Kontributor : –
Editor : Naga Pamungkas
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius bagi wilayah Kalimantan. Berdasarkan informasi per 17 Oktober 2026, jumlah titik api di Kalimantan Tengah meningkat tajam menjadi 92 titik, dari sebelumnya 19 titik. Sementara itu, Kalimantan Barat mencatat penurunan dari 24 menjadi 22 titik api, sedangkan Kalimantan Selatan mengalami peningkatan dari nol menjadi dua titik api.
Dampak karhutla tidak hanya dirasakan oleh masyarakat, tetapi juga mengancam kelestarian satwa endemik Kalimantan, seperti orangutan, bekantan, kucing merah, dan macan dahan Kalimantan. Kebakaran hutan dapat merusak habitat alami satwa tersebut serta mengganggu keseimbangan ekosistem.
Ryan, seorang warga yang berdomisili di Pontianak, Kalimantan Barat, mengungkapkan bahwa kondisi di wilayahnya kini berangsur membaik setelah hujan turun. Curah hujan membantu mengurangi tingkat kekeringan dan memperbaiki kondisi lingkungan. Namun, beberapa waktu sebelumnya, polusi udara akibat karhutla sempat dirasakan sangat parah.
Ryan menceritakan bahwa bau asap menyerupai sampah terbakar sudah tercium sejak dirinya bangun tidur. Bahkan, langit sempat berubah menjadi oranye pekat akibat kabut asap. Pengalaman tersebut menggambarkan bagaimana karhutla dapat memengaruhi kualitas udara dan kenyamanan masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pencegahan kebakaran, pemantauan titik api, perlindungan habitat satwa, serta peningkatan kesadaran masyarakat. Upaya bersama diperlukan untuk mengurangi risiko karhutla dan melindungi kesehatan masyarakat maupun kelestarian lingkungan di Kalimantan.
Sumber:
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2026, September 5). Perkembangan situasi dan penanganan karhutla di sejumlah wilayah Indonesia 5 September 2026. https://www.bnpb.go.id/berita/perkembangan-situasi-dan-penanganan-karhutla-di-sejumlah-wilayah-indonesia-5-september-2026
Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. (2026, October 18). Hotspot turun 84 titik, operasi karhutla tetap diperkuat. https://www.kehutanan.go.id/news/hotspot-turun-84-titik-operasi-karhutla-tetap-diperkuat