Contributor: Naga Pamungkas
Balikpapan, PSE UGM — Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) bersama Universitas Mulawarman menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk pengembangan dan implementasi green hydrogen atau hidrogen hijau di wilayah Kalimantan. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 12–13 Mei 2026 di Blue Sky Hotel Balikpapan.
FGD ini diselenggarakan sebagai forum strategis untuk menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan terkait potensi, tantangan, serta peluang implementasi green hydrogen dalam sistem ketenagalistrikan maupun pengembangan sektor industri di Kalimantan. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi lintas sektor guna mendukung percepatan transisi energi dan pengembangan industri rendah karbon di Indonesia.
Hari pertama FGD pada 12 Mei 2026 difokuskan pada sektor ketenagalistrikan. Diskusi membahas peluang pemanfaatan hidrogen hijau sebagai bagian dari pengembangan energi bersih dan peningkatan keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan. Sementara itu, pada 13 Mei 2026, pembahasan dilanjutkan pada sektor industri, khususnya terkait potensi pemanfaatan hidrogen hijau dalam mendukung hilirisasi industri dan dekarbonisasi sektor manufaktur.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai perwakilan dari kementerian, pemerintah daerah, lembaga, serta pelaku industri nasional. Beberapa instansi yang turut hadir antara lain Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Bappenas, Kementerian Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, serta Badan Standardisasi Nasional.
Selain itu, sejumlah perusahaan dan pelaku industri strategis juga turut berpartisipasi dalam diskusi, di antaranya PT PLN (Persero), Pertamina, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Kaltim Industrial Park Indonesia, PT Pamapersada Nusantara, PT Dharma Satya Nusantara Tbk, PT Pipit Citra Perdana, PT Kayan Plantation, PT Sampoerna Agro Tbk, PT SMART Tbk, PT Kaltim Methanol Industri, dan PT Kaltim Parna Industri.
Melalui forum ini, PSE UGM dan UNMUL berharap tercipta kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, akademisi, dan sektor industri dalam mendorong pengembangan ekosistem hidrogen hijau di Indonesia, khususnya di Kalimantan yang memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan dan industri hijau.
FGD ini juga menjadi langkah awal dalam merumuskan strategi pengembangan hidrogen hijau yang adaptif, berkelanjutan, dan mampu mendukung target transisi energi nasional menuju net zero emission di masa depan.