• UGM
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Energi
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang PSE
    • Pengantar
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Kegiatan
    • Kerjasama
    • Personalia
  • Program Kerja
  • Jasa
    • Jasa Survei Geofisika untuk Eksplorasi Air Tanah
    • Jasa Survei Geofisika untuk Geoteknik
    • Jasa Audit Energi
  • PENELITIAN
  • Pelatihan
  • Kontak
  • Beranda
  • News
  • PSE UGM Kajian Assessment Shelter dan Dinding Coal Shed PLTU Tanjung Balai Karimun

PSE UGM Kajian Assessment Shelter dan Dinding Coal Shed PLTU Tanjung Balai Karimun

  • News, Penelitian
  • 7 August 2026, 12.59
  • Oleh: irawanekop
  • 0

Contributor : Dannys Arif Kusuma, M.Eng.

Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada telah menyelesaikan kajian teknis untuk menilai kondisi aktual, kapasitas struktur, dan kebutuhan penanganan shelter serta dinding coal shed pada coal yard PLTU Tanjung Balai Karimun. Kajian bersama PT PLN Indonesia Power UBP Kepulauan Riau pada 12 Oktober 2025.

Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau – Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) menyelesaikan Kajian Assessment Shelter dan Dinding Coal Shed pada Coal Yard PLTU Tanjung Balai Karimun sebagai bagian dari kerja sama riset terapan dengan PT PLN Indonesia Power. Kajian berlangsung pada 15 Juli hingga 12 Oktober 2025 untuk mendukung pengambilan keputusan teknis yang mengutamakan keselamatan, keandalan fasilitas, dan keberlanjutan operasi pembangkit. Pelaksanaan kajian melibatkan Ir. Suprapto Siswosukarto, Ph.D., IPM., Angga Fajar Setiawan, S.T., M.Eng., Ph.D., dan Ir. Muhammad Akhsin Muflikhun, S.T., MSME., Ph.D. sebagai tenaga ahli, dengan Dannys Arif Kusuma, S.T., M.Eng. sebagai Project Manager.

Pelaksanaan teknis kajian diperkuat oleh Irkhas Bayu Faveryan, S.T., M.Eng. sebagai Asisten Senior, serta Yusuf Haroki, S.T., M.Eng., Clara Helen Ardenia, S.T., Ridhwan Afnan Primadika, S.T., M.Eng., Ardi Jati Nugroho PU, dan Nugroho Karya Yudha sebagai Asisten Junior.

Kegiatan lapangan didukung oleh Fuad Machfud dan Bahtiar Dwi Kusuma, S.T., sementara Aditya Kurniawan dan Fawwaz Aqilla turut mendukung pelaksanaan kegiatan sebagai Tim PSE UGM. Kolaborasi tim memastikan seluruh tahapan, mulai dari survei lapangan, pengujian, analisis, hingga penyusunan rekomendasi, dilaksanakan secara terkoordinasi.

Coal shed merupakan fasilitas penting dalam sistem penanganan dan penyimpanan batubara. Struktur baja, penutup atap, dinding beton, area hopper, dan komponen pendukungnya bekerja di lingkungan yang dipengaruhi kelembapan, debu batubara, paparan udara laut, aktivitas alat berat, serta getaran operasional. Kondisi tersebut dapat mempercepat degradasi material dan menurunkan kinerja struktur apabila tidak diidentifikasi dan ditangani secara sistematis.

Kajian Berbasis Kondisi Aktual Fasilitas

Tim PSE UGM mengawali pekerjaan melalui penelaahan dokumen desain, gambar eksisting, data inspeksi, informasi operasional, serta standar teknis yang relevan. Tahap ini menjadi dasar untuk menentukan fokus pemeriksaan dan titik-titik pengujian di lapangan. Survei kemudian dilakukan pada elemen rangka baja, sambungan, gording, penutup atap, dinding beton, pedestal, area hopper, dan sistem drainase di sekitar coal yard.

Pengamatan visual menunjukkan adanya degradasi pada sejumlah komponen struktur. Korosi ditemukan pada rangka utama, gording, sambungan, dan penutup atap dengan tingkat yang bervariasi. Pada beberapa bagian, lapisan pelindung telah menurun sehingga permukaan baja lebih terbuka terhadap lingkungan. Tim juga mencermati kedekatan timbunan batubara dengan rangka, kondisi sambungan, serta aktivitas alat berat yang berpotensi memberikan benturan dan getaran pada struktur.

Temuan korosi pada elemen rangka baja menjadi salah satu aspek utama dalam evaluasi kondisi eksisting.

 

Inspeksi Lapangan dan Pengujian Multimetode

Untuk memperoleh gambaran yang terukur, kajian tidak hanya mengandalkan inspeksi visual. Tim melaksanakan pengujian non-destructive test dan pemeriksaan material, meliputi ultrasonic pulse velocity untuk menilai kualitas beton, hammer test untuk mengevaluasi homogenitas permukaan beton, hardness test untuk mengidentifikasi karakteristik kekerasan baja, serta thickness test dan pemeriksaan coating untuk menilai penipisan material dan kondisi lapisan pelindung.

Pengambilan sampel material juga dilakukan pada bagian yang mewakili kondisi lapangan. Sampel tersebut dianalisis melalui pengujian laboratorium, termasuk pengamatan mikrostruktur dan komposisi unsur, guna mengidentifikasi mekanisme degradasi dan mendukung penilaian sisa kemampuan material. Integrasi data lapangan dan laboratorium memungkinkan evaluasi dilakukan secara objektif dan berbasis bukti.

Pelaksanaan pengujian lapangan untuk memperoleh data karakteristik material dan kondisi aktual elemen struktur.

Analisis Struktural dan Evaluasi Kinerja

Data hasil inspeksi dan pengujian selanjutnya digunakan sebagai masukan dalam pemodelan struktur menggunakan perangkat lunak SAP2000. Pemodelan mempertimbangkan konfigurasi struktur eksisting dan kondisi aktual elemen, termasuk pengaruh penurunan penampang akibat korosi. Analisis dilakukan untuk mengevaluasi respons struktur terhadap beban mati, angin, gempa, serta kombinasi pembebanan yang relevan.

Melalui analisis tersebut, tim menilai kapasitas elemen tarik dan tekan, kestabilan struktur, distribusi gaya dalam, deformasi, serta kemungkinan elemen yang bekerja melampaui kapasitasnya. Kajian juga membandingkan kinerja struktur sebelum dan setelah memperhitungkan kondisi korosi, sehingga dampak degradasi material terhadap tingkat keselamatan dan kebutuhan penguatan dapat dipahami secara lebih komprehensif.

Pemodelan struktur coal shed digunakan untuk mengevaluasi kapasitas, distribusi beban, dan kebutuhan perbaikan atau penguatan

Rekomendasi Perbaikan dan Preventive Maintenance

Berdasarkan hasil evaluasi, tim menyusun alternatif penanganan untuk setiap tingkat kerusakan. Opsi yang dikaji mencakup pembersihan dan perlakuan permukaan, aplikasi ulang protective coating, perbaikan sambungan, penguatan atau penggantian elemen yang mengalami degradasi, serta peningkatan perlindungan pada komponen beton. Prioritas penanganan disusun dengan mempertimbangkan risiko keselamatan, tingkat urgensi, kontinuitas operasi, dan kemudahan pelaksanaan di lapangan.

Kajian juga mengevaluasi alternatif perbaikan struktur eksisting dan opsi pembangunan coal shed baru. Masing-masing alternatif ditinjau berdasarkan kebutuhan material, metode pelaksanaan, biaya, umur manfaat, ketahanan terhadap lingkungan korosif, serta kebutuhan pemeliharaan lanjutan. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar bagi pengelola pembangkit dalam menentukan strategi yang paling sesuai dengan kondisi teknis dan rencana pengelolaan aset.

Sebagai bagian dari keluaran kajian, PSE UGM menyusun strategi preventive maintenance yang mencakup inspeksi berkala, pemetaan tingkat korosi, pemantauan ketebalan material dan coating, pemeriksaan sambungan, pengendalian jarak timbunan batubara terhadap struktur, serta penanganan dini pada area yang menunjukkan degradasi. Pendekatan ini diharapkan dapat memperpanjang umur layanan fasilitas dan mencegah kerusakan berulang.

Pusat Studi Energi
Sekip Blok K1.A Kampus Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta - Indonesia
Tel/Fax: +62-0274-549429 | e-mail : pse@ugm.ac.id

Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Energi

Universitas Gadjah Mada

Sekip Blok K1-A Yogyakarta 55281

pse@ugm.ac.id
 +62 (274) 549429
 +62 (274) 549429

© Pusat Studi Energi - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY