• UGM
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Energi
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang PSE
    • Pengantar
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Kegiatan
    • Kerjasama
    • Personalia
  • Program Kerja
  • Jasa
    • Jasa Survei Geofisika untuk Eksplorasi Air Tanah
    • Jasa Survei Geofisika untuk Geoteknik
    • Jasa Audit Energi
  • PENELITIAN
  • Pelatihan
  • Kontak
  • Beranda
  • News
  • Climate Change
  • Karhutla Masih Mengancam: Tengok Kondisi Kalimantan yang Secara Masif Terlanda

Karhutla Masih Mengancam: Tengok Kondisi Kalimantan yang Secara Masif Terlanda

  • Climate Change, News
  • 14 October 2026, 21.09
  • Oleh: irawanekop
  • 0

Kontributor      : –

Editor                 : Naga Pamungkas

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius bagi wilayah Kalimantan. Berdasarkan informasi per 17 Oktober 2026, jumlah titik api di Kalimantan Tengah meningkat tajam menjadi 92 titik, dari sebelumnya 19 titik. Sementara itu, Kalimantan Barat mencatat penurunan dari 24 menjadi 22 titik api, sedangkan Kalimantan Selatan mengalami peningkatan dari nol menjadi dua titik api.

Dampak karhutla tidak hanya dirasakan oleh masyarakat, tetapi juga mengancam kelestarian satwa endemik Kalimantan, seperti orangutan, bekantan, kucing merah, dan macan dahan Kalimantan. Kebakaran hutan dapat merusak habitat alami satwa tersebut serta mengganggu keseimbangan ekosistem.

Ryan, seorang warga yang berdomisili di Pontianak, Kalimantan Barat, mengungkapkan bahwa kondisi di wilayahnya kini berangsur membaik setelah hujan turun. Curah hujan membantu mengurangi tingkat kekeringan dan memperbaiki kondisi lingkungan. Namun, beberapa waktu sebelumnya, polusi udara akibat karhutla sempat dirasakan sangat parah.

Ryan menceritakan bahwa bau asap menyerupai sampah terbakar sudah tercium sejak dirinya bangun tidur. Bahkan, langit sempat berubah menjadi oranye pekat akibat kabut asap. Pengalaman tersebut menggambarkan bagaimana karhutla dapat memengaruhi kualitas udara dan kenyamanan masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pencegahan kebakaran, pemantauan titik api, perlindungan habitat satwa, serta peningkatan kesadaran masyarakat. Upaya bersama diperlukan untuk mengurangi risiko karhutla dan melindungi kesehatan masyarakat maupun kelestarian lingkungan di Kalimantan.

 

Sumber:

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2026, September 5). Perkembangan situasi dan penanganan karhutla di sejumlah wilayah Indonesia 5 September 2026. https://www.bnpb.go.id/berita/perkembangan-situasi-dan-penanganan-karhutla-di-sejumlah-wilayah-indonesia-5-september-2026

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. (2026, October 18). Hotspot turun 84 titik, operasi karhutla tetap diperkuat. https://www.kehutanan.go.id/news/hotspot-turun-84-titik-operasi-karhutla-tetap-diperkuat

Pusat Studi Energi
Sekip Blok K1.A Kampus Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta - Indonesia
Tel/Fax: +62-0274-549429 | e-mail : pse@ugm.ac.id

Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Energi

Universitas Gadjah Mada

Sekip Blok K1-A Yogyakarta 55281

pse@ugm.ac.id
 +62 (274) 549429
 +62 (274) 549429

© Pusat Studi Energi - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY