• UGM
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Energi
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang PSE
    • Pengantar
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Kegiatan
    • Kerjasama
    • Personalia
  • Program Kerja
  • Jasa
    • Jasa Survei Geofisika untuk Eksplorasi Air Tanah
    • Jasa Survei Geofisika untuk Geoteknik
    • Jasa Audit Energi
  • PENELITIAN
  • Pelatihan
  • Kontak
  • Beranda
  • Pos oleh
  • page. 2
Pos oleh :

irawanekop

Kepala PSE Menghadiri Acara FGD One on One Draft RUKN 2024-2060

News Thursday, 18 July 2024

Kepala PSE, Prof. Sarjiya menghadiri acara FGD One on One Draft Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2024-2060 pada tanggal 10-12 Juli 2024. Acara ini bekerja sama dengan United Nations Office for Project Services (UNOPS) serta dihadiri oleh Kementerian ESDM serta para pakar akademisi UGM. Dalam rangka pelaksanaan amanat Pasal 7 ayat 2 UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan dan PP Nomor 25 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, Ditjen Ketenagalistrikan telah menyelesaikan draft Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2024-2060. Untuk menyempurnakan draft tersebut, maka Prof. Sarjiya memberikan masukan serta review terkait kesiapan implementasi draft RUKN

Policy Stakeholders Dialogue Indonesia’s water-Energy-Food Security Nexus Framework

News Thursday, 18 July 2024

Pada tanggal 16-17 Juli 2024, PSE hadir dalam Policy Stakeholders Dialogue Indonesia’s water-Energy-Food Security Nexus Framework. Acara ini dinisiasi oleh UNDP, UK-FCDO dengan Bappenas. Acara pada hari pertama dibuka oleh Bapak Norimasa Shimomura sebagai perwakilan dari UNDP Indonesia Resident Representative, Ibu Felicity Le Quesne, Team Lead of Low Carbon Policy and Finance (Indonesia), British Embassy, dan Ibu Dr. Vivi Yulaswati, M.Sc. selaku Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Bappenas RI.

Presentasi hari pertama dilakukan oleh Dr. Aries Purwanto, selaku UNDP Policy Consultant. Beliau memaparkan tentang konsep water-energy-food (WEF) nexus serta keterkaitannya dengan ekosistem yang perlu dijaga. Dr. Aries menjelaskan pula bahwa Indonesia memiliki 416 kabupaten, 98 kota, 38 provinsi yang mana perlu perencanaan lokal yang komprehensif. Pemerintah Daerah perlu membuat perencanaan dengan mempertimbangan local production system, industrialization dan carrying capacity. Presentasi kedua dilakukan oleh Janez Susnik, Ph.D., UNDP Senior Policy Advisor dari Delft University. Contoh-contoh system thinking pada WEF Nexus dipaparkan dengan sangat menarik. Contoh implementasi juga diberikan untuk memberikan gambaran kepada para peserta.

Di hari kedua, Prof. Sarjiya, Ph.D., kepala PSE UGM mempresentasikan tentang teknologi untuk mendukung WEF Nexus di Indonesia. Beliau menjelaskan bahwa pada dasarnya ada banyak pilihan teknologi yang spesifik pada permasalahan yang ada. Maka, yang perlu dilakukan pertama adalah identifikasi masalah untuk selanjutnya teknologi menyesuaikan pada nilai ekonomi/finansial dan regulasi. Salah satu hal yang menjadi tantangan dalam implementasi teknologi yang perlu diperhatikan juga adalah faktor sosial masyarakat. Hal ini akan berpengaruh signifikan pada keberlanjutan teknologi akan telah dibangun.

Presentasi terakhir dari Ibu Beria Leimona, Senior Scientist Landscape Governance and Investment at World Agroforestry Centre (cifor-icraf). Beliau menjelaskan tentang integrated landscape, innovative financing and business model dengan studi kasus di Indonesia. Ibu Lei menjelaskan bahwa ada banyak pilihan untuk financing, namun diperlukan ekosistem yang mendikung untuk dapat mengakses pendanaan tersebut. Jenis pendanaan pun bermacam-macam, mulai dari ultra micro hingga pembiayaan besar. Masyarakat perlu memahami hal-hal yang disyaratkan untuk bisa mengakses dana tersebut. Untuk itu, meskipun berbagai capacity building telah dilakukan, namun dirasa masih perlu terus dilakukan agar masyarakat lebih paham dan bisa melakukan aksi untuk mengakses pendanaan di bidang WEF nexus.

PSE UGM dan Pemkab Halmahera Selatan Bahas Hasil Kajian Evaluasi Dampak Pertambangan dan Hilirisasi di Halmahera Selatan

News Monday, 15 July 2024

Tim Pusat Studi Energi UGM yang diketuai Prof. Mahfud Sholihin, Ph.D., Ak., CA., CPA (Aust) menerima kunjungan dari Bupati Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Hasan Ali Bassam Kasuba, Rabu (15/7). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya untuk membahas hasil kajian evaluasi dampak pertambangan dan hilirisasi di Halmahera Selatan. Dalam kegiatan tersebut hadir pula Prof. Dr. apt. Puji Astuti, M.Sc. selaku Direktur Kemitraan dan Relasi Global serta Kepala Pusat Studi Energi (PSE) UGM Prof. Ir. Sarjiya, S.T., MT., Ph.D., IPU.

Kedua pihak membahas hasil kajian tim PSE UGM yang diselenggarakan Januari-April tahun 2024. Seperti yang diketahui, aktivitas pertambangan dan hilirisasi sedang tumbuh di Kabupaten Halmahera Selatan lebih khususnya di Pulau Obi. Kegiatan hilirisasi yang merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang digalakkan di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dalam pertemuan tersebut, dibahas tentang bagaimana dampak ekonomi dan perkembangan wilayah aktivitas hilirisasi nikel di Pulau Obi khususnya di Desa Kawasi dan Soligi.

Prof. Puji Astuti, menyebutkan bahwa ke depannya kerja sama ini tidak hanya sebatas pada bidang layanan isu hilirisasi, tetapi juga pada kerja sama pemberdayaan masyarakat maupun multisektor yang lain. Salah satu bentuk kerja sama yang strategis dilakukan adalah program peningkatan SDM. Hal tersebut diamini pula oleh Prof Sarjiya di mana PSE UGM juga mendukung upaya pengembangan SDM dengan upaya pendampingan SMK Unggulan.

Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, menuturkan bahwa kerja sama kemitraan ke depannya dengan perguruan tinggi unggulan nasional memiliki nilai strategis bagi upaya pembangunan di Halmahera Selatan. Secara lebih lanjut ia juga menyampaikan bahwa kajian yang dilakukan tim PSE UGM memiliki makna strategis dan menjadi masukan penting untuk pembangunan sektor-sektor yang memerlukan perhatian. Kajian ini juga mengkonfirmasi kondisi yang menjadi keresahan bagi masyarakat Halmahera Selatan bahwa pembangunan akibat hilirisasi masih belum maksimal manfaatnya dirasakan oleh Halmahera Selatan itu sendiri. Kajian ini juga mengungkap sektor-sektor strategis yang perlu dikembangkan ke depannya.

Ketua tim kajian evaluasi dampak, Prof Mahfud, menuturkan UGM dalam melaksanakan kajian telah menggunakan berbagai metode dan pengambilan data yang komprehensif untuk menghasilkan hasil kajian yang reliabel. Dalam kesempatan itu, Prof. Mahfud mengungkapkan bahwa temuan kajian ini perlu ditindaklanjuti dengan rencana aksi yang konkrit. Fenomena pembangunan yang dinamis perlu ditindaklanjuti secara taktis dan adaptif. Ia mengatakan bahwa UGM khususnya PSE UGM siap membantu proses advokasi juga dengan berbagai pihak baik perguruan tinggi, perusahaan swasta, maupun pemerintah pusat.

PSE UGM Menjadi Narasumber dalam Acara Talkshow dengan Tema “Energi Baru Terbarukan DIY – Solusi Penyediaan Energi dari Sumber Tak Terbatas”

News Monday, 15 July 2024

Dwi Novitasari S.T., M.Sc. selaku asisten di Pusat Studi Energi UGM diundang sebagai narasumber dalam acara talkshow yang bertemakan “Energi Baru Terbarukan DIY – Solusi Penyediaan Energi dari Sumber Tak Terbatas” pada tanggal 12 Juni 2024.

Talkshow ini diharapkan sebagai langkah sosialisasi dan pemahaman baik kepada masyarakat maupun aparatur negara di DIY, terhadap pentingnya pengembangan dan pemanfaatan energi baru terbarukan. Terlebih lagi, DIY mempunyai potensi besar dalam pengembangan EBT untuk pemenuhan energi daerah.

Energi terbarukan adalah energi dari sumber lain yang lebih cepat proses pembaruannya dibandingkan dalam menghabiskannya. Sinar matahari dari angin adalah contoh dari sumber energi yang terus menerus dapat terbarukan, yang mana terdapat banyak sekali sumber energi terbarukan yang tersedia di bumi. Energi terbarukan menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah dibandingkan penggunaan bahan bakar fosil, lebih murah dan menciptakan lapangan kerja lebih banyak tiga kali daripada bahan bakar fosil.

Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai potensi sumber daya energi terbarukan yang melimpah. Berdasarkan data pada RUPTL 2018-2027, Afnan menyampaikan DIY memiliki potensi panas bumi yang diperkirakan mencapai 10 Mwe di lokasi Parangtritis dan Gunungkidul. Selain itu juga terdapat potensi energi angin sebesar 50 MW di Wates dan di Bantul sebesar 70MW. Apalagi hal ini dimanfaatkan tentunya akan selaras dengan kebijakan ketenagalistrikan nasional sebagaimana tertuang dalam RUKN 2019-2038.

Pemda DIY menjadi yang pertama di Indonesia, yang memiliki Peraturan Daerah (Perda) Energi Terbarukan melalui Perda No. 15/2018 tentang Energi Terbarukan, sebagai komitmen dalam mengusahakan pengembangan sektor ini. Sebagai langkah nyata, DIY memiliki beberapa kegiatan energi terbarukan sepeeti project Bribin yakni perekayasaan pemompaan air sungai bawah tanah dan project Temuireng yakni pemompaan air dengan PV direct submersible pump.

PSE UGM mengadakan Social Mapping terkait Penyediaan Biomassa untuk PLTU Co-firing di Gunung Kidul dan Kabupaten Pacitan

News Monday, 8 July 2024

Yogyakarta | Pusat Studi Energi (PSE) UGM melakukan pemetaan sosial terkait pemanfaatan biomassa di lokasi penanaman tanaman energi di Kabupaten Gunungkidul, Minggu (9/6/2024). Tim peneliti diantaranya Ekrar Winata, Alfikri Ikhsan, Windi Sari, Anindya Putri Rahman, Ayu Aishya Putri, dan Theofillius Kristanto. Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji keterlibatan masyarakat dalam rantai pasok biomassa dan manfaat ekosistem biomassa bagi mereka. Kajian ini diharapkan dapat menjadi model best practice yang bisa menjadi panduan bagi daerah lain yang ingin mengembangkan program serupa.

Kegiatan kunjungan juga dibersamai Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Bapak Antonius Aris Sudjatmiko. Beliau mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas perhatian yang besar dari berbagai pihak terhadap program ekosistem biomassa ini. Beliau menyampaikan Pemanfaatan limbah dan lahan kritis bukan hanya menumbuhkan energi terbarukan, tetapi juga mengembangkan circular economy dan green economy.

Selanjutnya tim kajian melakukan kunjungan ke PLTU Pacitan untuk berdiskusi terkait pelaksanaan co-firing di PLTU Pacitan. Dari hasil kunjungan tim dapat merumuskan beberapa tantangan dan peluang agar pelaksanaan co-firing dapat menjadi viable option untuk mengurangi emisi CO2 pada PLTU, diantaranya:

Tantangan:

  1. Permintaan semakin tinggi namun bahan baku semakin sulit didapatkan
  2. Fenomena persaingan harga untuk kebutuhan pasokan biomassa
  3. Kontestasi dalam penggunaan limbah kayu, yaitu selain dijadikan sawdust, masyarakat terbiasa menggunakan limbah kayu sebagai bahan baku pembakaran industri genteng
  4. Masih kurangnya keterlibatan masyarakat dalam ekosistem ini. Sehingga masyarakat menjadi entitas yang rentan

Peluang:

  1. Peningkatan perekonomian masyarakat yang sangat menjanjikan jika terlibat dalam rantai pasok sawdust untuk cofiring
  2. Keterlibatan kelompok rentan dalam kegiatan perekonomian
  3. Adanya basis komoditas dan industri kayu di kawasan sekitar PLTU
  4. Solusi pemecahan masalah pengurangan tumpukan sawdust di lingkungan masyarakat

Kepala PSE Menjadi Narasumber dalam acara Decarbonization for Development (DfD) Lab Policy Forum “Mendorong Kebijakan Iklim Berbasis Bukti untuk Mewujudkan Indonesia NZE”

News Saturday, 1 June 2024

Kepala PSE, Prof. Sarjiya menghadiri acara acara Decarbonization for Development (DfD) Lab Policy Forum “Mendorong Kebijakan Iklim Berbasis Bukti untuk Mewujudkan Indonesia NZE” di Jakarta pada tanggal 30 Mei 2024. Policy Forum ini bertujuan untuk mendiseminasikan update hasil studi dan meningkatkan policy relevance dari penelitian yang sudah dilakukan pada isu-isu kebijakan iklim secara luas.

Prof. Sarjiya menyatakan bahwa Indonesia berada pada posisi strategis dalam implementasi kebijakan iklim, terutama terkait dengan transisi energi. Meski masih mengandalkan bahan bakar fosil sebagai sumber energi utama, Indonesia menunjukkan komitmen yang kuat dan langkah-langkah konkret untuk mencapai target iklimnya. Dibandingkan dengan negara-negara maju, Indonesia mungkin masih tertinggal dalam hal penetrasi energi terbarukan dan efisiensi energi. Namun, dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya, Indonesia menunjukkan komitmen yang kuat dan langkah-langkah konkret untuk mencapai target iklimnya seperti Net Zero Emission (NZE) serta pemerintah Indonesia menargetkan untuk meningkatkan pangsa energi terbarukan dalam bauran energi nasional hingga 23% pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050.

Penelitian-penelitian yang telah dilakukan oleh Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada (UGM), terdapat beberapa tantangan utama yang dihadapi dalam penelitian terkait perubahan iklim di Indonesia. Tantangan-tantangan ini mencakup aspek teknis, kebijakan, pendanaan, dan kolaborasi antar berbagai pihak.

Dengan mengatasi tantangan-tantangan ini diperlukan adanya kerja sama yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga penelitian, Indonesia memiliki potensi besar untuk mendorong transisi energi yang lebih berkelanjutan dan efektif dalam menghadapi perubahan iklim.

PSE UGM dan PT Pertamina Geothermal Energy Kolaborasi Studi Potensi Green Hydrogen di Panas Bumi

News Tuesday, 7 May 2024

Jakarta — Dalam upaya meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan, tim ahli dari Program Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) berkunjung ke kantor pusat PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) untuk membahas potensi pengembangan green hydrogen dari sumber panas bumi. Tenaga Ahli PSE UGM oleh Prof. Sarjiya, Prof. Deendarlianto, Prof. Bambang Riyanto, Prof. Agung Harijo, Dr. Ardyanto Fitrady, Dr. Adhika Widyaparaga, Dr. Khasani dan disambut oleh Direktur Utama PGE, Zulfi Hadi.

Acara ini diawali oleh sambutan dari Bapak Zulfi Hadi, yang kemudian dilanjutkan oleh Prof Sarjiya dalam pemaparan profile dan kapasitas PSE UGM dalam riset energi terbarukan. Diskusi kemudian dilanjutkan oleh Dr. Ardyanto Fitrady, yang membahas tentang komitmen global dalam Kesepakatan Paris dan bagaimana green hydrogen dapat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan dan peluang di sektor energi.

Diskusi belanjut dalam pembahasan teknis oleh Dr. Adhika Widyaparaga yang memaparkan tentang berbagai aplikasi hydrogen hijau, klasifikasi hydrogen berdasarkan warna, dan perannya sebagai pembawa energi, bahan bakar, dan media penyimpanan. Beliau juga mendetailkan tentang opsi distribusi hydrogen, alternatif rantai nilai, dan skema produksi hydrogen geotermal.

Prof. Bambang Riyanto kemudian menambahkan dengan mempresentasikan kerangka kerja dan metodologi dalam pengembangan green hydrogen, yang sangat penting dalam memastikan keberlanjutan dan efektivitas implementasi.

Kunjungan tersebut diakhiri dengan pernyataan bersama tentang komitmen untuk melanjutkan kerjasama dalam bentuk studi pra-kelayakan hidrogen hijau dan turunannya, yang menunjukkan potensi besar dalam pemanfaatan energi panas bumi untuk inovasi energi hijau di Indonesia

PSE Berkolaborasi dalam Net Zero Carbon Communities (NZCC) Application In Makassar City

Climate ChangeNewsRenewable EnergySosial Energy Tuesday, 7 May 2024

Pusat Studi Energi (PSE) UGM berkolaborasi dengan beberapa universitas dalam dan luar negeri pada proyek Net Zero Carbon Communities (NZCC). Proyek ini melibatkan sejumlah peneliti dari berbagai institusi antara lain : Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Pennsylvania State University, University of Colorado – Boulder, dan Pemerintah Kota Makassar. Rangkaian proyek ini didanai oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, U.S. National Science Foundation (NSF) dan Pemerintah Kota Makassar bekerjasama dengan Pennsylvania State University dan University of Colorado – Boulder.

Proyek ini akan berupaya untuk mengintegrasikan sistem energi terbarukan ke dalam masyarakat untuk mengurangi emisi karbon di Kota Makassar, Indonesia melalui kolaborasi sinergis antara tim Amerika dan Indonesia serta kemitraan erat dengan Kota Makassar. Makassar berupaya menjadi kota kelas dunia yang layak huni bagi 1,7 juta orang dengan populasi beragam dan berkembang pesat. Berbagai program yang sedang berlangsung di kota ini bertujuan untuk meningkatkan kelayakan hidup kota, diukur berdasarkan faktor-faktor termasuk kualitas udara, indeks panas, ketahanan pangan, dan interaksi sosial.

Proyek ini mengambil pendekatan holistik menuju komunitas rendah emisi karbon dengan mempertimbangkan konsumsi energi, emisi karbon, keterlibatan masyarakat, pariwisata, dan ekonomi lokal. Melalui penerapan energi terbarukan di beberapa komunitas, emisi karbon dapat dikurangi dan pembangunan dapat dijalankan secara lebih berkelanjutan.

Pemodelan tingkat lanjut menunjukkan diperlukannya pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan air-energi-makanan yang berkaitan dengan pengurangan emisi karbon. Kolaborasi dengan kota Makassar menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk memperluas komunitas net zero menjadi kota net zero.

Proyek ini merupakan salah satu aktivitas dari Centre for Development of Sustainable Energy (CDSR) dalam PSE UGM.

Tautan : https://sites.psu.edu/sbslab/research/city/net-zero-carbon-community-nzcc/

PSE akan Selenggarakan Kuliah Publik Tentang Tata Perkotaan Rendah Emisi

News Tuesday, 7 May 2024

Sebagian besar negara ASEAN mengalami gelombang panas dengan suhu mencapai 40 derajat celcius pada beberapa minggu terakhir. Dampaknya, telah terjadi penurunan produktifitas masyarakat hingga yang terburuk mengakibatkan kematian.
Menurut BMKG, Indonesia tidak termasuk dalam negara yang mengalami gelombang panas. Namun kenaikan suhu lingkungan tidak dapat dihindari sebagai akibat dari perubahan iklim yang disebabkan oleh semakin tingginya emisi karbon di bumi.

Untuk itu, Pusat Studi Energi UGM bermaksud mengadakan Kuliah Publik yang membahas tentang tata perkotaan rendah emisi. Acara ini menghadirkan Wali Kota Makassar serta para peneliti dari UGM dan ITB yang telah berpengalaman di bidangnya. Acara akan dibuka langsung oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D.

Kegiatan dengan tema “Pengembangan Kota Rendah Emisi Karbon di Indonesia” akan dilaksanakan pada:

Hari, tanggal: Selasa, 14 Mei 2024
Waktu: 08.00 – 12.30 WIB
Tempat: Ruang Sekip, University Club UGM
Pembicara:

  1. Moh. Ramadhan Pomanto (Wali Kota Makassar)
  2. Dr. Eng. M. Donny Koerniawan, S.T., MT. (Dosen Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan ITB)
  3. Dr. Rachmawan Budiarto, IPU. (Peneliti Pusat Studi Energi UGM)

Acara terbuka untuk umum dan dibatasi hingga 100 peserta! Jika Anda tertarik, silahkan mengisi formulir pendaftaran pada tautan berikut: http://ugm.id/pselecture

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Daffa (081289876761)
daffaindraprawira@mail.ugm.ac.id

PSE UGM Menerima Kunjungan Ford Foundation dan Climateworks Foundation

News Thursday, 25 April 2024

Pada Tanggal 23 April 2024, Pusat Studi Energi UGM menerima kunjungan dari Maryati Abdullah, Gloria Kezia Loupatty dan Lilik Mardianti dari Ford Foundation serta Justine Sylvester dan Muhammad Zeki dari Climateworks Foundation dalam rangka bertukar pikiran serta diskusi topik-topik spesifik mengenai Just Energy Transition Partnership (JETP) dengan tujuan mempercepat adopsi sumber energi terbarukan tanpa melupakan peranan penting dari masyarakat lokal.

Di pertemuan ini, dibahas juga program-program yang pernah dilakukan oleh PSE UGM di daerah-daerah yang masih kesulitan dalam pemenuhan energi, air bersih serta mengangkat isu kesetaraan gender dalam proses transisi energi di Indonesia. Selain itu, penguatan peranan pemerintah daerah dalam pemanfaatan potensi sumber energi terbarukan dapat menambah kesadaran masyarakat lokal terkait transisi energi dan efeknya terhadap ekonomi dan komunitas sekitar. Pak Derajad S. Widhyharto juga menambahkan bahwa salah satu hal yang paling penting dalam upaya transisi ini adalah bagaimana mengubah masyarakat lokal yang tidak hanya sebagai obyek melainkan menjadi subyek dalam transisi energi ini.

1234…7

Pusat Studi Energi
Sekip Blok K1.A Kampus Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta - Indonesia
Tel/Fax: +62-0274-549429 | e-mail : pse@ugm.ac.id

Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Energi

Universitas Gadjah Mada

Sekip Blok K1-A Yogyakarta 55281

pse@ugm.ac.id
 +62 (274) 549429
 +62 (274) 549429

© Pusat Studi Energi - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY