• UGM
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Energi
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang PSE
    • Pengantar
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Kegiatan
    • Kerjasama
    • Personalia
  • Program Kerja
  • Jasa
    • Jasa Survei Geofisika untuk Eksplorasi Air Tanah
    • Jasa Survei Geofisika untuk Geoteknik
    • Jasa Audit Energi
  • PENELITIAN
  • Pelatihan
  • Kontak
  • Beranda
  • Penelitian
Arsip:

Penelitian

PSE UGM Selesaikan Kajian Legalitas dan Pengelolaan Bisnis B2B PT Pertamina Patra Niaga

NewsPenelitian Wednesday, 12 August 2026

Editor: Dannys Arif Kusuma

Kajian multidisiplin mengintegrasikan aspek hukum, ekonomi-bisnis, pricing, teknis-operasional, risiko, dan benchmarking untuk memperkuat tata kelola serta pengambilan keputusan berbasis bukti.

Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) telah menyelesaikan Kajian Analisis Aspek Legalitas & Pengelolaan Business to Business dalam Konteks BUMN dan Perhitungan Keekonomian Agen BBM Industrial & Marine Fuel Business (IMFB) bersama PT Pertamina Patra Niaga. Kajian ini disusun sebagai ruang analisis lintas disiplin untuk mempertemukan perspektif kepatuhan hukum, keberlanjutan bisnis, keekonomian, strategi harga, operasional, dan pengelolaan risiko dalam satu kerangka yang konsisten.

Dalam bisnis energi yang sangat dipengaruhi dinamika harga, perubahan regulasi, karakter pelanggan, serta kompleksitas rantai pasok, pengambilan keputusan B2B tidak cukup dinilai dari satu indikator. Karena itu kajian ini diarahkan untuk memahami keputusan bisnis secara utuh: mulai dari landasan hukumnya, dampaknya terhadap portofolio dan profitabilitas, mekanisme pembentukan harga, kelayakan bagi mitra usaha, hingga konsekuensi operasional dan risiko yang harus dikelola.

Pelaksanaan kajian berlangsung selama empat bulan, mulai 27 Mei hingga 27 September 2025. Sepanjang periode tersebut, proses analisis dilakukan secara bertahap dan iteratif melalui penelaahan dokumen, pengolahan data, pembahasan bersama counterpart, pendalaman lintas bidang, serta validasi temuan sebelum dirumuskan menjadi rekomendasi yang dapat digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan.

Kolaborasi Tenaga Ahli Lintas Disiplin

Kajian dipimpin oleh Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU. sebagai Ketua Tim. Pendalaman bisnis dan profitabilitas melibatkan Prof. Dr. Bambang Riyanto L.S., M.B.A., Ak., CA.; aspek hukum didalami oleh Prof. Dr. Sulistiowati, S.H., M.Hum.; sementara analisis ilmu ekonomi, makro energi, infrastruktur migas, teknis-operasional, akuntansi, finansial, dan keuangan diperkuat oleh Ardyanto Fitrady, M.Si., Ph.D., Dr. Eng. Ir. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M.Eng., Robertus Dhimas Dhewangga Putra, S.T., M.Eng., Ph.D., Akmal Irfan Majid, S.T., M.Eng., Ph.D., Yudi Santara Setyapurnama, S.E., M.Si., Ak., CA., BKP, Agung Wahyu Wasisto, S.E., M.M., serta Thomas Riadi Pranoto, S.E.

Tim ahli tersebut didukung oleh Dannys Arif Kusuma, S.T., M.Eng. dan Wenang Suprayogi, S.T., M.Sc. pada aspek energi dan makro energi, serta Iqbal Kautsar, S.E., dan Tito Aron Palti Sidabalok, S.T yang memperkuat proses analisis pada bidang akuntansi, ekonomi, hukum, infrastruktur migas, serta teknis-operasional. Komposisi lintas disiplin ini memungkinkan isu bisnis dibaca bukan secara parsial, tetapi melalui keterkaitan antara regulasi, angka ekonomi, sistem operasi, dan risiko implementasi.

Sesi diskusi dan validasi lintas fungsi sebagai bagian dari proses pendalaman kajian. Sumber: Dokumentasi PSE UGM.

 

Metodologi Komprehensif dan Terintegrasi

Metodologi kajian menggunakan pendekatan campuran dengan mengombinasikan data primer dan sekunder. Kerangka ini dipilih agar analisis tidak hanya bergantung pada angka atau dokumen formal, tetapi juga menangkap konteks keputusan, proses bisnis, dan pertimbangan manajerial yang melatarinya. Temuan dari satu sumber dibandingkan dengan sumber lain melalui triangulasi sehingga asumsi, anomali data, maupun perbedaan perspektif dapat diuji sebelum digunakan sebagai dasar kesimpulan.

1. Basis Data & Triangulasi

Desk study, regulasi, dokumen internal, literatur, data bisnis, wawancara/FGD, validasi dan konsistensi data.

2. Hukum, Kepatuhan & Tata Kelola

Regulatory mapping, legal review, periodisasi kebijakan, compliance assessment, governance dan batasan risiko keputusan bisnis.

3. Ekonomi, Profitabilitas & Portofolio

Pemetaan produk–pelanggan–channel, struktur biaya, contribution margin, CVP/BEP, margin of safety, skenario dan sensitivitas.

4. Pricing & Keekonomian Mitra

Pemetaan pembentukan harga, referensi pasar, discount/margin/fee, kewajaran model, kompetitivitas, dan uji volatilitas.

5. Teknis, Operasional & Risiko

Process mapping rantai pasok, bottleneck, efisiensi distribusi, risiko harga/kurs, evaluasi hedging, dan prioritas mitigasi.

6. Benchmarking & Rekomendasi

Perbandingan praktik industri, gap analysis, sintesis lintas bidang, validasi, dan penyusunan rekomendasi yang implementatif.

Pertama, pembangunan basis bukti dan validasi data. Kajian diawali dengan desk study terhadap peraturan perundang-undangan, kebijakan pemerintah, pedoman dan prosedur internal, literatur akademik, laporan yang relevan, serta referensi praktik industri. Data bisnis yang tersedia kemudian ditelaah konsistensinya dan dihubungkan dengan informasi primer yang diperoleh melalui wawancara, diskusi teknis, dan Focus Group Discussion (FGD). Tahap ini berfungsi untuk membangun satu basis informasi yang dapat menjelaskan tidak hanya “apa” yang terjadi, tetapi juga “mengapa” suatu kebijakan atau pola bisnis terbentuk.

Kedua, analisis hukum, regulasi, dan tata kelola. Tim melakukan regulatory mapping dan periodisasi kebijakan untuk menelusuri hubungan antara ketentuan eksternal dan kebijakan internal yang memengaruhi kegiatan B2B. Legal review mencakup status dan posisi korporasi, ruang pengambilan keputusan komersial, kepatuhan operasional, tata kelola, otorisasi, serta batasan hukum yang perlu diperhatikan ketika kebijakan bisnis beririsan dengan mandat publik. Pendekatan comparative policy analysis digunakan untuk menempatkan praktik domestik dalam perspektif regulasi dan tata kelola yang lebih luas. Dengan cara ini, rekomendasi ekonomi dan operasional diuji lebih dahulu dari sisi legal defensibility dan prinsip Good Corporate Governance.

Ketiga, analisis ekonomi-bisnis dan profitabilitas portofolio. Pendekatan tidak berhenti pada laba-rugi per transaksi, tetapi memetakan hubungan produk, pelanggan, channel, volume, harga, dan struktur biaya dalam satu portofolio. Biaya dipilah menurut perilakunya menjadi komponen tetap, variabel, dan semi-variabel serta—sejauh data memungkinkan—ditelusuri melalui direct tracing, high-low method, atau analisis regresi. Selanjutnya digunakan contribution margin dan Cost-Volume-Profit Analysis (CVPA) untuk membaca Break-Even Point (BEP), margin of safety, kontribusi masing-masing produk atau pelanggan terhadap penyerapan biaya tetap, serta implikasi perubahan volume dan harga terhadap profitabilitas keseluruhan. Perspektif ini penting agar keputusan tidak dinilai hanya berdasarkan full cost satu transaksi, melainkan juga dampaknya terhadap kinerja portofolio secara agregat.

Keempat, analisis pricing dan keekonomian mitra usaha. Tim memetakan mekanisme pembentukan harga B2B, struktur referensi pasar, komponen biaya, diskon, margin, dan fee pada model yang relevan. Analisis kemudian menguji keterkaitan pricing dengan daya saing, keberlanjutan margin perusahaan, serta keekonomian agen atau mitra. Skenario perubahan harga, biaya, dan volume digunakan untuk melihat ketahanan model; sedangkan sensitivity analysis dan simulasi probabilistik seperti Monte Carlo dapat digunakan untuk memahami dampak volatilitas variabel pasar terhadap margin dan kelayakan bisnis. Pada model harga yang berbasis indeks, evaluasi juga mempertimbangkan perilaku referensi pasar dan kebutuhan mekanisme yang tetap transparan, terukur, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Kelima, analisis teknis-operasional dan manajemen risiko. Aspek ini memetakan alur layanan dan distribusi dari titik suplai hingga pelanggan, mengidentifikasi potensi bottleneck, keterlambatan, ketidakefisienan logistik, serta titik risiko yang dapat memengaruhi kualitas layanan dan biaya. Risiko harga dan kurs ditempatkan dalam kerangka manajemen risiko yang mempertimbangkan eksposur, batas toleransi, mekanisme monitoring, dokumentasi, dan akuntabilitas. Evaluasi strategi hedging menggunakan perangkat kuantitatif seperti Value-at-Risk (VaR) sebagai salah satu referensi untuk mengukur eksposur, kemudian dibaca bersama tata kelola limit, pelaporan, serta tujuan mitigasi agar aktivitas lindung nilai tetap berorientasi pada pengendalian risiko dan bukan spekulasi.

Keenam, benchmarking, gap analysis, dan penyusunan rekomendasi. Praktik bisnis, portofolio, penetapan harga, model keagenan, tata kelola, dan efisiensi operasional dibandingkan dengan referensi industri dan perusahaan energi di berbagai negara. Benchmarking tidak digunakan untuk menyalin praktik luar secara langsung, melainkan untuk mengidentifikasi prinsip yang relevan dan menguji kesesuaiannya dengan konteks regulasi serta karakter pasar Indonesia. Gap yang ditemukan kemudian disintesis bersama hasil analisis hukum, ekonomi, pricing, operasional, dan risiko. Prioritas rekomendasi ditentukan berdasarkan dampak, kepatuhan, kelayakan ekonomi, urgensi risiko, dan kemudahan implementasi; pendekatan pembobotan multikriteria seperti AHP dapat digunakan untuk membantu mengurutkan prioritas mitigasi.

Pendalaman temuan melalui sesi pembahasan bersama. Sumber: Dokumentasi PSE UGM.

Dari Analisis menuju Rekomendasi yang Implementatif

Tahap akhir kajian menyatukan seluruh hasil menjadi rekomendasi. Temuan hukum dibaca bersama implikasi ekonominya; hasil profitabilitas dikaitkan dengan strategi harga dan perilaku portofolio; sementara rekomendasi pricing diuji terhadap konsekuensi operasional, risiko pasar, tata kelola, dan benchmark industri. Proses sintesis ini dirancang untuk mengurangi risiko rekomendasi yang optimal pada satu sisi tetapi menimbulkan persoalan pada sisi lainnya.

Diskusi pembahasan kajian. Sumber: Dokumentasi PSE UGM

 

Melalui pendekatan tersebut, PSE UGM mendorong penggunaan kerangka pengambilan keputusan yang lebih evidence-based, transparan, dan adaptif. Fokus kajian bukan pada satu formula yang bersifat statis, melainkan pada mekanisme evaluasi yang memungkinkan perusahaan menilai perubahan kondisi pasar, biaya, volume, regulasi, dan risiko secara berkala serta menyesuaikan strategi bisnis dengan tetap menjaga prinsip kepatuhan dan tata kelola.

Penyelesaian kajian ini sekaligus memperkuat peran PSE UGM sebagai mitra akademik dalam menjembatani kebutuhan industri dengan pendekatan ilmiah yang aplikatif. Kolaborasi lintas disiplin diharapkan dapat memberikan fondasi analisis yang lebih utuh bagi pengembangan bisnis B2B yang kompetitif, berkelanjutan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

PSE UGM Rampungkan Kajian Terintegrasi Cooling Tower PLTU Tanjung Balai Karimun

NewsPenelitian Friday, 7 August 2026

Contributor : Dannys Arif Kusuma, M.Eng.

Kajian untuk PT PLN Indonesia Power menggabungkan assessment kondisi eksisting, feasibility study penambahan unit, serta detailed engineering design cooling tower baru dan perkuatan struktur eksisting sebagai dasar peningkatan keandalan sistem pendingin pembangkit.

Tim PSE UGM bersama jajaran PT PLN Indonesia Power pada rangkaian kegiatan lapangan di PLTU Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) telah menyelesaikan Kajian Assessment Kondisi Eksisting serta Feasibility Study dan Detailed Engineering Design Penambahan Cooling Tower PLTU Tanjung Balai Karimun. Pekerjaan dilaksanakan bersama PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Kepulauan Riau dengan masa pelaksanaan sejak 9 Juli 2025 hingga 4 Januari 2026.

Kajian disusun untuk memberikan dasar pengambilan keputusan yang utuh, mulai dari penilaian kondisi struktur dan performa unit eksisting, analisis kelayakan penambahan kapasitas pendinginan, hingga penyusunan rancangan teknis yang dapat digunakan pada tahap pengadaan dan konstruksi. Pendekatan ini menempatkan cooling tower bukan sekadar bangunan utilitas, melainkan bagian kritis yang memengaruhi temperatur air pendingin, tekanan kondensor, efisiensi termal, daya mampu, serta keandalan operasi pembangkit.

 

 

Assessment Kondisi Eksisting Cooling Tower

Rangkaian assessment meliputi inspeksi visual, pengujian non-destruktif dan laboratorium, evaluasi material, pemodelan struktural, analisis geoteknik, serta evaluasi energi dan kinerja peralatan mekanikal. Seluruh kegiatan dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi eksisting sebagai dasar penyusunan rekomendasi teknis dan rencana tindak lanjut.

 

Kondisi cooling tower eksisting yang menjadi objek assessment multidisiplin.

 

Program Terintegrasi Direkomendasikan untuk Keandalan Jangka Panjang

Berdasarkan hasil teknis dan analisis biaya-manfaat, kajian menempatkan program terintegrasi sebagai opsi paling komprehensif. Program tersebut menggabungkan penanganan dan perkuatan struktur cooling tower eksisting dengan pembangunan unit baru, sehingga peningkatan kapasitas pendinginan berjalan seiring dengan mitigasi risiko keselamatan dan perpanjangan umur layanan aset yang sudah beroperasi.

Rancangan cooling tower baru disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan operasi, keandalan sistem pendingin, kemudahan pemeliharaan, serta kesesuaian dengan kondisi lingkungan dan fasilitas eksisting.

Kajian mengevaluasi alternatif material dan sistem proteksi yang sesuai untuk lingkungan pesisir. Evaluasi mempertimbangkan ketahanan terhadap korosi, kesiapan rantai pasok, mutu fabrikasi, keselamatan, biaya siklus hidup, dan kemudahan perawatan.

Kajian juga memuat rekomendasi penguatan instrumentasi dan pemantauan kondisi yang terintegrasi dengan sistem pengendalian pembangkit. Rekomendasi ini ditujukan untuk mendukung evaluasi performa, pemeliharaan berbasis kondisi, dan peringatan dini terhadap potensi gangguan.

Kolaborasi Tim Multidisiplin PSE UGM

Pelaksanaan kajian berada di bawah arahan Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU. sebagai Director dan Prof. Dr.Eng. Ir. Deendarlianto, S.T., M.Eng. sebagai Reviewer. Koordinasi kajian struktur dipimpin oleh Angga Fajar Setiawan, S.T., M.Eng., Ph.D., dengan dukungan Ir. Suprapto Siswosukarto, Ph.D., IPM. pada aspek struktur dan material, Dr.Eng. Ir. Fikri Faris, S.T., M.Eng., IPM. pada aspek geoteknik, Ir. Muhammad Akhsin Muflikhun, S.T., MSME., Ph.D. pada kajian material, serta Irkhas Bayu Faveryan, S.T., M.Eng. pada penggambaran teknik.

Aspek energi dan performa pembangkit diperkuat oleh Ardi Wiranata, S.T., M.Eng., Ph.D.; Dr.Eng. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M.Eng.; Dr. Akmal Irfan Majid, S.T., M.Eng.; Ir. Robertus Dhimas Dhewangga Putra, S.T., M.Eng., Ph.D.; dan Ir. Dr. Willie Prasidha, S.T., M.Eng. Pekerjaan dikelola oleh Dannys Arif Kusuma, M.Eng. sebagai Project Manager dan Aditya Kurniawan sebagai Project Controller, dengan dukungan Wenang Suprayogi, M.Sc. dan Herjuno Rizki Priatomo sebagai Peneliti Teknik.

Dokumen Teknis Menjadi Dasar Tahap Implementasi

Penyelesaian pekerjaan menghasilkan paket dokumen yang saling terhubung, meliputi laporan assessment dan feasibility study, DED cooling tower baru, DED perkuatan cooling tower eksisting, spesifikasi teknis dan Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS), gambar proses, mekanikal, sipil, elektrikal, perpipaan dan instrumentasi, rencana anggaran biaya, serta jadwal dan kurva-S pelaksanaan. Kelengkapan tersebut memberi PT PLN Indonesia Power dasar untuk melanjutkan verifikasi, penetapan prioritas, penganggaran, pengadaan, dan konstruksi secara lebih terukur.

Hasil kajian menegaskan bahwa pengembangan cooling tower perlu dipandang sebagai program peningkatan keandalan sistem pendingin pembangkit, bukan semata-mata pengadaan peralatan atau pekerjaan konstruksi. Keputusan implementasi perlu mempertimbangkan keselamatan struktur, pemulihan kapasitas pelepasan panas, redundansi sistem, risiko derating dan forced outage, biaya pemeliharaan, serta kinerja aset sepanjang umur layan.

Penyelesaian kajian PSE UGM menjadi dukungan keilmuan yang dapat diterapkan bagi industri ketenagalistrikan. Melalui kolaborasi akademisi dan praktisi, rekomendasi yang dihasilkan diharapkan membantu PT PLN Indonesia Power menjaga efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan operasi PLTU Tanjung Balai Karimun dalam jangka panjang.

PSE UGM Kajian Assessment Shelter dan Dinding Coal Shed PLTU Tanjung Balai Karimun

NewsPenelitian Friday, 7 August 2026

Contributor : Dannys Arif Kusuma, M.Eng.

Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada telah menyelesaikan kajian teknis untuk menilai kondisi aktual, kapasitas struktur, dan kebutuhan penanganan shelter serta dinding coal shed pada coal yard PLTU Tanjung Balai Karimun. Kajian bersama PT PLN Indonesia Power UBP Kepulauan Riau pada 12 Oktober 2025.

Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau – Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) menyelesaikan Kajian Assessment Shelter dan Dinding Coal Shed pada Coal Yard PLTU Tanjung Balai Karimun sebagai bagian dari kerja sama riset terapan dengan PT PLN Indonesia Power. Kajian berlangsung pada 15 Juli hingga 12 Oktober 2025 untuk mendukung pengambilan keputusan teknis yang mengutamakan keselamatan, keandalan fasilitas, dan keberlanjutan operasi pembangkit. Pelaksanaan kajian melibatkan Ir. Suprapto Siswosukarto, Ph.D., IPM., Angga Fajar Setiawan, S.T., M.Eng., Ph.D., dan Ir. Muhammad Akhsin Muflikhun, S.T., MSME., Ph.D. sebagai tenaga ahli, dengan Dannys Arif Kusuma, S.T., M.Eng. sebagai Project Manager.

Pelaksanaan teknis kajian diperkuat oleh Irkhas Bayu Faveryan, S.T., M.Eng. sebagai Asisten Senior, serta Yusuf Haroki, S.T., M.Eng., Clara Helen Ardenia, S.T., Ridhwan Afnan Primadika, S.T., M.Eng., Ardi Jati Nugroho PU, dan Nugroho Karya Yudha sebagai Asisten Junior.

