Contributor: Irawan Eko Prabowo
Editor: Naga Pamungkas
Yogyakarta, 24 Juni 2026 – Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada turut berkontribusi dalam kegiatan Sosialisasi Website One Stop Shop Energi Surya yang diselenggarakan pada 24 Juni 2026 di Hotel Royal Darmo, Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan para pemangku kepentingan mengenai peluang, tantangan, serta perkembangan regulasi dalam pemanfaatan energi surya di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Irawan Eko Prabowo, S.T., M.Eng., selaku peneliti dari Pusat Studi Energi UGM, hadir sebagai narasumber yang menyampaikan berbagai materi terkait kondisi terkini pengembangan energi surya nasional. Kehadiran PSE UGM menjadi bagian dari upaya memberikan sumbangsih pemikiran berbasis riset dalam mendukung percepatan transisi energi melalui pemanfaatan energi baru terbarukan.
Pada sesi pemaparannya, Irawan menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar karena berada di wilayah khatulistiwa dengan intensitas penyinaran matahari yang relatif tinggi sepanjang tahun. Potensi tersebut menjadi modal penting dalam mendukung target bauran energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Pemaparan Diwali terkait potensi energi surya di Indonesia. Selanjutnya, peserta juga memperoleh gambaran mengenai berbagai peluang pemanfaatan energi surya di berbagai sektor, mulai dari sektor rumah tangga (residential), industri, hingga implementasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang terintegrasi dengan sistem kelistrikan PLN. Pemanfaatan energi surya dinilai tidak hanya mampu mendukung pengurangan emisi karbon, tetapi juga meningkatkan ketahanan energi melalui diversifikasi sumber energi.
Namun demikian, pengembangan energi surya di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Dalam paparannya, Irawan menjelaskan bahwa aspek regulasi, investasi awal, kesiapan infrastruktur kelistrikan, serta pemahaman masyarakat menjadi beberapa faktor yang masih perlu diperkuat agar implementasi PLTS dapat berkembang secara optimal.
Sebagai bagian dari materi sosialisasi, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai perkembangan kebijakan terbaru melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2024 yang mengatur penyelenggaraan pembangkit listrik tenaga surya atap yang terhubung pada jaringan tenaga listrik.
Selain itu, dipaparkan pula mekanisme Sistem Kuota PLTS Atap 2024–2028 sebagai instrumen pengelolaan kapasitas pemasangan PLTS atap di berbagai wilayah Indonesia. Informasi tersebut menjadi salah satu materi penting karena memberikan gambaran mengenai peluang pengembangan proyek PLTS sesuai kapasitas sistem kelistrikan yang tersedia.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kondisi aktual sektor energi surya di Indonesia, mulai dari potensi sumber daya, peluang implementasi, tantangan pengembangannya, hingga arah kebijakan pemerintah dalam mendukung percepatan pemanfaatan energi surya.
Partisipasi PSE UGM dalam kegiatan Sosialisasi Website One Stop Shop Energi Surya merupakan wujud komitmen institusi dalam mendukung penyebarluasan pengetahuan dan penguatan kapasitas para pemangku kepentingan di sektor energi. Sebagai pusat kajian multidisiplin di bidang energi, PSE UGM terus berupaya menghadirkan rekomendasi berbasis riset, memberikan masukan ilmiah kepada pemerintah dan industri, serta berkontribusi dalam percepatan transisi menuju sistem energi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan berdaya saing.