• UGM
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Energi
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang PSE
    • Pengantar
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Kegiatan
    • Kerjasama
    • Personalia
  • Program Kerja
  • Jasa
    • Jasa Survei Geofisika untuk Eksplorasi Air Tanah
    • Jasa Survei Geofisika untuk Geoteknik
    • Jasa Audit Energi
  • PENELITIAN
  • Pelatihan
  • Kontak
  • Beranda
  • News
  • page. 3
Arsip:

News

Politik Menuju Energi: Imbas Geopolitik terhadap Kenaikan Harga BBM Indonesia

News Tuesday, 5 May 2026

Contributor: Saiqa Ilham Akbar

Editor: Naga Pamungkas

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi kembali menjadi perhatian publik. Penyesuaian harga yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren peningkatan signifikan, terutama pada produk BBM berkualitas tinggi.

Adapun rincian kenaikan harga BBM non-subsidi antara lain:

  • Pertamax Turbo: dari Rp 19.400 menjadi Rp 19.900 per liter
  • Dexlite: dari Rp 23.600 menjadi Rp 26.000 per liter
  • Pertamina Dex: dari Rp 23.900 menjadi Rp 27.900 per liter
  • Pertamax Green: berada di kisaran Rp 12.900 per liter

Kenaikan ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan refleksi dari dinamika global yang memengaruhi sektor energi, khususnya minyak bumi.

Wawancara Ahli: Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

Dalam wawancara khusus, tenaga ahli ekonomi dari Pusat Studi Energi UGM, Saiqa Ilham Akbar, M.Sc., menjelaskan bahwa faktor utama kenaikan harga BBM non-subsidi di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kondisi global.

Menurut Saiqa, Indonesia masih berstatus sebagai net importer minyak, sehingga sangat rentan terhadap fluktuasi harga internasional. Selain itu, harga BBM dalam negeri juga mengacu pada indikator global seperti Mean of Platts Singapore (MOPS).

“Ketidakpastian politik dan hambatan arus perdagangan di Selat Hormuz akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran telah mendorong kenaikan harga minyak dunia. Karena Indonesia mengikuti harga internasional, maka dampaknya langsung terasa pada kenaikan harga BBM di dalam negeri,” jelasnya.

Prospek Harga BBM: Sulit Kembali ke Kondisi Normal

Lebih lanjut, Saiqa menilai bahwa peluang harga BBM untuk kembali ke kondisi sebelum konflik geopolitik dalam waktu dekat relatif kecil.

“Meskipun konflik mereda, harga minyak kemungkinan akan tetap lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Ketidakpastian geopolitik meningkatkan premi risiko dalam perdagangan minyak global,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa proses pemulihan rantai pasok energi global tidak berlangsung instan. Dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menstabilkan kembali cadangan minyak dunia, terutama setelah terganggunya distribusi melalui Selat Hormuz.

“Permintaan minyak akan tetap tinggi dalam jangka menengah karena negara-negara berupaya mengamankan cadangan energi mereka. Hal ini menjaga harga tetap berada di atas level normal,” tambahnya.

Geopolitik dan Energi: Keterkaitan yang Tak Terpisahkan

Kenaikan harga BBM non-subsidi menjadi pengingat bahwa sektor energi tidak dapat dipisahkan dari dinamika geopolitik global. Konflik di wilayah strategis seperti Selat Hormuz memiliki dampak langsung terhadap stabilitas pasokan dan harga energi dunia.

Bagi Indonesia, kondisi ini menegaskan pentingnya strategi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan energi nasional, termasuk diversifikasi sumber energi dan pengurangan ketergantungan pada impor minyak.

Peran Buruh di Sektor Energi: Tulang Punggung Transisi Energi di Indonesia

NewsSosial Energy Wednesday, 29 April 2026

Contributor: Naga Pamungkas

Editor: Naga Pamungkas

Di balik isu besar seperti transisi energi, kendaraan listrik, hingga energi terbarukan, ada satu elemen penting yang sering luput dari perhatian: buruh. Padahal, sektor energi—baik hulu migas, ketenagalistrikan, hingga energi baru terbarukan—tidak akan berjalan tanpa peran para pekerja di lapangan.

Dalam konteks Indonesia, buruh energi memiliki posisi yang sangat strategis. Di Indonesia khususnya tercatat bahwa 54,06% masyarakat Indonesia memiliki status sebagai buruh (Muhamad, 2025).  Mereka bukan hanya operator teknis, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

Dari Hulu ke Hilir: Peran Nyata di Lapangan

Di sektor hulu migas, seperti yang dikelola oleh PT Pertamina (Persero) dan anak usahanya, buruh berperan dalam operasional pengeboran, pemeliharaan sumur, hingga pengolahan awal minyak dan gas. Pekerjaan ini menuntut keterampilan tinggi sekaligus kesiapan menghadapi risiko kerja yang tidak kecil.

Sementara itu, di sektor ketenagalistrikan yang dikelola oleh Perusahaan Listrik Negara, buruh bertugas memastikan listrik tetap menyala—mulai dari pembangkitan, transmisi, hingga distribusi ke rumah tangga dan industri. Tanpa mereka, stabilitas sistem kelistrikan akan sangat rentan terganggu.

Peran buruh juga semakin berkembang seiring meningkatnya proyek energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), angin, hingga panas bumi. Di sektor ini, pekerja dituntut untuk beradaptasi dengan teknologi baru yang terus berkembang.

Tantangan di Era Transisi Energi

Transisi menuju energi bersih membawa peluang sekaligus tantangan bagi buruh. Di satu sisi, muncul lapangan kerja baru di sektor energi terbarukan. Namun di sisi lain, terdapat risiko pergeseran tenaga kerja dari sektor energi fosil yang selama ini menjadi tulang punggung energi nasional.

Organisasi seperti International Labour Organization menekankan pentingnya konsep just transition, yaitu proses transisi energi yang tetap memperhatikan aspek keadilan bagi pekerja. Ini mencakup pelatihan ulang (reskilling), peningkatan keterampilan (upskilling), serta perlindungan sosial bagi buruh yang terdampak.

Di Indonesia, tantangan ini semakin kompleks karena besarnya jumlah tenaga kerja yang masih bergantung pada sektor energi konvensional, terutama batu bara dan migas.

Peran Serikat Pekerja dalam Transisi Energi

Serikat pekerja merupakan salah satu organisasi yang bisa dikatakan juga terlibat penting dalam transisi energi. Dalam hal ini Serikat pekerja memiliki peran krusial yaitu sebagai “pengawas” berjalanya transisi energi yang mana mereka harus memastikan bahwa proses berjalanya transisi energi harus memenuhi hak hak dan keamanan pekerja yang terlibat dalam proses ini.

Selain itu kumpulan serikat pekerja juga turut aktif dalam advokasi transisi energi. Salah satunya merupakan advokasi transisi energi yang dilaksanakan pada 10 Desember 2025 di Hotel Aryaduta Jakarta dimana banyak serikat pekerja yang turut hadir. Dalam hal ini mereka membahas terkait keadilan transisi energi.

Menuju Masa Depan Energi yang Inklusif

Ke depan, peran buruh di sektor energi tidak hanya akan bertahan, tetapi juga berevolusi. Digitalisasi, otomatisasi, dan teknologi hijau akan mengubah cara kerja di sektor ini. Oleh karena itu, investasi pada pengembangan sumber daya manusia menjadi kunci.

Bagi Indonesia, memastikan bahwa buruh tidak tertinggal dalam proses transisi energi adalah sebuah keharusan. Tanpa keterlibatan dan kesiapan tenaga kerja, target besar seperti net zero emission akan sulit tercapai.

Pada akhirnya, transisi energi bukan hanya soal teknologi atau kebijakan, tetapi juga tentang manusia—mereka yang bekerja di balik layar untuk memastikan energi tetap mengalir ke seluruh negeri.

Sumber:

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). (n.d.). Menjadikan pekerja sebagai titik sentral dalam transisi energi. https://www.kspicitu.org/menjadikan-pekerja-sebagai-titik-sentral-dalam-transisi-energi/

Muhamad., N. (2025). Awal 2025, mayoritas pekerja di Indonesia bekerja sebagai buruh. https://databoks.katadata.co.id/ketenagakerjaan/statistik/681c1f97a5ec6/awal-2025-mayoritas-pekerja-di-indonesia-bekerja-sebagai-buruh

Nugraha., A. (2025, December 10). Transisi energi harus adil: Serikat pekerja tolak privatisasi dan tekankan kepemilikan publik. https://spsibekasi.org/2025/12/10/transisi-energi-harus-adil-serikat-pekerja-tolak-privatisasi-dan-tekankan-kepemilikan-publik/

Seru dan Insightful! PSE UGM Lakukan Site Visit Audit Energi di WK Rokan

News Saturday, 25 April 2026

Contributor: Ardika Dhafka Alhaqie

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta, PSE UGM — Pusat Studi Energi UGM (PSE UGM) bersama Pertamina Hulu Rokan (PHR) baru saja menyelesaikan kegiatan Site Visit Audit Energi yang berlangsung pada 20–24 April 2026 di Wilayah Kerja Rokan, Provinsi Riau, meliputi Duri, Minas, dan Rumbai.

Dalam kegiatan ini, tim PSE UGM turun langsung ke lapangan untuk melihat dan memverifikasi berbagai peralatan yang termasuk dalam kategori Significant Energy Usage (SEU). Mulai dari water injection pump, production wells, gas turbine, hingga steam station, semuanya ditinjau secara langsung untuk memastikan kesesuaian antara hasil audit dengan kondisi nyata di lapangan.

Bukan sekadar kunjungan biasa, site visit ini jadi momen penting untuk memperdalam pemahaman teknis sekaligus melihat praktik pengelolaan energi secara langsung di sektor hulu migas. Tim juga mendapatkan banyak insight menarik, mulai dari best practice hingga berbagai temuan yang bisa menjadi bahan evaluasi dan pengembangan ke depan.

Kabar baiknya, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti. Koordinasi yang solid antara tim auditor PSE UGM dan pihak PHR menjadi kunci suksesnya kegiatan ini.

Tak hanya soal teknis, kegiatan ini juga mempererat hubungan kerja sama antara auditor dan auditee. Harapannya, hasil dari site visit ini dapat mendukung upaya peningkatan efisiensi energi yang lebih optimal dan berkelanjutan di Wilayah Kerja Rokan.

YUK Kepoin soal Terbuka dan Tutupnya Selat Hormuz!

News Friday, 24 April 2026

 

Selat Hormuz atau kerap dikenal sebagai Strait of Hormuz merupakan salah satu selat yang ada di Iran dan bisa dikatakan sebagai pembuluh nadi peredaran minyak dunia. Penobatan ini tidak lain dikarenakan posisinya sebagai selat yang dilalui oleh 20% pengangkut minyak dan gas alam.

 

Akhir-akhir ini dibuka dan ditutupnya selat hormuz masih bisa dikatakan belum cukup stabil, hal ini masih didasarkan pada ketegangan politik antara Amerika-Israel dan Iran. Selat Hormuz pertama kali di tutup pada awal maret tepatnya pada 02 Maret 2026. Setelah ketegangan politik mereda, selat sebesar 55 KM ini sempat dibuka pada 17 April walau pada akhirnya satu hari kemudian (18 April 2026) selat ini kembali ditutup dikarenakan meningkatnya ketegangan politik. Akhirnya, tepatnya 2 hari kemudian, selat ini

 

Keuntungan Pembukaan Kembali Selat Hormuz Bagi Indonesia

 

Pembukaan kembali Selat Hormuz memberikan beberapa peluang dampak positif yang menguntungkan bagi indonesia salah satunya adalah penurunan tekanan harga minyak bumi. Dengan terbukanya selat ini, maka tekanan harga minyak bumi global akan cenderung menurun sehingga hal ini dapat membantu potensi pembengkakan subsidi energi dalam APBN.

 

Selain itu kelancaran pasokan energi indonesia juga dapat lebih terjamin. Beberapa waktu lalu pernah diisukan bahwa bahan bakar minyak di indonesia hanya cukup bertahan sampai 20 hari saja. Pada dasarnya,  Hal ini terjadi dikarenakan Indonesia juga mengandalkan kegiatan impor kepada negara-negara timur tengah dalam hal minyak mentah. Maka dari itu, dibukanya Selat Hormuz dapat meredakan kelancaran pasokan energi sehingga dapat berjalan seperti semula kembali.

 

Ketiga merupakan stabilitas harga logistik bahan bakar. Selat hormuz merupakan jalur logistik bagi 20% pengangkut minyak dunia. Ditutupnya selat ini mengakibatkan kapal-kapal tanker pengangkut minyak tertahan yang dapat menyebabkan pembengkakan biaya logistik.  Dengan dibukanya selat ini, biaya logistik tidak membengkak dan harga bahan bakar pun akan tetap stabil.

 

Terakhir, keamanan kapal logistik. Seiring dengan penutupan selat hormuz, Iran menutup semua akses melintas dan mengancam akan meledakkan kapal tanker pengangkut minyak yang melintas tanpa adanya izin. Dengan dibukanya selat ini, kapal tanker pun bebas melewati selat ini walau masih dalam pengawasan militer Iran.

 

Sources:

Butler, G., & Mann, T. (2026). Apa yang terjadi jika Iran menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur minyak global?.

https://www.bbc.com/indonesia/articles/c62drdgdn44o

CNN Indonesia. (2026, April 20). Iran buka lagi Selat Hormuz tapi ancam tutup jika blokade AS lanjut.

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260420204445-120-1350153/iran-buka-lagi-selat-hormuz-tapi-ancam-tutup-jika-blokade-as-lanjut

 

Respati, A.,  & Djumena, E. (2026, April 18). Dampak pembukaan Selat Hormuz bagi ekonomi Indonesia.

https://money.kompas.com/read/2026/04/18/170700226/dampak-pembukaan-selat-hormuz-bagi-ekonomi-indonesia

 

 

Peran Perempuan dalam Transisi Energi Menguat pada Momentum Hari Kartini dan Hari Bumi

News Tuesday, 21 April 2026

Contributor: Naga Pamungkas

Editor: Naga Pamungkas

Peringatan Hari Kartini dan Hari Bumi pada bulan April menjadi momentum penting untuk menyoroti kontribusi perempuan dalam mendorong transisi energi berkelanjutan di Indonesia. Di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan akan energi bersih, peran perempuan dinilai semakin strategis, tidak hanya dalam aspek sosial, tetapi juga pada ranah teknologi, kebijakan, dan pemberdayaan masyarakat.

Semangat emansipasi yang diwariskan oleh Raden Ajeng Kartini kini tercermin dalam keterlibatan perempuan di sektor energi baru dan terbarukan (EBT). Keterlibatan ini mencakup berbagai lini, mulai dari pengembangan energi berbasis komunitas hingga inovasi teknologi tingkat lanjut.

Salah satu tokoh yang dikenal luas dalam pemberdayaan energi di tingkat akar rumput adalah Tri Mumpuni. Melalui pendekatan berbasis komunitas, ia mendorong pemanfaatan energi mikrohidro di desa-desa terpencil. Model ini tidak hanya menghadirkan akses listrik, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat lokal. Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang menekankan aspek inklusivitas dan keberlanjutan lingkungan.

Di tingkat perkotaan, peran perempuan dalam transisi energi juga terlihat melalui kepemimpinan Tri Rismaharini. Berbagai inisiatif yang mendorong pengelolaan lingkungan dan efisiensi energi di kota menjadi bagian dari upaya menekan dampak emisi, mengingat kawasan perkotaan merupakan salah satu kontributor utama emisi karbon.

Sementara itu, dari sisi inovasi teknologi, Eniya Listiani Dewi menjadi salah satu figur penting dalam pengembangan energi hidrogen di Indonesia. Energi hidrogen dipandang sebagai salah satu solusi potensial dalam upaya dekarbonisasi, khususnya untuk sektor industri dan transportasi. Kontribusi dalam riset dan pengembangan teknologi ini menunjukkan pentingnya peran perempuan dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan di bidang energi bersih.

Selain itu, keterlibatan generasi muda turut memperkuat upaya transisi energi. Sosok seperti Chintya Handriani Wijaya mencerminkan meningkatnya peran anak muda dalam mengedukasi masyarakat serta mendorong kesadaran akan pentingnya energi berkelanjutan. Peran ini menjadi krusial dalam membangun perubahan perilaku yang mendukung transisi energi jangka panjang.

Kombinasi antara inovasi teknologi, kebijakan publik, serta pemberdayaan masyarakat menunjukkan bahwa transisi energi tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan aktif perempuan sebagai agen perubahan.

Momentum Hari Kartini dan Hari Bumi sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan mendorong keadilan sosial merupakan dua hal yang saling berkaitan. Dalam konteks ini, perempuan tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai aktor utama dalam menciptakan sistem energi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dengan semakin meningkatnya tantangan global di sektor energi dan lingkungan, penguatan peran perempuan diharapkan dapat terus didorong melalui kebijakan yang inklusif, akses pendidikan, serta dukungan terhadap inovasi. Hal ini menjadi langkah penting dalam memastikan tercapainya masa depan energi yang bersih, adil, dan berkelanjutan.

Sources

International Energy Agency. (2023). Renewables 2023: Analysis and forecast to 2028. https://www.iea.org/reports/renewables-2023

International Renewable Energy Agency. (2022). Renewable energy and jobs: Annual review 2022. https://www.irena.org/publications/2022/Sep/Renewable-Energy-and-Jobs-Annual-Review-2022

REN21. (2023). Renewables 2023 global status report. https://www.ren21.net/reports/global-status-report/

United Nations Development Programme. (2021). Gender and energy. https://www.undp.org

World Bank. (2022). Tracking SDG7: The energy progress report. https://www.worldbank.org

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. (2023). Handbook of energy and economic statistics of Indonesia. https://www.esdm.go.id

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2022). Status lingkungan hidup Indonesia. https://www.menlhk.go.id

Tri Mumpuni. (2016). People-centered approach to renewable energy development in Indonesia. IBEKA.

Eniya Listiani Dewi. (2020). Hydrogen energy development in Indonesia: Opportunities and challenges. BRIN.

China: Pemenang Papan Atas di Tengah Krisis Energi Selat Hormuz

News Monday, 20 April 2026

Contributor: Naga Pamungkas

Editor: Naga Pamungkas

Selat Hormuz merupakan salah satu Selat yang  menjadi pembuluh nadi bagi distribusi dalam bidang perenergian, mengingat bahwa 20% proses distribusi  minyak dan gas alam harus melintasi selat selebar 50 km ini. Dengan ditutupnya selat ini akibat konflik Amerika-Israel dengan Iran, maka terjadi lah krisis energi yang juga berdampak kepada negara lain yang tidak terlibat dalam konflik ini.

Dalam Keadaan ini China menjadi salah satu negara yang paling unggul dan siap menghadapi keadaan ini. Disamping kepemilikan akses untuk melintas Selat Hormuz, China juga memiliki posisi yang terbilang strategis dalam dunia keenergian, berikut merupakan beberapa alasannya:

 

  1. Dominasi China dalam Hal Manufaktur Energi Bersih

Dalam hal Manufaktur energi bersih, negeri tirai bambu ini  bisa dikatakan menjadi salah satu negara papan atas yang sangat mendorong sektor ini. Data menunjukan bahwa negara china sendiri kurang lebih mengontrol sekitar 80% rantai pasokan tenaga surya dunia pada 2024 (Parmak, 2025). Disamping itu China juga menjadi negara terbesar dalam hal kapasitas tenaga surya dengan besaran 392 GW (H M Energi, 2023). Hal ini menandakan bahwa posisi china saat ini sangat strategis dalam hal energi yang mana dengan kuatnya kapasitas panel surya ini dapat menyokong China dari fenomena krisis energi.

 

  1. Terdepan dalam Kendaraan Bertenaga Listrik (EV)

Mobil EV atau electronic vehicle merupakan salah satu kendaraan yang menjadi trends masa ini ditandai dengan kehadiranya yang semakin hari makin luas di dunia. Saat ini China bisa dikatakan menjadi salah satu negara yang mengembangkan produk ini dengan ditandainya kehadiran-kehadiran produsen EV asal negara panda ini seperti Wuling, BYD, Chery, Geely, GAC AION, dan sebagainya. Disamping itu laporan International Energy Agency terkait Global EV Outlook 2025 menyatakan bahwa China memproduksi lebih dari 70% mobil listrik di dunia/global.

Pada dasarnya penutupan selat hormuz sangat menimbulkan dampak pada kenaikan harga minyak dunia yang tak lain merupakan salah satu bahan baku bahan bakar kendaraan. Dengan statusnya sebagai produsen 70% EV di dunia, China dapat bergantung pada produk mobil listriknya sebagai alat transportasi semisal mereka mengalami krisis terhadap minyak.

 

Referensi

 

Dundar Law. (2025). China’s global solar panel and battery domination. https://www.dundarlaw.co.uk/chinas-global-solar-panel-and-battery-domination

 

International Energy Agency. (2025). Global EV outlook 2025. https://www.iea.org/reports/global-ev-outlook-2025/executive-summary

Butler, G., & Mann, T. (2026). Iran: Apa Yang terjadi jika Iran menutup selat hormuz yang menjadi jalur minyak global?. BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/articles/c62drdgdn44o

POLICY BRIEF : Bridging the Gender Gaps in Indonesia’s Energy Transition

News Sunday, 19 April 2026

Policy Brief ini menilai dimensi gender dalam transisi energi Indonesia, memberikan wawasan dan rekomendasi untuk memastikan bahwa proses transisi tidak hanya mendorong tercapainya target iklim dan energi Indonesia, tetapi juga secara aktif mengintegrasikan perspektif gender ke dalam transisi tersebut.

Transisi energi yang inklusif dapat meningkatkan partisipasi angkatan kerja, mengatasi kekurangan tenaga terampil di sektor energi bersih, serta meningkatkan produktivitas. Sementara itu, kebijakan dan inisiatif energi yang responsif terhadap gender dapat membantu mengatasi ketidaksetaraan struktural.

Fokus Dokumen  ini terdiri dari tiga bagian utama. Pertama, kami menyajikan analisis terhadap lanskap kebijakan dan regulasi terkait transisi energi dan kesetaraan gender, serta titik-titik persinggungannya. Selanjutnya, kami mengkaji keterlibatan perempuan dalam transisi energi, khususnya di bidang pendidikan, ketenagakerjaan, dan kepemimpinan. Terakhir, kami menyajikan analisis singkat mengenai pengalaman perempuan dalam mengelola sistem energi tingkat rumah tangga dan komunitas di pedesaan Indonesia, serta kapasitas mereka untuk berpartisipasi dan memperoleh manfaat dari inisiatif energi terbarukan.

Dokumen ini disusun berdasarkan tinjauan pustaka (desk review), serta wawancara langsung, survei, diskusi kelompok terarah (focus group discussions), dan kunjungan lapangan yang dilakukan antara tahun 2023 dan 2024.

Policy brief ini disusun berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Pusat Studi Energi (PSE), Universitas Gadjah Mada didukung oleh proyek bantuan teknis Asian Development Bank (ADB) TA10089-REG “Integrating Gender and Social Inclusion Dimensions in Climate Change Interventions in Southeast Asia”.

Dokumen dapat diunduh disini.

FGD Strategis BPH Migas–UGM Bahas Skema Tarif 0% untuk Gas Bumi Tertentu

News Friday, 17 April 2026

Bumi Tertentu

Contributor: Ardika Dhafka Alhaqie

Editor: Naga Pamungkas

Dalam upaya memperkuat kebijakan sektor energi nasional, Komite BPH Migas bersama Tim Kajian PSE UGM menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kajian Penyusunan Rancangan Peraturan BPH Migas Tentang Jenis Kegiatan, Besaran, Persyaratan, dan Tata Cara Pengenaan Tarif Atas Iuran Sampai Dengan 0% untuk Penyaluran Gas Bumi Tertentu”. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 April 2026.

FGD dilaksanakan secara hybrid, dengan sesi daring melalui Zoom pada 13–14 April 2026, serta dilanjutkan secara luring pada 15–17 April 2026 di The Manohara Hotel Yogyakarta. Kegiatan ini mempertemukan para pemangku kepentingan utama, khususnya Komite BPH Migas dan tim akademisi dari PSE UGM, dalam forum diskusi yang konstruktif dan mendalam.

Tujuan utama dari FGD ini adalah untuk menggali informasi secara komprehensif terkait kajian Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Pembahasan difokuskan pada penyusunan rancangan regulasi yang mencakup jenis kegiatan, besaran tarif, persyaratan, serta tata cara pengenaan iuran yang berpotensi mencapai hingga 0% untuk penyaluran gas bumi tertentu.

Melalui diskusi intensif yang berlangsung selama kegiatan, para peserta diharapkan mampu memberikan masukan berbasis data dan analisis yang kuat. Hal ini penting guna memastikan bahwa kebijakan yang dirumuskan nantinya tidak hanya mendukung efisiensi distribusi gas bumi, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing industri nasional serta mendorong pemanfaatan energi yang lebih optimal.

Hasil dari FGD ini diharapkan dapat menjadi landasan yang solid dalam penyusunan kajian Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kebijakan energi yang berkelanjutan dan berkeadilan di Indonesia.

 

Penandatanganan MOU Kerjasama antara PT TPP dengan UGM

News Monday, 13 April 2026

Kontributor: Budiyati Kuswandari

Editor:Naga Pamungkas

 

Yogyakarta, PSE UGM- Tepatnya pada 13 November 2026, UGM mengadakan perjanjian kerjasama bersama PT Tanamal Phinisi Properti, sebuah perusahaan properti dari Makasar. Penandatanganan MOU kerjasama ini diinisiasi oleh Pusat Studi Energi UGM dan diselenggarakan di Gedung Rektorat Universitas Gadjah Mada. Kerja sama yang dibuat antara lain bergerak dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia. Diharapkan bahwa kerjasama ini akan memberikan dampak yang lebih positif kepada masyarakat dan bangsa.

Syawalan Keluarga Besar PSE UGM

News Thursday, 2 April 2026

 

Contributor: Fawwaz Aqilah N

Editor: Naga Pamungkas

 

Yogyakarta, PSE UGM-  Tepatnya di momentum awal PSE UGM mulai beroperasi kembali setelah lebaran, Plh Kepala Pusat Studi Energi UGM adakan syawalan yang dihadiri oleh segenap civitas Pusat Studi Energi UGM termasuk jajaran tenaga ahli yang selama ini telah memberikan kontribusi nyata terhadap Pusat Studi Energi UGM dan juga Indonesia. Syawalan kali ini dilakukan di Kantor PSE UGM Sekip pada 1 April 2026 dengan tujuan mempererat jaringan silaturahmi antara keluarga besar PSE UGM. Acara dimulai dengan Pembukaan oleh Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D, IPU, dilanjut dengan Sambutan oleh care taker Pusat Studi Energi UGM Prof. Ir. Selo Sulistyo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D.,  IPU., ASEAN Eng., Pemberian wejangan oleh sesepuh PSE UGM, dan Makan-makan bersama. MC sekaligus pembawa acara syawalan kali ini, Fawwaz Aqilah S.T., mengatakan bahwa acara ini terbilang sangat sukses “ Alhamdulilah acara syawalan ini lancar dan mengesankan menurut saya”. Diharapkan acara-acara kedepan akan dapat berjalan dengan lancar seperti syawalan ini.

12345…22

Pusat Studi Energi
Sekip Blok K1.A Kampus Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta - Indonesia
Tel/Fax: +62-0274-549429 | e-mail : pse@ugm.ac.id

Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Energi

Universitas Gadjah Mada

Sekip Blok K1-A Yogyakarta 55281

pse@ugm.ac.id
 +62 (274) 549429
 +62 (274) 549429

© Pusat Studi Energi - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY