• UGM
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Energi
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang PSE
    • Pengantar
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Kegiatan
    • Kerjasama
    • Personalia
  • Program Kerja
  • Jasa
    • Jasa Survei Geofisika untuk Eksplorasi Air Tanah
    • Jasa Survei Geofisika untuk Geoteknik
    • Jasa Audit Energi
  • PENELITIAN
  • Pelatihan
  • Kontak
  • Beranda
  • Pos oleh
Pos oleh :

irawanekop

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHE Dorong Intensifikasi Pemboran dan Eksplorasi Migas

Hukum dan KebijakanNews Tuesday, 11 August 2026

Contributor: –

Editor: Naga Pamungkas

BALI — Upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional terus dilakukan melalui pengembangan sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). Peningkatan aktivitas pemboran, eksplorasi sumber daya baru, serta optimalisasi potensi gas bumi menjadi sejumlah langkah yang dinilai penting untuk menjaga ketersediaan energi di tengah meningkatnya kebutuhan nasional.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Virano Nasution, menyampaikan bahwa ketersediaan sumur pemboran menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan energi Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat membuka SPE/IADC Asia Pacific Drilling Technology Conference and Exhibition 2026 di Bali pada 5–6 Agustus 2026.

Menurut Virano, strategi tersebut tidak hanya ditujukan untuk mempertahankan tingkat produksi dari lapangan-lapangan migas yang telah memasuki fase mature, tetapi juga diarahkan untuk menemukan dan mengembangkan sumber daya baru. Salah satu fokusnya adalah membuka potensi sumber daya di kawasan Indonesia Timur serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas bumi.

“Energi di Indonesia bukan sekadar teori abstrak, melainkan fondasi utama bagi keberlangsungan hidup lebih dari 280 juta orang yang tersebar di 17.000 pulau,” ujar Virano.

Intensifikasi Pemboran di Berbagai Wilayah

Sebagai bagian dari strategi penguatan sektor hulu, PHE saat ini meningkatkan aktivitas pemboran melalui pengembangan ratusan sumur, kegiatan workover, serta eksplorasi di berbagai wilayah kerja. Aktivitas tersebut mencakup wilayah darat (onshore) dan lepas pantai (offshore), mulai dari Blok Rokan dan Sumatra Selatan hingga Kalimantan serta kawasan Indonesia Timur.

Intensifikasi kegiatan pemboran menjadi penting mengingat sebagian lapangan migas yang telah berproduksi menghadapi tantangan berupa penurunan produksi secara alami. Pada saat yang sama, penemuan sumber daya baru diperlukan untuk menjaga kesinambungan pasokan energi dalam jangka panjang.

Namun, pengembangan sektor hulu migas ke depan juga menghadapi tantangan teknis yang semakin kompleks. Sumur-sumur migas di kawasan Asia Pasifik diperkirakan akan semakin banyak berada di lokasi terpencil dengan kondisi tekanan dan temperatur yang tinggi. Kondisi tersebut membutuhkan dukungan teknologi, peralatan pemboran, sumber daya manusia yang kompeten, serta riset dan inovasi yang berkelanjutan.

Talenta dan Teknologi Menjadi Faktor Penting

Virano menilai bahwa pengembangan industri hulu migas tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan terhadap talenta dan penguasaan teknologi. Transfer pengetahuan dan teknologi dibutuhkan dalam berbagai bidang, mulai dari eksplorasi dan pemboran pengembangan hingga penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan Carbon Capture and Storage (CCS).

Perkembangan tersebut juga menunjukkan bahwa kompetensi di sektor pemboran masih memiliki relevansi dalam menghadapi perubahan lanskap energi. Keahlian para insinyur pemboran, ahli geologi, dan geofisikawan tidak hanya diperlukan untuk mendukung produksi minyak dan gas, tetapi juga dapat berkontribusi pada pengembangan energi panas bumi serta infrastruktur penyimpanan karbon.

Dengan demikian, transformasi sektor energi tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan terhadap kompetensi teknis yang telah berkembang dalam industri migas. Sebaliknya, kompetensi tersebut dapat menjadi bagian dari basis keahlian untuk mendukung pengembangan berbagai teknologi energi di masa mendatang.

Pengembangan Hulu Migas Berkelanjutan

Selain meningkatkan kegiatan operasional, PHE juga menyatakan komitmennya untuk menjalankan kegiatan usaha hulu migas dengan memperhatikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Aspek keberlanjutan tersebut mencakup penguatan tata kelola perusahaan, budaya kepatuhan, integritas, serta upaya pencegahan fraud dalam kegiatan operasional.

Penguatan sektor hulu migas pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana sumber daya energi dikelola secara efektif, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat bagi kebutuhan nasional.

Strategi intensifikasi pemboran, eksplorasi sumber daya baru, pengembangan teknologi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan ketahanan energi Indonesia. Di tengah proses transisi menuju sistem energi yang lebih rendah karbon, sektor hulu tetap memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan energi sekaligus mempersiapkan fondasi teknologi dan kompetensi untuk kebutuhan energi masa depan.

Sumber Rujukan:

 

Yurika. (2026, August 10). Wadirut Pertamina Hulu Energi beberkan strategi ketahanan energi. Dunia Energi. https://www.dunia-energi.com/wadirut-pertamina-hulu-energi-beberkan-strategi-ketahanan-energi/

 

Big Opportunity: PSE UGM Turut Hadiri Pelatihan Komunikasi dari Cast From Clay UK

News Monday, 10 August 2026

Contributor: Naga Pamungkas

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta, 10 Agustus 2026 — Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) turut berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan komunikasi yang menghadirkan Cast From Clay UK, perusahaan konsultan komunikasi berbasis di Inggris. Kegiatan ini menjadi salah satu momentum bagi PSE UGM untuk mengembangkan serta menggali lebih jauh potensi diseminasi hasil riset agar dapat dikomunikasikan secara lebih efektif kepada berbagai kelompok audiens.

Pelatihan yang dilaksanakan pada 10 Agustus 2026 tersebut bertempat di Kantor Viriya ENB dan menghadirkan Jammie Horton, Konsultan Komunikasi Senior Cast From Clay sekaligus pemateri utama. Dari PSE UGM, kegiatan ini dihadiri oleh Dr. Eng. Ir. Adhika Widyapraga, S.T., M.Biomed., selaku Peneliti PSE UGM; Dr. Ir. Akmal Irfan Majid, S.T., M.Eng.; serta Naga Pamungkas, selaku Kepala Humas PSE UGM.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai dasar-dasar strategi komunikasi, termasuk bagaimana membangun komunikasi yang efektif serta menyampaikan pesan secara tepat sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Pemahaman mengenai strategi komunikasi menjadi penting, khususnya dalam konteks riset, agar berbagai temuan ilmiah dapat diterjemahkan menjadi informasi yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat maupun pemangku kepentingan.

Salah satu materi utama yang dibahas adalah mengenal audiens. Peserta diajak untuk memahami bahwa setiap kelompok audiens memiliki kebutuhan informasi, karakteristik, serta cara menerima pesan yang berbeda. Dengan memahami audiens secara lebih mendalam, komunikasi hasil riset diharapkan dapat dirancang secara lebih relevan dan tepat sasaran.

Selain itu, pelatihan juga membahas pemetaan dan perencanaan komunikasi secara lebih mendalam. Materi ini menjadi relevan bagi PSE UGM dalam mengembangkan strategi komunikasi yang mampu mendukung proses diseminasi berbagai kajian dan riset energi. Perencanaan komunikasi yang terstruktur dapat membantu memastikan bahwa hasil riset tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat, industri, pemerintah, maupun pemangku kepentingan lainnya.

Ke depan, penguatan strategi komunikasi diharapkan mampu mendukung PSE UGM dalam menjalankan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya menghasilkan kajian dan riset di bidang energi, tetapi juga mampu mengomunikasikan pengetahuan secara efektif untuk mendorong pemahaman, kolaborasi, dan pengambilan kebijakan berbasis riset.

 

PSE UGM Rampungkan Kajian Terintegrasi Cooling Tower PLTU Tanjung Balai Karimun

NewsPenelitian Friday, 7 August 2026

Contributor : Dannys Arif Kusuma, M.Eng.

Kajian untuk PT PLN Indonesia Power menggabungkan assessment kondisi eksisting, feasibility study penambahan unit, serta detailed engineering design cooling tower baru dan perkuatan struktur eksisting sebagai dasar peningkatan keandalan sistem pendingin pembangkit.

Tim PSE UGM bersama jajaran PT PLN Indonesia Power pada rangkaian kegiatan lapangan di PLTU Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) telah menyelesaikan Kajian Assessment Kondisi Eksisting serta Feasibility Study dan Detailed Engineering Design Penambahan Cooling Tower PLTU Tanjung Balai Karimun. Pekerjaan dilaksanakan bersama PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Kepulauan Riau dengan masa pelaksanaan sejak 9 Juli 2025 hingga 4 Januari 2026.

Kajian disusun untuk memberikan dasar pengambilan keputusan yang utuh, mulai dari penilaian kondisi struktur dan performa unit eksisting, analisis kelayakan penambahan kapasitas pendinginan, hingga penyusunan rancangan teknis yang dapat digunakan pada tahap pengadaan dan konstruksi. Pendekatan ini menempatkan cooling tower bukan sekadar bangunan utilitas, melainkan bagian kritis yang memengaruhi temperatur air pendingin, tekanan kondensor, efisiensi termal, daya mampu, serta keandalan operasi pembangkit.

 

 

Assessment Kondisi Eksisting Cooling Tower

Rangkaian assessment meliputi inspeksi visual, pengujian non-destruktif dan laboratorium, evaluasi material, pemodelan struktural, analisis geoteknik, serta evaluasi energi dan kinerja peralatan mekanikal. Seluruh kegiatan dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi eksisting sebagai dasar penyusunan rekomendasi teknis dan rencana tindak lanjut.

 

Kondisi cooling tower eksisting yang menjadi objek assessment multidisiplin.

 

Program Terintegrasi Direkomendasikan untuk Keandalan Jangka Panjang

Berdasarkan hasil teknis dan analisis biaya-manfaat, kajian menempatkan program terintegrasi sebagai opsi paling komprehensif. Program tersebut menggabungkan penanganan dan perkuatan struktur cooling tower eksisting dengan pembangunan unit baru, sehingga peningkatan kapasitas pendinginan berjalan seiring dengan mitigasi risiko keselamatan dan perpanjangan umur layanan aset yang sudah beroperasi.

Rancangan cooling tower baru disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan operasi, keandalan sistem pendingin, kemudahan pemeliharaan, serta kesesuaian dengan kondisi lingkungan dan fasilitas eksisting.

Kajian mengevaluasi alternatif material dan sistem proteksi yang sesuai untuk lingkungan pesisir. Evaluasi mempertimbangkan ketahanan terhadap korosi, kesiapan rantai pasok, mutu fabrikasi, keselamatan, biaya siklus hidup, dan kemudahan perawatan.

Kajian juga memuat rekomendasi penguatan instrumentasi dan pemantauan kondisi yang terintegrasi dengan sistem pengendalian pembangkit. Rekomendasi ini ditujukan untuk mendukung evaluasi performa, pemeliharaan berbasis kondisi, dan peringatan dini terhadap potensi gangguan.

Kolaborasi Tim Multidisiplin PSE UGM

Pelaksanaan kajian berada di bawah arahan Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU. sebagai Director dan Prof. Dr.Eng. Ir. Deendarlianto, S.T., M.Eng. sebagai Reviewer. Koordinasi kajian struktur dipimpin oleh Angga Fajar Setiawan, S.T., M.Eng., Ph.D., dengan dukungan Ir. Suprapto Siswosukarto, Ph.D., IPM. pada aspek struktur dan material, Dr.Eng. Ir. Fikri Faris, S.T., M.Eng., IPM. pada aspek geoteknik, Ir. Muhammad Akhsin Muflikhun, S.T., MSME., Ph.D. pada kajian material, serta Irkhas Bayu Faveryan, S.T., M.Eng. pada penggambaran teknik.

Aspek energi dan performa pembangkit diperkuat oleh Ardi Wiranata, S.T., M.Eng., Ph.D.; Dr.Eng. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M.Eng.; Dr. Akmal Irfan Majid, S.T., M.Eng.; Ir. Robertus Dhimas Dhewangga Putra, S.T., M.Eng., Ph.D.; dan Ir. Dr. Willie Prasidha, S.T., M.Eng. Pekerjaan dikelola oleh Dannys Arif Kusuma, M.Eng. sebagai Project Manager dan Aditya Kurniawan sebagai Project Controller, dengan dukungan Wenang Suprayogi, M.Sc. dan Herjuno Rizki Priatomo sebagai Peneliti Teknik.

Dokumen Teknis Menjadi Dasar Tahap Implementasi

Penyelesaian pekerjaan menghasilkan paket dokumen yang saling terhubung, meliputi laporan assessment dan feasibility study, DED cooling tower baru, DED perkuatan cooling tower eksisting, spesifikasi teknis dan Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS), gambar proses, mekanikal, sipil, elektrikal, perpipaan dan instrumentasi, rencana anggaran biaya, serta jadwal dan kurva-S pelaksanaan. Kelengkapan tersebut memberi PT PLN Indonesia Power dasar untuk melanjutkan verifikasi, penetapan prioritas, penganggaran, pengadaan, dan konstruksi secara lebih terukur.

Hasil kajian menegaskan bahwa pengembangan cooling tower perlu dipandang sebagai program peningkatan keandalan sistem pendingin pembangkit, bukan semata-mata pengadaan peralatan atau pekerjaan konstruksi. Keputusan implementasi perlu mempertimbangkan keselamatan struktur, pemulihan kapasitas pelepasan panas, redundansi sistem, risiko derating dan forced outage, biaya pemeliharaan, serta kinerja aset sepanjang umur layan.

Penyelesaian kajian PSE UGM menjadi dukungan keilmuan yang dapat diterapkan bagi industri ketenagalistrikan. Melalui kolaborasi akademisi dan praktisi, rekomendasi yang dihasilkan diharapkan membantu PT PLN Indonesia Power menjaga efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan operasi PLTU Tanjung Balai Karimun dalam jangka panjang.

PSE UGM Kajian Assessment Shelter dan Dinding Coal Shed PLTU Tanjung Balai Karimun

NewsPenelitian Friday, 7 August 2026

Contributor : Dannys Arif Kusuma, M.Eng.

Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada telah menyelesaikan kajian teknis untuk menilai kondisi aktual, kapasitas struktur, dan kebutuhan penanganan shelter serta dinding coal shed pada coal yard PLTU Tanjung Balai Karimun. Kajian bersama PT PLN Indonesia Power UBP Kepulauan Riau pada 12 Oktober 2025.

Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau – Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) menyelesaikan Kajian Assessment Shelter dan Dinding Coal Shed pada Coal Yard PLTU Tanjung Balai Karimun sebagai bagian dari kerja sama riset terapan dengan PT PLN Indonesia Power. Kajian berlangsung pada 15 Juli hingga 12 Oktober 2025 untuk mendukung pengambilan keputusan teknis yang mengutamakan keselamatan, keandalan fasilitas, dan keberlanjutan operasi pembangkit. Pelaksanaan kajian melibatkan Ir. Suprapto Siswosukarto, Ph.D., IPM., Angga Fajar Setiawan, S.T., M.Eng., Ph.D., dan Ir. Muhammad Akhsin Muflikhun, S.T., MSME., Ph.D. sebagai tenaga ahli, dengan Dannys Arif Kusuma, S.T., M.Eng. sebagai Project Manager.

Pelaksanaan teknis kajian diperkuat oleh Irkhas Bayu Faveryan, S.T., M.Eng. sebagai Asisten Senior, serta Yusuf Haroki, S.T., M.Eng., Clara Helen Ardenia, S.T., Ridhwan Afnan Primadika, S.T., M.Eng., Ardi Jati Nugroho PU, dan Nugroho Karya Yudha sebagai Asisten Junior.

Kegiatan lapangan didukung oleh Fuad Machfud dan Bahtiar Dwi Kusuma, S.T., sementara Aditya Kurniawan dan Fawwaz Aqilla turut mendukung pelaksanaan kegiatan sebagai Tim PSE UGM. Kolaborasi tim memastikan seluruh tahapan, mulai dari survei lapangan, pengujian, analisis, hingga penyusunan rekomendasi, dilaksanakan secara terkoordinasi.

Coal shed merupakan fasilitas penting dalam sistem penanganan dan penyimpanan batubara. Struktur baja, penutup atap, dinding beton, area hopper, dan komponen pendukungnya bekerja di lingkungan yang dipengaruhi kelembapan, debu batubara, paparan udara laut, aktivitas alat berat, serta getaran operasional. Kondisi tersebut dapat mempercepat degradasi material dan menurunkan kinerja struktur apabila tidak diidentifikasi dan ditangani secara sistematis.

Kajian Berbasis Kondisi Aktual Fasilitas

Tim PSE UGM mengawali pekerjaan melalui penelaahan dokumen desain, gambar eksisting, data inspeksi, informasi operasional, serta standar teknis yang relevan. Tahap ini menjadi dasar untuk menentukan fokus pemeriksaan dan titik-titik pengujian di lapangan. Survei kemudian dilakukan pada elemen rangka baja, sambungan, gording, penutup atap, dinding beton, pedestal, area hopper, dan sistem drainase di sekitar coal yard.

Pengamatan visual menunjukkan adanya degradasi pada sejumlah komponen struktur. Korosi ditemukan pada rangka utama, gording, sambungan, dan penutup atap dengan tingkat yang bervariasi. Pada beberapa bagian, lapisan pelindung telah menurun sehingga permukaan baja lebih terbuka terhadap lingkungan. Tim juga mencermati kedekatan timbunan batubara dengan rangka, kondisi sambungan, serta aktivitas alat berat yang berpotensi memberikan benturan dan getaran pada struktur.

Temuan korosi pada elemen rangka baja menjadi salah satu aspek utama dalam evaluasi kondisi eksisting.

 

Inspeksi Lapangan dan Pengujian Multimetode

Untuk memperoleh gambaran yang terukur, kajian tidak hanya mengandalkan inspeksi visual. Tim melaksanakan pengujian non-destructive test dan pemeriksaan material, meliputi ultrasonic pulse velocity untuk menilai kualitas beton, hammer test untuk mengevaluasi homogenitas permukaan beton, hardness test untuk mengidentifikasi karakteristik kekerasan baja, serta thickness test dan pemeriksaan coating untuk menilai penipisan material dan kondisi lapisan pelindung.

Pengambilan sampel material juga dilakukan pada bagian yang mewakili kondisi lapangan. Sampel tersebut dianalisis melalui pengujian laboratorium, termasuk pengamatan mikrostruktur dan komposisi unsur, guna mengidentifikasi mekanisme degradasi dan mendukung penilaian sisa kemampuan material. Integrasi data lapangan dan laboratorium memungkinkan evaluasi dilakukan secara objektif dan berbasis bukti.

Pelaksanaan pengujian lapangan untuk memperoleh data karakteristik material dan kondisi aktual elemen struktur.

Analisis Struktural dan Evaluasi Kinerja

Data hasil inspeksi dan pengujian selanjutnya digunakan sebagai masukan dalam pemodelan struktur menggunakan perangkat lunak SAP2000. Pemodelan mempertimbangkan konfigurasi struktur eksisting dan kondisi aktual elemen, termasuk pengaruh penurunan penampang akibat korosi. Analisis dilakukan untuk mengevaluasi respons struktur terhadap beban mati, angin, gempa, serta kombinasi pembebanan yang relevan.

Melalui analisis tersebut, tim menilai kapasitas elemen tarik dan tekan, kestabilan struktur, distribusi gaya dalam, deformasi, serta kemungkinan elemen yang bekerja melampaui kapasitasnya. Kajian juga membandingkan kinerja struktur sebelum dan setelah memperhitungkan kondisi korosi, sehingga dampak degradasi material terhadap tingkat keselamatan dan kebutuhan penguatan dapat dipahami secara lebih komprehensif.

Pemodelan struktur coal shed digunakan untuk mengevaluasi kapasitas, distribusi beban, dan kebutuhan perbaikan atau penguatan

Rekomendasi Perbaikan dan Preventive Maintenance

Berdasarkan hasil evaluasi, tim menyusun alternatif penanganan untuk setiap tingkat kerusakan. Opsi yang dikaji mencakup pembersihan dan perlakuan permukaan, aplikasi ulang protective coating, perbaikan sambungan, penguatan atau penggantian elemen yang mengalami degradasi, serta peningkatan perlindungan pada komponen beton. Prioritas penanganan disusun dengan mempertimbangkan risiko keselamatan, tingkat urgensi, kontinuitas operasi, dan kemudahan pelaksanaan di lapangan.

Kajian juga mengevaluasi alternatif perbaikan struktur eksisting dan opsi pembangunan coal shed baru. Masing-masing alternatif ditinjau berdasarkan kebutuhan material, metode pelaksanaan, biaya, umur manfaat, ketahanan terhadap lingkungan korosif, serta kebutuhan pemeliharaan lanjutan. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar bagi pengelola pembangkit dalam menentukan strategi yang paling sesuai dengan kondisi teknis dan rencana pengelolaan aset.

Sebagai bagian dari keluaran kajian, PSE UGM menyusun strategi preventive maintenance yang mencakup inspeksi berkala, pemetaan tingkat korosi, pemantauan ketebalan material dan coating, pemeriksaan sambungan, pengendalian jarak timbunan batubara terhadap struktur, serta penanganan dini pada area yang menunjukkan degradasi. Pendekatan ini diharapkan dapat memperpanjang umur layanan fasilitas dan mencegah kerusakan berulang.

3 Kartini UGM Resmi Raih Juara 3 dalam Ajang Greenovate 2026

News Thursday, 6 August 2026

Contributor: Naga Pamungkas

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Tim yang terdiri atas Arsi Cahyani, Hayya Majida Amani, dan Pratiwi Putri Hasibuan berhasil meraih Juara 3 pada ajang Greenovate 2026 setelah menampilkan performa terbaik pada babak grand final yang diselenggarakan di 25hours Hotel Pada 5 Agustus 2026. Capaian ini menjadi bukti komitmen mahasiswa UGM dalam menghadirkan inovasi yang mendukung pengembangan teknologi berkelanjutan.

Pada babak grand final, ketiga mahasiswa tersebut mempresentasikan business plan mengenai inovasi pengembangan material elektroda superkapasitor berbasis limbah tandan kosong kelapa sawit. Gagasan ini menawarkan pemanfaatan limbah biomassa kelapa sawit menjadi material bernilai tambah yang dapat diaplikasikan sebagai komponen penyimpanan energi, sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular melalui optimalisasi limbah perkebunan.

Melalui presentasi yang komprehensif, tim UGM memaparkan potensi teknologi tersebut tidak hanya dari sisi inovasi material, tetapi juga dari aspek kelayakan bisnis, peluang implementasi di industri, serta kontribusinya dalam mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan. Pendekatan yang menggabungkan inovasi teknologi dan strategi bisnis menjadi salah satu kekuatan utama yang mengantarkan tim meraih posisi ketiga pada kompetisi tersebut.

Keberhasilan tim UGM dalam ajang Greenovate 2026 juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Dalam proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi, Pusat Studi Energi (PSE) UGM turut memberikan pendampingan melalui Naga Pamungkas, S.I.Kom. yang berperan sebagai Pendamping/Liaison Officer (LO). Selain itu, Dr. Akmal Irfan Majid juga berkontribusi sebagai Juri Internal UGM yang memberikan masukan dan evaluasi terhadap pengembangan ide serta penyempurnaan presentasi tim sebelum berlaga di tingkat nasional.

Keberhasilan Arsi Cahyani, Hayya Majida Amani, dan Pratiwi Putri Hasibuan mencerminkan semangat mahasiswa UGM dalam mengembangkan solusi inovatif terhadap tantangan energi dan lingkungan. Inovasi yang mereka usung menunjukkan bahwa limbah pertanian dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang berpotensi mendukung pengembangan teknologi penyimpanan energi di masa depan.

Prestasi ini juga sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan teknologi penyimpanan energi, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui lahirnya inovasi berbasis riset, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab)melalui pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengembangan solusi yang mendukung sistem energi rendah emisi.

Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, industri, serta mendukung pembangunan energi berkelanjutan di Indonesia.

Jika berita ini akan dipublikasikan di website PSE UGM, saya juga dapat Sesuaikan gaya penulisan agar lebih formal dan konsisten dengan format berita-berita PSE UGM sebelumnya, termasuk Tambahkan kutipan dari Dr. Akmal Irfan Majid atau perwakilan PSE UGM agar berita terasa lebih hidup dan kredibel.

 

PSE UGM Kedatangan Tamu Spesial: Forum Diskusi Bersama MPR RI

News Wednesday, 29 July 2026

Contributor: Ekrar Winata

Editor: Naga Pamungkas

 

Yogyakarta- Tepatnya pada tanggal 29 Juli 2026 PSE UGM kedatangan tamu spesial, yang tak lain tak bukan merupakan salah satu Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H. Dalam kesempatan ini, Wakil Ketua Perwakilan  Partai Amanat Nasional ini datang dalam rangka menghadiri FGD bertema “Menggapai Pertumbuhan Ekonomi, Ketahanan Energi, dan Dekarbonisasi: Peluang dan Tantangan yang Dihadapi”.

Secara keseluruhan, diskusi yang diadakan pada Ruang Panas Bumi PSE UGM ini bisa dikatakan sukses besar. FGD diawali dengan presentasi Bapak Wakil Ketua MPR RI sebagai pembuka sekaligus pemantik jalanya diskusi. Selanjutnya dilanjutkan dengan pemaparan Pakar Pusat Studi Energi UGM  seperti Ir. Prastowo Murti, S.Si., M.Eng., Ardyanto Fitrady, M.A., M.Si., Ph.D., R. Derajad Sulistyo  Widhyharto, S.Sos., M.Si., dan Prof. Dr. Gabriel Lele. Disamping suksesnya acara ini, Hal ini membuktikan tindakan nyata MPR RI dan PSE UGM untuk bersama sama memajukian sektor energi Indonesia agar kedepanya dapat terarah menuju jalan yang lebih baik.

Peneliti PSE UGM: B50 Berpotensi Perkuat Ketahanan Energi Nasional dan Dukung Transisi Energi

News Tuesday, 28 July 2026

Contributor: Dannys Arif Kusuma

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta – Pemerintah Indonesia terus mendorong pemanfaatan biodiesel sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca. Salah satu kebijakan yang kini menjadi perhatian adalah implementasi B50, yaitu bahan bakar diesel yang mengandung campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dan 50 persen solar fosil.

Menanggapi implementasi kebijakan tersebut, Peneliti Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada, Dannys Arief Kusuma, S.T., M.Eng., menilai bahwa B50 merupakan langkah yang cukup positif bagi Indonesia dalam mendukung kemandirian energi.

Menurut Dannys, penerapan B50 berpotensi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar sehingga dapat menghemat devisa negara. Selain itu, kebijakan ini juga dinilai mampu meningkatkan ketahanan energi nasional sekaligus memberikan nilai tambah bagi industri kelapa sawit dalam negeri.

“Menurut saya, B50 merupakan pertanda yang cukup baik bagi Indonesia. Penggunaan B50 dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor solar, menghemat devisa, meningkatkan ketahanan energi, serta memberikan nilai tambah bagi industri kelapa sawit dalam negeri,” ujarnya.

Meski demikian, Dannys menekankan bahwa keberhasilan implementasi B50 tidak hanya bergantung pada peningkatan kadar biodiesel dalam bahan bakar. Ia mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap kualitas bahan bakar, kesiapan teknologi mesin, serta pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan baru di masa mendatang.

Selain aspek ketahanan energi, B50 juga dinilai memiliki potensi dalam mendukung upaya penurunan emisi. Dengan menggantikan separuh penggunaan solar fosil menggunakan biodiesel berbasis minyak sawit, emisi karbon, sulfur, asap hitam, dan partikulat dapat ditekan dibandingkan penggunaan solar konvensional.

Namun, Dannys menjelaskan bahwa penurunan emisi tidak dapat diartikan secara sederhana sebagai pengurangan sebesar 50 persen. Menurutnya, efektivitas B50 harus dianalisis melalui pendekatan life cycle assessment (LCA) atau penilaian siklus hidup, yang memperhitungkan seluruh tahapan mulai dari proses budidaya kelapa sawit, produksi biodiesel, distribusi, hingga proses pembakaran di dalam mesin.

“Bukan berarti emisinya otomatis turun 50 persen. Dampak sebenarnya harus dihitung dari seluruh proses, mulai dari perkebunan, produksi biodiesel, distribusi, hingga pembakaran di mesin. Jika bahan bakunya dikelola secara berkelanjutan, B50 dapat menjadi solusi transisi energi yang cukup efektif,” jelasnya.

Melalui implementasi yang didukung tata kelola berkelanjutan, peningkatan kualitas bahan bakar, serta kesiapan infrastruktur dan teknologi, B50 diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target transisi energi dan pengurangan emisi Indonesia di masa depan.

 

Wow! Dewan Pengarah PSE UGM Menjadi Satu-satunya Guru Besar UGM yang Meraih Energy Executive Award

News Sunday, 26 July 2026

Contributor: Naga Pamungkas

Editor: Naga Pamungkas

Jakarta – Kabar membanggakan datang dari Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada. Prof. Dr. Eng. Deendarlianto, S.T., M.Eng., Dewan Pengarah PSE UGM sekaligus Guru Besar Universitas Gadjah Mada, berhasil meraih penghargaan Outstanding Contribution to Indonesia’s Energy Sector dalam ajang Energy Executive Awardyang diselenggarakan pada 22 Juli 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Ajang penghargaan ini bertujuan memberikan apresiasi kepada para pakar, akademisi, dan eksekutif yang telah menunjukkan kontribusi nyata dalam mendorong kemajuan sektor energi nasional. Pada penyelenggaraan tahun ini, Prof. Deendarlianto menjadi satu-satunya Guru Besar Universitas Gadjah Mada yang menerima penghargaan bergengsi tersebut.

Penghargaan Outstanding Contribution to Indonesia’s Energy Sector diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusi Prof. Deendarlianto dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, serta inovasi di bidang energi. Selama berkiprah sebagai akademisi dan peneliti, beliau aktif mendorong pengembangan teknologi energi, penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri, serta mendukung percepatan transisi energi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

Selain Prof. Deendarlianto, sejumlah tokoh nasional juga menerima penghargaan pada ajang ini. Dr. Ir. Suroso Isnandar, S.T., M.Sc., IPU., QRMP., QCRO., Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), memperoleh penghargaan Consistently Accelerating Indonesia’s Renewable Energy Transition and Advancing the Nation’s Energy Self-Sufficiency.

Sementara itu, Prof. Ir. Rinaldy Dalimi, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Universitas Indonesia, menerima penghargaan Recognition of Outstanding Contributions to The Advancement of Renewable Energy in Indonesia. Penghargaan juga diberikan kepada Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., IPU., Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, atas kontribusinya melalui penghargaan A Key Figure in Accelerating the National Implementation of New and Renewable Energy, Particularly Hydrogen.

Pada kategori penghargaan tertinggi, Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., M.A., Ph.D., IPU. menerima Lifetime Achievement for Distinguished Leadership and Outstanding Contributions to Indonesia’s Energy Sector sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, kepemimpinan, dan kontribusinya yang luar biasa dalam memajukan sektor energi Indonesia.

Pencapaian Prof. Deendarlianto menjadi kebanggaan bagi Universitas Gadjah Mada, khususnya Pusat Studi Energi UGM. Penghargaan ini diharapkan semakin memperkuat komitmen PSE UGM dalam menghasilkan riset, inovasi, dan rekomendasi kebijakan yang mendukung terwujudnya sistem energi nasional yang tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

 

Biofuel Lagi? Yuk Kepoin Kepala PSE UGM Turut Sumbang Pemikiran dalam Webinar Nasional Mahasiswa PKR Biofuel Nyamplung 2026

News Friday, 24 July 2026

Contributor      : Naga Pamungkas

Editor               : Naga Pamungkas

Yogyakarta – Kepala Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU., turut berkontribusi dalam pengembangan wawasan generasi muda mengenai energi terbarukan melalui Webinar Nasional Mahasiswa PKR Biofuel Nyamplung 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Nyamplung pada 2 Juli 2026 secara daring.

Webinar ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan kapasitas mahasiswa terkait pengembangan energi terbarukan, khususnya biofuel, sebagai salah satu solusi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan di Indonesia. Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber utama yang membahas perkembangan bioenergi dari perspektif kebijakan hingga potensi sumber daya lokal.

Pada sesi pertama, Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU. menyampaikan materi berjudul “Outlook dan Kebijakan Sektor Bioenergi Global dan Indonesia: Posisi Biofuel dalam Transisi Energi Nasional.” Dalam paparannya, beliau mengulas perkembangan sektor energi dunia yang tengah mengalami transformasi menuju pemanfaatan energi rendah karbon.

Selanjutnya, Prof. Sarjiya menjelaskan perkembangan transisi energi di Indonesia yang terus diarahkan pada pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih sesuai target bauran energi nasional dan komitmen penurunan emisi gas rumah kaca. Dalam konteks tersebut, biofuel dinilai memiliki posisi strategis karena mampu memanfaatkan sumber daya domestik sekaligus mendukung pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa biofuel merupakan salah satu pilar penting dalam strategi transisi energi nasional. Selain berkontribusi terhadap dekarbonisasi sektor transportasi dan industri, pengembangan biofuel juga membuka peluang peningkatan nilai tambah komoditas lokal, memperkuat ketahanan energi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah apabila dikelola secara berkelanjutan.

Meski demikian, Prof. Sarjiya juga mengingatkan bahwa implementasi biofuel masih menghadapi berbagai tantangan. Aspek keberlanjutan menjadi perhatian utama, mulai dari ketersediaan bahan baku (feedstock), efisiensi rantai pasok, kesiapan teknologi, hingga kebutuhan kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan energi, ketahanan pangan, dan pelestarian lingkungan. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan bioenergi di Indonesia.

Sesi kedua webinar dilanjutkan oleh Prof. Dr. Ir. Budi Leksono, M.P. yang memaparkan materi mengenai “Nyamplung (Calophyllum inophyllum) sebagai Bahan Baku Bioenergi.” Dalam presentasinya, beliau menjelaskan potensi tanaman nyamplung sebagai salah satu sumber bahan baku biofuel yang menjanjikan di Indonesia.

Melalui penyelenggaraan webinar ini, Pusat Kolaborasi Riset Nyamplung berharap mahasiswa dapat memahami tantangan sekaligus peluang pengembangan biofuel di Indonesia. Kehadiran Prof. Sarjiya sebagai Kepala PSE UGM juga menunjukkan komitmen Pusat Studi Energi UGM dalam mendukung diseminasi ilmu pengetahuan, penguatan kapasitas generasi muda, serta pengembangan inovasi energi berkelanjutan yang mampu mendukung tercapainya target transisi energi nasional.

 

Peresmian Proyek LNG Abadi Masela Perkuat Optimisme Kemandirian Energi Nasional

News Tuesday, 21 July 2026

Contributor: Naga Pamungkas

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta – Proyek LNG Abadi Masela sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) resmi diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 16 Juli 2026. Berlokasi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, proyek ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian energi Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan nilai investasi mencapai US$20,9 miliar, proyek ini melibatkan kolaborasi antara perusahaan energi internasional, yaitu INPEX (Jepang) dan Petronas (Malaysia). Investasi tersebut mencerminkan besarnya kepercayaan global terhadap potensi sektor energi Indonesia serta diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan, khususnya bagi kawasan Indonesia Timur.

Proyek LNG Abadi Masela diproyeksikan mampu memproduksi lebih dari 9 juta ton LNG, disertai produksi kondensat dan produk hidrokarbon lainnya. Kapasitas produksi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pasokan energi nasional, memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen LNG dunia, serta memberikan kontribusi terhadap kebutuhan energi domestik dan pasar internasional.

Selain mendukung ketahanan energi, proyek ini juga diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan wilayah sekitarnya melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan infrastruktur, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Peresmian proyek ini menjadi simbol optimisme pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi.

 

Sumber :

Indrawan, R. (2026, July 16). Bahlil: Mayoritas produksi gas Masela untuk domestik. Dunia Energi. https://www.dunia-energi.com/bahlil-mayoritas-produksi-gas-masela-untuk-domestik/

Indrawan, R. (2026, July 17). Momentum kebangkitan hulu migas nasional dimulai dari Masela. Dunia Energi. https://www.dunia-energi.com/momentum-kebangkitan-hulu-migas-nasional-dimulai-dari-masela/

 

Presiden Republik Indonesia. (2026, July 16). Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela jadi tonggak kemandirian energi dan mesin baru kemakmuran rakyat. https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-lng-abadi-masela-jadi-tonggak-kemandirian-energi-dan-mesin-baru-kemakmuran-rakyat/

 

 

123…11

Pusat Studi Energi
Sekip Blok K1.A Kampus Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta - Indonesia
Tel/Fax: +62-0274-549429 | e-mail : pse@ugm.ac.id

Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Energi

Universitas Gadjah Mada

Sekip Blok K1-A Yogyakarta 55281

pse@ugm.ac.id
 +62 (274) 549429
 +62 (274) 549429

© Pusat Studi Energi - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY