Rabu, tanggal 19 Maret 2014 , PSE bekerjasama dengan ESDM menyelenggarakan Simposium Internasional “Fukushima Nuclear Accident”.Acara ini dihadiri oleh pihak-pihak yang berkompeten dalam bidang Nuklir antara lain, ESDM, Bapeten, Batan, Badan Energi Atom Internasional, dan Peneliti serta mahasiswa dari UGM. Dalam simposium ini dibahas mengenai penanganan dan operasi terkait kecelakaan reaktor nuklir di Fukushima karena gempa dan tsunami. Melalui acara International Symposium on Fukushima Nuclear Accident diharapkan akan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam bidang keselamatan pada reactor nuklir (nulear safety) serta lebih khusus mengenai rekonstruksi pasca kecelakaan di reaktor Fukushima.
Uncategorized
Perkembangan pemanfaatan enegi terbarukan cukup menggembirakan di Indonesia. Tahun 2012 saja lebih dari 100 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kapasitas 15 kWp yang telah terpasang tersebar se Indonesia dan memberikan manfaat yang luar biasa bagi masyarakat terpencil. Selain PLTS, instalasi PLTMH juga gencar dilakukan bagi daerah yang memiliki potensi air yang cukup.
Tentunya untuk menjamin keberlanjutan perangkat penyedia energi terbarukan diperlukan peran dari semua stakeholder di negeri ini, baik dari kelompok pengelolanya, masyarakat, pemerintah , swasta dan perguruan tinggi. Dalam semangat membantu menjaga keberlanjutan pemanfaatan energi terbarukan maka Deutsche Gesellschaft fuer Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dan Pusat Studi Energi (PSE) UGM melakukan nota kesepahaman (MoU). Penandatanganan MoU antara Deutsche Gesellschaft fuer Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dan Pusat Studi Energi (PSE) UGM dan sekaligus perjanjian teknis lainnya dilakukan di PSE UGM tanggal 12 Februari 2014.
Salah satu kerjasama yang telah berjalan berupa joint operation untuk BReIDGE Program yang telah dibangun sebelumnya oleh GIZ, yaitu berupa layanan SMS center bagi pengelola PLTS dan PLTMH di seluruh Indonesia. Jaringan SMS Center BReIDGE sampai saat ini melayani 358 lokasi PLTMH dan PLTS komunal di berbagai pelosok Indonesia. Melalui BReIDGE kita dapat membantu masyarakat dalam memecahkan permasalahan tehnis terkait operasional PLTS dan PLTMH yang akan memperkuat keberlanjutan PLTS atau PLTMH dalam mensejahterakan masyarakat. Usaha untuk membangun sustainability layanan energi terbarukan akan terus dilebarkan cakupan wilayahnya dengan intangible dan tangible benefitnya.
Subsidi BBM selalu menjadi isu sentral di Indonesia dimana beban subsidi BBM semakin meningkat dari tahun ke tahun. Ironisnya dengan meningkatnya subsidi BBM kenaikan konsumsi BBM juga semakin meningkat sehingga subsidi BBM semakin membengkak dan pada akhirnya menimbulkan permasalahan-permasalahan sosial, fiskal, dan moneter. Beberapa alternatif telah dikaji untuk mengurangi subsidi BBM, salah satunya adalah dengan menaikkan tarif BBM seperti yang telah didiskusikan di forum FGD sebelumnya. Potensi alternatif yang lain yang memungkinkan adalah pengurangan subsidi BBM melalui pemakaian BBG. Opsi alternatif ini muncul dengan pertimbangan potensi LPG dan gas bumi Indonesia yang cukup dan teknologi yang dapat dikuasai dan dikembangkan. Kajian dilakukan oleh peneliti-peneliti di Jurusan Teknik Mesin dan Industri, FT-UGM, mendukung bahwa migrasi kendaraan berbahan bakar minyak ke CNG dapat mereduksi subsidi sebesar 63% di tahun 2030 karena pengurangan penggunaan BBM.
Beberapa usaha telah dilakukan diantaranya adalah pembangunan infrastruktur SPBG di beberapa tempat di Jawa, Kalimantan dan Sumatra. Selain itu, penyediaan konverter kit dan pembangunan bengkel kendaraan BBG untuk pengkonversian juga telah dilakukan. Sayangnya hanya 8 dari 23 SPBG yang beroperasi (ESDM). Hal ini bisa jadi disebabkan karena pengguna kendaraan BBG masih sangat sedikit seperti hasil survey penelitian yang menyatakan bahwa ternyata hanya 7% dari responden memilih kendaraan BBG (Santoso, 2013). Hal ini menunjukkan bahwa proses transisi BBM ke BBG merupakan permasalahan yang kompleks dimana banyak stakeholder yang terlibat dan adanya interaksi antar stakeholder, contohnya pemerintah, vendor kendaraan, pengguna kendaraan, pelaku investasi, dll. Belajar dari kasus di Thailand yang dipandang berhasil dalam proses migrasi BBM ke BBG, ada beberapa faktor yang mendukung proses transisi tersebut, yaitu pengontrolan harga BBG oleh pemerintah, investasi infrastruktur yang cukup besar dan dalam jangka panjang, standard keamanan kendaraan dan public recognition. Bagaimanakah dengan Indonesia? Apa sajakah yang telah diupayakan dalam proses migrasi ini? Faktor-faktor apa sajakah yang telah dan akan menghambat proses transisi ini, dan bagaimana tantangan dan isu-isu yang mungkin timbul dalam proses transisi?
Oleh karenanya, Pusat Studi Energi (PSE) UGM akan membahasnya dalam FGD dengan tema: “Migrasi BBM ke BBG”, dengan beberapa sub-topik yang akan dibahas diantaranya:
- Bagaimanakah kesiapan, isu, dan kendala dalam aspek teknologi kendaraan yang meliputi standard keamanan, jenis kendaraan yang dapat dikonversi, peranan vendor/OEM?
- Bagaimanakah kesiapan, isu, dan kendala yang berhubungan dengan infrastruktur seperti sistem pendistribusian BBG (SPBG), bengkel?
- Bagaimanakah persepsi dan acceptance masyarakat terhadap kendaraan BBG (keamanan, preferensi, attitude)?
- Bagaimanakah kebijakan pemerintah mendukung proses transisi (roadmap, target, realisasi)?
- Apakah tantangan dan isu-isu lain yang mungkin timbul dalam proses transisi BBM ke BBG di Indonesia?
Topik dan Sub-topik tersebut akan dibahas dalam FGD, pada:
Hari/Tanggal : Jum’at, 6 September 2013
J a m : 13.00 sd 15.00
Tempat : Ruang Sidang Pusat Studi Energi UGM
Jl. Sekip Blok K-1A, Kampus UGM Yogyakarta
Nara Sumber:
- Saryono Hadiwidjoyo, Komite BP Migas Hilir, Kementerian ESDM RI
- Indra Chandra Setiawan, Toyota Motor Manufacturing Indonesia
- Deendarlianto, Pusat Studi Energi UGM
Mekanisme Penetapan Harga BBM secara RASIONAL dan BERKEADILAN, yang dapat diterima secara Ekonomi, Sosial dan Politik serta mendorong
Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan
Setiap penetapan kebijakan Penaikan Harga BBM Subsidi selalu saja diwarnai dengan “kegaduhan”. Pemicu kegaduhan tersebut di antaranya wacana yang dilontarkan oleh pemerintah yang berkaitan dengan besaran kenaikan harga BBM, penetapan dua harga, waktu penetapan harga BBM, dan upaya pembatasan konsumsi BBM. Eskalasi kegaduhan semakin meningkat, manakala pemerintah membawa keputusan penaikan harga BBM ke ranah politik dengan melibatkan DPR untuk ikut memutuskannya.
Padahal, kegaduhan yang berkepanjangan menimbulkan ketidakpastian yang justru mempeburuk kondisi ekonomi makro, yang berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi, menaikan inflasi, dan melemahkan nilai tukar rupiah terhadap valuta asing. Ujung-ujungnya, memburuknya ekonomi makro tersebut menyebabkan penurunan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan angka kemiskinan rakyat Indonesia.
Ketidakpastian penaikan harga BBM menyulitkan bagi Pengusaha dalam menetapkan Harga Pokok Penjualan, sehingga tidak sedikit Penguasaha yang masih menunggu kepastian dari Pemerintah. Kalau sikap menunggu ini menyebabkan menurunkan kapasitas produksi akan berakibat menurunkan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Selain berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi, ketidakpastian juga memberikan kontribusi terhadap melemahnya kurs rupiah terhadap dollar. Ketidakpastian itu memicu jebolnya kuota konsumsi BBM yang meningkatkan volume impor Migas. Pada gilirannya, peningkatan volume impor Migas akan membengkaknya defisit neraca perdagangan, yang berpotensi melemahkan kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat. Dua bulan lalu kurs rupiah terhadap dollar masih pada kisaran Rp. 9.600, namun hari-hari ini kurs rupiah semakin melemah pada kisaran di atas Rp. 9.800 per satu dollar. Bahkan sempat melampaui batas ambang psikologis di atas Rp. 10.000 per satu dollar.
Ironisnya, jebolnya kuota konsumsi BBM tersebut salah satunya dipicu oleh ulah penimbunan dan penyelundup BBM bersubsidi. Pemerintah sendiri memperkirakan sekitar
30% dari total kuota BBM yang diselewengkan melalui penimbunan dan penyelundupan. Tidak ayal lagi, subsidi BBM yang mencapai Rp. 193 triliun, tidak hanya dinikmati oleh orang kaya pemilik mobil mewah, tetapi juga dinikmati oleh para penimbun dan penyelundup BBM untuk menangguk keuntungan dalam jumlah yang besar. Sementara, rakyat miskin yang tidak pernah mengkonsumsi BBM, karena tidak memiliki kendaraan bermotor, harus menanggung beban hidup akibat kenaikan harga-harga kebutuhan pokok sebelum penaikan BBM.
Kenaikan harga-harga kebutuhan pokok tersebut sudah pasti memberikan kontribusi terhadap tekanan inflasi, yang akan menggerus penghasilan bagi penduduk berpenghasilan tetap sehingga menurunkan daya beli masyarakat. Dampaknya, kesejateraan rakyat semakin menurun dan proses pemiskinan rakyat semakin cepat sebelum penaikan harga BBM diputuskan. Padahal rakyat miskin belum mendapatkan BLSM, lantaran BLSM baru akan disalurkan pasca penaikan harga BBM.
Seolah sudah menjadi kelaziman di negeri ini, setelah terjadi hiruk-pikuk wacana penaikan harga BBM, pembatasan konsumsi BBM bersubsidi, dan pengembangan BBA baru dan terbarukan, akhirnya pemerintah selalu memilih alternatif kebijakan yang paling gampang dengan memutuskan hanya penaikan harga BBM saja, sedangkan wacana pembatasan konsumsi BBM bersubsidi dan pengembangan BBA baru dan terbarukan dilupkan begitu saja. Kalau tahun berikutnya terjadi lagi kenaikan harga minyak dunia, pola kebijakan serupa terulang kembali.
Berdasarkan permasalahan tersebut di atas, Pusat Studi Energi (PSE) UGM telah melaksanakan FGD dengan tema: “Mekanisme Penetapan Harga BBM secara RASIONAL dan BERKEADILAN, yang dapat diterima secara Ekonomi, Sosial dan Politik serta mendorong Pengembangan Energi Terbarukan”
Kegiatan Tersebut dilaksanaka pada Jumat 19 Juli 2013 di Ruang Sidang Pusat Studi Energi UGM. Dalam diskusi tersebut hadir tiga narasumber yang berkompeten natara lain :
1. Dr. Rimawan Pradipto, M.A, Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM
2. Rofyanto Kurniawan Pusat Kebijakan APBN, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan RI
3. Saryono Hadiwidjoyo, Komite BP Migas Hilir, Kementerian ESDM RI
Beberapa sub-topik yang akan dibahas di antaranya:
1. Perlunya disusun mekanisme baku dalam penetapan besaran harga BBM berdasarkan indikator terkur, yang dapat meminimkan tekanan inflasi sebagai dampak kenaikan harga BBM bersubsidi
2. Perlunya ditetapkan momentum waktu penaikan harga BBM secara bertahap sehingga waktu penaikan tsb tidak bersamaan saat siklus inflasi yang biasanya sedang tinggi, misalnya tidak bersamaan dengan tahun ajaran baru, Ramadhan, dan Hari Raya Iedul Fitri.
3. Perlunya diputuskan bahwa pada saatnya besaran penaikan harga BBM harus sama dengan harga keekonomian atau harga final BBM berap persen di bawah di bawah harga keekonimian.
4. Kalau besaran harga harus sama dengan harga keenomian, apa saja dampak bagi bagi perekonomian Indonesia, APBN dan potensi asing dalam penguasaan sektor hilir
5. Kalau besaran harga ditetapkan di bawah harga keekonomian, apa dampaknya terhadap rencana migrasi dari BBM ke BBG dan pengembangan BBA baru dan terbarukan
Dalam diskusi tersebut dihadiri oleh beberapa elemen antara lain :
1. Pokja Panel Ahli Kedaulatan Energi UGM
2. Komite Kedaulatan Energi Mahasiswa UGM
3. Dosen-dosen UGM
4. Mahasiswa S1, S-2, dan S-3
5. Wartawan FORTA UGM
Pada Tanggal 1 Juli 2013 telah dilaksanakan Deklarasi Kedaulatan Energi untuk Kemakmuran Rakyat Indonesia yang dimotori oleh Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini dihadiri oleh civitas akademika UGM, kementrian ESDM, Dewan Energi Nasional, PLN, dan praktisi bidang energi. Dalam kesempatan tersebut dilakakuan seklarasi dan pernyataan sikap PSE UGM yang disampaikan oleh kepala PSE UGM Dr. Deendarlianto terhadap permasalahan energi di negeri ini. Berikut Deklarasi dan Pernyataan Sikap PSE terhadap kondisi enerdi Nasional Indonesia.
Deklarasi Kedaulatan Energi untuk Kemakmuran Rakyat Indonesia
Setiap penetapan kebijakan Penaikan Harga BBM Subsidi selalu saja diwarnai dengan “kegaduhan” dan ketidakpastian. Padahal, kegaduhan dan ketidakpastian berkepanjangan justru mempeburuk ekonomi makro, yang berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi, menaikan inflasi, dan melemahkan nilai tukar rupiah terhadap valuta asing. Ujung-ujungnya, memburuknya ekonomi makro tersebut menyebabkan penurunan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan angka kemiskinan rakyat Indonesia.
> Munculnya permasalahan tersebut menunjukan adanya berbagai masalah serius di bidang energi dan BBM yang dihadapi bangsa Indonesia. Permasalahan tersebut di antaranya
> Belum adanya mekanisme baku dalam penetapan besaran harga BBM dan penetapan besaran subsidi BBM, serta pengalihan subsidi untuk penanggulangan kemiskinan sehingga selalu menimbulkan kegaduhan dalam setiap penetapan harga BBM bersubsidi dan BLSM
> Melonjaknya besaran konsumsi (demand) BBM dan menurunnya volume produksi (supply) BBM serta peningkatan impor BBM yang melemahkan neraca perdagangan
> Tidak kunjung terlaksananya rencana Pemerintah untuk melakukan Migrasi dari BBM ke BBG, yang besaran subsidi BBG relatif lebih rendah dibanding subsidi BBM
> Tidak ada upaya serius dan terus menerus dari Pemerintah untuk mengembangkan BBA untuk dipergunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor maupun untuk Listrik.
Pengelolaan tambang Migas yang lebih dari 90% dikuasai Perusahaan Asing menyebabkan Kedaulatan Energi Indonesia semakin tergerus sehingga negara kehilangan kontrol dalam produksi Migas dan berpotensi melanggar amanah konstitusi UUD 1945.
Pusat Studi Energi UGM merasa terpanggil untuk ikut mengupayakan pencapaian “Kedaulatan Energi untuk Kemakmuran Rakyat”, sebagai upaya sungguh-sungguh dan berkelanjutan untuk mencapai kedaulatan energi secara mandiri sesuai dengan amanah konstitusi UUD 1945. Untuk itu, pada hari ini Senin 01 Juli 2013, Pusat Studi Energi mendeklarasikan Kedaulatan Energi untuk Kemakmuran Rakyat Indonesia. Upaya mencapai Kedaulatan Energi untuk Kemakmuran Rakyata akan ditempuh dengan berbagai kegiatan sebagai berikut:
>Diskusi dan Pekajian serta Diseminasi hasil kajian secara berkala melalui Diskusi Tengah Bulanan, Panel Ahli, Seminar Nasional dan Internasional.
>Melakukan inisiasi dan advokasi untuk upaya hilirisasi hasil-hasil penelitian Energi Baru dan Terbarukan sebagai Bahan Bakar Alterntif yang efisien
>Menginisiasi sinergi tiga Pilar: Perguruan Tinggi, Pemerintah, dan Industri untuk komersialisasi produk energi baru dan terbarukan berdasarkan hasil penelitian (R&D based products)
>Merajut jaringan kerjasama dengan berbagai pihak dalam mencapai Kedaulatan Energi untuk Kemakmuran Rakyat Indonesia
>Mendirikan dan menyelenggarakan Program Pendidikan Pasca Sarjana di bidang Energi Bersih dan Energi Baru dan Terbarukan
Pernyataan Sikap Pusat Studi Energi UGM terhadap Kebijakan Energi di Indonesia
Salah satu karakteristik kebijakan Pemerintah berkaitan dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia adalah responsif, parsial, dan jangka pendek. PSE UGM menyerukan kepada Pemerintah untuk merubah kebijakan energi yang lebih antisipatif, komprehensif dan jangka panjang.
Setiap kali penetapan harga BBM bersubsidi senantiasa terjadi “kegaduhan” dan ketidakpastian, yang beroptensi memicu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok, memperburuk kondisi ekonomi makro serta mempercepat proses pemiskinan rakyat. PSE mendesak Pemerintah untuk menetapkan mekanisme pentapan harga BBM untuk diterApkan secara berkala berdasarkan indikator terukur.
PSE UGM juga mendesak kepada pemerintah untuk menetapkan Harga BBM RASIONAL dan BERKEADILAN, yang dapat diterima secara Ekonomi, Sosial dan Politik, serta dapat mendorong migrasi dari BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG) serta pengembangan Bahan Bakar Terbarukan (BBT).
Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam penggunaan BBM adalah adanya peningkatan konsumsi BBM yang boros dan Penurunan Produksi BBM sehingga memicu kenaikan impor yang menekan Neraca Perdangan. Untuk menurunkan pemborosan konsumsi BBM, PSE UGM mendesak Pemerintah untuk melakukan pengaturan dan pembatasan kendaraan bermotor sembari mengembangkan transportasi masal (mass transportation).
Data dan fakta menunjukan bahwa lebih dari 90% pengelolaan landang Migas dikuasai Perusahaan Asing, sedangkan BUMN dan BUMS hanya menguasai 10%. Komposisi tersebut, selain berpotensi untuk melanggar amanah konstitusi UUD 1945, juga menyulitkan bagi Pemerintah untuk melakukan kontrol terhadap besaran lifting, penetapan harga pokok produksi dan const of recovery, serta jumlah pajak yang harus disetor ke negara. PSE UGM mendesak pemerintah untuk melakukan renegoisasi pengelolan Migas yang lebih menguntungkan bagi bangsa Indonesia.
PSE UGM mendesak Pemerintah untuk melakukan PENGUATAN PERAN BUMN dan SWASTA NASIONAL dalam Pengelolaan Pertambangan di Indonesia untuk mengambil alih kontrak-kontrak pertambangan menjelang berakhirnya kontrak karya kontraktor asing dalam rangka mengemban “misi nasional” sesuai dengan amanah konstitusi Pasal 33 UUD 1945.
Data dan fakta menunjukan bahwa ketersediaan energi fosil semakin menurun, yang pada saat akan habis. PSE UGM mendesak Pemerintah untuk segera melakukan Migrasi dari BBM, yang subsidi content tinggi, dengan BBG, yang subsidi content lebih rendah. Dalam jangka menengah dan jangka panjang, Pemerintah harus mengembangkan energi baru dan terbarukan dengan mengakomodasi hasil-hasil Penelitian yang sudah dihasilkan oleh Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian.
(IEP-PSE)
Stube-HEMAT Yogyakarta mengadakan pelatihan Energi Terbarukan sebagai wujud kepedulian dan kontribusi untuk menjawab permasalahan sosial, khususnya yang berkaitan dengan energi. Pelatihan ini diharapkan bisa memberi pencerahan (enlightment), membangun kesadaran, membuka pemikiran dan pengalaman keterampilan kepada mahasiswa. Bertempat di Wisma PGK Shanti Dharma Godean, kegiatan ini dimulai pada tanggal 14 – 16 Juni 2013.
Pelatihan diikuti 38 peserta dari berbagai daerah dan berbagai kampus di Yogyakarta. Dari ketiga narasumber tersebut peserta mendengar sedikit banyak mengenai Stube-HEMAT, kegiatan-kegiatannya, serta impian yang ingin digapai bersama anak-anak muda Indonesia untuk mampu menjawab permasalahan sosial yang ada. Pusat Studi Energi (PSE) UGM menjadi salah satu fasilitator pelatihan ini. Diwakili oleh Irawan Eko Prabowo S.T. M.Eng., peserta diajak melakukan Analisis Sosial Permasalahan Energi, Kebijakan Energi (Lokal – Global) dan melihat Keberpihakan Pemerintah terhadap Pengembangan Energi Terbarukan. Lebih lanjut, Dr. Deendarliyanto, pimpinan PSE UGM menyampaikan Pemetaan Potensi Sumber Daya (Energi) Terbarukan di Indonesia serta peluang pengembangannya. (Sumber Stube Hemat)
Peningkatan Ketahanan Energi Nasional melalui Platform Kerjasama Industri-Akademisi-Pemerintah antara Jerman dan Indonesia
Hendro Wicaksono(1, 4), Yodha Y. Nusiaputra(2, 3), Sven Rogalski(1), Rachmawan Budiarto(5), Konstantin Krahtoy(6), Adam Pamma(7), Toto Suharto(8), Jivka Ovtcharova(1)
1 Institute of Information Management for Engineering (IMI), Karlsruhe Institute of Technology, Germany
2 Institute for Nuclear and Energy Technologies (IKET), Karlsruhe Institute of Technology, Germany
3 PT PLN (Persero), Indonesia
4 FZI Research Center for Information Technology, Karlsruhe, Germany
5 Pusat Studi Energi, Universitas Gadjah Mada, Indonesia
6 Open Experience GmbH, Karlsruhe, Germany
7 Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia di Jerman (IASI)
8 Persatuan Alumni Jerman (PAJ)
Abstrak:
Peningkatan ketahanan energi adalah salah satu visi utama kedua negara, Jerman dan Indonesia, dalam rangka menjawab tantangan dalam negeri masing-masing serta menunaikan tanggung jawab untuk memberi kontribusi positif pada isu-isu global seperti lingkungan hidup. Hal ini dituangkan dalam deklarasi Jakarta yang ditandatangani oleh Presiden SBY dan Kanselir Angela Merkel dalam rangka peringatan 60 tahun kerjasama Indonesia-Jerman. Ketahanan energi di Jerman melibatkan peran aktif dan sinergi antara penyedia energi, lembaga penelitian dan pendidikan, industri terkait terutama UMKM, serta pemerintah. Sinergi seperti ini yang sekarang jarang dijumpai di Indonesia. Paper ini ditulis oleh para profesional dan akademisi dari Jerman dan Indonesia dan membahas konsep platform kerjasama Jerman-Indonesia dalam bidang ketahanan energi yang dinamakan PROIndo, yang telah diinisiasi sejak tahun 2010. Tujuan platform ini adalah meningkatkan inovasi teknologi dan bisnis kedua negara dalam bidang ketahanan energi dengan melibatkan kalangan industri, akademisi, dan pemerintah. Paper ini juga menyampaikan langkah-langkah yang ditempuh dalam mewujudkan kerjasama tersebut dalam bentuk workshop dan pertukaran personil. Selain itu dalam paper ini juga dijelaskan proyek-proyek kerjasama yang sedang dan akan berjalan, yaitu di bidang manajemen energi dan pengembangan teknologi energi terbarukan. Paper ini ditutup dengan rekomendasi kepada pemerintah Indonesia untuk meningkatkan ketahanan energi nasional Indonesia melalui platform kerjasama PROIndo.
Keselamatan instalasi nuklir menjadi perhatian utama BAPETEN. Dalam perkembangannya banyak analisis yang dikembangkan untuk mendukung keselamatan instalasi nuklir. Dalam rangka mendukung kebijakan keselamatan instalasi nuklir, maka PSE-BAPETEN menyelenggarakan workshop dengan tema Perkembangan Coupled Code Analisis Keselamtan Neutronik – Thermalhidrolika Berbasis CFD untuk Menunjang Pengawasan Instalasi Nuklir. Kegiatan ini di laksanakan di PSE UGM pada tanggal 7-8 Maret 2013 serta diikuti oleh Peneliti PSE, Mahasiswa S3,S2, dan Peneliti dari BAPETEN.
Dalam workshop ini disampaikan beberapa makalah antara lain :
- Analisis Neutronik dan Dinamika Reaktor Riset terhadap Kebocoran Beam Tube oleh Dr. Azizul Khakim
- Perhitungan Fraksi Bakar Reaktor Riset Menggunakan MCNP-Origen oleh Daddy Setyawan,ST
- Evaluasi Pendinginan Alamiah Jangka Panjang di reaktor Riset pada Kondisi Kecelakaan Blockage dengan Menggunakan RELAP5 Mod 3.2 oleh Dwi Cahyadi, M.Eng
- Aplikasi RELAP5 dalam Instalasi Nuklir oleh Helen Raflis, M.Eng
- Aplikasi Code Perhitungan Fraksi Bakar Inovatif pada Reaktor Berpendingin Gas Suhu Tinggi (HTGR) oleh Dr. Ismail
- Perhitungan Numerik Perpindahan Panas secara Konveksi Paksa, Bebas dan Gabungan pada Sub Buluh dengan Susunan Segitiga Menggunakan CFD FLUENT Oleh Agus Waluyo, MT
- Review Perkembangan Coupled Code berbasis CFD untuk Analisis dan desain AHR oleh Dr. Amin S. Zarkasi
- Review kapabilitas CFD code dalam penyelesaian permasalahan thermal hydraulic dan Pengembangan Coupling code antara CFD dan Neutronik oleh Dr. Deendarlianto
Krisis energi yang semakin dirasakan oleh masyarakat dunia akibat pemakaiannya yang terus meningkat menjadi keprihatinan para pakar energi di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Dilandasi oleh keprihatinan itu dan dalam rangka mencari solusi atas semakin berkurangnya cadangan minyak bumi, pasokan listrik dan sumber daya alam lainnya, maka pada tahun 1997 berdirilah Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE-UGM).Banyak kegiatan pendidikan, penelitian, pelayanan masyarakat maupun teknologi aplikasi yang telah dilaksanakan oleh PSE-UGM. Beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Perusahaan Swasta, Instansi Pemerintah, Lembaga Penelitian maupun Perguruan Tinggi telah menjadi mitra PSE-UGM dalam menyelesaikan problem energi.
Dengan berbekal pengalaman itu, di bidang energi tidak terbarukan PSE-UGM menawarkan beberapa kajian untuk mengoptimalkan potensi minyak dan gas bumi agar cadangan yang ada di Indonesia dapat lebih lama dieksplorasi dan dieksploitasi. PSE-UGM juga menawarkan kepada pemerintah daerah untuk bersama-sama mencari solusi atas ketidakseimbangan pasokan kebutuhan listrik dengan memanfaatkan potensi energi terbarukan di daerah setempat. Sebagai wujud kepedulian terhadap semakin berkurangnya cadangan energi tidak terbarukan di tanah Air, PSE-UGM ikut mendorong pengambil kebijakan dan pemangku kepentingan untuk memfasilitasi dan menstimulasi pengambangan biofuel generasi pertama dan kedua, termasuk energi hidrogen dan hybrid energy menuju perwujudan clean and sustainable energy. PSE-UGM juga mempunyai komitmen untuk membantu optimalisasi pemakaian energi di industri, khususnya terkait dengan langkah konservasi agar konsumsi energi dapat ditekan sekecil mungkin. Terkait dengan itu, PSE-UGM menawarkan pelatihan bagi engineer dan operator dari industri dengan beberapa topik yang terkait masalah manajemen energi termal dan listrik.
Dalam konteksnya dengan prestasi dan pencapaian PSE UGM khususnya sepanjang tahun 2010-2012, PSE UGM telah banyak berkiprah serta melaksanakan aktivitas di berbagai bidang pendidikan, penelitian, pelayanan masyarakat maupun teknologi aplikasi. Sesuai visi dan misinya, PSE-UGM ikut berkontribusi dalam memecahkan permasalahan masyarakat dengan ikut mendorong pengambil kebijakan menstimulasi pengambangan biofuel generasi pertama dan kedua serta membantu mengatasi gejolak di masyarakat akibat rencana kenaikan BBM melalui penerbitan buku dan publikasi baik di jurnal ilmiah maupun media massa cetak dan cyber.
PSE UGM juga telah memperoleh capaian-capaian bereputasi nasional dalam menyelesaikan permasalahan energi melalui kerjasama dengan beberapa BUMN, Perusahaan Swasta, Instansi Pemerintah, Lembaga Penelitian maupun Perguruan Tinggi, misalnya bekerjasama dengan PT.Pertamina melakukan eksplorasi minyak bumi, penelitian Enhanced Oil Recovery, Survey Seismik Mikrotremor di lapangan Limau Barat dan Tengah Ubeb Limau, Survey Microtremor untuk Identifikasi Keberadaan dan Penyebaran Hidrokarbon di Struktur North Pulai dan Lirik serta penyediaan Jasa Passive Seismic dan Penyusunan Kajian Rencana Umum Ketenagalistrikan kota Bontang dengan Pemda Bontang, Dalam skala global, PSE UGM telah menjalin kerjasama dengan berbagai institusi luar negeri, seperti Karlsruhe Universiteit, Saga University, New Energy and Industrial Technology Develoment Organization (NEDO), japan dan New South Wales University.
Sebagai institusi yang bernaung di bawah UGM, PSE juga berkewajiban melaksanakan kegiatan berorientasi pendidikan, misalnya workshop, seminar audit energi, seminar Ketahanan Energi dengan Deplu RI, penulisan publikasi di Journal Diplomasi, Kemenlu, RI dan pembuatan buku dengan Judul Energi dari Yogya edisi 1 dan 2. PSE UGM bersama-sama Sekolah Paska Sarjana UGM juga telah merancang pendirian program Magister Energi Bersih (MEB) dan Laboratorium Energi Bersih (LEB). Program Strata 2 ini rencananya akan berada di bawah naungan Sekolah Paska Sarjana, UGM.
Di bidang pengabdian masyarakat PSE-UGM serta secara aktif melakukan penyuluhan biofuel di desa-desa binaan di sekitar DIY, seperti desa Wonoerto dan Bangun kerto di kecamatan Turi, Sleman serta desa Karangmojo, Gunung Kidul. Melalui dana PHKI, PSE-UGM juga telah meyelenggarakan pelatihan tentang energi terbarukan dan pemasangan instalasi panel surya di Gunung Kidul dan Bantul. Dalam konteksnya dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, PSE UGM mendapat bantuan alat-alat instalasi biofuel dari PT.PLN, seperti 1 set alat distilasi bioetanol, 1 set alat pemurni biogas dan 1 set reaktor biodiesel. Berkat tersedianya instalasi-instalasi biofuel tersebut, aktivitas pengabdian kepada masyarakat dapat terlaksana dengan lebih baik.
Dalam hal pengembangan perangkat lunak untuk memenuhi kebutuhan industri, PSE-UGM telah mengembangkan sistem informasi, advanced seismic processing untuk eksplorasi minyak bumi dan pengembangan remastering data seismic di beberapa BUMN. Untuk aplikasi industri, PSE-UGM telah melakukan OTS (Operator Training Simulator) dan telah diaplikasikan pada salah satu industri kimia nasional bersekala besar. Instalasi atau software hasil rancang bangun peneliti dan staf PSE UGM memiliki keunggulan teknologi dan kompetitif bila dibandingkan dengan produk-produk sejenis karena instalasi atau software didesain oleh para pakar dibidangnya. Software dalam bidang eksplorasi minyak dan gas bumi telah dipercaya untuk digunakan dalam pencarian sumur-sumur minyak baru oleh perusahaan-perusahaan minyak asing (Medco Energy, Chevron Pacific Indonesia, Pacific Oil and Gas Indonesia, Mobil Oil Indonesia, dsb dan Nasional (Pertamina). Beberapa instalasi energi air (mikrohidro) rancangan PSE UGM telah terpasang dan beroperasi dengan baik di beberapa daerah (Nusa Tenggara,dsb), Software OTS telah digunakan sebagai software simulasi pabrik oleh salah satu pabrik kimia terkemuka di Indonesia
Produk-produk unggulan PSE UGM sampai saat ini antara lain:
- Instalasi Energi Air/Mikrohidro
- Instalasi Energi Bayu
- Instalasi Energi Surya
- Instalasi Energi Listrik
- OTS (Operator Training Simulator) software untuk industri kimia
- Instalasi Bioetanol
- Instalasi Biodiesel
- Instalasi Biogas
- Buku Energi dari Yogya edisi 1 dan 2
- Petromax Premium
- Tungku Pengering Tembakau
- Kompor Bioetanol




