• UGM
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Energi
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang PSE
    • Pengantar
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Kegiatan
    • Kerjasama
    • Personalia
  • Program Kerja
  • Jasa
    • Jasa Survei Geofisika untuk Eksplorasi Air Tanah
    • Jasa Survei Geofisika untuk Geoteknik
    • Jasa Audit Energi
  • PENELITIAN
  • Pelatihan
  • Kontak
  • Beranda
  • Pos oleh
Pos oleh :

irawanekop

Update Harga BBM Agustus 2026: Pertamax Turun, Harga Solar Tetap

Hukum dan KebijakanNews Thursday, 13 August 2026

Contributor         : Naga Pamungkas

Editor                  : Naga Pamungkas

Yogyakarta — Memasuki Agustus 2026, terjadi penyesuaian harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Berdasarkan informasi harga BBM yang berlaku pada Agustus 2026, beberapa jenis BBM nonsubsidi mengalami penurunan harga, sementara harga BBM subsidi serta sejumlah produk BBM diesel tetap dipertahankan.

Penyesuaian harga tersebut dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta kondisi dan daya beli masyarakat.

Harga BBM Agustus 2026

Untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), harga BBM Pertamina yang berlaku pada Agustus 2026 adalah sebagai berikut:

Jenis BBM Harga per Liter
Pertalite Rp10.000
Pertamax Rp15.950
Pertamax Green 95 Rp16.600
Pertamax Turbo Rp18.300
BioSolar Rp6.800
Dexlite Rp19.700
Pertamina Dex Rp21.150

Harga tersebut menunjukkan bahwa Pertalite dan BioSolar sebagai BBM bersubsidi masih berada pada harga yang sama, masing-masing Rp10.000 dan Rp6.800 per liter. Sementara itu, beberapa BBM nonsubsidi mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Harga Pertamax, misalnya, turun dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter. Pertamax Green 95 juga turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter. Penurunan terbesar terjadi pada Pertamax Turbo yang turun dari kisaran Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter di sejumlah wilayah.

Harga Solar Tetap

Berbeda dengan sejumlah produk BBM bensin, harga BBM jenis solar tidak mengalami perubahan pada penyesuaian Agustus 2026. BioSolar tetap berada pada harga Rp6.800 per liter, sedangkan Dexlite berada di level Rp19.700 per liter untuk wilayah DIY.

Pertamina Dex juga tetap dipasarkan dengan harga Rp21.150 per liter di wilayah DIY. Harga produk diesel nonsubsidi tersebut tidak mengalami perubahan pada periode penyesuaian kali ini.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyesuaian harga BBM pada Agustus 2026 tidak terjadi secara merata pada seluruh jenis bahan bakar. Perubahan terutama terjadi pada beberapa produk BBM nonsubsidi jenis bensin, sementara harga solar relatif stabil.

Faktor Penyesuaian Harga BBM

Harga BBM nonsubsidi dapat mengalami perubahan mengikuti perkembangan sejumlah indikator energi dan ekonomi. Penyesuaian harga mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah, dengan tetap memperhatikan daya beli masyarakat serta ketersediaan pasokan BBM nasional.

Selain itu, harga BBM nonsubsidi dapat berbeda antarwilayah karena adanya perbedaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dan kebijakan daerah. Oleh karena itu, masyarakat perlu memperhatikan daftar harga yang berlaku di wilayah masing-masing.

Dampak terhadap Konsumen dan Sektor Energi

Perubahan harga BBM menjadi salah satu indikator penting dalam melihat dinamika sektor energi nasional. Penurunan harga sejumlah BBM nonsubsidi dapat memberikan ruang bagi konsumen pengguna BBM nonsubsidi untuk mengurangi pengeluaran bahan bakar.

Di sisi lain, stabilnya harga BioSolar dan BBM diesel nonsubsidi menjadi informasi penting bagi sektor transportasi, logistik, dan berbagai kegiatan ekonomi yang menggunakan kendaraan berbahan bakar diesel.

Dengan demikian, perkembangan harga BBM perlu terus dipantau karena dapat berkaitan dengan biaya mobilitas masyarakat maupun biaya operasional berbagai sektor ekonomi.

Pusat Studi Energi UGM akan terus menyajikan informasi dan kajian terkait perkembangan sektor energi, termasuk dinamika harga BBM dan implikasinya terhadap masyarakat serta perekonomian nasional.

PSE UGM Selesaikan Kajian Legalitas dan Pengelolaan Bisnis B2B PT Pertamina Patra Niaga

NewsPenelitian Wednesday, 12 August 2026

Editor: Dannys Arif Kusuma

Kajian multidisiplin mengintegrasikan aspek hukum, ekonomi-bisnis, pricing, teknis-operasional, risiko, dan benchmarking untuk memperkuat tata kelola serta pengambilan keputusan berbasis bukti.

Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) telah menyelesaikan Kajian Analisis Aspek Legalitas & Pengelolaan Business to Business dalam Konteks BUMN dan Perhitungan Keekonomian Agen BBM Industrial & Marine Fuel Business (IMFB) bersama PT Pertamina Patra Niaga. Kajian ini disusun sebagai ruang analisis lintas disiplin untuk mempertemukan perspektif kepatuhan hukum, keberlanjutan bisnis, keekonomian, strategi harga, operasional, dan pengelolaan risiko dalam satu kerangka yang konsisten.

Dalam bisnis energi yang sangat dipengaruhi dinamika harga, perubahan regulasi, karakter pelanggan, serta kompleksitas rantai pasok, pengambilan keputusan B2B tidak cukup dinilai dari satu indikator. Karena itu kajian ini diarahkan untuk memahami keputusan bisnis secara utuh: mulai dari landasan hukumnya, dampaknya terhadap portofolio dan profitabilitas, mekanisme pembentukan harga, kelayakan bagi mitra usaha, hingga konsekuensi operasional dan risiko yang harus dikelola.

Pelaksanaan kajian berlangsung selama empat bulan, mulai 27 Mei hingga 27 September 2025. Sepanjang periode tersebut, proses analisis dilakukan secara bertahap dan iteratif melalui penelaahan dokumen, pengolahan data, pembahasan bersama counterpart, pendalaman lintas bidang, serta validasi temuan sebelum dirumuskan menjadi rekomendasi yang dapat digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan.

Kolaborasi Tenaga Ahli Lintas Disiplin

Kajian dipimpin oleh Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU. sebagai Ketua Tim. Pendalaman bisnis dan profitabilitas melibatkan Prof. Dr. Bambang Riyanto L.S., M.B.A., Ak., CA.; aspek hukum didalami oleh Prof. Dr. Sulistiowati, S.H., M.Hum.; sementara analisis ilmu ekonomi, makro energi, infrastruktur migas, teknis-operasional, akuntansi, finansial, dan keuangan diperkuat oleh Ardyanto Fitrady, M.Si., Ph.D., Dr. Eng. Ir. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M.Eng., Robertus Dhimas Dhewangga Putra, S.T., M.Eng., Ph.D., Akmal Irfan Majid, S.T., M.Eng., Ph.D., Yudi Santara Setyapurnama, S.E., M.Si., Ak., CA., BKP, Agung Wahyu Wasisto, S.E., M.M., serta Thomas Riadi Pranoto, S.E.

Tim ahli tersebut didukung oleh Dannys Arif Kusuma, S.T., M.Eng. dan Wenang Suprayogi, S.T., M.Sc. pada aspek energi dan makro energi, serta Iqbal Kautsar, S.E., dan Tito Aron Palti Sidabalok, S.T yang memperkuat proses analisis pada bidang akuntansi, ekonomi, hukum, infrastruktur migas, serta teknis-operasional. Komposisi lintas disiplin ini memungkinkan isu bisnis dibaca bukan secara parsial, tetapi melalui keterkaitan antara regulasi, angka ekonomi, sistem operasi, dan risiko implementasi.

Sesi diskusi dan validasi lintas fungsi sebagai bagian dari proses pendalaman kajian. Sumber: Dokumentasi PSE UGM.

 

Metodologi Komprehensif dan Terintegrasi

Metodologi kajian menggunakan pendekatan campuran dengan mengombinasikan data primer dan sekunder. Kerangka ini dipilih agar analisis tidak hanya bergantung pada angka atau dokumen formal, tetapi juga menangkap konteks keputusan, proses bisnis, dan pertimbangan manajerial yang melatarinya. Temuan dari satu sumber dibandingkan dengan sumber lain melalui triangulasi sehingga asumsi, anomali data, maupun perbedaan perspektif dapat diuji sebelum digunakan sebagai dasar kesimpulan.

1. Basis Data & Triangulasi

Desk study, regulasi, dokumen internal, literatur, data bisnis, wawancara/FGD, validasi dan konsistensi data.

2. Hukum, Kepatuhan & Tata Kelola

Regulatory mapping, legal review, periodisasi kebijakan, compliance assessment, governance dan batasan risiko keputusan bisnis.

3. Ekonomi, Profitabilitas & Portofolio

Pemetaan produk–pelanggan–channel, struktur biaya, contribution margin, CVP/BEP, margin of safety, skenario dan sensitivitas.

4. Pricing & Keekonomian Mitra

Pemetaan pembentukan harga, referensi pasar, discount/margin/fee, kewajaran model, kompetitivitas, dan uji volatilitas.

5. Teknis, Operasional & Risiko

Process mapping rantai pasok, bottleneck, efisiensi distribusi, risiko harga/kurs, evaluasi hedging, dan prioritas mitigasi.

6. Benchmarking & Rekomendasi

Perbandingan praktik industri, gap analysis, sintesis lintas bidang, validasi, dan penyusunan rekomendasi yang implementatif.

Pertama, pembangunan basis bukti dan validasi data. Kajian diawali dengan desk study terhadap peraturan perundang-undangan, kebijakan pemerintah, pedoman dan prosedur internal, literatur akademik, laporan yang relevan, serta referensi praktik industri. Data bisnis yang tersedia kemudian ditelaah konsistensinya dan dihubungkan dengan informasi primer yang diperoleh melalui wawancara, diskusi teknis, dan Focus Group Discussion (FGD). Tahap ini berfungsi untuk membangun satu basis informasi yang dapat menjelaskan tidak hanya “apa” yang terjadi, tetapi juga “mengapa” suatu kebijakan atau pola bisnis terbentuk.

Kedua, analisis hukum, regulasi, dan tata kelola. Tim melakukan regulatory mapping dan periodisasi kebijakan untuk menelusuri hubungan antara ketentuan eksternal dan kebijakan internal yang memengaruhi kegiatan B2B. Legal review mencakup status dan posisi korporasi, ruang pengambilan keputusan komersial, kepatuhan operasional, tata kelola, otorisasi, serta batasan hukum yang perlu diperhatikan ketika kebijakan bisnis beririsan dengan mandat publik. Pendekatan comparative policy analysis digunakan untuk menempatkan praktik domestik dalam perspektif regulasi dan tata kelola yang lebih luas. Dengan cara ini, rekomendasi ekonomi dan operasional diuji lebih dahulu dari sisi legal defensibility dan prinsip Good Corporate Governance.

Ketiga, analisis ekonomi-bisnis dan profitabilitas portofolio. Pendekatan tidak berhenti pada laba-rugi per transaksi, tetapi memetakan hubungan produk, pelanggan, channel, volume, harga, dan struktur biaya dalam satu portofolio. Biaya dipilah menurut perilakunya menjadi komponen tetap, variabel, dan semi-variabel serta—sejauh data memungkinkan—ditelusuri melalui direct tracing, high-low method, atau analisis regresi. Selanjutnya digunakan contribution margin dan Cost-Volume-Profit Analysis (CVPA) untuk membaca Break-Even Point (BEP), margin of safety, kontribusi masing-masing produk atau pelanggan terhadap penyerapan biaya tetap, serta implikasi perubahan volume dan harga terhadap profitabilitas keseluruhan. Perspektif ini penting agar keputusan tidak dinilai hanya berdasarkan full cost satu transaksi, melainkan juga dampaknya terhadap kinerja portofolio secara agregat.

Keempat, analisis pricing dan keekonomian mitra usaha. Tim memetakan mekanisme pembentukan harga B2B, struktur referensi pasar, komponen biaya, diskon, margin, dan fee pada model yang relevan. Analisis kemudian menguji keterkaitan pricing dengan daya saing, keberlanjutan margin perusahaan, serta keekonomian agen atau mitra. Skenario perubahan harga, biaya, dan volume digunakan untuk melihat ketahanan model; sedangkan sensitivity analysis dan simulasi probabilistik seperti Monte Carlo dapat digunakan untuk memahami dampak volatilitas variabel pasar terhadap margin dan kelayakan bisnis. Pada model harga yang berbasis indeks, evaluasi juga mempertimbangkan perilaku referensi pasar dan kebutuhan mekanisme yang tetap transparan, terukur, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Kelima, analisis teknis-operasional dan manajemen risiko. Aspek ini memetakan alur layanan dan distribusi dari titik suplai hingga pelanggan, mengidentifikasi potensi bottleneck, keterlambatan, ketidakefisienan logistik, serta titik risiko yang dapat memengaruhi kualitas layanan dan biaya. Risiko harga dan kurs ditempatkan dalam kerangka manajemen risiko yang mempertimbangkan eksposur, batas toleransi, mekanisme monitoring, dokumentasi, dan akuntabilitas. Evaluasi strategi hedging menggunakan perangkat kuantitatif seperti Value-at-Risk (VaR) sebagai salah satu referensi untuk mengukur eksposur, kemudian dibaca bersama tata kelola limit, pelaporan, serta tujuan mitigasi agar aktivitas lindung nilai tetap berorientasi pada pengendalian risiko dan bukan spekulasi.

Keenam, benchmarking, gap analysis, dan penyusunan rekomendasi. Praktik bisnis, portofolio, penetapan harga, model keagenan, tata kelola, dan efisiensi operasional dibandingkan dengan referensi industri dan perusahaan energi di berbagai negara. Benchmarking tidak digunakan untuk menyalin praktik luar secara langsung, melainkan untuk mengidentifikasi prinsip yang relevan dan menguji kesesuaiannya dengan konteks regulasi serta karakter pasar Indonesia. Gap yang ditemukan kemudian disintesis bersama hasil analisis hukum, ekonomi, pricing, operasional, dan risiko. Prioritas rekomendasi ditentukan berdasarkan dampak, kepatuhan, kelayakan ekonomi, urgensi risiko, dan kemudahan implementasi; pendekatan pembobotan multikriteria seperti AHP dapat digunakan untuk membantu mengurutkan prioritas mitigasi.

Pendalaman temuan melalui sesi pembahasan bersama. Sumber: Dokumentasi PSE UGM.

Dari Analisis menuju Rekomendasi yang Implementatif

Tahap akhir kajian menyatukan seluruh hasil menjadi rekomendasi. Temuan hukum dibaca bersama implikasi ekonominya; hasil profitabilitas dikaitkan dengan strategi harga dan perilaku portofolio; sementara rekomendasi pricing diuji terhadap konsekuensi operasional, risiko pasar, tata kelola, dan benchmark industri. Proses sintesis ini dirancang untuk mengurangi risiko rekomendasi yang optimal pada satu sisi tetapi menimbulkan persoalan pada sisi lainnya.

Diskusi pembahasan kajian. Sumber: Dokumentasi PSE UGM

 

Melalui pendekatan tersebut, PSE UGM mendorong penggunaan kerangka pengambilan keputusan yang lebih evidence-based, transparan, dan adaptif. Fokus kajian bukan pada satu formula yang bersifat statis, melainkan pada mekanisme evaluasi yang memungkinkan perusahaan menilai perubahan kondisi pasar, biaya, volume, regulasi, dan risiko secara berkala serta menyesuaikan strategi bisnis dengan tetap menjaga prinsip kepatuhan dan tata kelola.

Penyelesaian kajian ini sekaligus memperkuat peran PSE UGM sebagai mitra akademik dalam menjembatani kebutuhan industri dengan pendekatan ilmiah yang aplikatif. Kolaborasi lintas disiplin diharapkan dapat memberikan fondasi analisis yang lebih utuh bagi pengembangan bisnis B2B yang kompetitif, berkelanjutan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHE Dorong Intensifikasi Pemboran dan Eksplorasi Migas

Hukum dan KebijakanNews Tuesday, 11 August 2026

Contributor: –

Editor: Naga Pamungkas

BALI — Upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional terus dilakukan melalui pengembangan sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). Peningkatan aktivitas pemboran, eksplorasi sumber daya baru, serta optimalisasi potensi gas bumi menjadi sejumlah langkah yang dinilai penting untuk menjaga ketersediaan energi di tengah meningkatnya kebutuhan nasional.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Virano Nasution, menyampaikan bahwa ketersediaan sumur pemboran menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan energi Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat membuka SPE/IADC Asia Pacific Drilling Technology Conference and Exhibition 2026 di Bali pada 5–6 Agustus 2026.

Menurut Virano, strategi tersebut tidak hanya ditujukan untuk mempertahankan tingkat produksi dari lapangan-lapangan migas yang telah memasuki fase mature, tetapi juga diarahkan untuk menemukan dan mengembangkan sumber daya baru. Salah satu fokusnya adalah membuka potensi sumber daya di kawasan Indonesia Timur serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas bumi.

“Energi di Indonesia bukan sekadar teori abstrak, melainkan fondasi utama bagi keberlangsungan hidup lebih dari 280 juta orang yang tersebar di 17.000 pulau,” ujar Virano.

Intensifikasi Pemboran di Berbagai Wilayah

Sebagai bagian dari strategi penguatan sektor hulu, PHE saat ini meningkatkan aktivitas pemboran melalui pengembangan ratusan sumur, kegiatan workover, serta eksplorasi di berbagai wilayah kerja. Aktivitas tersebut mencakup wilayah darat (onshore) dan lepas pantai (offshore), mulai dari Blok Rokan dan Sumatra Selatan hingga Kalimantan serta kawasan Indonesia Timur.

Intensifikasi kegiatan pemboran menjadi penting mengingat sebagian lapangan migas yang telah berproduksi menghadapi tantangan berupa penurunan produksi secara alami. Pada saat yang sama, penemuan sumber daya baru diperlukan untuk menjaga kesinambungan pasokan energi dalam jangka panjang.

Namun, pengembangan sektor hulu migas ke depan juga menghadapi tantangan teknis yang semakin kompleks. Sumur-sumur migas di kawasan Asia Pasifik diperkirakan akan semakin banyak berada di lokasi terpencil dengan kondisi tekanan dan temperatur yang tinggi. Kondisi tersebut membutuhkan dukungan teknologi, peralatan pemboran, sumber daya manusia yang kompeten, serta riset dan inovasi yang berkelanjutan.

Talenta dan Teknologi Menjadi Faktor Penting

Virano menilai bahwa pengembangan industri hulu migas tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan terhadap talenta dan penguasaan teknologi. Transfer pengetahuan dan teknologi dibutuhkan dalam berbagai bidang, mulai dari eksplorasi dan pemboran pengembangan hingga penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan Carbon Capture and Storage (CCS).

Perkembangan tersebut juga menunjukkan bahwa kompetensi di sektor pemboran masih memiliki relevansi dalam menghadapi perubahan lanskap energi. Keahlian para insinyur pemboran, ahli geologi, dan geofisikawan tidak hanya diperlukan untuk mendukung produksi minyak dan gas, tetapi juga dapat berkontribusi pada pengembangan energi panas bumi serta infrastruktur penyimpanan karbon.

Dengan demikian, transformasi sektor energi tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan terhadap kompetensi teknis yang telah berkembang dalam industri migas. Sebaliknya, kompetensi tersebut dapat menjadi bagian dari basis keahlian untuk mendukung pengembangan berbagai teknologi energi di masa mendatang.

Pengembangan Hulu Migas Berkelanjutan

Selain meningkatkan kegiatan operasional, PHE juga menyatakan komitmennya untuk menjalankan kegiatan usaha hulu migas dengan memperhatikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Aspek keberlanjutan tersebut mencakup penguatan tata kelola perusahaan, budaya kepatuhan, integritas, serta upaya pencegahan fraud dalam kegiatan operasional.

Penguatan sektor hulu migas pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana sumber daya energi dikelola secara efektif, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat bagi kebutuhan nasional.

Strategi intensifikasi pemboran, eksplorasi sumber daya baru, pengembangan teknologi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan ketahanan energi Indonesia. Di tengah proses transisi menuju sistem energi yang lebih rendah karbon, sektor hulu tetap memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan energi sekaligus mempersiapkan fondasi teknologi dan kompetensi untuk kebutuhan energi masa depan.

Sumber Rujukan:

 

Yurika. (2026, August 10). Wadirut Pertamina Hulu Energi beberkan strategi ketahanan energi. Dunia Energi. https://www.dunia-energi.com/wadirut-pertamina-hulu-energi-beberkan-strategi-ketahanan-energi/

 

Big Opportunity: PSE UGM Turut Hadiri Pelatihan Komunikasi dari Cast From Clay UK

News Monday, 10 August 2026

Contributor: Naga Pamungkas

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta, 10 Agustus 2026 — Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) turut berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan komunikasi yang menghadirkan Cast From Clay UK, perusahaan konsultan komunikasi berbasis di Inggris. Kegiatan ini menjadi salah satu momentum bagi PSE UGM untuk mengembangkan serta menggali lebih jauh potensi diseminasi hasil riset agar dapat dikomunikasikan secara lebih efektif kepada berbagai kelompok audiens.

Pelatihan yang dilaksanakan pada 10 Agustus 2026 tersebut bertempat di Kantor Viriya ENB dan menghadirkan Jammie Horton, Konsultan Komunikasi Senior Cast From Clay sekaligus pemateri utama. Dari PSE UGM, kegiatan ini dihadiri oleh Dr. Eng. Ir. Adhika Widyapraga, S.T., M.Biomed., selaku Peneliti PSE UGM; Dr. Ir. Akmal Irfan Majid, S.T., M.Eng.; serta Naga Pamungkas, selaku Kepala Humas PSE UGM.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai dasar-dasar strategi komunikasi, termasuk bagaimana membangun komunikasi yang efektif serta menyampaikan pesan secara tepat sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Pemahaman mengenai strategi komunikasi menjadi penting, khususnya dalam konteks riset, agar berbagai temuan ilmiah dapat diterjemahkan menjadi informasi yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat maupun pemangku kepentingan.

Salah satu materi utama yang dibahas adalah mengenal audiens. Peserta diajak untuk memahami bahwa setiap kelompok audiens memiliki kebutuhan informasi, karakteristik, serta cara menerima pesan yang berbeda. Dengan memahami audiens secara lebih mendalam, komunikasi hasil riset diharapkan dapat dirancang secara lebih relevan dan tepat sasaran.

Selain itu, pelatihan juga membahas pemetaan dan perencanaan komunikasi secara lebih mendalam. Materi ini menjadi relevan bagi PSE UGM dalam mengembangkan strategi komunikasi yang mampu mendukung proses diseminasi berbagai kajian dan riset energi. Perencanaan komunikasi yang terstruktur dapat membantu memastikan bahwa hasil riset tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat, industri, pemerintah, maupun pemangku kepentingan lainnya.

Ke depan, penguatan strategi komunikasi diharapkan mampu mendukung PSE UGM dalam menjalankan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya menghasilkan kajian dan riset di bidang energi, tetapi juga mampu mengomunikasikan pengetahuan secara efektif untuk mendorong pemahaman, kolaborasi, dan pengambilan kebijakan berbasis riset.

 

PSE UGM Rampungkan Kajian Terintegrasi Cooling Tower PLTU Tanjung Balai Karimun

NewsPenelitian Friday, 7 August 2026

Contributor : Dannys Arif Kusuma, M.Eng.

Kajian untuk PT PLN Indonesia Power menggabungkan assessment kondisi eksisting, feasibility study penambahan unit, serta detailed engineering design cooling tower baru dan perkuatan struktur eksisting sebagai dasar peningkatan keandalan sistem pendingin pembangkit.

Tim PSE UGM bersama jajaran PT PLN Indonesia Power pada rangkaian kegiatan lapangan di PLTU Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) telah menyelesaikan Kajian Assessment Kondisi Eksisting serta Feasibility Study dan Detailed Engineering Design Penambahan Cooling Tower PLTU Tanjung Balai Karimun. Pekerjaan dilaksanakan bersama PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Kepulauan Riau dengan masa pelaksanaan sejak 9 Juli 2025 hingga 4 Januari 2026.

Kajian disusun untuk memberikan dasar pengambilan keputusan yang utuh, mulai dari penilaian kondisi struktur dan performa unit eksisting, analisis kelayakan penambahan kapasitas pendinginan, hingga penyusunan rancangan teknis yang dapat digunakan pada tahap pengadaan dan konstruksi. Pendekatan ini menempatkan cooling tower bukan sekadar bangunan utilitas, melainkan bagian kritis yang memengaruhi temperatur air pendingin, tekanan kondensor, efisiensi termal, daya mampu, serta keandalan operasi pembangkit.

 

 

Assessment Kondisi Eksisting Cooling Tower

Rangkaian assessment meliputi inspeksi visual, pengujian non-destruktif dan laboratorium, evaluasi material, pemodelan struktural, analisis geoteknik, serta evaluasi energi dan kinerja peralatan mekanikal. Seluruh kegiatan dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi eksisting sebagai dasar penyusunan rekomendasi teknis dan rencana tindak lanjut.

 

Kondisi cooling tower eksisting yang menjadi objek assessment multidisiplin.

 

Program Terintegrasi Direkomendasikan untuk Keandalan Jangka Panjang

Berdasarkan hasil teknis dan analisis biaya-manfaat, kajian menempatkan program terintegrasi sebagai opsi paling komprehensif. Program tersebut menggabungkan penanganan dan perkuatan struktur cooling tower eksisting dengan pembangunan unit baru, sehingga peningkatan kapasitas pendinginan berjalan seiring dengan mitigasi risiko keselamatan dan perpanjangan umur layanan aset yang sudah beroperasi.

Rancangan cooling tower baru disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan operasi, keandalan sistem pendingin, kemudahan pemeliharaan, serta kesesuaian dengan kondisi lingkungan dan fasilitas eksisting.

Kajian mengevaluasi alternatif material dan sistem proteksi yang sesuai untuk lingkungan pesisir. Evaluasi mempertimbangkan ketahanan terhadap korosi, kesiapan rantai pasok, mutu fabrikasi, keselamatan, biaya siklus hidup, dan kemudahan perawatan.

Kajian juga memuat rekomendasi penguatan instrumentasi dan pemantauan kondisi yang terintegrasi dengan sistem pengendalian pembangkit. Rekomendasi ini ditujukan untuk mendukung evaluasi performa, pemeliharaan berbasis kondisi, dan peringatan dini terhadap potensi gangguan.

Kolaborasi Tim Multidisiplin PSE UGM

Pelaksanaan kajian berada di bawah arahan Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU. sebagai Director dan Prof. Dr.Eng. Ir. Deendarlianto, S.T., M.Eng. sebagai Reviewer. Koordinasi kajian struktur dipimpin oleh Angga Fajar Setiawan, S.T., M.Eng., Ph.D., dengan dukungan Ir. Suprapto Siswosukarto, Ph.D., IPM. pada aspek struktur dan material, Dr.Eng. Ir. Fikri Faris, S.T., M.Eng., IPM. pada aspek geoteknik, Ir. Muhammad Akhsin Muflikhun, S.T., MSME., Ph.D. pada kajian material, serta Irkhas Bayu Faveryan, S.T., M.Eng. pada penggambaran teknik.

Aspek energi dan performa pembangkit diperkuat oleh Ardi Wiranata, S.T., M.Eng., Ph.D.; Dr.Eng. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M.Eng.; Dr. Akmal Irfan Majid, S.T., M.Eng.; Ir. Robertus Dhimas Dhewangga Putra, S.T., M.Eng., Ph.D.; dan Ir. Dr. Willie Prasidha, S.T., M.Eng. Pekerjaan dikelola oleh Dannys Arif Kusuma, M.Eng. sebagai Project Manager dan Aditya Kurniawan sebagai Project Controller, dengan dukungan Wenang Suprayogi, M.Sc. dan Herjuno Rizki Priatomo sebagai Peneliti Teknik.

Dokumen Teknis Menjadi Dasar Tahap Implementasi

Penyelesaian pekerjaan menghasilkan paket dokumen yang saling terhubung, meliputi laporan assessment dan feasibility study, DED cooling tower baru, DED perkuatan cooling tower eksisting, spesifikasi teknis dan Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS), gambar proses, mekanikal, sipil, elektrikal, perpipaan dan instrumentasi, rencana anggaran biaya, serta jadwal dan kurva-S pelaksanaan. Kelengkapan tersebut memberi PT PLN Indonesia Power dasar untuk melanjutkan verifikasi, penetapan prioritas, penganggaran, pengadaan, dan konstruksi secara lebih terukur.

Hasil kajian menegaskan bahwa pengembangan cooling tower perlu dipandang sebagai program peningkatan keandalan sistem pendingin pembangkit, bukan semata-mata pengadaan peralatan atau pekerjaan konstruksi. Keputusan implementasi perlu mempertimbangkan keselamatan struktur, pemulihan kapasitas pelepasan panas, redundansi sistem, risiko derating dan forced outage, biaya pemeliharaan, serta kinerja aset sepanjang umur layan.

Penyelesaian kajian PSE UGM menjadi dukungan keilmuan yang dapat diterapkan bagi industri ketenagalistrikan. Melalui kolaborasi akademisi dan praktisi, rekomendasi yang dihasilkan diharapkan membantu PT PLN Indonesia Power menjaga efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan operasi PLTU Tanjung Balai Karimun dalam jangka panjang.

PSE UGM Kajian Assessment Shelter dan Dinding Coal Shed PLTU Tanjung Balai Karimun

NewsPenelitian Friday, 7 August 2026

Contributor : Dannys Arif Kusuma, M.Eng.

Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada telah menyelesaikan kajian teknis untuk menilai kondisi aktual, kapasitas struktur, dan kebutuhan penanganan shelter serta dinding coal shed pada coal yard PLTU Tanjung Balai Karimun. Kajian bersama PT PLN Indonesia Power UBP Kepulauan Riau pada 12 Oktober 2025.

Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau – Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) menyelesaikan Kajian Assessment Shelter dan Dinding Coal Shed pada Coal Yard PLTU Tanjung Balai Karimun sebagai bagian dari kerja sama riset terapan dengan PT PLN Indonesia Power. Kajian berlangsung pada 15 Juli hingga 12 Oktober 2025 untuk mendukung pengambilan keputusan teknis yang mengutamakan keselamatan, keandalan fasilitas, dan keberlanjutan operasi pembangkit. Pelaksanaan kajian melibatkan Ir. Suprapto Siswosukarto, Ph.D., IPM., Angga Fajar Setiawan, S.T., M.Eng., Ph.D., dan Ir. Muhammad Akhsin Muflikhun, S.T., MSME., Ph.D. sebagai tenaga ahli, dengan Dannys Arif Kusuma, S.T., M.Eng. sebagai Project Manager.

Pelaksanaan teknis kajian diperkuat oleh Irkhas Bayu Faveryan, S.T., M.Eng. sebagai Asisten Senior, serta Yusuf Haroki, S.T., M.Eng., Clara Helen Ardenia, S.T., Ridhwan Afnan Primadika, S.T., M.Eng., Ardi Jati Nugroho PU, dan Nugroho Karya Yudha sebagai Asisten Junior.

Kegiatan lapangan didukung oleh Fuad Machfud dan Bahtiar Dwi Kusuma, S.T., sementara Aditya Kurniawan dan Fawwaz Aqilla turut mendukung pelaksanaan kegiatan sebagai Tim PSE UGM. Kolaborasi tim memastikan seluruh tahapan, mulai dari survei lapangan, pengujian, analisis, hingga penyusunan rekomendasi, dilaksanakan secara terkoordinasi.

Coal shed merupakan fasilitas penting dalam sistem penanganan dan penyimpanan batubara. Struktur baja, penutup atap, dinding beton, area hopper, dan komponen pendukungnya bekerja di lingkungan yang dipengaruhi kelembapan, debu batubara, paparan udara laut, aktivitas alat berat, serta getaran operasional. Kondisi tersebut dapat mempercepat degradasi material dan menurunkan kinerja struktur apabila tidak diidentifikasi dan ditangani secara sistematis.

Kajian Berbasis Kondisi Aktual Fasilitas

Tim PSE UGM mengawali pekerjaan melalui penelaahan dokumen desain, gambar eksisting, data inspeksi, informasi operasional, serta standar teknis yang relevan. Tahap ini menjadi dasar untuk menentukan fokus pemeriksaan dan titik-titik pengujian di lapangan. Survei kemudian dilakukan pada elemen rangka baja, sambungan, gording, penutup atap, dinding beton, pedestal, area hopper, dan sistem drainase di sekitar coal yard.

Pengamatan visual menunjukkan adanya degradasi pada sejumlah komponen struktur. Korosi ditemukan pada rangka utama, gording, sambungan, dan penutup atap dengan tingkat yang bervariasi. Pada beberapa bagian, lapisan pelindung telah menurun sehingga permukaan baja lebih terbuka terhadap lingkungan. Tim juga mencermati kedekatan timbunan batubara dengan rangka, kondisi sambungan, serta aktivitas alat berat yang berpotensi memberikan benturan dan getaran pada struktur.

Temuan korosi pada elemen rangka baja menjadi salah satu aspek utama dalam evaluasi kondisi eksisting.

 

Inspeksi Lapangan dan Pengujian Multimetode

Untuk memperoleh gambaran yang terukur, kajian tidak hanya mengandalkan inspeksi visual. Tim melaksanakan pengujian non-destructive test dan pemeriksaan material, meliputi ultrasonic pulse velocity untuk menilai kualitas beton, hammer test untuk mengevaluasi homogenitas permukaan beton, hardness test untuk mengidentifikasi karakteristik kekerasan baja, serta thickness test dan pemeriksaan coating untuk menilai penipisan material dan kondisi lapisan pelindung.

Pengambilan sampel material juga dilakukan pada bagian yang mewakili kondisi lapangan. Sampel tersebut dianalisis melalui pengujian laboratorium, termasuk pengamatan mikrostruktur dan komposisi unsur, guna mengidentifikasi mekanisme degradasi dan mendukung penilaian sisa kemampuan material. Integrasi data lapangan dan laboratorium memungkinkan evaluasi dilakukan secara objektif dan berbasis bukti.

Pelaksanaan pengujian lapangan untuk memperoleh data karakteristik material dan kondisi aktual elemen struktur.

Analisis Struktural dan Evaluasi Kinerja

Data hasil inspeksi dan pengujian selanjutnya digunakan sebagai masukan dalam pemodelan struktur menggunakan perangkat lunak SAP2000. Pemodelan mempertimbangkan konfigurasi struktur eksisting dan kondisi aktual elemen, termasuk pengaruh penurunan penampang akibat korosi. Analisis dilakukan untuk mengevaluasi respons struktur terhadap beban mati, angin, gempa, serta kombinasi pembebanan yang relevan.

Melalui analisis tersebut, tim menilai kapasitas elemen tarik dan tekan, kestabilan struktur, distribusi gaya dalam, deformasi, serta kemungkinan elemen yang bekerja melampaui kapasitasnya. Kajian juga membandingkan kinerja struktur sebelum dan setelah memperhitungkan kondisi korosi, sehingga dampak degradasi material terhadap tingkat keselamatan dan kebutuhan penguatan dapat dipahami secara lebih komprehensif.

Pemodelan struktur coal shed digunakan untuk mengevaluasi kapasitas, distribusi beban, dan kebutuhan perbaikan atau penguatan

Rekomendasi Perbaikan dan Preventive Maintenance

Berdasarkan hasil evaluasi, tim menyusun alternatif penanganan untuk setiap tingkat kerusakan. Opsi yang dikaji mencakup pembersihan dan perlakuan permukaan, aplikasi ulang protective coating, perbaikan sambungan, penguatan atau penggantian elemen yang mengalami degradasi, serta peningkatan perlindungan pada komponen beton. Prioritas penanganan disusun dengan mempertimbangkan risiko keselamatan, tingkat urgensi, kontinuitas operasi, dan kemudahan pelaksanaan di lapangan.

Kajian juga mengevaluasi alternatif perbaikan struktur eksisting dan opsi pembangunan coal shed baru. Masing-masing alternatif ditinjau berdasarkan kebutuhan material, metode pelaksanaan, biaya, umur manfaat, ketahanan terhadap lingkungan korosif, serta kebutuhan pemeliharaan lanjutan. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar bagi pengelola pembangkit dalam menentukan strategi yang paling sesuai dengan kondisi teknis dan rencana pengelolaan aset.

Sebagai bagian dari keluaran kajian, PSE UGM menyusun strategi preventive maintenance yang mencakup inspeksi berkala, pemetaan tingkat korosi, pemantauan ketebalan material dan coating, pemeriksaan sambungan, pengendalian jarak timbunan batubara terhadap struktur, serta penanganan dini pada area yang menunjukkan degradasi. Pendekatan ini diharapkan dapat memperpanjang umur layanan fasilitas dan mencegah kerusakan berulang.

3 Kartini UGM Resmi Raih Juara 3 dalam Ajang Greenovate 2026

News Thursday, 6 August 2026

Contributor: Naga Pamungkas

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Tim yang terdiri atas Arsi Cahyani, Hayya Majida Amani, dan Pratiwi Putri Hasibuan berhasil meraih Juara 3 pada ajang Greenovate 2026 setelah menampilkan performa terbaik pada babak grand final yang diselenggarakan di 25hours Hotel Pada 5 Agustus 2026. Capaian ini menjadi bukti komitmen mahasiswa UGM dalam menghadirkan inovasi yang mendukung pengembangan teknologi berkelanjutan.

Pada babak grand final, ketiga mahasiswa tersebut mempresentasikan business plan mengenai inovasi pengembangan material elektroda superkapasitor berbasis limbah tandan kosong kelapa sawit. Gagasan ini menawarkan pemanfaatan limbah biomassa kelapa sawit menjadi material bernilai tambah yang dapat diaplikasikan sebagai komponen penyimpanan energi, sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular melalui optimalisasi limbah perkebunan.

Melalui presentasi yang komprehensif, tim UGM memaparkan potensi teknologi tersebut tidak hanya dari sisi inovasi material, tetapi juga dari aspek kelayakan bisnis, peluang implementasi di industri, serta kontribusinya dalam mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan. Pendekatan yang menggabungkan inovasi teknologi dan strategi bisnis menjadi salah satu kekuatan utama yang mengantarkan tim meraih posisi ketiga pada kompetisi tersebut.

Keberhasilan tim UGM dalam ajang Greenovate 2026 juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Dalam proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi, Pusat Studi Energi (PSE) UGM turut memberikan pendampingan melalui Naga Pamungkas, S.I.Kom. yang berperan sebagai Pendamping/Liaison Officer (LO). Selain itu, Dr. Akmal Irfan Majid juga berkontribusi sebagai Juri Internal UGM yang memberikan masukan dan evaluasi terhadap pengembangan ide serta penyempurnaan presentasi tim sebelum berlaga di tingkat nasional.

Keberhasilan Arsi Cahyani, Hayya Majida Amani, dan Pratiwi Putri Hasibuan mencerminkan semangat mahasiswa UGM dalam mengembangkan solusi inovatif terhadap tantangan energi dan lingkungan. Inovasi yang mereka usung menunjukkan bahwa limbah pertanian dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang berpotensi mendukung pengembangan teknologi penyimpanan energi di masa depan.

Prestasi ini juga sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan teknologi penyimpanan energi, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui lahirnya inovasi berbasis riset, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab)melalui pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengembangan solusi yang mendukung sistem energi rendah emisi.

Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, industri, serta mendukung pembangunan energi berkelanjutan di Indonesia.

Jika berita ini akan dipublikasikan di website PSE UGM, saya juga dapat Sesuaikan gaya penulisan agar lebih formal dan konsisten dengan format berita-berita PSE UGM sebelumnya, termasuk Tambahkan kutipan dari Dr. Akmal Irfan Majid atau perwakilan PSE UGM agar berita terasa lebih hidup dan kredibel.

 

PSE UGM Kedatangan Tamu Spesial: Forum Diskusi Bersama MPR RI

News Wednesday, 29 July 2026

Contributor: Ekrar Winata

Editor: Naga Pamungkas

 

Yogyakarta- Tepatnya pada tanggal 29 Juli 2026 PSE UGM kedatangan tamu spesial, yang tak lain tak bukan merupakan salah satu Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H. Dalam kesempatan ini, Wakil Ketua Perwakilan  Partai Amanat Nasional ini datang dalam rangka menghadiri FGD bertema “Menggapai Pertumbuhan Ekonomi, Ketahanan Energi, dan Dekarbonisasi: Peluang dan Tantangan yang Dihadapi”.

Secara keseluruhan, diskusi yang diadakan pada Ruang Panas Bumi PSE UGM ini bisa dikatakan sukses besar. FGD diawali dengan presentasi Bapak Wakil Ketua MPR RI sebagai pembuka sekaligus pemantik jalanya diskusi. Selanjutnya dilanjutkan dengan pemaparan Pakar Pusat Studi Energi UGM  seperti Ir. Prastowo Murti, S.Si., M.Eng., Ardyanto Fitrady, M.A., M.Si., Ph.D., R. Derajad Sulistyo  Widhyharto, S.Sos., M.Si., dan Prof. Dr. Gabriel Lele. Disamping suksesnya acara ini, Hal ini membuktikan tindakan nyata MPR RI dan PSE UGM untuk bersama sama memajukian sektor energi Indonesia agar kedepanya dapat terarah menuju jalan yang lebih baik.

Peneliti PSE UGM: B50 Berpotensi Perkuat Ketahanan Energi Nasional dan Dukung Transisi Energi

News Tuesday, 28 July 2026

Contributor: Dannys Arif Kusuma

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta – Pemerintah Indonesia terus mendorong pemanfaatan biodiesel sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca. Salah satu kebijakan yang kini menjadi perhatian adalah implementasi B50, yaitu bahan bakar diesel yang mengandung campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dan 50 persen solar fosil.

Menanggapi implementasi kebijakan tersebut, Peneliti Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada, Dannys Arief Kusuma, S.T., M.Eng., menilai bahwa B50 merupakan langkah yang cukup positif bagi Indonesia dalam mendukung kemandirian energi.

Menurut Dannys, penerapan B50 berpotensi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar sehingga dapat menghemat devisa negara. Selain itu, kebijakan ini juga dinilai mampu meningkatkan ketahanan energi nasional sekaligus memberikan nilai tambah bagi industri kelapa sawit dalam negeri.

“Menurut saya, B50 merupakan pertanda yang cukup baik bagi Indonesia. Penggunaan B50 dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor solar, menghemat devisa, meningkatkan ketahanan energi, serta memberikan nilai tambah bagi industri kelapa sawit dalam negeri,” ujarnya.

Meski demikian, Dannys menekankan bahwa keberhasilan implementasi B50 tidak hanya bergantung pada peningkatan kadar biodiesel dalam bahan bakar. Ia mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap kualitas bahan bakar, kesiapan teknologi mesin, serta pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan baru di masa mendatang.

Selain aspek ketahanan energi, B50 juga dinilai memiliki potensi dalam mendukung upaya penurunan emisi. Dengan menggantikan separuh penggunaan solar fosil menggunakan biodiesel berbasis minyak sawit, emisi karbon, sulfur, asap hitam, dan partikulat dapat ditekan dibandingkan penggunaan solar konvensional.

Namun, Dannys menjelaskan bahwa penurunan emisi tidak dapat diartikan secara sederhana sebagai pengurangan sebesar 50 persen. Menurutnya, efektivitas B50 harus dianalisis melalui pendekatan life cycle assessment (LCA) atau penilaian siklus hidup, yang memperhitungkan seluruh tahapan mulai dari proses budidaya kelapa sawit, produksi biodiesel, distribusi, hingga proses pembakaran di dalam mesin.

“Bukan berarti emisinya otomatis turun 50 persen. Dampak sebenarnya harus dihitung dari seluruh proses, mulai dari perkebunan, produksi biodiesel, distribusi, hingga pembakaran di mesin. Jika bahan bakunya dikelola secara berkelanjutan, B50 dapat menjadi solusi transisi energi yang cukup efektif,” jelasnya.

Melalui implementasi yang didukung tata kelola berkelanjutan, peningkatan kualitas bahan bakar, serta kesiapan infrastruktur dan teknologi, B50 diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target transisi energi dan pengurangan emisi Indonesia di masa depan.

 

Wow! Dewan Pengarah PSE UGM Menjadi Satu-satunya Guru Besar UGM yang Meraih Energy Executive Award

News Sunday, 26 July 2026

Contributor: Naga Pamungkas

Editor: Naga Pamungkas

Jakarta – Kabar membanggakan datang dari Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada. Prof. Dr. Eng. Deendarlianto, S.T., M.Eng., Dewan Pengarah PSE UGM sekaligus Guru Besar Universitas Gadjah Mada, berhasil meraih penghargaan Outstanding Contribution to Indonesia’s Energy Sector dalam ajang Energy Executive Awardyang diselenggarakan pada 22 Juli 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Ajang penghargaan ini bertujuan memberikan apresiasi kepada para pakar, akademisi, dan eksekutif yang telah menunjukkan kontribusi nyata dalam mendorong kemajuan sektor energi nasional. Pada penyelenggaraan tahun ini, Prof. Deendarlianto menjadi satu-satunya Guru Besar Universitas Gadjah Mada yang menerima penghargaan bergengsi tersebut.

Penghargaan Outstanding Contribution to Indonesia’s Energy Sector diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusi Prof. Deendarlianto dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, serta inovasi di bidang energi. Selama berkiprah sebagai akademisi dan peneliti, beliau aktif mendorong pengembangan teknologi energi, penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri, serta mendukung percepatan transisi energi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

Selain Prof. Deendarlianto, sejumlah tokoh nasional juga menerima penghargaan pada ajang ini. Dr. Ir. Suroso Isnandar, S.T., M.Sc., IPU., QRMP., QCRO., Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), memperoleh penghargaan Consistently Accelerating Indonesia’s Renewable Energy Transition and Advancing the Nation’s Energy Self-Sufficiency.

Sementara itu, Prof. Ir. Rinaldy Dalimi, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Universitas Indonesia, menerima penghargaan Recognition of Outstanding Contributions to The Advancement of Renewable Energy in Indonesia. Penghargaan juga diberikan kepada Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., IPU., Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, atas kontribusinya melalui penghargaan A Key Figure in Accelerating the National Implementation of New and Renewable Energy, Particularly Hydrogen.

Pada kategori penghargaan tertinggi, Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., M.A., Ph.D., IPU. menerima Lifetime Achievement for Distinguished Leadership and Outstanding Contributions to Indonesia’s Energy Sector sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, kepemimpinan, dan kontribusinya yang luar biasa dalam memajukan sektor energi Indonesia.

Pencapaian Prof. Deendarlianto menjadi kebanggaan bagi Universitas Gadjah Mada, khususnya Pusat Studi Energi UGM. Penghargaan ini diharapkan semakin memperkuat komitmen PSE UGM dalam menghasilkan riset, inovasi, dan rekomendasi kebijakan yang mendukung terwujudnya sistem energi nasional yang tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

 

123…11

Pusat Studi Energi
Sekip Blok K1.A Kampus Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta - Indonesia
Tel/Fax: +62-0274-549429 | e-mail : pse@ugm.ac.id

Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Energi

Universitas Gadjah Mada

Sekip Blok K1-A Yogyakarta 55281

pse@ugm.ac.id
 +62 (274) 549429
 +62 (274) 549429

© Pusat Studi Energi - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY