Contributor : Naga Pamungkas
Editor : Naga Pamungkas
Yogyakarta, 8 September 2026 — Pengembangan energi nuklir sebagai salah satu opsi strategis dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional terus menjadi perhatian berbagai pemangku kepentingan. Hal tersebut kembali dibahas dalam Simposium Nasional Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang diselenggarakan pada 7–8 September 2026 di Graha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM).
Simposium ini menjadi ruang untuk membahas sekaligus memperdalam berbagai aspek kesiapan Indonesia dalam pembangunan PLTN. Pembahasan mencakup kesiapan sumber daya manusia (SDM), teknologi, regulasi, serta penerimaan publik sebagai sejumlah faktor penting dalam mewujudkan pembangunan dan pengoperasian PLTN secara aman, berkelanjutan, dan bertanggung jawab.
Salah satu kontribusi pemikiran dalam forum tersebut disampaikan oleh Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU, selaku Kepala Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM). Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sarjiya menyampaikan materi bertajuk “Kesiapan SDM PLTN Indonesia”, yang menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia sebagai salah satu fondasi utama dalam pengembangan industri nuklir nasional.
Dalam paparannya, Prof. Sarjiya menguraikan sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan SDM untuk mendukung pembangunan PLTN di Indonesia. Materi yang disampaikan mencakup fondasi ESDM yang telah dimiliki Indonesia, empat uji kesiapan ESDM, kebutuhan SDM untuk PLTN, Nuclear Power Human Resource Model, serta kesiapan Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika (DTNTF) Fakultas Teknik UGM.
Kesiapan SDM menjadi aspek yang krusial mengingat pembangunan PLTN membutuhkan tenaga profesional dengan kompetensi yang spesifik dan multidisipliner. Tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis nuklir, kebutuhan tersebut juga mencakup keahlian dalam bidang keselamatan, regulasi, manajemen, teknologi, hingga pengelolaan sistem ketenagalistrikan.
Selain membahas kesiapan pembangunan PLTN, rangkaian kegiatan simposium juga menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan dan pengembangan SDM nuklir di Indonesia. Acara ini turut dirangkaikan dengan peluncuran Program Studi S3 Teknik Nuklir UGM, S1 Teknik Nuklir Universitas Pertahanan (UNHAN), serta S2 Teknik Nuklir Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia.
Peluncuran berbagai program pendidikan tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan SDM unggul yang mampu menjawab kebutuhan pengembangan teknologi nuklir di masa mendatang. Kehadiran jenjang pendidikan nuklir pada berbagai tingkat juga menunjukkan semakin kuatnya komitmen Indonesia dalam membangun kapasitas nasional untuk mendukung pemanfaatan energi nuklir.
Melalui keterlibatan akademisi, pemerintah, lembaga pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan, Simposium Nasional Pembangunan PLTN diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkuat sinergi sekaligus menghasilkan gagasan strategis bagi kesiapan Indonesia menuju pembangunan PLTN.
Keterlibatan Kepala PSE UGM dalam forum tersebut sekaligus menegaskan komitmen PSE UGM dalam memberikan sumbangsih pemikiran berbasis akademik dan riset terhadap berbagai isu strategis energi nasional, termasuk pengembangan energi nuklir sebagai bagian dari upaya mewujudkan sistem energi Indonesia yang tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing.