Contributor : Prof. Sarjiya
Editor : Naga Pamungkas
Jakarta, 15 September 2026 — Kepala Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM), Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, turut memberikan pandangan akademik dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) dengan tema “Penguatan Ekosistem Energi Baru dan Terbarukan Guna Mewujudkan Kemandirian Energi dalam Rangka Memperkokoh Ketahanan Nasional.” Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Auditorium Gadjah Mada, Gedung Pancagatra Lantai III, Lemhannas RI, Jakarta Pusat, pada 15 September 2026.
FGD ini menjadi forum untuk membahas berbagai aspek strategis dalam penguatan ekosistem energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia. Pembahasan diarahkan untuk memvalidasi berbagai klaim teknis berdasarkan bukti yang tersedia, sekaligus mengidentifikasi tantangan utama yang perlu mendapatkan perhatian dalam mempercepat integrasi EBT ke dalam sistem energi nasional.
Selain itu, FGD bertujuan untuk menentukan satu hingga tiga bottleneck teknis yang paling menentukan dalam percepatan integrasi EBT. Forum juga membahas pembedaan antara persoalan teknis dan aspek tata kelola (governance), mengidentifikasi berbagai risiko serta trade-off yang mungkin muncul, dan merumuskan intervensi yang memiliki daya ungkit tinggi terhadap pengembangan EBT di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Prof. Sarjiya hadir sebagai narasumber dan memberikan perspektif akademik mengenai teknologi dan sistem energi, khususnya terkait kesiapan Indonesia dalam mengintegrasikan sumber energi baru dan terbarukan ke dalam sistem ketenagalistrikan nasional.
Dalam paparannya yang berjudul “Integrasi EBT Indonesia (Potensi dan Tantangan)”, Prof. Sarjiya membahas sejumlah aspek penting yang menjadi faktor penentu keberhasilan integrasi EBT. Pembahasan mencakup potensi dan tantangan pengembangan EBT, kesiapan jaringan listrik, fleksibilitas sistem energi, serta prioritas intervensi yang diperlukan untuk mendukung peningkatan integrasi EBT.
Keterlibatan PSE UGM dalam FGD ini mencerminkan peran perguruan tinggi dan lembaga kajian energi dalam menyediakan perspektif berbasis akademik bagi pengembangan kebijakan dan strategi energi nasional. Melalui pendekatan multidisiplin dan berbasis bukti, masukan akademik diharapkan dapat mendukung identifikasi tantangan serta perumusan intervensi yang relevan dalam memperkuat ekosistem EBT Indonesia.
Penguatan ekosistem EBT tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas pembangkit, tetapi juga membutuhkan kesiapan sistem ketenagalistrikan, teknologi, infrastruktur, tata kelola, serta koordinasi antarpemangku kepentingan. Sinergi berbagai aspek tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mendorong pemanfaatan EBT sekaligus memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.