Kegiatan lapangan didukung oleh Fuad Machfud dan Bahtiar Dwi Kusuma, S.T., sementara Aditya Kurniawan dan Fawwaz Aqilla turut mendukung pelaksanaan kegiatan sebagai Tim PSE UGM. Kolaborasi tim memastikan seluruh tahapan, mulai dari survei lapangan, pengujian, analisis, hingga penyusunan rekomendasi, dilaksanakan secara terkoordinasi.

Coal shed merupakan fasilitas penting dalam sistem penanganan dan penyimpanan batubara. Struktur baja, penutup atap, dinding beton, area hopper, dan komponen pendukungnya bekerja di lingkungan yang dipengaruhi kelembapan, debu batubara, paparan udara laut, aktivitas alat berat, serta getaran operasional. Kondisi tersebut dapat mempercepat degradasi material dan menurunkan kinerja struktur apabila tidak diidentifikasi dan ditangani secara sistematis.

Kajian Berbasis Kondisi Aktual Fasilitas

Tim PSE UGM mengawali pekerjaan melalui penelaahan dokumen desain, gambar eksisting, data inspeksi, informasi operasional, serta standar teknis yang relevan. Tahap ini menjadi dasar untuk menentukan fokus pemeriksaan dan titik-titik pengujian di lapangan. Survei kemudian dilakukan pada elemen rangka baja, sambungan, gording, penutup atap, dinding beton, pedestal, area hopper, dan sistem drainase di sekitar coal yard.

Pengamatan visual menunjukkan adanya degradasi pada sejumlah komponen struktur. Korosi ditemukan pada rangka utama, gording, sambungan, dan penutup atap dengan tingkat yang bervariasi. Pada beberapa bagian, lapisan pelindung telah menurun sehingga permukaan baja lebih terbuka terhadap lingkungan. Tim juga mencermati kedekatan timbunan batubara dengan rangka, kondisi sambungan, serta aktivitas alat berat yang berpotensi memberikan benturan dan getaran pada struktur.

Temuan korosi pada elemen rangka baja menjadi salah satu aspek utama dalam evaluasi kondisi eksisting.

 

Inspeksi Lapangan dan Pengujian Multimetode

Untuk memperoleh gambaran yang terukur, kajian tidak hanya mengandalkan inspeksi visual. Tim melaksanakan pengujian non-destructive test dan pemeriksaan material, meliputi ultrasonic pulse velocity untuk menilai kualitas beton, hammer test untuk mengevaluasi homogenitas permukaan beton, hardness test untuk mengidentifikasi karakteristik kekerasan baja, serta thickness test dan pemeriksaan coating untuk menilai penipisan material dan kondisi lapisan pelindung.

Pengambilan sampel material juga dilakukan pada bagian yang mewakili kondisi lapangan. Sampel tersebut dianalisis melalui pengujian laboratorium, termasuk pengamatan mikrostruktur dan komposisi unsur, guna mengidentifikasi mekanisme degradasi dan mendukung penilaian sisa kemampuan material. Integrasi data lapangan dan laboratorium memungkinkan evaluasi dilakukan secara objektif dan berbasis bukti.

Pelaksanaan pengujian lapangan untuk memperoleh data karakteristik material dan kondisi aktual elemen struktur.

Analisis Struktural dan Evaluasi Kinerja

Data hasil inspeksi dan pengujian selanjutnya digunakan sebagai masukan dalam pemodelan struktur menggunakan perangkat lunak SAP2000. Pemodelan mempertimbangkan konfigurasi struktur eksisting dan kondisi aktual elemen, termasuk pengaruh penurunan penampang akibat korosi. Analisis dilakukan untuk mengevaluasi respons struktur terhadap beban mati, angin, gempa, serta kombinasi pembebanan yang relevan.

Melalui analisis tersebut, tim menilai kapasitas elemen tarik dan tekan, kestabilan struktur, distribusi gaya dalam, deformasi, serta kemungkinan elemen yang bekerja melampaui kapasitasnya. Kajian juga membandingkan kinerja struktur sebelum dan setelah memperhitungkan kondisi korosi, sehingga dampak degradasi material terhadap tingkat keselamatan dan kebutuhan penguatan dapat dipahami secara lebih komprehensif.

Pemodelan struktur coal shed digunakan untuk mengevaluasi kapasitas, distribusi beban, dan kebutuhan perbaikan atau penguatan

Rekomendasi Perbaikan dan Preventive Maintenance

Berdasarkan hasil evaluasi, tim menyusun alternatif penanganan untuk setiap tingkat kerusakan. Opsi yang dikaji mencakup pembersihan dan perlakuan permukaan, aplikasi ulang protective coating, perbaikan sambungan, penguatan atau penggantian elemen yang mengalami degradasi, serta peningkatan perlindungan pada komponen beton. Prioritas penanganan disusun dengan mempertimbangkan risiko keselamatan, tingkat urgensi, kontinuitas operasi, dan kemudahan pelaksanaan di lapangan.

Kajian juga mengevaluasi alternatif perbaikan struktur eksisting dan opsi pembangunan coal shed baru. Masing-masing alternatif ditinjau berdasarkan kebutuhan material, metode pelaksanaan, biaya, umur manfaat, ketahanan terhadap lingkungan korosif, serta kebutuhan pemeliharaan lanjutan. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar bagi pengelola pembangkit dalam menentukan strategi yang paling sesuai dengan kondisi teknis dan rencana pengelolaan aset.

Sebagai bagian dari keluaran kajian, PSE UGM menyusun strategi preventive maintenance yang mencakup inspeksi berkala, pemetaan tingkat korosi, pemantauan ketebalan material dan coating, pemeriksaan sambungan, pengendalian jarak timbunan batubara terhadap struktur, serta penanganan dini pada area yang menunjukkan degradasi. Pendekatan ini diharapkan dapat memperpanjang umur layanan fasilitas dan mencegah kerusakan berulang.

Sharing Session ICT-PEP 2023 Bahas Decarbonizing Electric Power Sector

NewsPenelitianRenewable EnergySosial Energy Tuesday, 3 October 2023

Sharing Session ICT-PEP 2023. Penyelenggaraan ICT-PEP 2023 yang merupakan kerjasama antara Pusat Studi Energi (PSE) UGM bekerja sama dengan PT PLN Puslitbang pada hari kedua diisi dengan kegiatan sharing session. Tema dari ICT-PEP 2023 adalah tentang Decarbonizing Electric Power Sector : Challenges and Opportunities for Renewable Energy Integration. Pelaksaan sharing session diawali dengan sambutan pembukaan oleh Kepala PSE UGM yang sekaligus sebagai Ketua Streering Committee ICT-PEP 2023. Selanjutnya sambutan juga disampaikan oleh Ir. Isvan Prahastanto selaku GM PT PLN Puslitbang, Prof Gamantya sebagai Ketua IEEE Indonesia Section and Prof Nizam sebagai Plt Dirjen DIKTI yang menyambut baik pelaksanaan kegiatan untuk mendukung pembahasan isue seputar sustainability.

Para pembicara yang menyampaikan materi adalah Prof Robin Preece dari University of Manchaster yang menyampaikan beberapa hal penting terkait pentingnya menjaga operasi sistem dengan penetrasi variable renewable energy skala besar dengan memperhatikan aspek reliability dan stability. Pembicara kedua adalah Prof. Gregor Verbic dari The University of Sydney yang menyampaikan materi tentang bagaimana operasi dan perencanaan distributed generation. Prof. F Danang Wijaya dari Teknik Elektro UGM juga menyampaikan materi tentang trend global penelitian seputar microgrid dan implementasinya di Indonesia.

Sesi sharing terakhir disampaikan oleh Dr Kamia Handayani dari PLN Pusat yang menyampaikan materi tentang Powering Future Indonesia: Just Energy Transition Pathway for the electricity sector.

 

Kerjasama PSE dengan Puslitbang PLN Selenggarakan International Conference ICT-PEP

NewsPenelitianRenewable EnergySosial EnergyTraining Workshop Tuesday, 3 October 2023

PSE UGM bekerja sama dengan Puslitbang PLN menyelenggarakan acara tahunan International Conference on Technology and Policy in Energy & Electric Power (ICT-PEP)   

Konferen tahunan berskala internasional dibidang ketenagalistrikan, International Conference on Technology and Policy in Energy & Electric Power (ICT-PEP) mulai diselenggarakan tahun 2022 oleh Pusat Studi Energi UGM (PSE UGM) bekerja sama dengan Puslitbang PLN. Konferensi ICT-PEP merupakan platform bagi para pembuat kebijakan dari pemerintah, peneliti dari lembaga penelitian energi nasional dan internasional, akademisi dari universitas, serta para manajer dan insinyur dari industri untuk berbagi gagasan dan hasil penelitian. Konferensi ini juga akan memberikan kesempatan bagi para peserta untuk membentuk jaringan tiga heliks antara akademisi, pengusaha, dan pemerintah, serta untuk menyampaikan artikel ilmiah yang akan dievaluasi oleh para ahli.

 

ICT-PEP 2022 mengusung tema “Advanced Technology for Transitioning to Sustainable Energy and Modern Power Systems”, dan diikuti oleh peserta dari 9 Negara. ICT-PEP 2022 diselenggarakan pada tanggal 18-20 Oktober 2023 di Jakarta Internationa Expo (JIExpo). ICT-PEP 2022 juga mengundang pakar sebagai narasumber dalam acara sharing session yakni Prof. Kang Chongqing dari Tsinghua University, Tiongkok; Prof. Faria da Silva dari Aalborg University, Denmark; Dr. Ferry Viawan dari Merz Consulting, Australia; Dr. Zainal Arifin PT. PLN (Persero); Prof. Tumiran dan Prof. Deendarlianto dari UGM.

Pada tahun 2023, ICT-PEP mengangkat tema “Decarbonizing the Power Sector: Opportunities and Challenges for Renewable Energy Integration”. Konferen yang biasanya diselenggarakan pada bulan Oktober ini, puncaknya berada pada rangkaian acara tahunan PLN bertajuk LIKE PLN, yakni ajang berbagi pengetahuan dan pemberian penghargaan bagi pegawai-pegawai PLN yang kreatif, inovatif dan penuh spirit. ICT-PEP tahun 2023 diselenggarakan pada tanggal 2-3 Oktober 2023 di Jakarta Internationa Expo (JIExpo) dan ada lebih dari 190 artikel ilmiah yang dikirimkan yang berasal dari 15 Negara di 5 benua. Untuk tahun 2023, ICT-PEP juga mengundang beberapa pakar dalam acara sharing session hari kedua yaitu Prof. Gregor Verbic dari The University of Sydney, Australia; Dr. Robin Preece dari The University of Manchester, Inggris; Prof. Dr. Eng. Ir. F. Danang Wijaya, S.T., M.T., IPM. dari UGM dan Kamia Handayani dari PT PLN (Persero).

 

Konferen yang selama 2 tahun terakhir diselenggarakan secara hybrid ini juga bekerja sama dengan IEEE Indonesia section dan Power and Energy Society (PES) Chapter Indonesia dalam penyelenggaraanya untuk menjaga kualitas dari artikel ilmiah yang nantinya akan diterbitkan dalam Prosiding IEEE.

Berikut Link Terkait Konferesni :

  • Link ICT-PEP
  • Link Prosiding 2022 International Conference on Technology and Policy in Energy & Electric Power (ICT-PEP)

 

PSE Hadiri Workshop Inventarisasi Data Emisi GRK Sektor Industri Baja

NewsPenelitianRenewable EnergySosial Energy Friday, 29 September 2023

Pusat Studi Energi UGM menghadiri workshop yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian  terkait inventarisasi data emisi Gas Rumah Kaca dalam Sektor Industri Baja. Workshop ini dilaksanakan pada tanggal 29 September 2023 di Harris Hotel & Conventions Bekasi yang diikuti oleh asosiasi dan industri serta tenaga ahli. Workshop diadakan dalam rangka mendukung pencapaian target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) di Indonesia sebagaimana tercantum dalam dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) untuk pengendalian perubahan iklim. Di dalam kegiatan workshop tersebut, Tim PSE UGM ikut mengusulkan penentuan batas atas emisi karbon pada sektor industri sebagai langkah awal dalam menghadapi bursa perdagangan karbon yang telah diluncurkan oleh pemerintah. Saat ini, terdapat 8 sub sektor industri yang intensif energi sebagai emitter GRK terbesar di Indonesia, yaitu industri semen, pulp & kertas, pupuk, tekstil, dan besi dan baja, industri makanan dan minuman, Kimia, serta Keramik dan Kaca.

PSE Selenggarakan Diskusi Hasil Akhir Kajian Teknologi Hijau untuk Percepatan Transisi Energi dan Pengembangan Wilayah

AgendaNewsPenelitianRenewable EnergySosial Energy Friday, 29 September 2023

Transisi energi merupakan salah satu agenda nasional Indonesia sebagai salah satu upaya untuk menjaga ketahanan energi dan mewujudkan ekonomi hijau di Indonesia. Transisi energi juga menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperluas akses terhadap teknologi yang terjangkau dan bersih guna mendorong pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dan lebih hijau. Di lain sisi, arah kebijakan investasi dan industri global juga beralih untuk memilih sumber energi rendah karbon untuk produk ramah lingkungan. Misalnya saja rencana penerapan kebijakan carbon pricing seperti Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) di Eropa yang dimulai pada Oktober 2023. CBAM adalah pengukuran harga karbon yang terkandung dalam barang yang diimpor Uni Eropa (EU), yang disebut sebagai upaya mendukung ambisi EU dalam mitigasi iklim. Indonesia berada di daftar 10 besar negara berkembang yang terdampak penerapan kebijakan CBAM . Dalam ekspor semen, Indonesia akan menanggung tarif ekuivalen 8,5 persen, ekspor besi dan baja 4,3 persen, aluminium 3,1 persen, dan pupuk 2 persen. Penerapan kebijakan ini akan menggerus daya saing produk ekspor Indonesia dan dalam jangka panjang mempengaruhi iklim investasi dalam negeri. Sebagai upaya kedepan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah menyusun beberapa program kerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2023, diantaranya: (i) penyusunan peta jalan transisi energi dengan arahan pengembangan wilayah; (ii) pengintegrasian pembangkit EBT potensial dengan Kawasan industri; (iii) pengembangan blueprint Kawasan industri terutama di wilayah timur; dan (iv) perumusan strategi pengembangan wilayah untuk antisipasi kebijakan carbon pricing. Oleh karena itu, dalam mendukung pelaksanaan program kerja tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berkerja sama dengan Tenaga Ahli dari Pusat Studi Energi UGM dalam melakukan penyusunan kajian pemanfaatan teknologi hijau untuk percepatan transisi energi. Kegiatan ini dilaksanakan pada 27 September 2023 yang bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Tujuan kegiatan ini adalah menyusun rekomendasi kebijakan pemanfaatan teknologi hijau terutama dalam menghadapi kebijakan investasi industri global yang berlandaskan pembangunan rendah karbon, seperti rencana penerapan kebijakan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) di Eropa yang mulai diterapkan tahap transisi pada Oktober tahun 2023.

PELATIHAN CO2 REMOVAL TECHNOLOGY (ABSOREVER & STRIPPER) AND OPERABILITY IMPACT

NewsPenelitianRenewable EnergySosial Energy Wednesday, 27 September 2023

Pusat Studi Energi UGM menyelenggarakan Training CO2 Removal Technology (Absorver & Stripper) and Operability di Hotel Santika Yogyakarta. Pelatihan ini terlaksana atas kerja sama antara Pusat Studi Energi UGM dengan PT. Kaltim Parna Industri. Pelatihan ini diikuti oleh 8 peserta dari PT. Kaltim Parna Industri yang dilaksanakan menjadi 3 batch, yaitu : 7-9 Agustus 2023, 28-30 Agustus 2023, dan 19-21 September 2023.

Gas alam merupakan senyawa hidrokarbon yang terdiri dari campuran beberapa macam gas hidrokarbon yang mudah terbakar dan non hidrokarbon (impuritas) seperti Hg, CO2, dan H2S. Emisi CO2 ke atmosfer dianggap menjadi penyebab utama perubahan iklim, termasuk pemanasan global. Untuk menghilangkan kadar CO2 maka dilakukan proses pemurnian atau biasa disebut CO2 removal. Proses CO2 removal merupakan tahap pemurnian gas dari kandungan CO2.

Pada pelatihan ini peserta akan diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang bahaya H2S dan CO2, serta memisahkannya termasuk teknik dan prosesnya. Peserta diharapkan akan meningkatkan kinerjanya baik secara teknik maupun K3 tentang H2S dan CO2. Kegiatan pelatihan dirancang agar peserta dapat memahami secara komprehensif materi yang disampaikan sehingga dapat diimplementasikan secara aplikatif dalam dunia kerja.

PUSAT STUDI ENERGI UGM TERIMA KUNJUNGAN SMP SEKOLAH ALAM INDONESIA

NewsPenelitianRenewable EnergySosial Energy Tuesday, 26 September 2023

Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan siswa-siswi SMP Sekolah Alam Indonesia Jakarta, Selasa (26/9). Kunjungan tersebut diikuti oleh para siswa kelas VIII yang didampingi oleh guru.

Rombongan siswa dan guru diterima langsung oleh Bapak Irawan Eko Prabowo. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperkenalkan dan menjelaskan apa itu Pusat Studi Energi UGM. Tujuan kunjungan ini adalah memberikan pengetahuan terkait pemanfaatan energi terbarukan kepada siswa agar meningkatkan kesadaran tentang keberlanjutan lingkungan, mengajarkan tentang teknologi terbaru dalam energi, membantu meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang pentingnya sumber daya terbarukan, mampu meningkatkan minat siswa dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menginspirasi siswa untuk terlibat dalam membangun daerah yang lebih ramah lingkungan.

“Siswa-siswi terlihat antusias mengikuti kegiatan ini, mereka senang melihat dan mendapatkan pengetahuan baru di Pusat Studi Energi UGM” ujar salah satu guru SMP Sekolah Alam Indonesia.

PSE Lakukan Survei Emisi Fugitive pada PT Kilang Pertamina Internasional RU V

AgendaNewsPenelitianRenewable EnergySosial Energy Thursday, 7 September 2023

Isu perubahan iklim dan pemanasan global merupakan topik yang hangat dibicarakan baik secara nasional maupun internasional. Hal ini mendorong kesadaran dan kepedulian dari setiap elemen pelaku usaha yang mengasilkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dari kegiatan operasinya untuk berperan lebih aktif dalam upaya mitigasi dan adaptasi. Inventarisasi sumber emisi GRK dilakukan sebagai langkah awal upaya mitigasi emisi GRK. Secara umum, PT Pertamina dalam menghitung beban emisi GRK pada setiap kegiatan operasinalnya, telah menggunakan metode perhitungan beban emisi melalui perangkat lunak Emissioncalc PSE-UGM. Namun, karena emissioncalc merupakan perangkat yang bersifat generic, sering ditemui pengguna yang memiliki asset operasi yang kompleks dan spesifik, mengalami kesulitan dalam menginventarisasi sumber emisinya dan menyesuaikan dengan format input pada emissioncalc. Terutama pada pengilangan minyak bumi, inventarisasi emisi fugitive menjadi suatu tantangan tersendiri. Tujuan kegiatan ini adalah memperoleh data terkait sumber emisi fugitive yang terdapat pada PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit V Balikpapan yang dilaksanakan pada tanggal 4 September 2023. Hasil dari kegiatan ini diperoleh data berupa PNID proses dan data terkait operasi produksi Kilang RU V sebagai data primer dalam perhitungan beban emisi fugitive.

123

Pusat Studi Energi
Sekip Blok K1.A Kampus Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta - Indonesia
Tel/Fax: +62-0274-549429 | e-mail : pse@ugm.ac.id

Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Energi

Universitas Gadjah Mada

Sekip Blok K1-A Yogyakarta 55281

pse@ugm.ac.id
 +62 (274) 549429
 +62 (274) 549429

© Pusat Studi Energi - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY