, 29 June 2026

Contributor: Ekrar Winata

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta, 30 Juni 2026 – Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan PT Berau Coal Energy Tbk menyelenggarakan CBM & UCG Readiness Workshop pada tanggal 29–30 Juni 2026 di Gedung Eric, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun kesiapan organisasi dan sumber daya manusia untuk mendukung pengembangan proyek Coal Bed Methane (CBM) dan Underground Coal Gasification (UCG) di Indonesia.

Workshop ini dirancang untuk membangun pemahaman lintas fungsi mengenai teknologi deep drilling, sistem reservoir CBM, serta konsep dan implementasi UCG. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menyusun draft project charter, mengidentifikasi kebutuhan kompetensi (competency requirement), serta merumuskan roadmap pengembangan kapabilitas proyek CBM dan UCG di lingkungan PT Berau Coal Energy Tbk.

Memahami Sistem Energi Bawah Permukaan

Hari pertama workshop mengangkat tema “Understanding the Subsurface Energy System”, yang berfokus pada penguatan pemahaman teknis mengenai sistem energi bawah permukaan sebagai fondasi pengembangan proyek CBM dan UCG.

Berbagai materi strategis disampaikan dalam enam sesi, meliputi Strategic Context: Why CBM & UCG?, Deep Drilling Fundamentals, CBM Reservoir System, UCG System Understanding, Formation Evaluation & Reservoir Data, serta sesi Reflection & Group Discussion.

Melalui rangkaian sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai tantangan dan peluang pengembangan sumber daya energi berbasis batubara, prinsip-prinsip pengeboran dalam (deep drilling), karakteristik reservoir CBM, teknologi gasifikasi batubara bawah tanah, hingga pentingnya data geologi dan reservoir dalam mendukung keberhasilan suatu proyek energi.

Membangun Kesiapan Proyek dan Organisasi

Memasuki hari kedua, workshop berfokus pada aspek implementasi proyek melalui tema “Building Project & Organization Readiness”. Materi yang disampaikan mencakup keseluruhan siklus pengembangan proyek CBM/UCG, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi.

Topik yang dibahas meliputi CBM/UCG Project Lifecycle, Competency & Organization Requirement, Risk & HSE in Deep Drilling & UCG, Contractor & Expert Management, Project Charter Workshop, serta diakhiri dengan Final Presentation & Steering Feedback.

Pada sesi lokakarya (Project Charter Workshop), peserta secara kolaboratif menyusun rancangan awal project chartersebagai dasar pelaksanaan proyek. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan kepada para fasilitator untuk memperoleh masukan strategis yang akan menjadi acuan dalam penyempurnaan rencana pengembangan proyek.

Mendorong Sinergi Akademisi dan Industri

Kolaborasi antara PSE UGM dan PT Berau Coal Energy Tbk dalam penyelenggaraan workshop ini mencerminkan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan industri dalam menghadapi tantangan pengembangan energi masa depan. Melalui pendekatan berbasis riset dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kedua institusi berkomitmen membangun fondasi yang kuat bagi implementasi proyek CBM dan UCG yang aman, efektif, dan berkelanjutan.

Sebagai pusat kajian multidisiplin di bidang energi, PSE UGM terus berupaya mendukung pengembangan sektor energi nasional melalui penyediaan kajian ilmiah, penguatan kompetensi, serta kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan. Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kapabilitas organisasi yang mampu menjawab tantangan pengembangan energi berbasis batubara dengan tetap memperhatikan aspek teknis, keselamatan kerja, tata kelola, dan keberlanjutan.

 

PSE UGM Laksanakan Diseminasi Hasil Kajian Tarif HGBT kepada Komite BPH Migas

News Sunday, 28 June 2026

Contributor: Ardika Dhafka Alhaqie

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta, 26 Juni 2026 – Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Kajian Tarif HGBT kepada Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) yang berlangsung di Artotel Suites Jogjakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 20 peserta yang terdiri dari perwakilan PSE UGM dan BPH Migas.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendiseminasikan hasil kajian terkait kebijakan Peraturan Badan Pengatur mengenai Iuran Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Melalui forum ini, tim peneliti PSE UGM memaparkan hasil analisis dan rekomendasi kebijakan yang telah disusun sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan regulasi sektor gas bumi di Indonesia.

Dalam sesi diskusi, peserta membahas berbagai aspek kebijakan tarif HGBT serta implikasinya terhadap keberlanjutan industri nasional. Hasil kajian yang disampaikan diharapkan dapat memberikan masukan berbasis riset dalam mendukung terciptanya kebijakan tarif gas bumi yang efektif, berkeadilan, dan mampu meningkatkan daya saing industri secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan diseminasi ini, PSE UGM kembali menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam penyusunan kebijakan energi nasional melalui kajian ilmiah yang relevan, independen, dan berdampak bagi pembangunan sektor energi Indonesia.

PSE UGM dan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara ESDM Gelar Kick Off Meeting Kajian Teknoekonomi dan Legal Pemanfaatan Batubara

News Saturday, 27 June 2026

Contributor          : Ardika Dhafka Alhaqie

Editor                   : Naga Pamungkas

Denpasar, Bali, 25 Juni 2026 – Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada bersama Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar Kick Off Meeting Kajian Teknoekonomi dan Legal Pemanfaatan Batubara di Denpasar, Bali, pada Kamis (25/6). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam pelaksanaan kajian yang bertujuan menghasilkan rekomendasi strategis terkait aspek teknoekonomi dan legal pemanfaatan batubara di Indonesia.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara ESDM dengan PSE UGM dalam mendukung pengembangan kebijakan berbasis riset. Melalui kolaborasi tersebut, kedua institusi berkomitmen untuk menghadirkan kajian yang komprehensif sebagai landasan pengambilan keputusan dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya batubara yang lebih optimal.

Kajian yang akan dilaksanakan tidak hanya meninjau aspek teknis dan ekonomi pemanfaatan batubara, tetapi juga mengkaji berbagai aspek regulasi dan kerangka hukum yang mendukung implementasi kebijakan di sektor pertambangan. Pendekatan multidisiplin ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang aplikatif serta selaras dengan kebutuhan pembangunan sektor energi nasional.

Melalui Kick Off Meeting ini, PSE UGM dan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara ESDM juga menyamakan persepsi mengenai ruang lingkup kajian, metodologi pelaksanaan, target luaran, serta mekanisme koordinasi selama proses penelitian berlangsung. Sinergi antara akademisi dan pemerintah diharapkan dapat memperkuat kualitas kajian sehingga memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kebijakan sektor mineral dan batubara di Indonesia.

Sebagai pusat kajian multidisiplin di bidang energi, PSE UGM terus berkomitmen mendukung pemerintah melalui penelitian, analisis kebijakan, dan penyusunan rekomendasi berbasis bukti (evidence-based policy). Kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara ESDM ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghasilkan solusi yang berorientasi pada keberlanjutan, peningkatan nilai tambah sumber daya alam, serta penguatan ketahanan energi nasional.

SKK Migas Andalkan Sumur Pengembangan dan Optimalisasi Lapangan untuk Kejar Target Produksi 2026, Apakah Strategi Ini Sudah Tepat?

News Thursday, 25 June 2026

Contributor: Ekrar Winata

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus berpacu mengejar target produksi migas nasional tahun 2026. Mengutip laporan Dunia Energi, upaya tersebut dilakukan melalui pengeboran sumur pengembangan, optimalisasi produksi dari lapangan eksisting, hingga pemanfaatan sumur masyarakat yang memiliki potensi produksi minyak. Langkah ini dipandang sebagai strategi yang paling realistis untuk menjaga tingkat lifting migas nasional di tengah tantangan penurunan produksi alamiah dari lapangan-lapangan tua.

Menurut SKK Migas, berbagai program tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan produksi dalam waktu relatif cepat sehingga target lifting migas nasional tetap dapat tercapai. Selain mengoptimalkan lapangan yang sudah berproduksi, SKK Migas juga melakukan berbagai upaya peningkatan efisiensi operasi guna menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

Menanggapi strategi tersebut, Peneliti PSE UGM, Ekrar Winata, S.Si., M.Sc. menilai bahwa langkah yang ditempuh SKK Migas pada dasarnya sudah berada di jalur yang tepat, terutama untuk kebutuhan jangka pendek hingga menengah.

“Secara umum, strategi yang dilakukan SKK Migas sudah tepat untuk jangka pendek hingga menengah karena fokus pada sumber produksi yang paling cepat menghasilkan tambahan lifting, yaitu lapangan eksisting dan optimalisasi aset yang sudah tersedia,” ujar Ekrar.

Meski demikian, ia menilai terdapat beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian pemerintah dan pemangku kepentingan sektor hulu migas. Menurutnya, strategi yang saat ini dijalankan lebih banyak berorientasi pada upaya mempertahankan dan memulihkan tingkat produksi yang sudah ada dibandingkan menciptakan sumber produksi baru.

“Strategi saat ini lebih bersifat production recovery atau pemulihan produksi daripada menciptakan sumber produksi baru. Ini memang penting, tetapi tidak cukup untuk menjawab tantangan jangka panjang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ekrar menekankan bahwa target produksi nasional tidak dapat terus-menerus bergantung pada sumur pengembangan dan optimalisasi lapangan tua. Sebagian besar lapangan migas Indonesia saat ini menghadapi fenomena natural decline atau penurunan produksi secara alamiah yang terjadi seiring bertambahnya usia lapangan.

“Target produksi nasional tidak bisa hanya mengandalkan sumur pengembangan dan optimalisasi lapangan tua karena secara umum lapangan migas Indonesia mengalami penurunan produksi alamiah,” tambahnya.

Menurut Ekrar, keberlanjutan produksi migas nasional dalam jangka panjang memerlukan strategi yang lebih komprehensif. Salah satu aspek yang perlu diperkuat adalah peningkatan kegiatan eksplorasi di cekungan-cekungan yang masih memiliki potensi sumber daya migas signifikan.

Selain itu, penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) juga dinilai penting untuk meningkatkan faktor perolehan minyak dari lapangan yang sudah berproduksi. Teknologi ini memungkinkan minyak yang sebelumnya sulit diproduksikan dapat kembali diangkat sehingga memperpanjang umur produksi lapangan.

Ia juga menyoroti pentingnya akuisisi dan reprocessing data seismik modern guna meningkatkan kualitas informasi bawah permukaan. Data yang lebih baik akan membantu perusahaan migas dalam mengidentifikasi prospek eksplorasi baru dan mengurangi risiko investasi.

Di sisi operasional, digitalisasi pengelolaan reservoir dan sistem pemantauan produksi secara real-time menjadi faktor lain yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas lapangan migas nasional. Pemanfaatan teknologi digital dinilai mampu membantu operator mengambil keputusan lebih cepat dan akurat dalam pengelolaan aset produksi.

Tidak kalah penting, Ekrar menegaskan perlunya peningkatan keandalan infrastruktur migas nasional. Gangguan operasional seperti yang pernah terjadi pada sistem pipa transmisi gas menunjukkan bahwa aspek infrastruktur masih menjadi tantangan yang harus mendapat perhatian serius.

“Keandalan infrastruktur harus terus ditingkatkan agar gangguan operasi dapat diminimalkan. Produksi yang tinggi tidak akan optimal apabila distribusi dan penyalurannya terganggu,” tuturnya.

Dengan berbagai tantangan yang ada, strategi optimalisasi lapangan eksisting yang saat ini dijalankan SKK Migas dinilai dapat menjadi solusi jangka pendek yang efektif. Namun, untuk mencapai ketahanan energi nasional yang berkelanjutan, diperlukan kombinasi antara optimalisasi produksi, eksplorasi agresif, penerapan teknologi maju, serta penguatan infrastruktur migas nasional.

 

Sumber tambahan:

Indrawan, R. (2026, June 6). Berjibaku kejar produksi migas tahun ini, andalkan sumur pengembangan hingga optimalisasi sumur masyarakat. Dunia Energi. https://www.dunia-energi.com/berjibaku-kejar-produksi-migas-tahun-ini-andalkan-sumur-pengembangan-hingga-optimalisasi-sumur-masyarakat/

PSE UGM Turut Berkontribusi dalam Value Session Pertamina Hulu Rokan Melalui Kegiatan Pelestarian Lingkungan di Wisdom Park

News Thursday, 18 June 2026

Contributor: Irma Fitriani

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta, 18 Juni 2026 – Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada turut berkontribusi dalam kegiatan Value Session Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang diselenggarakan di kawasan Wisdom Park UGM pada Kamis (18/6). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara akademisi dan industri dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan hidup serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan.

 

Acara berlangsung dengan lancar dan diawali dengan sesi pembukaan yang dipandu oleh Ardika Dhafka Alhaqie selaku pembawa acara. Dalam sambutannya, para peserta diajak untuk memahami pentingnya sinergi berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari komitmen bersama menuju pembangunan yang berkelanjutan.

 

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah penebaran ikan di aliran sungai Wisdom Park UGM. Kegiatan tersebut menjadi simbol kepedulian terhadap kelestarian ekosistem perairan sekaligus upaya mendukung keberlangsungan habitat alami di lingkungan kampus.

 

Penebaran ikan dilakukan secara bersama-sama oleh perwakilan dari PSE UGM, Pertamina Hulu Rokan (PHR), dan SKK Migas. Dari PSE UGM hadir Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU, Prof. Adi Joko Guritno, dan Dr. Irine Handika. Sementara dari PHR turut berpartisipasi Pandji Galih Anorga, Ferry Waskita, Andriani Astuti, Kasman, dan Budi Harsana. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Adhi Baskoro sebagai perwakilan dari SKK Migas.

 

Setelah kegiatan penebaran ikan, rangkaian acara dilanjutkan dengan campus tour di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai fasilitas kampus serta berbagai inisiatif keberlanjutan yang telah dikembangkan UGM dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pengembangan energi berkelanjutan.

 

Kegiatan kemudian ditutup dengan makan siang bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Momentum tersebut menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara PSE UGM, Pertamina Hulu Rokan, dan SKK Migas sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang.

 

Partisipasi PSE UGM dalam Value Session Pertamina Hulu Rokan ini mencerminkan komitmen institusi dalam mendukung berbagai program pelestarian lingkungan hidup. Melalui kolaborasi antara dunia akademik, industri, dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan dapat tercipta dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.

WALHI Desak Pemerintah Lakukan Transisi Energi, Begini Tanggapan Pakar PSE

News Thursday, 18 June 2026

Contributor: R. Derajad Sulistyo Widhyharto

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mendesak pemerintah untuk segera menjalankan transisi energi yang berkeadilan di Indonesia. Dalam pernyataannya, WALHI menilai transisi energi tidak boleh hanya berfokus pada pengurangan emisi dan pengembangan teknologi energi bersih, tetapi juga harus memastikan perlindungan hak masyarakat, pemerataan manfaat, serta keterlibatan kelompok rentan dalam proses pembangunan. Organisasi lingkungan tersebut menegaskan bahwa percepatan transisi energi perlu dilakukan secara inklusif agar tidak melahirkan ketimpangan baru di tengah upaya mencapai target dekarbonisasi nasional.

Menanggapi hal tersebut, Peneliti Sosial Universitas Gadjah Mada sekaligus pakar dari Pusat Studi Energi (PSE) UGM, R. Derajad Sulistyo Widhyharto, S.Sos., M.Si., menilai bahwa desakan WALHI merupakan pengingat penting bagi pemerintah untuk segera mengubah wacana transisi energi menjadi langkah-langkah konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurut Derajad, konsep transisi energi berkeadilan sebenarnya telah lama menjadi bagian dari diskusi kebijakan energi nasional. Namun, implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam aspek sosial dan pemberdayaan masyarakat.

“Transisi energi berkeadilan harus segera dieksekusi melalui tindakan nyata. Selama ini kita masih banyak berbicara mengenai target kapasitas pembangkit, pengurangan emisi, atau investasi teknologi. Padahal, keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat dapat terlibat dan memperoleh manfaat dari proses tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini pembangunan energi terbarukan di Indonesia masih cenderung terjebak pada pendekatan teknokratis. Berbagai program lebih banyak menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur dan pencapaian target energi bersih, sementara aspek non-teknis seperti penguatan kapasitas masyarakat, penerimaan sosial, dan pembangunan kelembagaan lokal belum berjalan secara beriringan.

Menurutnya, masyarakat lokal sering kali hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, bukan sebagai aktor utama dalam pengembangan dan pengelolaan energi terbarukan. Akibatnya, banyak proyek yang mengalami kesulitan ketika memasuki tahap operasional dan pemeliharaan.

“Kita masih melihat minimnya pelibatan masyarakat sejak tahap perencanaan. Padahal masyarakat lokal adalah pihak yang paling memahami kondisi sosial, ekonomi, dan budaya wilayahnya. Ketika mereka tidak dilibatkan secara bermakna, rasa memiliki terhadap proyek menjadi rendah dan keberlanjutan proyek menjadi rentan,” jelasnya.

Derajad menilai bahwa lemahnya pelibatan masyarakat menjadi salah satu pelajaran penting dari banyaknya proyek energi terbarukan yang tidak berjalan sesuai harapan. Ia merujuk pada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengidentifikasi 142 proyek energi terbarukan senilai sekitar Rp1,17 triliun yang mengalami berbagai permasalahan dan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan proyek energi tidak dapat hanya diukur dari keberhasilan pembangunan fisik semata.

“Banyak proyek dibangun dengan pendekatan yang berorientasi pada penyediaan infrastruktur. Namun ketika proyek selesai dibangun, tidak selalu tersedia kapasitas lokal yang memadai untuk mengelola dan memeliharanya. Di sinilah aspek sosial sering kali terabaikan,” katanya.

Lebih lanjut, Derajad menekankan bahwa transfer pengetahuan dan transfer teknologi kepada masyarakat harus menjadi bagian integral dari agenda transisi energi nasional. Menurutnya, pembangunan energi terbarukan perlu disertai upaya sistematis untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengoperasikan, merawat, dan mengembangkan teknologi yang digunakan.

“Transfer pengetahuan dan teknologi merupakan salah satu kunci utama keberhasilan transisi energi berkeadilan. Masyarakat tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga harus menjadi subjek yang memahami dan mampu mengelola teknologi tersebut secara mandiri,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis masyarakat akan menciptakan rasa kepemilikan yang lebih kuat terhadap proyek energi terbarukan. Dengan demikian, manfaat ekonomi, sosial, maupun lingkungan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat setempat.

Sebagai penutup, Derajad menegaskan bahwa transisi energi Indonesia tidak boleh hanya dipandang sebagai agenda perubahan teknologi, melainkan juga sebagai proses transformasi sosial. Oleh karena itu, pembangunan energi terbarukan harus berjalan seiring dengan penguatan kapasitas masyarakat agar cita-cita transisi energi berkeadilan dapat benar-benar terwujud.

“Pada akhirnya, keberhasilan transisi energi bukan hanya soal berapa banyak pembangkit yang dibangun atau berapa besar emisi yang berhasil dikurangi. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika masyarakat menjadi bagian dari perubahan tersebut dan mampu menikmati manfaatnya secara adil dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Referensi

 

Yurika. (2026, June 1). WALHI desak pemerintah jalankan transisi energi berkeadilan. Dunia Energi. https://www.dunia-energi.com/walhi-desak-pemerintah-jalankan-transisi-energi-berkeadilan/

 

Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU Tampil sebagai Pembicara pada Global Sustainable Development Congress 2026

News Monday, 15 June 2026

 

Contributor: Prof. Sarjiya

Editor: Naga Pamungkas

 

Yogyakarta, Juni 2026 – Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan kontribusinya di panggung internasional melalui partisipasi salah satu akademisi terkemukanya, Sarjiya, yang akan menjadi pembicara dalam Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026. Kongres internasional bergengsi ini akan diselenggarakan pada 22–25 Juni 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Jakarta, dan akan mempertemukan para pemimpin dunia, akademisi, peneliti, pelaku industri, serta pembuat kebijakan untuk membahas berbagai solusi menuju pembangunan berkelanjutan.

 

Kehadiran Prof. Sarjiya sebagai salah satu pembicara merupakan bentuk pengakuan internasional atas dedikasi dan kontribusi beliau dalam bidang sistem tenaga listrik, energi berkelanjutan, serta pengembangan kebijakan energi. Dengan pengalaman panjang sebagai akademisi, peneliti, dan pakar ketenagalistrikan, Prof. Sarjiya telah berkontribusi dalam berbagai riset dan inisiatif strategis yang mendukung transformasi sektor energi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

 

Global Sustainable Development Congress 2026 merupakan forum internasional yang diselenggarakan oleh Times Higher Education (THE) dan dirancang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari sektor pendidikan tinggi, pemerintahan, industri, dan masyarakat sipil dalam upaya mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kongres ini diproyeksikan menghadirkan ribuan peserta dari lebih dari 100 negara dan menjadi salah satu forum global paling berpengaruh dalam bidang keberlanjutan.

 

Sebagai pembicara dalam forum tersebut, Prof. Sarjiya akan berbagi wawasan mengenai tantangan dan peluang transisi energi, serta peran inovasi dan kolaborasi dalam mendukung pembangunan rendah karbon. Perspektif yang beliau hadirkan diharapkan dapat memperkaya diskusi internasional mengenai strategi mewujudkan sistem energi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Partisipasi Prof. Sarjiya juga mencerminkan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendorong kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai tantangan global melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran akademisi UGM dalam forum internasional seperti GSDC 2026 menunjukkan bahwa karya dan pemikiran yang lahir dari Indonesia mampu memberikan dampak serta inspirasi bagi komunitas global.

 

Melalui keikutsertaan Prof. Sarjiya dalam Global Sustainable Development Congress 2026, diharapkan semakin terbuka peluang kolaborasi internasional antara akademisi, industri, dan pemerintah dalam mengembangkan solusi inovatif untuk mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dunia.

 

Mari ikuti rangkaian Global Sustainable Development Congress 2026 pada 22–25 Juni 2026 dan dapatkan kesempatan untuk mendengarkan pemikiran serta pengalaman dari para pemimpin global, termasuk Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.

PSE UGM Mengucapkan Selamat kepada Prof. Tumiran atas Terpilihnya sebagai Ketua Majelis Wali Amanat UGM Periode 2026–2031

News Friday, 12 June 2026

Contributor: Prof. Sarjiya

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta, Juni 2026 – Keluarga besar Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada mengucapkan selamat dan sukses kepada Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., IPU., anggota Advisory Board PSE UGM, atas terpilihnya sebagai Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Gadjah Mada periode 2026–2031.

Terpilihnya Prof. Tumiran sebagai Ketua MWA UGM merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan atas dedikasi, integritas, dan kontribusi beliau dalam pengembangan pendidikan tinggi, ilmu pengetahuan, serta kemajuan Universitas Gadjah Mada. Sosok Prof. Tumiran dikenal luas sebagai akademisi dan pakar di bidang ketenagalistrikan yang telah berkiprah aktif dalam berbagai forum strategis nasional maupun internasional.

Sebagai anggota Advisory Board PSE UGM, Prof. Tumiran selama ini turut memberikan arahan dan masukan strategis dalam pengembangan kelembagaan, riset, serta kontribusi PSE UGM terhadap isu-isu energi nasional. Pengalaman dan wawasan beliau menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat peran PSE UGM sebagai pusat kajian energi yang berorientasi pada solusi dan keberlanjutan.

Majelis Wali Amanat merupakan organ tata kelola strategis di Universitas Gadjah Mada yang memiliki peran penting dalam menetapkan arah kebijakan umum universitas, menjaga nilai-nilai luhur institusi, serta memastikan keberlanjutan pengembangan UGM sebagai perguruan tinggi nasional berkelas dunia. Kepemimpinan Prof. Tumiran diharapkan dapat semakin memperkuat peran MWA dalam mendukung visi UGM sebagai universitas pelopor yang unggul dan berdampak bagi masyarakat.

Keluarga besar PSE UGM menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pengabdian dan kontribusi Prof. Tumiran bagi dunia akademik dan sektor energi Indonesia. Semoga amanah yang diemban sebagai Ketua MWA UGM periode 2026–2031 dapat dijalankan dengan baik serta membawa kemajuan bagi Universitas Gadjah Mada dan bangsa Indonesia.

Sekali lagi, selamat dan sukses kepada Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., IPU. atas terpilihnya sebagai Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Gadjah Mada periode 2026–2031.

 

PSE UGM Terima Visitasi MAN 2 Kota Pekanbaru, Kenalkan Dunia Riset dan Energi kepada Siswa

News Friday, 12 June 2026

Contributor: Ekrar Winata & Irawan Eko Prabowo

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta, 12 Juni 2026 – Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan edukatif dari siswa dan siswi MAN 2 Kota Pekanbaru di Kantor PSE UGM, Sekip, pada Kamis (12/6). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dunia akademik, riset, dan energi kepada para peserta sekaligus memberikan motivasi dalam merencanakan masa depan pendidikan dan karier mereka.

Kegiatan diawali dengan sambutan dan pembukaan yang disampaikan oleh Ekrar Winata. Dalam sesi tersebut, beliau memperkenalkan berbagai aspek dunia riset kepada para peserta, mulai dari pentingnya penelitian dalam pengembangan ilmu pengetahuan hingga peluang yang dapat diraih melalui pendidikan dan kerja keras.

Ekrar juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus bersemangat dalam belajar dan berani mengejar cita-cita. Menurutnya, kesungguhan dan konsistensi dalam menempuh pendidikan akan membuka berbagai kesempatan di masa depan.

“Melalui usaha yang sungguh-sungguh dan kemauan untuk terus belajar, banyak peluang yang dapat diraih. Dunia akademik dan riset menawarkan ruang yang luas bagi generasi muda untuk berkembang dan memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi motivasi dan pengenalan energi surya yang disampaikan oleh Irawan. Dalam pemaparannya, Irawan mengajak para siswa untuk mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan, khususnya di bidang energi dan teknologi.

Ia menegaskan bahwa generasi muda saat ini merupakan penggerak masa depan yang memiliki peran penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, semangat belajar dan pengembangan diri menjadi bekal utama yang harus dimiliki sejak dini.

Selain memberikan motivasi, Irawan juga menjelaskan secara sederhana mengenai prinsip kerja panel surya sebagai teknologi yang mampu mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Para peserta diperkenalkan pada berbagai manfaat energi surya sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dan semakin banyak dimanfaatkan di berbagai sektor.

Untuk memberikan gambaran yang lebih nyata, Irawan turut memaparkan beberapa contoh implementasi panel surya yang telah diterapkan di lingkungan Universitas Gadjah Mada, di antaranya instalasi panel surya di Asrama Kinanti serta sistem panel surya yang digunakan di Kantor PSE UGM. Melalui contoh-contoh tersebut, para siswa dapat memahami bagaimana teknologi energi terbarukan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan visitasi berlangsung dengan interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui kunjungan ini, PSE UGM berharap para siswa MAN 2 Kota Pekanbaru memperoleh wawasan baru mengenai dunia akademik, penelitian, dan energi terbarukan, serta semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan dan berkontribusi dalam pembangunan energi berkelanjutan di masa depan.

Prof. Sarjiya Kembali Pimpin Pusat Studi Energi UGM Periode 2026–2029

News Thursday, 11 June 2026

Yogyakarta, 11 Juni 2026 – Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU., kembali dipercaya untuk memimpin Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada sebagai Kepala Pusat Studi Energi UGM untuk periode 2026–2029. Amanah ini melanjutkan kepemimpinan beliau pada periode sebelumnya, yakni 2022–2025, yang ditandai dengan berbagai capaian strategis dalam pengembangan riset, kajian kebijakan, serta kolaborasi nasional dan internasional di bidang energi.

Kepercayaan yang kembali diberikan kepada Prof. Sarjiya mencerminkan komitmen dan kontribusinya dalam memperkuat peran PSE UGM sebagai pusat unggulan (center of excellence) di bidang energi. Di bawah kepemimpinannya, PSE UGM aktif menghasilkan berbagai kajian strategis terkait transisi energi, pengembangan energi baru dan terbarukan, dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan, hingga penguatan ketahanan energi nasional.

Sebagai akademisi dan pakar sistem tenaga listrik, Prof. Sarjiya dikenal luas melalui berbagai kontribusi ilmiah dan keterlibatannya dalam forum-forum nasional maupun internasional yang membahas isu energi berkelanjutan. Beliau juga merupakan Guru Besar dalam bidang Operasi dan Perencanaan Sistem Tenaga di Universitas Gadjah Mada.

Selama periode kepemimpinan sebelumnya, PSE UGM semakin aktif dalam membangun jejaring kolaborasi dengan pemerintah, industri, lembaga penelitian, dan mitra internasional guna mendukung percepatan transisi energi di Indonesia. Berbagai kegiatan diskusi kebijakan, seminar, penelitian kolaboratif, hingga penyusunan rekomendasi strategis bagi pemangku kepentingan telah menjadi bagian penting dari kontribusi PSE UGM terhadap pembangunan sektor energi nasional.

Menyongsong periode 2026–2029, PSE UGM berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai pusat kajian multidisiplin yang menghasilkan solusi berbasis riset bagi tantangan energi masa depan. Fokus pengembangan akan diarahkan pada penguatan inovasi teknologi energi, percepatan implementasi energi baru dan terbarukan, pengembangan ekosistem hidrogen, dekarbonisasi sektor energi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mendukung tercapainya target transisi energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Seluruh sivitas Pusat Studi Energi UGM mengucapkan selamat kepada Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU. atas terpilihnya kembali sebagai Kepala Pusat Studi Energi UGM periode 2026–2029. Diharapkan kepemimpinan beliau dapat terus membawa PSE UGM menjadi institusi yang berkontribusi nyata dalam mewujudkan sistem energi Indonesia yang andal, berkelanjutan, dan berkeadilan.

 

123…10

Pusat Studi Energi
Sekip Blok K1.A Kampus Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta - Indonesia
Tel/Fax: +62-0274-549429 | e-mail : pse@ugm.ac.id

Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Energi

Universitas Gadjah Mada

Sekip Blok K1-A Yogyakarta 55281

pse@ugm.ac.id
 +62 (274) 549429
 +62 (274) 549429

© Pusat Studi Energi - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY