• UGM
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Energi
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang PSE
    • Pengantar
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Kegiatan
    • Kerjasama
    • Personalia
  • Program Kerja
  • Jasa
    • Jasa Survei Geofisika untuk Eksplorasi Air Tanah
    • Jasa Survei Geofisika untuk Geoteknik
    • Jasa Audit Energi
  • PENELITIAN
  • Pelatihan
  • Kontak
  • Beranda
  • SDG 13 : Penanganan Perubahan Iklim
  • SDG 13 : Penanganan Perubahan Iklim
Arsip:

SDG 13 : Penanganan Perubahan Iklim

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Pasokan Dialihkan untuk Kebutuhan Domestik

News Wednesday, 28 October 2026

Contributor   : Naga Pamungkas

Editor             : Naga Pamungkas

Yogyakarta — Pemerintah Indonesia mulai mengurangi ekspor gas bumi ke Singapura pada 24 Oktober 2026. Kebijakan ini dilakukan dengan mengalihkan sebagian pasokan gas dari Natuna dan Sumatera untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, khususnya sektor ketenagalistrikan. Di sisi lain, Singapura menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, mulai dari diversifikasi sumber pasokan gas hingga peningkatan kesiapan fasilitas impor gas alam cair atau liquefied natural gas(LNG).

Alasan Indonesia Mengurangi Ekspor Gas ke Singapura

Berdasarkan pemberitaan Dunia Energi (2026), Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa pengurangan ekspor gas dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan gas bumi bagi kebutuhan listrik domestik. Pemerintah mengalihkan pasokan gas dari Natuna ke PT PLN Batam sebesar 15 juta kaki kubik standar per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd). Selain itu, pasokan gas dari Sumatera ke Singapura dikurangi sebesar 16 MMscfd.

Pengalihan tersebut ditujukan untuk memperkuat ketersediaan energi bagi kebutuhan dalam negeri. Gas dari Natuna disalurkan melalui pipa West Natuna Transportation System (WNTS), Pulau Pemping, hingga Batam. Sementara itu, pasokan gas dari Sumatera yang sebelumnya dikirim melalui pipa Transgasindo (TGI) akan dialihkan untuk mendukung kebutuhan kelistrikan di Batam, Bintan, dan Sumatera.

Kebijakan ini juga sejalan dengan Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang menegaskan prioritas pemanfaatan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pemerintah juga tengah mendorong pemanfaatan gas sebagai bahan baku industri, termasuk pengembangan industri hilirisasi petrokimia. Dengan demikian, pengurangan ekspor diharapkan dapat membantu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas nasional untuk mendukung ketahanan energi dan aktivitas ekonomi domestik.

Langkah yang Dilakukan Singapura Setelah Indonesia Memangkas Ekspor Gas

Menanggapi pengurangan pasokan gas dari Indonesia, pemerintah Singapura menyiapkan beberapa strategi untuk menjaga keamanan dan keandalan pasokan energi. Menteri Energi, Perdagangan, dan Industri Singapura, Tan See Leng, menyampaikan bahwa negaranya akan mendiversifikasi sumber impor gas dari berbagai negara, mempertahankan kesiapan fasilitas LNG, serta memastikan Singapore GasCo siap meningkatkan impor LNG apabila diperlukan (Hidayat, 2026).

Selain itu, Singapura mewajibkan perusahaan pembangkit listrik untuk mempertahankan cadangan bahan bakar diesel yang memadai sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan pasokan gas yang lebih besar. Dalam jangka menengah, pemerintah Singapura juga sedang membangun terminal LNG kedua dan berupaya mendiversifikasi bauran energi untuk memperkuat ketahanan pasokan.

Pemerintah Singapura menyatakan bahwa pengurangan pasokan gas dari Indonesia tidak serta-merta menimbulkan krisis energi. Tan See Leng menjelaskan bahwa pengurangan pasokan yang dilaporkan pemerintah Singapura sebesar 17 miliar British thermal units per hari (BBTUD) selama 18 hari mencakup kurang dari 2% kebutuhan gas harian sektor ketenagalistrikan negara tersebut. Singapura juga menyatakan memiliki pasokan pengganti yang memadai dari sumber lain, termasuk LNG (Ministry of Energy, Trade and Industry Singapore, 2026).

Di samping langkah teknis tersebut, Singapura juga menyoroti aspek kontrak komersial dalam perdagangan gas dengan Indonesia. Pemerintah Singapura menyatakan bahwa importir gasnya, Gas Supply Pte Ltd (GSPL), akan berkomunikasi dengan pemasok Indonesia untuk memastikan pemenuhan ketentuan kontrak dan menilai kemungkinan langkah komersial yang dapat ditempuh apabila ditemukan pelanggaran.

Implikasi bagi Ketahanan Energi Indonesia

Pengurangan ekspor gas ke Singapura menunjukkan pentingnya menyeimbangkan komitmen perdagangan energi dengan kebutuhan pasokan domestik. Pengalihan gas untuk pembangkit listrik berpotensi memperkuat keandalan pasokan energi di wilayah yang membutuhkan, sementara kebijakan pemanfaatan gas untuk industri dapat mendukung peningkatan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

Namun, pelaksanaan kebijakan tersebut tetap perlu memperhatikan kesiapan infrastruktur distribusi, kebutuhan konsumen domestik, serta ketentuan kontrak perdagangan yang berlaku. Perencanaan yang matang diperlukan agar optimalisasi gas untuk kebutuhan dalam negeri dapat berjalan seiring dengan kepastian usaha dan keberlanjutan kerja sama energi regional.

Ke depan, pemanfaatan gas bumi secara strategis menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga ketahanan energi nasional. Penguatan infrastruktur, pengelolaan pasokan, dan koordinasi antarpemangku kepentingan diperlukan agar gas bumi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kebutuhan listrik dan pertumbuhan industri Indonesia.

Referensi

 

Hidayat, A. (2026, 26 Oktober). Langkah Singapura usai RI pangkas ekspor gas. detikFinance. https://finance.detik.com/energi/d-8723969/langkah-singapura-usai-ri-pangkas-ekspor-gas

Indrawan, R. (2026, 24 Oktober). Indonesia resmi pangkas ekspor gas ke Singapura. https://www.dunia-energi.com/indonesia-resmi-pangkas-ekspor-gas-ke-singapura/

Ministry of Energy, Trade and Industry Singapore. (2026, 25 Oktober). Remarks by Minister Tan See Leng at the media doorstop on Indonesia gas exports. https://www.meti.gov.sg/newsroom/remarks-by-minister-tan-see-leng-at-the-media-doorstop-on-indonesia-gas-exports/

 

Bukan Sulap, Bukan Sihir: Prof. Sarjiya Turut Membuka ICT-PEP 2026

News Friday, 25 September 2026

Contributor       : Prof. Sarjiya

Editor                 : Naga Pamungkas

Tangerang, 22 September 2026 — Kepala Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM), Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU, turut membuka rangkaian kegiatan International Conference on Technology, Policy, and Energy Planning (ICT-PEP) 2026 yang diselenggarakan oleh PT PLN (Persero) pada 22–24 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang.

ICT-PEP 2026 menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk berbagi gagasan serta hasil penelitian mengenai berbagai aspek teknologi dan kebijakan energi. Forum ini juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dalam merespons dinamika serta tantangan sektor energi.

Kehadiran Prof. Sarjiya dalam pembukaan kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi PSE UGM dalam mendorong pengembangan pengetahuan dan kolaborasi lintas sektor di bidang energi. Melalui forum seperti ICT-PEP 2026, berbagai perspektif keilmuan diharapkan dapat memperkaya diskusi mengenai pengembangan sistem energi yang adaptif dan berkelanjutan.

Kepala PSE UGM Sampaikan Pandangan Akademik tentang Penguatan Ekosistem EBT dalam FGD Lemhannas RI

News Wednesday, 23 September 2026

Contributor         : Prof. Sarjiya

Editor                  : Naga Pamungkas

Jakarta, 15 September 2026 — Kepala Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM), Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, turut memberikan pandangan akademik dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) dengan tema “Penguatan Ekosistem Energi Baru dan Terbarukan Guna Mewujudkan Kemandirian Energi dalam Rangka Memperkokoh Ketahanan Nasional.” Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Auditorium Gadjah Mada, Gedung Pancagatra Lantai III, Lemhannas RI, Jakarta Pusat, pada 15 September 2026.

FGD ini menjadi forum untuk membahas berbagai aspek strategis dalam penguatan ekosistem energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia. Pembahasan diarahkan untuk memvalidasi berbagai klaim teknis berdasarkan bukti yang tersedia, sekaligus mengidentifikasi tantangan utama yang perlu mendapatkan perhatian dalam mempercepat integrasi EBT ke dalam sistem energi nasional.

Selain itu, FGD bertujuan untuk menentukan satu hingga tiga bottleneck teknis yang paling menentukan dalam percepatan integrasi EBT. Forum juga membahas pembedaan antara persoalan teknis dan aspek tata kelola (governance), mengidentifikasi berbagai risiko serta trade-off yang mungkin muncul, dan merumuskan intervensi yang memiliki daya ungkit tinggi terhadap pengembangan EBT di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Sarjiya hadir sebagai narasumber dan memberikan perspektif akademik mengenai teknologi dan sistem energi, khususnya terkait kesiapan Indonesia dalam mengintegrasikan sumber energi baru dan terbarukan ke dalam sistem ketenagalistrikan nasional.

Dalam paparannya yang berjudul “Integrasi EBT Indonesia (Potensi dan Tantangan)”, Prof. Sarjiya membahas sejumlah aspek penting yang menjadi faktor penentu keberhasilan integrasi EBT. Pembahasan mencakup potensi dan tantangan pengembangan EBT, kesiapan jaringan listrik, fleksibilitas sistem energi, serta prioritas intervensi yang diperlukan untuk mendukung peningkatan integrasi EBT.

Keterlibatan PSE UGM dalam FGD ini mencerminkan peran perguruan tinggi dan lembaga kajian energi dalam menyediakan perspektif berbasis akademik bagi pengembangan kebijakan dan strategi energi nasional. Melalui pendekatan multidisiplin dan berbasis bukti, masukan akademik diharapkan dapat mendukung identifikasi tantangan serta perumusan intervensi yang relevan dalam memperkuat ekosistem EBT Indonesia.

Penguatan ekosistem EBT tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas pembangkit, tetapi juga membutuhkan kesiapan sistem ketenagalistrikan, teknologi, infrastruktur, tata kelola, serta koordinasi antarpemangku kepentingan. Sinergi berbagai aspek tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mendorong pemanfaatan EBT sekaligus memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.

Srawung Energy 2 (Sesrawungan, Energy, Sesarengan): Perkuat Kolaborasi dan Keilmuan Keluarga PSE UGM

News Tuesday, 22 September 2026

Contributor       : Naga Pamungkas

Editore               : Naga Pamungkas

Yogyakarta, 21 September 2026 — Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) kembali menyelenggarakan Srawung Energy 2 dengan mengusung semangat “Sesrawungan, Energy, Sesarengan”. Kegiatan yang berlangsung di Kantor PSE UGM ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendorong pertukaran gagasan dan pengetahuan di antara keluarga besar PSE UGM.

Srawung Energy 2 dirancang sebagai forum diskusi keilmuan yang mempertemukan para peneliti, akademisi, dan anggota PSE UGM dalam suasana yang lebih informal dan terbuka. Selain menjadi wadah untuk mendiskusikan perkembangan berbagai kajian energi, kegiatan ini juga diisi dengan agenda makan bersama sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan dan memperkuat rasa kekeluargaan antara nggota PSE UGM.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah presentasi hasil dan perkembangan riset dari sembilan penerima PSE UGM Research Grant. Kesembilan riset tersebut menunjukkan beragam pendekatan dan topik dalam bidang energi, mulai  hingga teknologi pemantauan lingkungan.

Sembilan Riset PSE UGM Research Grant

Dalam sesi presentasi, para penerima Research Grant memaparkan penelitian yang tengah dikembangkan, yaitu:

  1. Model Transisi Energi Wilayah Kepulauan: Rintisan Pengembangan Komunitas Epistemik di Kepulauan Banda, Maluku
    Presenter: Ahmad Rahma Wardhana, S.T., M.Sc.
  2. Integration of Archimedes Wind Turbine for Battery Charging and Energy Backup in Mobile Agricultural Tractors
    Presenter: Ir. Muhammad Akhsin Muflikhun, S.T., MSME., Ph.D.
  3. Stretchable Strain Sensor Based on Waste Solar Cell Nano-Composite for Flexible Solar Panels
    Presenter: Ir. Muhammad Akhsin Muflikhun, S.T., MSME., Ph.D.
  4. Optimization of Inlet Configurations to Mitigate Temperature Rise During Hydrogen Refueling in Type IV Storage Tanks
    Presenter: Dr. Ir. Hifni Mukhtar Ariyadi, S.T., M.Sc., IPM.
  5. Study on the Effect of Electrostriction on Dielectric Elastomer Generators in Oscillating Water Column Systems
    Presenter: Ir. Ardi Wiranata, S.T., M.Eng., Ph.D.
  6. Investigasi Mekanistik Pirolisis Pulp and Paper Mill Sludge: Peran Kondisi Proses dan Katalisis Feldspar terhadap Distribusi Produk dan Stabilitas Karbon Biochar
    Presenter: Hanifrahmawan Sudibyo, Ph.D.
  7. Hydrogen on Demand (H2OD): Development of On-Site Clean Hydrogen and Energy via Waste Aluminum-Water Reaction with Multidisciplinary Approach
    Presenter: Dr. Ir. Akmal Irfan Majid, S.T., M.Eng.
  8. Hydrogen on Demand (H2OD): Development of On-Site Clean Hydrogen and Energy via Waste Aluminum-Water Reaction with Multidisciplinary Approach
    Presenter: Prof. Dr. Mailinda Eka Yuniza, S.H., LL.M.
  9. Pengembangan Fotobioreaktor Mikroalga dengan Sistem Pemantauan ESP32 dan Berbasis Model Estimasi Penyerapan CO₂ melalui Turbiditas Sel
    Presenter: Dr. Eng. Thoriq Teja Samudra, M.Sc.

Beragam topik yang dipresentasikan memperlihatkan karakter multidisiplin riset energi di PSE UGM. Pembahasan tidak hanya mencakup pengembangan teknologi energi, tetapi juga menyentuh aspek sosial, lingkungan, material, sistem energi, hingga pendekatan yang mendukung pemanfaatan energi bersih.

Lebih dari sekadar forum presentasi penelitian, Srawung Energy 2 menjadi ruang untuk saling bertukar perspektif, memperoleh masukan terhadap penelitian yang sedang berjalan, serta membuka peluang kolaborasi antarpenggiat riset di lingkungan PSE UGM. Interaksi yang berlangsung secara informal diharapkan dapat menciptakan suasana akademik yang lebih inklusif dan mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru.

Melalui semangat “Sesrawungan, Energy, Sesarengan”, Srawung Energy 2 menegaskan pentingnya kebersamaan dalam membangun ekosistem riset energi. Kolaborasi dan interaksi antarpersonel menjadi bagian penting dalam memperkuat kontribusi PSE UGM terhadap pengembangan pengetahuan dan solusi energi yang berkelanjutan di Indonesia.

Speaking at Solar & Storage, Prof Sarjiya Turut Sumbang Pemikiran

NewsRenewable Energy Saturday, 8 November 2025

Contributor : Prof Sarjiya

Editor: Naga Pamungkas

Jakarta, PSE UGM- Tepatnya pada tanggal 6-7 November 2025 di Ice BSD, Kepala Pusat Studi Energi UGM (Prof. Ir. Sarjiya S.T., M.T., Ph.D., IPU) Menjadi salah satu Narasumber dalam ajang “Speaking at Solar & Storage”. Mengingat jabatanya sebagai Kepala Pusat Studi Energi dan juga Kepakaran dalam bidang “Kelistrikan” maka beliau berkesempatan untuk  mengisi dalam stage “Rural Electrification & Smart Grid” dengan tema besar diskusi “Utility Scale Solar as a Catalyst for Rural Development”. Disini beliau juga dibersamai oleh beberapa panelis lain seperti Taufiq Hidayat Putra (Director of Partnership and Integration for Infrastructure Development, Ministry of National Development Planning/National Development Planning Agency (Bappenas)),  Hanny Berchmans (Advanced Energy System Advisor, Tetra Tech), Ruddy Gobel (Senior Policy Adviser, Center for Policy Development, Australia). Acara Ini diharapkan dapat memberi kebermanfaatan bagi khalayak  nasional maupun internasional terutama terkait bidang electricity.

Prof Tumiran Turut Berikan Sambutan dalam Acara peresmian SPKLU

NewsRenewable Energy Friday, 7 November 2025

Contributor: Prof Tumiran

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta, PSE UGM– Salah satu dewan pengarah UGM, Prof Ir. Tumiran M.Eng., Ph.D. berkesempatan memberikan sambutan dalam pembukaan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di PLN UP 3 Yogyakarta yang akan diresmikan oleh Direktur Distribusi PLN pada 06 November 2025. Semoga SPKLU ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat serta mendorong Indonesia untuk lebih bertransisi energi menuju ke green and clean energy.

Kepala Pusat Studi Energi Turut Berikan Sumbangsih Pemikiran dalam Acara Future Energy Talks 2025

News Wednesday, 29 October 2025

Kontributor: Prof Sarjiya

Editor: Naga Pamungkas

Depok, PSE  UGM- Pusat Studi Energi UGM atau lebih akrab disebut dengan PSE UGM, merupakan pusat studi sekaligus konsultan yang  bergerak dalam bidang energi terbarukan (green and clean energy). Sebagai salah satu upaya dalam bidang EBT, Kepala Pusat Studi Energi UGM (Prof. Ir. Sarjiya S.T., M.T., Ph.D., IPU) menjadi narasumber dalam acara Future Energy Talks 2025 yang dilaksanakan di Fakultas Teknik Universitas Indonesia pada tanggal 29 Oktober 2025. Dalam acara ini, kurang lebihnya Prof Sarjiya mempresentasikan terkait Optimizing Power Sector Decarbonization in Indonesia through an Integrated Policy Modeling Framework. Harapanya sumbangsih pengetahuan ini dapat menjadi bekal pengetahuan untuk para peserta Future Energy Talks 2025.

Representatif PSE UGM Turut Sumbang Kontribusi dalam Bedah Buku Revitalisasi Bioetanol

News Monday, 27 October 2025

Buku merupakan salah satu sumber pengetahuan yang valid dan bahkan bisa dikatakan sebagai “window of the world” oleh siapapun pembacanya.  Membaca buku dapat menjadi salah satu akses menuju peningkatan kualitas pendidikan yang lebih baik dan juga peningkatan tingkat literasi Indonesia yang bisa dikatakan “sangat rendah” dengan persentase 0,001% (Natalia, 2024).

Sebagai  pusat studi yang bergerak dalam bidang energi, Pusat Studi Energi UGM (PSE UGM) turut sumbang kontribusi dalam melakukan review buku terkait renewable and clean energy  dengan judul “Revitalisasi Bioetanol” yang diselenggarakan di Griya Arifin Panigoro, Jakarta. Review ini dilaksanakan oleh dewan pengarah pse “Prof Deendarlianto” sebagai representatif PSE dan dilaksanakan pada 27 Oktober 2025. Harapan  hal ini dapat memberikan kontribusi baik pada pembaca dan penulis.

Pakar PSE UGM Sumbang Kontribusi Sebagai Guest Lecture di Zheijang University China

News Friday, 24 October 2025

Contributor: Sarjiya

Editor: Naga Pamungkas

China, PSE UGM- Pusat Studi Energi UGM (PSE UGM) Pada dasarnya merupakan pusat studi yang bergerak dalam bidang green and clean energy. Sebagai bentuk bukti nyata dalam mendukung transisi menuju  green and clean energy, 3 Pakar PSE UGM turut berikan kontribusi sebagai guest lecture tentang transisi energi di Zheijang University, China pada tanggal 24 Oktober 2025. Pakar yang berbicara beserta temanya antara lain Prof. Ir.Tumiran S.T., M.Eng. (CrossDisciplinary Pathways to Net Zero: Linking Indonesia’s Energy Transition with Sustainable Technology Inovation), Prof. Ir. Sarjiya S.T., M.Eng (Optimizing Power Sector Decarbonization in Indonesia through an Integrated Policy Modeling Framework), Prof. Ir. Panut Mulyono M.Eng., D.Eng (Empowering the Future: The Role of Biomass in Sustainable Electricity Generation), Ir. Lesnanto Multa Putranto S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., SMIEEE (National Target Share of Energy Mix) . Diharapkan sumbangsih ide dan ilmu pengetahuan ini dapat berdampak nyata pada peserta dan masyarakat setempat.

Gambar 1. Prof Sarjiya memberikan kuliah

 

 

Gambar 2. Prof Panut Mulyono memberikan kuliah

 

Gambar 3. Ir. Lesnanto Multa Putranto S.T., M.Eng., Ph.D., memberikan kuliah

 

Gambar 4. Peserta kuliah dan diskusi

Bincang Transisi Energi: Pakar PSE UGM Turut Sumbang Kontribusi Pemikiran

News Tuesday, 21 October 2025

Kontributor: Naga Pamungkas

Editor: Naga Pamungkas

Yogyakarta, PSE UGM- Transisi energi  bisa dikatakan sebagai suatu hal yang sangat dibutuhkan untuk saat ini, melihat dari data Badan Pusat Statistik Indonesia (BPSI) yang telah mencatat bahwa indonesia telah memproduksi emisi sebanyak 1.053.476.000 Ton CO2 secara keseluruhan pada 2023 yang mana merupakan jumlah yang bisa dibilang tidak sedikit. Sebagai salah satu usaha untuk meminimalisir hal tersebut, sekolah Pascasarjana UGM menggandeng Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, mengadakan “Bincang Transisi Energi: Menuju Swasembada Energi” yang diadakan di Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM pada tanggal 20 Oktober 2025. Dalam Bincang Transisi energi, beberapa pakar PSE UGM turut mewarnai diskusi ini seperti Prof. Deendarlianto (Berkontribusi sebagai moderator acara), Ardyanto Fitrady (Berkontribusi sebagai pembicara dengan tema “Pertimbangan Tekno-ekonomi Makro Terhadap Program Transisi Energi”), Prof. Mailinda Eka Yuniza (Berkontribusi sebagai pembicara terkait “Pemetaan Regulasi tentang Transisi Energi di Indonesia”), R. Derajad Sulistyo Widhyharto M.Si (Berkontribusi sebagai pembicara tentang “Pertimbangan Sosiologi dalam Menyukseskan Transisi Energi di Indonesia”).  Diharapkan dengan adanya Bincang Transisi Energi ini para peserta dapat lebih aware terkait isu transisi energi dan pentingnya renewable and clean energy yang sedang digalakan Indonesia saat ini.

123…6

Pusat Studi Energi
Sekip Blok K1.A Kampus Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta - Indonesia
Tel/Fax: +62-0274-549429 | e-mail : pse@ugm.ac.id

Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Energi

Universitas Gadjah Mada

Sekip Blok K1-A Yogyakarta 55281

pse@ugm.ac.id
 +62 (274) 549429
 +62 (274) 549429

© Pusat Studi Energi - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY