Contributor : Dannys Arif Kusuma, M.Eng.
Kajian untuk PT PLN Indonesia Power menggabungkan assessment kondisi eksisting, feasibility study penambahan unit, serta detailed engineering design cooling tower baru dan perkuatan struktur eksisting sebagai dasar peningkatan keandalan sistem pendingin pembangkit.
Tim PSE UGM bersama jajaran PT PLN Indonesia Power pada rangkaian kegiatan lapangan di PLTU Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.
Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) telah menyelesaikan Kajian Assessment Kondisi Eksisting serta Feasibility Study dan Detailed Engineering Design Penambahan Cooling Tower PLTU Tanjung Balai Karimun. Pekerjaan dilaksanakan bersama PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Kepulauan Riau dengan masa pelaksanaan sejak 9 Juli 2025 hingga 4 Januari 2026.
Kajian disusun untuk memberikan dasar pengambilan keputusan yang utuh, mulai dari penilaian kondisi struktur dan performa unit eksisting, analisis kelayakan penambahan kapasitas pendinginan, hingga penyusunan rancangan teknis yang dapat digunakan pada tahap pengadaan dan konstruksi. Pendekatan ini menempatkan cooling tower bukan sekadar bangunan utilitas, melainkan bagian kritis yang memengaruhi temperatur air pendingin, tekanan kondensor, efisiensi termal, daya mampu, serta keandalan operasi pembangkit.
Assessment Kondisi Eksisting Cooling Tower
Rangkaian assessment meliputi inspeksi visual, pengujian non-destruktif dan laboratorium, evaluasi material, pemodelan struktural, analisis geoteknik, serta evaluasi energi dan kinerja peralatan mekanikal. Seluruh kegiatan dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi eksisting sebagai dasar penyusunan rekomendasi teknis dan rencana tindak lanjut.
Kondisi cooling tower eksisting yang menjadi objek assessment multidisiplin.
Program Terintegrasi Direkomendasikan untuk Keandalan Jangka Panjang
Berdasarkan hasil teknis dan analisis biaya-manfaat, kajian menempatkan program terintegrasi sebagai opsi paling komprehensif. Program tersebut menggabungkan penanganan dan perkuatan struktur cooling tower eksisting dengan pembangunan unit baru, sehingga peningkatan kapasitas pendinginan berjalan seiring dengan mitigasi risiko keselamatan dan perpanjangan umur layanan aset yang sudah beroperasi.
Rancangan cooling tower baru disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan operasi, keandalan sistem pendingin, kemudahan pemeliharaan, serta kesesuaian dengan kondisi lingkungan dan fasilitas eksisting.
Kajian mengevaluasi alternatif material dan sistem proteksi yang sesuai untuk lingkungan pesisir. Evaluasi mempertimbangkan ketahanan terhadap korosi, kesiapan rantai pasok, mutu fabrikasi, keselamatan, biaya siklus hidup, dan kemudahan perawatan.
Kajian juga memuat rekomendasi penguatan instrumentasi dan pemantauan kondisi yang terintegrasi dengan sistem pengendalian pembangkit. Rekomendasi ini ditujukan untuk mendukung evaluasi performa, pemeliharaan berbasis kondisi, dan peringatan dini terhadap potensi gangguan.
Kolaborasi Tim Multidisiplin PSE UGM
Pelaksanaan kajian berada di bawah arahan Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU. sebagai Director dan Prof. Dr.Eng. Ir. Deendarlianto, S.T., M.Eng. sebagai Reviewer. Koordinasi kajian struktur dipimpin oleh Angga Fajar Setiawan, S.T., M.Eng., Ph.D., dengan dukungan Ir. Suprapto Siswosukarto, Ph.D., IPM. pada aspek struktur dan material, Dr.Eng. Ir. Fikri Faris, S.T., M.Eng., IPM. pada aspek geoteknik, Ir. Muhammad Akhsin Muflikhun, S.T., MSME., Ph.D. pada kajian material, serta Irkhas Bayu Faveryan, S.T., M.Eng. pada penggambaran teknik.
Aspek energi dan performa pembangkit diperkuat oleh Ardi Wiranata, S.T., M.Eng., Ph.D.; Dr.Eng. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M.Eng.; Dr. Akmal Irfan Majid, S.T., M.Eng.; Ir. Robertus Dhimas Dhewangga Putra, S.T., M.Eng., Ph.D.; dan Ir. Dr. Willie Prasidha, S.T., M.Eng. Pekerjaan dikelola oleh Dannys Arif Kusuma, M.Eng. sebagai Project Manager dan Aditya Kurniawan sebagai Project Controller, dengan dukungan Wenang Suprayogi, M.Sc. dan Herjuno Rizki Priatomo sebagai Peneliti Teknik.
Dokumen Teknis Menjadi Dasar Tahap Implementasi
Penyelesaian pekerjaan menghasilkan paket dokumen yang saling terhubung, meliputi laporan assessment dan feasibility study, DED cooling tower baru, DED perkuatan cooling tower eksisting, spesifikasi teknis dan Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS), gambar proses, mekanikal, sipil, elektrikal, perpipaan dan instrumentasi, rencana anggaran biaya, serta jadwal dan kurva-S pelaksanaan. Kelengkapan tersebut memberi PT PLN Indonesia Power dasar untuk melanjutkan verifikasi, penetapan prioritas, penganggaran, pengadaan, dan konstruksi secara lebih terukur.
Hasil kajian menegaskan bahwa pengembangan cooling tower perlu dipandang sebagai program peningkatan keandalan sistem pendingin pembangkit, bukan semata-mata pengadaan peralatan atau pekerjaan konstruksi. Keputusan implementasi perlu mempertimbangkan keselamatan struktur, pemulihan kapasitas pelepasan panas, redundansi sistem, risiko derating dan forced outage, biaya pemeliharaan, serta kinerja aset sepanjang umur layan.
Penyelesaian kajian PSE UGM menjadi dukungan keilmuan yang dapat diterapkan bagi industri ketenagalistrikan. Melalui kolaborasi akademisi dan praktisi, rekomendasi yang dihasilkan diharapkan membantu PT PLN Indonesia Power menjaga efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan operasi PLTU Tanjung Balai Karimun dalam jangka panjang.
