Contributor:Naga Pamungkas
Editor: Naga Pamungkas
Yogyakarta, 20 Agustus 2026 — Kepala Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM), Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU, turut memberikan sumbangsih pemikiran dan pengetahuan dalam kegiatan bertajuk “Kebijakan Cadangan Energi Sebagai Instrumen Peningkatan Ketahanan Energi Nasional” yang diselenggarakan di UPN Veteran Yogyakarta pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi forum untuk membahas peran kebijakan cadangan energi dalam memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya dalam menghadapi dinamika kebutuhan energi, perubahan kondisi geopolitik, serta berbagai tantangan dalam penyediaan dan pengelolaan energi di Indonesia. Forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai institusi dan pemangku kepentingan di sektor energi.
Dalam kegiatan tersebut, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) unsur Pemangku Kepentingan menyampaikan materi mengenai arah kebijakan dan implementasi cadangan energi nasional menuju terwujudnya ketahanan energi nasional. Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga membahas capaian, tantangan, dan kendala dalam penyediaan cadangan operasional bahan bakar minyak (BBM) dan LPG.
Perspektif mengenai sektor ketenagalistrikan juga disampaikan oleh Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), yang membahas capaian, tantangan, dan kendala dalam penyediaan cadangan operasional batubara untuk pembangkit. Selain itu, Direktur Kolaborasi Internasional INDEF memberikan tinjauan komparasi internasional terkait aspek dan ekonomi fiskal cadangan energi, sehingga diskusi turut memperkaya perspektif mengenai praktik dan kebijakan cadangan energi dari sisi ekonomi dan pengalaman internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sarjiya menyampaikan materi mengenai cadangan dan ketahanan energi, kondisi Indonesia saat ini, serta rekomendasi kebijakan (policy recommendation) bagi Indonesia. Materi tersebut memberikan perspektif akademik mengenai keterkaitan antara ketersediaan cadangan energi dengan kemampuan suatu negara dalam menjaga keandalan pasokan energi dan menghadapi berbagai potensi gangguan terhadap sistem energi.
Pembahasan mengenai kondisi Indonesia saat ini menjadi bagian penting dalam melihat kesiapan nasional dalam menghadapi risiko ketidakpastian pasokan energi. Kebijakan cadangan energi tidak hanya berkaitan dengan jumlah energi yang tersedia, tetapi juga perlu mempertimbangkan aspek keandalan sistem, keberlanjutan pasokan, fleksibilitas, keekonomian, serta kemampuan merespons kondisi darurat dan gangguan pasokan energi.
Melalui materi yang disampaikan, PSE UGM turut memberikan perspektif berbasis kajian akademik dalam merumuskan kebijakan cadangan energi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan Indonesia. Rekomendasi kebijakan yang diberikan diharapkan dapat menjadi salah satu masukan dalam memperkuat kerangka pengelolaan cadangan energi nasional serta meningkatkan kemampuan Indonesia dalam mengantisipasi risiko dan menjaga keberlanjutan pasokan energi.